Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Total Quality Management

No description
by

on 31 December 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Total Quality Management

Total Quality Management
Konsep & Filosofi TQM
TQM bukan merupakan program atau sistem,melainkan budaya yang harus dibangun, dipertahankan, dan ditingkatkan oleh seluruh anggota organisasi atau perusahaan bila organisasi atau perusahaan tersebut berorientasi pada kualitas dan menjadikan kualitas sebagai the way of life

Penekanan utama dari TQM adalah pada kualitas yang didefinisikan dengan mengerjakan segala sesuatu dengan baik sejak awalnya dengan tujuan untuk memenuhi kepuasan pelanggan  hal inilah yang melatarbelakangi konsep zero defect

Organisasi atau perusahaan yang menerapkan TQM, mengenal 3(tiga) pantangan, yaitu pantang menerima, memproses, dan menyerahkan produk cacat kesalahan atau cacat (defect) hanya akan terjadi bila sejak dari proses awal tidak ditekankan masalah kualitas

Perbedaan Organisasi Traditional dan Organisasi TQM (lanjutan)
Proses TQM
Proses TQM bermula dari pelanggan dan berakhir pada pelanggan pula.
Proses TQM memiliki input yang spesifik (keinginan, kebutuhan, dan harapan pelanggan),mentransformasi (memproses) input dalam organisasi untuk memproduksi barang, software, atau jasa, yang pada gilirannya memberikan output (kepuasan kepada pelanggan)

Total Quality Management
Pendekatan berorientasi pelanggan yang memperkenalkan
perubahan manajemen secara sistematik dan perbaikan
terus-menerus terhadap proses, produk, dan pelayanan
suatu organisasi
Konsep & Filosofi TQM
TQM merupakan suatu penerapan metoda kuantitatif untuk memperbaiki semua proses dalam organisasi pada tingkatan tertentu dimana kebutuhan pelanggan terpenuhi sekarang dan di masa datang

TQM lebih merupakan sikap dan perilaku berdasarkan kepuasan atas pekerjaannya dan kerja tim atau kelompoknya

TQM menghendaki komitmen total dari manajemen sebagai pemimpin organisasi dimana komitmen ini harus disebarluaskan kepada seluruh karyawan dan pada semua level atau departemen dalam organisasi


Konsep & Filosofi TQM
TQM bukan inspeksi, melainkan filosofi untuk mengerjakan segala sesuatu dengan baik sejak awal dan setiap waktu. (Total dalam TQM menunjukkan segala sesuatu dan setiap orang dalam organisasi terlibat dalam perbaikan terus-menerus dan berkesinambungan)

TQM bukan suatu program, melainkan suatu pendekatan sistematik untuk mencapai level kualitas tertentu untuk memenuhi kebutuhan dan harapan pelanggan dengan mengadakan perbaikan atau peningkatan yang tidak pernah berakhir.

Untuk dapat menciptakan budaya continuous quality improvement (CQI), dimana kualitas tidak hanya dicapai secara mendadak atau merupakan loncatan (quantum leap), melainkan secara perlahan tapi menyeluruh.


Perbedaan Organisasi Traditional dan Organisasi TQM
Perubahan dalam TQM
Untuk dapat menerapkan konsep perbaikan secara terus-menerus dan secara berkesinambungan, TQM harus dikaitkan dengan SDM

TQM ada karena manajemen SDM dengan pendekatan tradisional tidak mampu lagi menghadapi kondisi yang serba berubah dan berkembang dewasa ini

Ada 2 pendekatan yang dapat dibandingkan, yaitu:
- Traditional Human Resources Management (THRM)
- Total Quality Human Resources Management (TQHRM)

Perbedaan antara Traditional HRM dan Total Quality HRM
Perbedaan Organisasi Traditional dan Organisasi TQM (lanjutan)
Elemen-elemen penting dalam TQM
Leadership and Commitment
Full employee involvement
Good planning
Implementation strategy
Measurement and evaluation
Control and improvement
Achieving and maintaining standard of excellence

Empat Prinsip Utama
Dalam TQM
Kepuasan pelanggan
Respek terhadap setiap orang
Manajemen berdasarkan fakta
Perbaikan berkesinambungan

Perbaikan berkesinambungan

Komitmen dari manajemen puncak
Komitmen atas sumber daya yang
dibutuhkan
Organization-wide steering committee
Perencanaan dan publikasi
Infrastruktur yang mendukung penyebarluasan dan perbaikan yang berkesinambungan
Fase-fase Implementasi TQM
2. Fase Perencanaan

Merencanakan Pendekatan Implementasi,
Identifikasi proyek
Komposisi tim
Pelatihan tim

Fase-fase Implementasi TQM
3. Fase Pelaksanaan
Penggiatan Tim
Umpan Balik kepada Steering Committee
Umpan Balik dari Pelanggan
Umpan Balik dari Karyawan
Memodifikasi Infrastruktur

Merealisasikan TQM
TQM akan dapat tercapai bila perusahaan atau organisasi dapat melaksanakan kegiatannya dengan berpedoman pada atribut efisiensi, yang meliputi :

Commitment (komitmen)
Consistency (konsistensi)
Competence (kompetensi)
Contact (hubungan)
Communication (komunikasi)
Credibility (kredibilitas)
Compassion (perasaan)
Courtesy (kesopanan)
Cooperation (kerjasama)
Capability (kemampuan)
Confidence (kepercayaan)
Critism (kritikan)

Hambatan Dalam Penerapan TQM, bila filosofi TQM :
1. Dipandang sebagai suatu kegiatan yang membutuhkan waktu

2. Diterapkan dalam suatu lingkungan yang birokratis

3. Dipandang sebagai suatu program yang dilaksanakan secara formal

4. Dilaksanakan secara kaku

5. Dipandang tidak berhubungan dengan orang atau personil

6. Dipandang sebagai hanya dilakukan untuk kelompok orang ahli atau spesialis

Fase-fase Implementasi TQM
1. Fase Persiapan

Membentuk Total-Quality Steering Committee
Membentuk Tim
Pelatihan TQM
Menyusun Pernyataan Visi dan Prinsip sebagai Pedoman
Menyusun Tujuan Umum
Komunikasi dan Publikasi
Identifikasi Kekuatan dan Kelemahan
Identifikasi Pendukung dan Penolak
Memperkirakan Sikap Karyawan
Mengukur Kepuasan Pelanggan
1. Melatih steering committee
2. Identifikasi kekuatan dan kelemahan organisasi
3. Identifikasi pendukung potensial TQM
- departemen apa yang paling mungkin menjadi pendukung TQM?
- siapa yang akan menolak TQM?
4. Identifikasi pelanggan eksternal dan internal
- siapa pelanggan akhir organisasi?
- siapa pelanggan internal dari berbagai departemen?
- siapa pelanggan dari setiap karyawan individual?
5. Menyusun cara untuk menentukan kepuasan pelanggan
(eksternal/internal)
- menentukan standar untuk dijadikan dasar untuk mengukur
perbaikan/kemajuan
Tugas lainnya yang harus dilakukan, yaitu:
Tools yang digunakan dalam TQM
1. Diagram sebab dan akibat. Disebut diagram fishbone, mengidentifikasi akar penyebab masalah.
2. Checksheet.
Berisi perhitungan rutin dari pengecekan situasi.
3. Peta kontrol.
Mendeteksi penyebab utama dari berbagai variasi
4. Histogram.
Diagram berupa frekuensi data dalam grafik bar.
5. Grafik.
Terdiri dari grafik garis, bar, lingkaran dan radar.
6. Pareto.
Mengklasifikasi masalah dari penyebab.
7. Diagram scatter.
Terdiri dari peta X-Y.
TERIMA KASIH
CREATE BY :
SRI YUNI OKTARINA ( 1102110163)
ERWIN NUR PURNOMO ( 1102110197)
Full transcript