Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Plant Assets , Natural Resources and Intangible Assets ( Cha

No description
by

nira vania utami

on 3 June 2014

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Plant Assets , Natural Resources and Intangible Assets ( Cha

Depresiasi atau penyusutan tidak berlaku pada "tanah"
Plant Assets , Natural Resources and Intangible Assets ( Chapter 9 )
1. Harga Perolehan (Acquisition Cost)
plant assets ( aktiva tetap )
Disusun Oleh :
Bella Monica Prativi
Florensia Bernika
Ghina Ramadhiani
Indah Rachmania
Nira Vania Utami
ukuran yg pasti dan bentuk
mampu bertahan lebih dari 1 tahun
( beberapa tahun )
mempunyai substansi
fisik dan manfaat ekonomi di masa depan
Peralatan
menentukan biaya aset tetap
Land ( tanah )
perusahaan angin ribut mengakuisisi real estate dengan biaya tunai dari Rp 200000 properti berisi sebuah gudang tua yang diratakan dengan biaya bersih Rp 60000 (Rp 75000 - Rp15000 hasil dari bahan diselamatkan. pengeluaran tambahan biaya pengacara Rp10000 dan broker dari real estate tersebut sebesar Rp 80000 dan harga tanah Rp2150000
land improvements ( prasarana )
bangunan
Peralatan
Depresiasi atau Penyusutan berlaku pada tiga kelas aktiva tetap yaitu:
cara menghitung :
harga property
biaya gedung yg diratakan
biaya pengacara
komisi broker

harga tanah
Rp 2000000
Rp 60000
Rp 10000
Rp 80000
Rp 2150000
(Rp 75000-Rp 15000)
Pengembangan Tanah (Prasarana)
Bangunan
Faktor Fisik
- aus karena dipakai (wear and tear)
- aus karena umur (deteriotation and decay)
- kerusakan - kerusakan
- ketidaklayakan
- penggantian
- keusangan
p
a
r
k
i
n
g
p
a
g
a
r
Faktor-faktor Yang Menentukan Biaya Penyusutan/Depresiasi
2. Nilai Sisa (Residual Value)
3. Taksiran umur Manfaat/Teknis (Useful Life)
peralatan termasuk aset yg digunakan dalam pengoperasian :
delivery truck dan pesawat
mesin pabrik
pajak asuransi selama perjalanan
Biaya ini merupakan biaya berulang setiap tahunnya dan tidak menguntungkan di masa mendatang sehingga dimasukkan ke dalam beban
bangunan adlah fasilitas yang digunakan dalam operasi seperti toko, kantor, pabrik, gudang dll.semua pengeluaran yang diperlukan berkaitan dengan pembelian atau pembangunan bangunan.
Pembelian Gedung dan pendirian gedung
harga pembelian gedung
biaya pengacara
biaya asuransi gedung
komisi broker
biaya arsitek
biaya pembetulan lantai , genteng , air
membuat izin gedung
mengindikasikan bagaimana melaporkan aktiva tetap , sumber daya alam dan aset tak berwujud
menganalisis dengan asset turnover ratio
menganalisis bagaimana perusahaan dengan efektif menggunakan asetnya untuk menghasilkan penjualan
net sales / average total assets =
asset turn over ratio
Revenue and Capital Expenditures
Pengeluaran untuk aktiva tetap dapat diklasifikasikan ke dalam Belanja Modal (Capital Expenditures) dan Pendapatan Belanja Daerah (Revenue).

Perbedaan antara sifat belanja modal dan pendapatan penting karena belanja modal hanya termasuk dalam biaya aktiva tetap.
REVENUE
Capital Expenditures (belanja modal)
Revenue Expenditure (pengeluaran pendapatan)
Deferred Revenue Expenditure (pengeluaran pendapatan ditangguhkan)
Capital Expenditures
Pengeluaran yang mengakibatkan perolehan suatu aset dan kemudian dapat dijual dan diubah menjadi uang tunai atau yang menghasilkan peningkatan kapasitas produktif dari bisnis.
Biaya aktiva tetap atau permanen
Biaya tambahan atau ekstensi untuk aktiva tetap yang ada
Setiap pengeluaran yang terjadi sehubungan dengan akuisisi , (yaitu , pembelian )
Setiap pengeluaran yang terjadi dalam membawa aset dibeli untuk bisnis
Setiap pengeluaran yang terjadi dalam menginstal aktiva tetap
Setiap pengeluaran yang terjadi pada pergantian dan perbaikan aktiva tetap yang ada
Beberapa Contoh dari Belanja Modal
Metode Garis Lurus ( Straight-line)
Metode Saldo Menurun (Declining-balance)
Metode Unit Aktivitas (Units-of-activity)
Metode Perhitungan Penyusutan
Depresiasi atau Penyusutan
Depresiasi adalah suatu proses alokasi biaya, bukan penilaian atas aktiva.
Sebagai hasil belanja modal dalam peningkatan aset tetap entitas, catatan akuntansi adalah sebagai berikut:
Debit Fixed Assets
Credit Cash/Payable
Revenue (pengeluaran pendapatan)
Sedangkan biaya pembelian dan pemasangan awal akan diklasifikasikan sebagai belanja modal, setiap perbaikan dan pemeliharaan biaya selanjutnya yang timbul di masa depan akan diklasifikasikan sebagai pengeluaran pendapatan. Hal ini karena biaya perbaikan dan pemeliharaan tidak meningkatkan kapasitas produktif mesin tetapi hanya mempertahankan itu.
Berikut ini adalah beberapa contoh pengeluaran pendapatan :
Biaya barang yang dibeli untuk dijual kembali
Beban
Biaya bahan yang dikonsumsi dalam pembuatan barang untuk dijual kembali
Biaya yang timbul dalam barang-barang manufaktur untuk dijual kembali
Biaya yang timbul atas pengelolaan sehari- hari bisnis
Biaya yang timbul untuk menjual produk
Setiap pengeluaran yang dikeluarkan untuk mempertahankan aset tetap dalam keadaan baik
Bunga pinjaman yang dipinjam
Pengeluaran pendapatan yang timbul atas asset tetap meliputi biaya yang ditunjukkan untuk "menjaga" daripada meningkatkan kapasitas produktif dari asset.

Biaya yang dikeluarkan teratur dan manfaat dari biaya ini diperoleh selama periode yang relatif singkat.
Sebagai biaya pendapatan tidak merupakan bagian dari biaya aset tetap, mereka dibebankan dalam laporan laba rugi pada periode terjadinya. Oleh karena itu entries akuntansi untuk mencatat pengeluaran pendapatan adalah sebagai berikut:
Debit Revenue Expense (Income Statement)
Credit Cash/Payable

Faktor-faktor yang menyebabkan depresiasi atau penyusutan:
faktor ekonomis/fungsional
Metode Garis Lurus (straight-line)
Dengan metode ini beban penyusutan dihitung sama rata untuk seluruh umur daripada aset
Metode Unit Aktivitas (Units-of-activity)
Metode aktivitas mengasumsikan bahwa penyusutan merupakan fungsi dari penggunaan atau produktivitas dan bukan dari berlalunya waktu. Dalam metode ini yang ditaksir adalah satuan keluaran (output) yang diberikan (jumlah yang diproduksi sampai aktiva itu aus).
Metode Saldo Menurun (Declining-Balance)
Dengan metode ini penyusutan tahunan yang dibebankan makin lama makin rendah. Pada metode ini dikenal istilah Book Value (Nilai Buku) yaitu selisih antara Nilai Beli dengan akumulasi penyusutan.
Perbandingan ketiga Metode
Metode berbeda, tetapi total penyusutan tersebut sama yaitu sejumlah
430,000,000
Depresiasi dan Pajak Pendapatan
perusahaan menggunakan 2 metode penyusutan:
1. Metode Garis Lurus
untuk memaksimalkan laba bersih.
2. Metode depresiasi dipercepat (accelerated-depreciation method)
untuk meminimalkan pajak penghasilan mereka
Revisi Depresiasi Periodik
Depresiasi adalah contoh penggunaan estimasi dalam proses akuntansi, manajemen harus mengkaji ulang beban depresiasi tahunan secara periodik.
Apabila taksiran perlu diubah, maka perubahan harus di lakukan perusahaan untuk tahun ini dan tahun-tahun mendatang, dan tidak mengubah beban depresiasi untuk tahun-tahun yang telah lewat.

Untuk menetapkan beban depresiasi per tahun yang baru, maka perusahaan melakukan:
1. menetapkan besarnya biaya perolehan yang akan di depresiasi pada saat perubahan akan dilakukan
2. mengalokasikan biaya depresiasi yang telah di revisi ke sisa umur (sisa masa mafaat) asset yang bersangkutan.
Revaluasi Aset Tetap
Revaluasi adalah penilaian kembali aset tetap perusahaan, yang diakibatkan adanya kenaikan nilai aset tetap tersebut di pasaran atau karena rendahnya nilai aset tetap dalam laporan keuangan perusahaan yang disebabkan oleh devaluasi atau sebab lain, sehingga nilai aset tetap dalam laporan keuangan tidak lagi mencerminkan nilai yang wajar.
Aset Tak Berwujud (Intangible Assets)
Aset tak berwujud adalah hak, hak istimewa dan keuntungan kompetitif yang timbul dari pemilikan suatu aktiva yang berumur panjang, yang tidak memiliki wujud fisik tertentu. Bukti pemilikan aktiva tak berwujud bisa berupa kontrak, lisensi atau dokumen lain. Aktiva tidak berwujud mungkin timbul dari:
• Pemerintah – seperti hak paten, hak cipta, franchise, merek dagang dan nama dagang.
• Perusahaan lain – misalnya pembelian yang mencakup pembayaran untuk goodwill.
• Penjualan tertentu – seperti franchise dan lease.

Aset tak berwujud mempunyai karakteristik penting, yaitu:
3. Bersifat jangka panjang dan menjadi subjek amortisasi
1. Kurang memiliki eksistensi fisik
2. Bukan merupakan instrument keuangan
Prinsip Akuntansi Dasar untuk Aktiva tak berwujud
Akuntansi untuk aktiva tak berwujud melibatkan prinsip dan prosedur akuntansi serupa yang diaplikasikan untuk aktiva tak berwujud lainya, seperti properti, pabrik dan peralatan yaitu :
1. Pada akuisisi menerapkan prinsip biaya.
2. Selama periode penggunaan, menerapkan prinsip penandingan.
3. Pada disposisi, menerapkan prinsip pendapatan. Keuntungan atau kerugian yang diakui atas pelepasan sama dengan selisih antara pertimbangan yang diterima.

Deplesi
apa itu deplesi?
pengurangan nilai yang terjadi atas sumber daya alam, seperti pertambangan, sumur minyak dan gas bumi, kehutanan, dan lain-lain
Sejalan dengan ekstraksi dan penjualan sumber daya, cadangan akan menurun dan nilai properti akan terus berkurang. Pada depresiasi, properti dapat diganti dengan properti yang serupa jika properti tersebut sudah terdepresiasi penuh (nilainya sudah habis
Hal ini tidak memunginkan pada deplesi. Pada depresiasi, jumlah yang dibebankan untuk biaya depresiasi diinvestasikan pada peralatan baru sehingga operasi dapat dilanjutkan tanpa batas. Pada deplesijumlah yang dibebankan untuk biaya deplesi tidak dapat digunakan untuk mengganti sumber daya alam,
akibatnya perusahaan akan menutup usahanya sedikit demi sedikit sejalan dengan operasi normalnya. Oleh karena itu, pembayaran terhadap pemilik dilakukan dalam 2 bagian:
keuntungan yang diperoleh
bagian dari modal pemilik yang dikembalikan, dalam bentuk deplesi
Metode perhitungan deplesi
Metode biaya
Metode persentase
Satuan deplesi ditentukan dengan membagi basis harga dengan jumlah satuan tersisa yang masih dapat ditambang atau dipanen. Pengurangan deplesi dihitung sebagai hasil perkalian antara jumlah satuan terjual pada tahun tersebut dengan satuan deplesi dalam dolar. Diterapkan untuk semua tipe properti yang dikenai deplesi dan lebih umum digunakan
Deplesi dihitung sebagai suatu persentase dari pendapatan kotor, asalkan jumlah yang dibebankan tidak melebihi 50% dari pendapatan bersih (100% untuk properti gas dan minyak) sebelum pengurangan deplesi. Digunakan untuk hampir semua tipe tambang logam, deposit geotermal, dan tambang batubara, tapi tidak untuk sumber hutan. Jika metode persentase diterapkan untuk suatu properti, beban deplesi harus dihitung dengan kedua
metode. Beban yang lebih besar dapat digunakan untuk mengurangi basis properti

Contoh Aktiva Tak Berwujud
Hak Paten
Hak Cipta
Merek Dagang atau Nama Dagang
Franchise (Waralaba) dan License (Perijinan)
Lease hold
(Hak sewa)
Hak Penggandaan (Copyright)
Biaya Organisasi
Goodwill
Hak Paten
Hak paten adalah hak istimewa yang dikeluarkan oleh pemerintah yang memberikan kewenangan kepada pemegang hak untuk memproduksi, menjual dan mengawasi penemuannya dalam jangka waktu tertentu sejak hal tersebut diberikan.
Hak Cipta
Hak cipta adalah hak yang diberikan oleh pemerintah, yang memberikan hak istimewa kepada pemegang hak tersebut untuk memproduksi dan menjual suatu karya seni atau karya tulis.
Merek Dagang atau Nama Dagang
Merek dagang atau nama dagang adalah kata, rangkain kata, logo, atau simbol yang membedakan atau memberi identitas suatu perusahaan tertentu atau produk tertentu. Apabila kita mendengar nama dagang seperti Lux, Pepsodent, Indomie, atau Coca Cola, dengan cepat terbayang dalam pikiran kita produk apa yang dimaksud dan tidak akan salah mengartikannya pada produk lain.
Franchise (Waralaba) dan License (Perijinan)
Franchise
adalah hak yang diperoleh untuk melakukan suatu usaha tertentu, atau memasarkan produknya, sekaligus mengikuti pola usaha, cara pengelolaan, penggunaan logo maupun penggunaan alat usaha tertentu yang aslinya dimiliki oleh perusahaan yang memberikan hak franchise
Periijinan
adalah hak perusahaan yang diperoleh dari pihak pemerintah baik daerah maupun pusat untuk melakukan suatu aktivitas tertentu terkait dengan bidang usahanya.
Lease hold (Hak sewa)
Hak sewa adalah hak yang diperoleh atas suatu sewa aktiva tertentu (sewa tempat usaha, sewa gedung, sewa mesin) yang biasanya menggunakan kurun waktu tertentu, disahkan oleh pejabat pembuat akte (notaris).
Hak Penggandaan (Copyright)
Copyright adalah hak yang berikan atas suatu penulisan, baik itu berupa karya ilmiah, puisi, novel, maupun lyric lagu, notasi lagu/irama tertentu, script atau scenario film tertentu. Copyright meliputi hak untuk memperbanyak dan mengedarkannya.
Biaya Organisasi
Biaya yang timbul dalam bentukan suatu organisasi perusahaan tersebut biaya organisasi. Biaya tersebut meliputi pengeluaran untuk biaya jasa yang dibayarkan kepada underwriters untuk pengurusan saham dan obligasi, biaya pengurusan ijin dan akte pendirian dan biaya promosi untuk pengenalan kepada organisasi kepada masyarakat. Biaya-biaya tersebut dikapitalisasi sebagau aktiva tak berujud dengan nama
Biaya Organisasi.
Goodwill
Aktiva tak berujud terbesar yang biasanya nampak dalam neraca perusahaan adalah goodwill. Goodwill adalah segala atribut yang memberi nilai atau citra yang menguntungkan yang melekat pada suatu perusahaan. Dalam hal ini termasuk diantaranya: manajemen yang istimewa, lokasi yang strategis, hubungan baik dengan para konsumen, karyawan yang terlatih, produk dengankualitas tinggi, hubungan yang harmonis dengan para karyawan.
Penyusutan plant asset/ asset tetap
Pada titik tertentu, suatu aktiva tetap tidak lagi berguna bagi perusahaan. Pada titik ini, ada tiga hal bisnis dapat dilakukan dengan aktiva tetap
tiga hal bisnis dapat dilakukan dengan aktiva tetap
Membuangnya (membuangnya keluar dan tidak pernah menggunakannya lagi)
Menjualnya untuk mendapatkan uang tunai
menjualnya untuk sesuatu yang lebih baru
Penyusutan plant asset/ asset tetap
Pada titik tertentu, suatu aktiva tetap tidak lagi berguna bagi perusahaan. Pada titik ini, ada tiga hal bisnis dapat dilakukan dengan aktiva tetap
Langkah-langkah untuk membuang aset
Catat depresiasi tambahan dalam jurnal umum (jika ada). Memperbarui catatan aktiva tetap.
Catat pembuangan di salah satu jurnal -membuang, Jurnal Umum, penjualan, Penerimaan Kas, perdagangan, Pembayaran Tunai
-Hapus Akumulasi Penyusutan sebagai debit (diperlukan)
-Hapus biaya asli dari akun aktiva tetap sebagai kredit (diperlukan)
-Rekam tunai (jika ada)
-Laba atau rugi Record (jika ada)
-Rekam aset baru (jika perdagangan)

Catatan aset pembaruan tanaman (wajib).
Questions TIME !!!!!!
Depreciation expense is recorded on a plant asset record at the end of a fiscal period. When discarding, selling, or trading an asset, the depreciation must be recorded year-to-date. For example, if a plant asset was last depreciated on December 31, 2003, and the asset is discarded on January 3, 2004, there is no additional depreciation to record since there is only three days between the last time the depreciation was recorded and the disposal. However, if there is one month or more between the last depreciation recorded and the disposal date, additional depreciation must be recorded. If the disposal date is March 3, 2004, there is two completed months (January, February) since the last depreciation date that needs to be recorded. If the depreciation amount for a whole year was $120, the additional depreciation to record on March 3 would be calculated as follows
$120 X 2 months/12 months = $20
The additional depreciation would be recorded in the General Journal as a debit to Depreciation Expense and a credit to Accumulated Depreciation.



Beban penyusutan dicatat pada catatan aktiva tetap pada akhir periode fiskal. Saat membuang/penyusutan, menjual, atau perdagangan aset, depresiasi harus dicatat year-to-date. Sebagai contoh, jika aktiva tetap disusutkan terakhir pada tanggal 31 Desember 2003, dan aset tersebut akan dibuang pada tanggal 3 Januari 2004, tidak ada penyusutan tambahan untuk merekam karena hanya ada tiga hari antara terakhir kali depresiasi itu direkam dan pembuangan. Namun, jika ada satu bulan atau lebih antara penyusutan terakhir direkam dan tanggal pembuangan, depresiasi tambahan harus dicatat. Jika tanggal pembuangan 3 Maret 2004, ada dua bulan selesai (Januari, Februari) sejak tanggal depresiasi terakhir yang perlu dicatat. Jika jumlah penyusutan selama satu tahun adalah $ 120, depresiasi tambahan untuk merekam pada tanggal 3 Maret akan dihitung sebagai berikut
$ 120 X 2 bulan/12 bulan = $ 20

Tambahan depresiasi akan dicatat dalam Journal Umum sebagai debit ke Beban Penyusutan dan kredit untuk Akumulasi Penyusutan.

Asia pacific company purchase factory machinery at a price of HK $750.000.related expenditures are for sales taxes HK$50.000. insurance during shipping HK$7500 and installation and testing HK$12.500. the cost of the factory machinery is……….
Factory machinery
Cash price HK$750.000
Sales taxes 50.000
Insurance during shipping 7500
Installation and testing 12.500 +
Cost of factory machinery HK$820.000

Equipment 820.000
Cash 820.000

perusahaan Asia pacific pembelian mesin pabrik dengan harga HK $ 750.000. pengeluarannya adalah untuk pajak penjualan HK $ 50,000. asuransi selama pengiriman HK $ 7500 dan instalasi dan pengujian HK $ 12.500. biaya mesin pabrik adalah ..........

Mesin Pabrik

Harga tunai HK $ 750,000
Pajak penjualan 50.000
Asuransi selama pengiriman 7500
Instalasi dan pengujian 12.500 +
Biaya mesin pabrik HK $ 820,000

Peralatan 820,000
Kas 820,000

) Pada tanggal 1 desember 2012, PT jaya kusuma membeli sebuah mobil angkut bekas dengan harga perolehan Rp 85.000.000. Mobil tersebut diperkirakan mempunyai umur ekonomis 5 tahun, dengan nilai residu Rp 10.000.000. Berdasarkan data dalam ilustrasi ini hitunglah besarnya penyusutan dengan metode garis lurus!


Dalam soal 1 diketahui harga perolehan mobil Rp 85.000.000, Umur ekonomis 5 tahun, dan nilai residu Rp 10.000.000.
Berdasarkan data tersebut dapat dicari besarnya penyusutan dengan metode garis lurus tiap tahun dengan perhitungan sebagai berikut:
Penyusutan tiap tahun = (Harga perlehan-Nilai residu)/ Umur ekonomis
= (85.000.000 - 10.000.000)/5
= Rp 15.000.000


Menerbitkan Surat Berharga ( Insuence of Securities )
PT. Wicaksono menukarkan sebuah mesin dengan 2.000 lembar saham biasa, nominal Rp. 10.000 per lembar pada saat pertukaran harga pasar saham @Rp. 11.000 perlembar, maka

Nilai Kurs = 2.000 x Rp. 11.000 = Rp. 22.000.000
Nilai Nominal = 2.000 x Rp. 10.000 = Rp. 20.000.000
Premium on Common Stock Rp. 2.000.000


Jurnal :
Machine…………….Rp. 22.000.000

Common Stock……………………..Rp. 20.000.000

Premium on Common Stock……… Rp. 2.000.000


Jika aktiva tetap diperoleh dengan cara tukar tambah, yang perlu diperhatikan adalah :

Harga Perolehan Aktiva lama …………xx
Akumulasi Penyusutan………………..( xx )
Nilai Buku Aktiva Tetap………………………….xx
Harga Perolehan Aktiva Baru…….xx
Kas ( pembayaran )…………(xx) Harga Pasar Aktiva lama……………………….(xx)
Laba/Rugi………………………………………....xx


Jika harga pasar Aktiva lama > Nilai buku Aktiva lama = laba
Jika harga pasar Aktiva lama < Nilai buku Aktiva lama = rugi

diketahui Harga perolehan mesin Rp 315.000.000, nilai residu Rp 15.000.000, dan umur ekonomis 5 tahun.
Berdasarkan data tersebut besarnya penyusutan tiap tahun dengan metode jumlah angka tahun dapat dicari dengan perhitungan sebagai berikut:
Langkah pertama mencari jumlah angka tahun umur aktiva;
Jumlah angka tahun => 1+2+3+4+5 = 15
Setelah diketahui jumlah angka tahun selanjutnya dapat dicari penyusutan tiap tahun dengan rumus berikut ini:
Penyusutan= Sisa umur penggunaan x (harga perolehan-nilai residu)
Jumlah angka tahun
Penyusutan tahun 1 => (5/15) x (315.000.000-15.000.000) = Rp 100.000.000
Penyusutan tahun 2 => (4/15) x (315.000.000-15.000.000) = Rp 80.000.000
Penyusutan tahun 3 => (3/15) x (315.000.000-15.000.000) = Rp 60.000.000
Penyusutan tahun 4 => (2/15) x (315.000.000-15.000.000) = Rp 40.000.000
Penyusutan tahun 5 => (1/15) x (315.000.000-15.000.000) = Rp 20.000.000


Sebuah mesin produksi dengan harga Rp 315.000.000 mulai digunakan untuk operasi perusahaan pada bulan Januari 2011. Umur penggunaan ditaksir selama 5 tahun dengan nilai residu Rp 15.000.000. Hitunglah penyusutan tiap tahun dari penggunaan mesin tersebut dengan metode jumlah angka tahun
Pengertian

ialah proses akuntansi dalam mengalokasian biaya aktiva berwujud ke beban dengan cara yang sistematis dan rasional selama periode yang diharapkan mendapat manfaat dari penggunaan aktiva tersebut.
1. What are the characteristics of intangible assets?
Patent: the right to manufacture, sell, or control an invention. A patent is granted by the U.S. Patent Office for a period of 17 years. Debit Patent Amortization Expense and credit Patent.

Copyright: Right to reproduce or sell an artistic creation such as a book, song, or other work. Debit Copyright Expense, credit the Copyright account. The life of a copyright is the creator's life plus 70 years.

Trademark: Word, phrase or other mark protected by the U.S. Patent Office. Trademarks are normally for 20 years.

Goodwill: Arises when an entire business is purchased. If the buyer of a business pays more than the fair market value of the (assets minus liabilities) of the acquired company, it is presumed that another asset exists--Goodwill.

1. Apa karakteristik aset tidak berwujud?
Paten: hak untuk memproduksi, menjual, atau mengendalikan sebuah penemuan. Sebuah paten diberikan oleh Kantor Paten Amerika Serikat untuk jangka waktu 17 tahun. Debit Paten Amortisasi Beban dan Paten kredit.

Copyright: Hak untuk mereproduksi atau menjual kreasi artistik seperti buku, lagu, atau pekerjaan lain. Debit Copyright Beban, kredit rekening Copyright. Kehidupan hak cipta adalah hidup pencipta ditambah 70 tahun.

Merek: Word, frase atau tanda lain yang dilindungi oleh US Patent Office. Merek dagang biasanya selama 20 tahun.

Goodwill: Berkembang ketika seluruh bisnis dibeli. Jika pembeli bisnis membayar lebih dari nilai pasar wajar (aset dikurangi kewajiban) dari perusahaan yang diakuisisi, dianggap bahwa aset lain ada - Goodwill.
2. What are the characteristics of fixed assets?
The purpose of the purchase is not for resale or sold as merchandise, but to be used in operating activities of the company.
Have a useful life of more than one year.
Considerable amount of material.
2. Apa karakteristik aktiva tetap?
  Tujuan pembelian ini tidak untuk dijual kembali atau dijual sebagai barang dagangan, tetapi untuk digunakan dalam kegiatan operasi perusahaan.
Memiliki masa manfaat lebih dari satu tahun.
  Cukup banyak material.
Full transcript