Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

KELOMPOK 3

No description
by

agung wiryakriyana

on 25 November 2014

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of KELOMPOK 3

Mengukur Biaya Lingkungan
Ekoefisiensi
Ekoefisiensi adalah bagaimana cara mempertahankan bahwa suatu organsiasi dapat memproduksi barang dan jasa yang lebih bermanfaat sambil mengurangi dampak lingkungan yang negatif, konsumsi sumber daya, dan biaya.
Perbaikan kinerja ekologi dan ekonomi yang saling melengkapi
Perbaikan kinerja lingkungan supaya tidak dianggap sebagai amal saja
Ekoefisiensi sebagai pelengkap dan pendukung pengembangan yang berkesinambungan

Model Biaya Kualitas Lingkungan
Model kualitas lingkungan total
Di model ini, keadaan yang ideal adalah tidak adanya kerusakan lingkungan. Kerusakan didefinisikan sebagai degradasi langsung dari lingkungan.
Dengan demikian, biaya lingkungan dapat disebut biaya kualitas lingkungan. Biaya lingkungan adalah biaya-biaya yang terjadi karena adanya kualitas lingkungan yang buruk. Maka, biaya lingkungan berhubungan dengan kreasi, deteksi, perbaikan, dan pencegahan degradasi lingkungan.

Biaya Lingkungan
Biaya pencegahan lingkungan
adalah biaya untuk aktivitas yang dilakukan untuk mencegah diproduksinya limbah dan sampah yang dapat menyebabkan kerusakan lingkungan
Biaya deteksi lingkungan
adalah biaya-biaya untuk aktivitas yang dilakukan untuk menentukan apakah produk, proses, dan aktivitas lainnya di perusahaan telah memenuhi standar lingkungan yang berlaku atau tidak.
Biaya kegagalan internal lingkungan
adalah biaya-biaya untuk aktivitas yang dilakukan karena diproduksinya limbah dan sampah, tetapi tidak dibuang ke lingkungan luar.
Biaya kegagalan eksternal lingkungan
adalah biaya-biaya untuk aktivitas yang dilakukan setelah melepas limbah atau sampah ke dalam lingkungan.
a. Biaya kegagalan eksternal yang direalisasi
b. Biaya kegagalan eksternal yang tidak direalisasi
Laporan Biaya Lingkungan
Langkah pertama yang baik adalah laporan yang memberikan perincian biaya lingkungan menurut kategori. Pelaporan biaya lingkungan menurut kategori memberikan 2 hasil penting:
Dampak biaya lingkungan terhadap profitabilitas perusahaan
Jumlah relatif yang dihabiskan untuk setiap kategori
Pembebanan Biaya Lingkungan Berbasis Aktivitas
Munculnya penghitungan biaya berbasis aktivitas (activity-based costing) ikut memfasilitasi penghitungan biaya lingkungan.Untuk perusahaan yang menghasilkan beragam produk, pendekatan berbasis aktivitas lebih tepat. ABC membebankan biaya ke aktivitas lingkungan dan kemudian menghitung tingkat atau tariff aktivitas. Tingkat ini digunakan untuk membebankan biaya lingkungan ke produk. Untuk aktivitas-aktivitas lingkungan ganda, setiap aktivitas akan dibebankan biaya, dan tingkat aktivitas akan dihitung. Tingkat ini kemudian digunakan untuk membebankan biaya lingkungan ke produk berdasrkan penggunaan aktivitas. Penelusuran biaya lingkungan ke produk-produk yang menyebabkan biaya-biaya tersebut merupakan syarat utama dari system akuntansi lingkungan yang baik.
SESI
DISKUSI

KELOMPOK 3
Manajemen Biaya Lingkungan
A.A. Gede Wiryakriyana 1315351074
Cintya Purnama Sari 1315351041
Ida Bagus Ngurah Ari Putra W. 1315351034
Ni Wayan Anindyanari C.P. 1315351029
Kadek Juli Arthawan 1215251082
Lingkungan Kinerja
Posisi Keuangan Perusahaan
Biaya Lingkungan
Alasan peningkatan pengelolaan biaya lingkungan:
Peraturan lingkungan
Keberhasilan penyelesaian masalah lingkungan


Pengurangan biaya dan insentif kompetitif merupakan hal yang penting. Biaya lingkungan dapat merupakan persentase yang signifikan dari biaya operasional total dan bisa dikurang atau dihapuskan melalui manajemen yang efektif.
Manajemen biaya yang efektif mengacu pada pengurangan biaya dan memerlukan informasi biaya lingkungan bagi pihak manajemen.untuk menyediakan informasi keuangan ini, perlu mendefinisikan, mengukurm mengklasifikasikan, dan membebankan biaya lingkungan pada proses, produk, dan objek biaya lainnya.

Permintaan Pelanggan akan Produk yang Bersih
EKOEFISIENSI
Pegawai yang lebih baik dan produktivitas yang lebih besar
Biaya modal dan asuransi yang lebih rendah

Keuntungan sosial sehingga citra perusahaan lebih baik

Inovasi peluang baru

Pengurangan biaya dan keunggulan bersaing

Biaya Deteksi
Biaya Kegagalan
Internal
Biaya Kegagalan
Biaya Kegagalan
Eksternal
Biaya Pencegahan
Biaya Lingkungan
Laporan Keuangan Lingkungan
Ekoefisiensi menyarankan sebuah kemungkinan modifikasi untuk pelaporan biaya lingkungan. Selain melaporkan biaya lingkungan, keuntungan lingkungan juga perlu adanya untuk dilaporkan. Dalam suatu periode tertentu, ada 3 jenis keuntungan:
Pemasukan
Penghematan saat ini
Penghindaran biaya
Dengan membandingkan keuntungan yang didapat dengan biaya lingkungan yang terjadi, dapat disusun suatu laporan keuangan lingkungan. Manajer dapat menggunakan laporan tersebut untuk menilai kemajuan dan potensi kemajuan.
Laporan keuangan lingkungan dapat juga menjadi bagian dari laporan kemajuan lingkungan yang disediakan bagi pihak pemegang saham setiap tahunnya.
Pembebanan Biaya Lingkungan Berbasis Fungsi
Dalam kebanyakan sistem akuntansi, biaya lingkungan disembunyikan di dalam overhead. Dengan menggunakan definisi biaya lingkungan dan kerangka kerja klasifikasi yang baru dikembangkan, biaya lingkungan pertama-tama harus dipisahkan ke dalam kelompok biaya lingkungan. Setelah dipisahkan dalam kelompoknya sendiri, penghitungan biaya berbasis fungsi (functional-based costing) akan membebankan biaya-biaya tersebut ke produk individual dengan menggunakan penggerak tingkat unit seperti jumlah jam tenaga kerja dan jam mesin. Pendekatan ini dapat berjalan dengan baik untuk produk yang homogen, namun dalam perusahaan yang memiliki banyak produk yang bervariasi, pembebanan berbasis fungsi dapat mengakibatkan distorsi biaya.
Tujuan Inti Kelima
Menekankan konservasi sumber daya yang tidak dapat diperbaharui melalui penggunaan kembali. Daur ulang mengurangi permintaan untuk ekstrasi tambahan bahan baku. Daur ulang juga mengurangi degradasi lingkungan dengan mengurangi pembuangan sampah oleh pemakai akhir.
Tahap Penilaian
Penilaian siklus hidup disefinisikan oleh tiga tahapan formal : (1) analisis persediaan, (2) analisis dampak, (3) analisis perbaikan.
Analisis persediaan (inventory analysis) menyebutkan jenis dan jumlah input bahan baku dan energi yang dibutuhkan serta pelepasan ke lingkungan yang dihasilkan dalam bentuk residu, padat, cair, dan gas. Analisis persediaan mencakup seluruh siklus hidup produk.
Analisis dampak (impact analiysis) menilai pengaruh lingkungan dari beberapa desain bersaing dan menyediakan peringkat relatif dari pengaruh-pengaruh tersebut.
Analisis perbaikan (improverment analysis) bertujuan untuk mengurangi dampak lingkungan yang ditunjukkan oleh tahap persediaan dan dampak.
Biaya Produk Lingkungan
Biaya produk lingkungan adalah biaya dari proses memproduksi, memasarkan dan mengirimkan produk serta biaya lingkungan pascapembelian yang disebabkan oleh penggunaan dan pembuangan produk. Penghitungan biaya lingkungan penuh (full environmental product costing) adalah pembebanan semua biaya lingkungan, baik yang bersifat privat maupun sosial, keproduk. Penghitungan biaya privat penuh (full privat costing) adalah pembebanan biaya privat ke produk individual. Jadi penghitungan biaya privat membebankan biaya lingkungan yang disebabkan oleh proses internal organisasi produk.
Ketika perusahaan mulai berpengalaman dengan penghitungan biaya lingkungan, pembebanan biaya produk dapat diperluas dan mengimplementasikan pendekatan yang disebut penilaian biaya siklus hidup (life-cyclecost assessment). Pembebanan biaya lingkungan pada produk dapat menghasilkan informasi manajerial yang bermanfaat. Dengan membebankan biaya lingkungan yang tepat, juga dapat diketahui apakah produk tersebut menguntungkan atau tidak.
Membebankan Biaya Lingkungan
Produk sendiri dapat menjadi sumber biaya lingkungan. Setelah menjual produk, penggunaan dan pembuangannya oleh pelanggan dapat mengakibatkan degradasi lingkungan. Hal ini adalah contoh biaya lingkungan pascapembelian (environment postpurchase cost). Biaya lingkungan pascapembelian seringkali ditanggung oleh masyarakat, dan bukan oleh perusahaan, sehingga merupakan biaya sosial. Akan tetapi, kadang-kadang biaya lingkungan pascapembelian dikonversi menjadi biaya eksternal yang direalisasikan.
Tiga Tujuan Inti Pertama
Tidak ada lagi energi atau bahan baku yang digunakan melebihi dari yang dibutuhkan
Harus dicari sarana untuk menghilangkan penggunaan bahan baku atau energi yang merusak lingkungan
Desain untuk Lingkungan
Pendekatan desain khusus ini disebut desain untuk lingkungan (design for the environment). Desain ini menyentuh produk, proses, bahan baku, energi, dan daur ulang.
Sebagai contoh, proses manufaktur adalah sumber langsung dari berbagai residu padat, cair, dan gas. Banyak dari residu ini dilepaskan ke lingkungan dan sering kali desain ilang suatu proses dapat menghilangkan produksi residu tersebut.
Mengurangi Biaya Lingkungan
Biaya kegagalan lingkungan dapat dikurangi dengan menginvestasikan lebih banyak kepada aktivitas-aktivitas pencegahan dan deteksi. Adalah sesuatu yang mungkin bahwa model pengrurangan biaya lingkungan akan berperilaku serupa dengan model biaya kualitas total.

Meminimalkan penggunaan bahan berbahaya
Akuntansi Pertanggungjawaban Lingkungan Berbasis Strategi
Sistem manajemen lingkungan berbasis strategi (strategic-based environmental management system) menyediakan kerangka kerja operasional untuk memperbaiki kinerja lingkungan. Sebagai contohnya, perspektif lingkungan perlu dihubungkan dengan perspektif proses untuk memperbaiki kinerja lingkungan. Pengetahuan mengenai akar penyebab dari aktivitas lingkungan merupakan dasar untuk setiap perubahan desain proses yang dibutuhksn untuk memperbaiki kinerja lingkungan. Jadi, kerangka kerja balanced scorecard menyediakan tujuan dan ukuran terpadu untuk mencapai keseluruhan tujuan dari perbaikan kinerja lingkungan.
Penilaian Biaya Siklus Hidup
Biaya produk lingkungan dapat menunjukan kebutuhan untuk meningkatkan pembenahan produk perusahaan. Pembanahan produk (product stewardship) adalah praktik mendesain, membuat, mengolah dan mendaurulang produk untuk meminimalkan dampak buruknya terhadap lingkungan. Penilaian siklus hidup adalah sarana untuk meningkatkan pembenahan produk. Penilaian siklus hidup (life-cycle assessment) mengidentifikasi pengaruh lingkungan dari suatu produk disepanjang siklus hidupnya dan kemudian mencari peluang untuk memperoleh perbaikan lingkungan. Penilaian biaya siklus (life-cycle cost assessment) membebankan biaya dan keuntungan pada pengaruh lingkungan dan perbaikan.
Siklus Hidup Produk
EPA mengidentifikasikan empat tahap dalam siklus hidup produk ekstraksi sumber daya, pembuatan produk, penggunaan produk, serta daur ulang dan pembuangan. Tahap lain yang mungkin ada, namun tidak disebutkan dalam garis petunjuk EPA, adalah Pengemasan Produk. Jika sistem akuntansi biaya akan memainkan peranan dalam penilaian siklus hidup, maka langkah yang paling nyata adalah menilai dan membebankan biaya lingkungan yang disebabkan oleh produsen dalam setiap tahapan siklus hidup.
Bahan Baku
Pengemasan
Produksi
Pembuangan
Daur Ulang
Penggunaan
dan
Pemeliharaan Produk
Dikendalikan oleh Konsumen
Penyebab dan Insentif Ekoefisiensi
Dikendalikan oleh Produsen
Dikendalikan oleh Pemasok
Tahapan Siklus Hidup Produk
Analisis
Dampak
Analisis
Persediaan
Penilaian
Biaya
Analisis
Lingkungan
Meminimalkan penggunaan bahan berbahaya
Meminimalkan kebutuhan energi untuk produksi dan penggunaan produk
Meminimalkan penggunaan bahan baku
Meminimalkan pelepasan residu padat, cair, dan gas
Memaksimalkan peluang untuk daur ulang
Perspektif Lingkungan
Ukuran Keuangan
Perbaikan lingkungan harus menghasilkan keuntungan keuangan yang signifikan. Hal ini berarti bahwaa perusahaan telah mencapai trade-off yang menguntungkan antara aktivitas yang gagal dan aktivitas pencegahan. Jika keputusan ekoefisien yang dibuat, maka total biaya lingkungan harus terhapus bersamaan dengan perbaikan kinerja lingkungan. Jadi, tren biaya lingkungan merupakan ukuran kinerja yang penting.
Tujuan Inti Keempat
Menggunakan teknologi dan metode untuk mencegah pelepasan residu ketika diproduksi
Menghindari produksi residu dengan mengidentifikasi penyebab dasar dan mendesain ulang produk dan proses untuk menghilangkan penyebab-penyebabnya
Peran Manajemen Aktivitas
Analisis aktivitas lingkungan penting untuk sistem pengendalian lingkungan yang baik. Identifikasi aktivitas lingkungan dan penilaian biayanya merupakan persyaratan untuk penghitungan biaya lingkungan berbasis aktivitas. Pengetahuan mengenai biaya lingkungan dan produk atau proses apa yang menyebabkan nya merupakan hal yang sangat penting sebagai langkah pertama untuk pengendalian. Selanjutnya, aktivitas lingkungan harus diklasifikasikan sebagai bernilai tambah ( value-added) dan tak bernilai tambah (nonvalue-added).
Tujuan Ukuran
Meminimalkan kebutuhan energi
Jenis dan jumlah (total dan per unit)
Persentase total biaya bahan baku
Ukuran produktivitas (output/input)
Jenis dan jumlah (total dan per unit)
Ukuran produktivitas (output/input)
Meminimalkan penggunaan bahan baku atau bahan yang masih asli
Memaksimalkan peluang untuk daur ulang
Jenis dan jumlah (total dan per unit)
Ukuran produktivitas (output/input)
Berat bahan baku yang didaur ulang
Jumlah komponen yang berbeda-beda
Persentase unit yang dibuat ulang
Energi yang diproduksi dari pembakaran
Meminimalkan pelepasan residu
Berat limbah beracun yang diproduksi
Volume pembuangan cairan
Jumlah gas rumah kaca yang diproduksi
Persentase penggunaan bahan baku pengemasan
TERIMA KASIH
Akuntansi Manajemen
Aktivitas Kegagalan Internal
Mengoperasikan peralatan pengendali polusi
Mengolah dan membuang sampah beracun
Memelihara peralatan polusi
Mendapatkan lisensi fasilitas untuk memproduksi limbah
Mendaur ulang sisa bahan
Aktivitas Pencegahan
Mengevaluasi dan memilih pemasok
Mengevaluasi dan memilih alat untuk mengendalikan polusi
Mendesain proses
Mendesain produk
Melaksanakan studi lingkungan
Mengaudit risiko lingkungan
Mengembangkan sistem manajemen lingkungan
Mendaur ulang produk
Memperoleh sertifikat ISO 14001
Aktivitas Kegagalan Eksternal
Membersihkan danau yang tercermar
Membersihkan minyak yang tumpah
Membersihkan tanah yang tercermar
Menyelasikan klaim kecelakaan pribadi
Merestorasi tanah ke keadaan alamiahnya
Hilangnya penjualan karena reputasi lingkungan yang buruk
Menggunakan bahan baku dan listrik secara tidak efisien
Menerima perawatan medis karena polusi udara (s)
Hilangnya lapangan pekerjaan karena polusi udara (s)
Hilangnya manfaat danau sebagai tempat rekreasi (s)
Rusaknya ekosistem karena pembuanagan sampah padat (s)
Aktivitas Deteksi
Mengaudit aktivitas lingkungan
Memeriksa produk dan proses
Mengembangkan ukuran kinerja lingkungan
Menguji pencemaran
Memverifikasi kinerja lingkungan dari pemasok
Mengukur tingkat pencemaran
Full transcript