Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Penjadwalan Agregat

No description
by

Jocelyn Kristanto

on 15 December 2015

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Penjadwalan Agregat

Penjadwalan Agregat
Proses Perencanaan
Empat hal yang diperlukan untuk perencanaan agregat:
Sebuah unit keseluruhan logis untuk mengukur penjualan dan output.
Sebuah ramalan permintaan.
Sebuah metode untuk menentukan biaya yang relevan.
Sebuah model yang menggabungkan perkiraan dan biaya.

Hubungan Perencanaan Agregat
Strategi Perencanaan Agregat
Demand Option = Dengan adanya jumlah permintaan (demand) yang stabil, maka proses perencanaan produksi akan lebih mudah dilakukan.
Capacity Option = menggunakan besar kapasitas produksi sebagai pilihan untuk membuat Aggregate Planning tergantung seberapa besar kapasitas produksi yang diinginkan.
Mixed Strategy = melibatkan beberapa variable yang di ganti dari gabungan ketiga strategi diatas untuk mencapai strategi aggregate planning yang terbaik sesuai dengan masalah yang sedang terjadi.


ENDRIKO PUPUTAN (1701291951)
GEOFFALDY CHANDRA (1701309715)
JASON LEE ATIPA (1701338974)
JUVENA AGATHA AFRIYANTI (1701309085)
JOCELYN KRISTANTO (1701331715)
LENIN FERDINAND (1701330422)
MICHAEL TJANDRA(1701356024)


Merencanakan Tugas dan Kewajiban
Dalam perencanaan suatu tugas, setiap tingkatan dalam perusahaan membuat rencana yang satu tujuan namun berbeda langkahnya.
Hal ini dimaksudkan agar pekerjaan berlangsung lebih efektif serta bersinergi, masing-masing dapat berkerja dengan saling membantu dan mendapat dukungan dari kelompok divisi yang berbeda. Bahu membahu menyelesaikan suatu proyek dalam jangka waktu berbeda


Dalam hirarkis bagan perencanaan, dapat ditafsirkan bahwa semakin keatas tingkat posisi dalam perusahaan, semakin panjang jangka waktu pengerjaannya.

Pada umumnya jabatan tinggi membuat perencanaan konsep dan strategis, dan jabatan dalam hirarkis bawah membuat perencanaan teknis dan “lapangan”

Perencanaan Agregat
Aggregate Planning adalah suatu aktivitas operasional untuk menentukan jumlah dan waktu produksi pada waktu dimasa yang akan datang.
Tujuan dari Aggregate Planning adalah untuk meminimasi biaya akhir pada periode perencanaan dengan mengatur : Production rates, Labor levels, Inventory levels, Overtime work, Subcontracting, dan variabel yang terkontrol lainnya.
Hasil dari AP adalah tercapainya suatu rencana produksi yang menggunakan sumber daya organisasi secara efektif untuk memenuhi demand yang telah diperkirakan.

Perencanaan Agregat Strategi Murni
Strategi yang disusun dengan hanya memanipulasi salah satu variabel.

Strategi ini terdiri dari dua golongan yaitu :
Pilihan kapasitas
Pilihan permintaan

Pilihan kapasitas VS Pilihan Permintaan
Pilihan kapasitas, dimana perusahaan meningkatkan persediaan untuk memenuhi permintaan yang tinggi di masa depan. (menambah karyawan/PHK menyesuaikan persediaan, lembur)

Pilihan permintaan, di mana perusahaan berusaha untuk meningkatkan permintaan melalui iklan, dan promosi. (mempengaruhi permintaan, pemesanan kembali selama periode permintaan tinggi)

The Extremes
Stategi pada Agregat ini terbagi menjadi 2 yaitu :

1. Level Strategy
Banyaknya produksi sebuah produk yang berjalan dengan konstan tanpa adanya perubahan apapun.
2. Chase Strategy
Samanya jumlah suatu produksi produk yang dengan permintaan.


Level Stategy
Stategi ini adalah salah satu cara agar produksi suatu barang dapat berjalan dengan konstan dan dapat memenuhi seluruh permintaan yang ada, seperti contoh :
Sebuah strategi di mana produksi harian tetap sama dari periode ke periode. Perusahaan seperti Toyota dan Nissan mempertahankan tingkat produksi pada tingkatan yang seragam dan mungkin membiarkan persediaan barang jadi naik atau turun untuk menopang perbedaan permintaan dan produksi atau menemukan pekerjaan alternatif bagi karyawan. Penjadwalan bertingkat akan bekerja dengan baik ketika permintaan stabil.

Chase Strategy
Strategi ini adalah samanya suatu jumlah produksi dengan suatu permintaan.
Sebuah strategi yang mencoba untuk mencapai tingkat output bagi setiap periode yang memenuhi prediksi permintaan untuk periode tersebut. Strategi ini dapat terpenuhi dengan berbagai jalan.
Sebagai contoh :
Manager operasi dapat memvariasikan tingkat tenaga kerja dengan merekrut atau menghentikan karyawan , atau dapat memvariasikan produksi dengan waktu lembur, waktu kosong, karyawan paruh waktu,atau subkontrak

Level Approach
Keuntungan :
1. Tingkat output dan tenaga kerja yang stabil
2. Tersedianya produk apabila terjadi pengelonjakan suatu permintaan

Kerugian :
1. Biaya persediaan yang lebih besar
2. Peningkatan waktu lembur
3. Sumber daya pemanfaatan bervariasi dari waktu ke waktu

Chase Approach
Pengertian
Keuntungan
Kerugian
Strategi Perencanaan Agregat
Mixed Strategy
Menggabungkan 2 atau lebih pilihan aggregate scheduling.
Level scheduling strategy
Memproduksi dalam jumlah yang sama setiap hari
Menjaga agar tingkat tenaga kerja konstan
Biaya produksi dapat ditekan seminimal mungkin

Metode Perencanaan Agregat
Teknik Grafis dan Charting
Pendekatan Matematika
Farnsworth’s Transportation Table
Period 3 Period 2 Period 1


Thank you for watching!
Full transcript