Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Persepsi dan Perilaku Organisasi Satuan Kerja Perangkat daer

No description
by

hary anto

on 19 October 2015

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Persepsi dan Perilaku Organisasi Satuan Kerja Perangkat daer

Persepsi dan Perilaku Organisasi Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pada Pelaksanaan
E-Procurement
di Kota Magelang

Pendahuluan
Pemerintah Kota Magelang mulai menerapkan
e-Procurement
dalam kegiatan pengadaan barang/jasa mulai tahun 2011 .
Keaslian Penelitian
Tujuan Penelitian
Mengetahui pengaruh e-Procurement dalam membentuk persepsi aparat pemerintah terhadap kegiatan pengadaan barang/jasa.
Mengetahui perubahan perilaku organisasi yang muncul dalam pelaksanaan e-Procurement di lingkup pemerintah daerah.

Manfaat Penelitian
Untuk Aparat Pemerintah, memberikan pemahaman persepsi tentang proses kegiatan pengadaan barang/jasa pemerintah menggunakan sistem e-Procurement, sehingga tidak lagi muncul kekhawatiran atau ketakutan dalam pelaksanaan kegiatan pengadaan barang/jasa.
Untuk organisasi di lingkungan pemerintah daerah, sebagai referensi dalam penyusunan kegiatan pengadaan barang/jasa di satuan kerja masing-masing, sehingga diharapkan kegiatan pengadaan barang/jasa dapat terlaksana dengan baik.
Untuk peneliti lain, sebagai referensi penelitian tentang implementasi e-Goverment di pemerintah daerah.

Perumusan Masalah
Persepsi terhadap kegiatan pengadaan barang/jasa konvensional yang sarat dengan permasalahan masih menjadi penyebab beberapa aparat pemerintah enggan atau tidak bersedia menjadi personil kegiatan pengadaan barang/jasa melalui e-Procurement.
E-Procurement mengubah perilaku organisasi pemerintah daerah dalam pelaksanaan kegiatan pengadaan barang/jasa
Latar Belakang
Persepsi pengadaan barang/jasa konvensional membuat kebanyakan pegawai tidak bersedia menjadi pengelola pengadaan berbasis elektronik;
Implementasi e-Procurement pada pemerintah daerah membawa konsekuensi perubahan pada organisasi pemerintah
Tinjauan Pustaka & Landasan Teori
Tinjauan Pustaka
e-Procurement
Persepsi Organisasi
Perilaku Organisasi
Structural Equation Modelling
(SEM)
Metodologi
Hipotesis
Metode Penelitian
Responden
Kuesioner
Hasil & Pembahasan
Struktur Organisasi Pemkot Magelang
Implementasi e-Procurement
Statistik Deskriptif
Data Penelitian
Uji Validitas
Pengujian Hipotesis
Koefisien Determinasi
Diskusi
Kesimpulan & Saran
Kesimpulan
Saran
Proses pengadaan yang mengacu pada penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) berbasis internet (terintegrasi) untuk melaksanakan tahapan proses pengadaan termasuk pencarian, sourcing, negosiasi, pemesanan, penerimaan dan meninjau pasca pembelian secara terpisah atau serentak (Croom & Jones, 2007).
Pengadaan barang/jasa yang dilaksanakan dengan menggunakan teknologi informasi dan transaksi elektronik sesuai dengan ketentuan perundang-undangan (Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010).
Tujuan untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, meningkatkan akses pasar dan persaingan usaha yang sehat, memperbaiki tingkat efisiensi proses pengadaan, mendukung proses monitoring dan audit dan memenuhi kebutuhan akses informasi yang
real time.

Proses dimana individu mengorganisasikan dan menafsirkan kesannya untuk memberi arti tertentu pada lingkungannya/objek (Robbins & Judges, 2013)
Persepsi sebagai dampak implementasi e-Procurement (Nurdin, 2014)
Persepsi sistem e-Procurement : mengurangi peluang kolusi dan korupsi, meningkatkan transparansi, mengurangi biaya pengadaan, meningkatkan kepedulian penyedia dan penetrasi informasi ke pasar serta efisiensi waktu.
Disiplin ilmu yang mempelajari perilaku tingkat individu dan tingkat kelompok dalam suatu organisasi serta dampaknya terhadap kinerja, baik kinerja individual, kelompok, maupun organisasi (Robbins & Judges, 2013)
Penerapan e-Procurement berdampak pada hubungan relasional faktor internal maupun eksternal yang terdapat pada organisasi (Croom and Jones, 2005)
Teknik statistik untuk menganalisis pola hubungan antara konstrak laten dan indikatornya, konstrak laten yang satu dengan yang lainnya, serta kesalahan pengukuran secara langsung (Yamin & Kurniawan 2009)
Penelitian menggunakan metode kuantitatif.
Jenis penelitian adalah survey dengan alat pengumpul data berupa kuesioner.
Kuesioner terdiri dari pertanyaan yang berhubungan dengan variabel penelitian, setiap pertanyaan dinilai dengan skala likert yang diberi skor 1-5 (Vagias, 2006).
Pejabat Pembuat Komitmen
Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kota Magelang
Pengelola LPSE Kota Magelang
Total = 40 orang

Implementasi e-Procurement menyebabkan perubahan secara signifikan terhadap struktur tata kelola organisasi pengadaan (
governance structures
), biaya akuisisi ke sistem (
acquisition cost
) serta karakteristik organisasi (
organizational characteristic
).
Perubahan perilaku organisasi tersebut secara langsung membentuk persepsi aparat pemerintah terhadap sistem e-Procurement.
Keseluruhan perubahan organisasi sebagai dampak implementasi e-Procurement secara signifikan mempengaruhi persepsi tentang sistem e-Procurement.
Persepsi yang muncul pada pengadaan barang/jasa pemerintah secara elektronik (e-Procurement) berbeda dengan persepsi pengadaan secara konvensional (non elektronik).
Penelitian selanjutnya dapat mengembangkan variabel penelitian untuk melihat perubahan perilaku organisasi yang terjadi secara lebih kompleks.
Penelitian perlu juga dilakukan dengan responden yang lebih banyak dengan melibatkan pengguna sistem
e-Procurement
secara lebih luas, tidak terbatas pada pihak pemerintah selaku pengelola kegiatan pengadaan barang/jasa.
Sebagai literatur implementasi sistem informasi dan teknologi informasi dalam sektor pemerintah, khususnya peningkatan intensitas penerapan
e-government
untuk mendukung pelaksanaan tugas pemerintahan dan upaya menekan penyimpangan atau permasalahan yang tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
Terima
Kasih
Thank
You
Sistem e-Procurement meningkatkan kepercayaan aparat pemerintah dalam proses pengadaan barang/jasa, sistem dapat meminimalisir berbagai penyimpangan dan permasalahan yang timbul.
Permasalahan lebih banyak ditemukan pada tahapan proses pelaksanaan pengadaan barang/jasa yang belum menggunakan sistem elektronik, yaitu kontrak pekerjaan barang/jasa.
Kontrak elektronik e-kontrak ?

Uji Reliabilitas
Kuesioner (cont.)
https://scholar.google.co.id/citations?user=ilUY-jQAAAAJ&hl=en
Full transcript