Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Copy of surveilans kesmas

No description
by

Kristalina Simanjuntak

on 26 April 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Copy of surveilans kesmas

TINGKAT KECAMATAN 2. Rumah sakit pusat & provinsi DESKRIPSI SINGKAT Sistem Pelaksanaan Surveilans Dalam Pengendalian DBD Surveilans kasus DBD meliputi proses pengumpulan, pencatatan, pengolahan, analisis, dan interpretasi data kasus serta penyebarluasan informasi ke penyelenggara program, instansi dan pihak terkait secara sistematis dan terus menerus SURVEILANS KASUS DBD
DAN MALARIA Tujuan Surveilans DBD 1. Memantau
kecenderungan
penyakit DBD 2. Mendeteksi dan memprediksi
terjadinya KLB DBD
serta penanggulangannya 3. Menindaklanjuti laporan kasus DBD dengan melakukan PE,
serta melakukan penanggulangan seperlunya 4. Memantau kemajuan
program
pengendalian DBD DEFINISI KASUS
OPERASIONAL A. Suspek Infeksi Dengue Terdapat 2 kriteria, yaitu :
1. Demam tinggi mendadak tanpa sebab (2-7 hari)
2. Mannifestasi perdarahan (uji tourniquet positif) B. Probable Demam Dengue Demam disertai 2 atau lebih gejala penyerta seperti sakit kepala, nyeri dibelakang bola mata, pegal, nyeri sendi, rash, manifestasi perdarahan, leucopenia, jumlah trombosit <150.000/mm3, dan peningkatan hematokrit 5-10% C. Demam Berdarah dengue (DBD) Demam 2-7 hari disertai dengan :
Manifestasi perdarahan
Jumlah trombosit <100.000/mm3
Adanya tanda kebocoran plasma
Hasil pemeriksaan serologis tersangka DBD positif D. Sindrom Syok Dengue (SSD) Kasus DBD yg masuk dalam derajat III dan IV dimana terjadi kegagalan sirkulasi yg ditandai dengan denyut nadi cepat dan lemah, menyempitnya teknan nadi (<20mmHg) ataupun hipotensi. E. Kasus adalah penderita
DD, DBD, atau SSD F. Kewaspadaan Dini DBD Kewaspadaan terhadap peningkatan kasus dan atau faktor risiko DBD G. Laporan kewaspadaan dini DBD Laporan adanya peningkatan kasus dan peningkatan faktor risiko DBD. Tujuannya adalah untuk kegiatan proaktif surveilans I. Kecamatan Sporadis H. Kecamatan
Endemis J. Kecamatan Potensial kecamatan yg dalam 3 tahun terakhir, setiap tahun ada penderita DBD Kecamatan yg dalam 3 tahun terakhir terdapat penderita DBd tetapi tidak setiap tahun Kecamatan yg dalam 3tahun terakhir tidak ada penderitA Dbd, tapi padat penduduk, transportsi ramai, dan rumah dengan jentik >5% K. Kecamatan bebas, yaitu kecamatan yg tidak pernah ada penderita DBD selama 3 tahun terakhir dan rumah dengan jentik <5% Jenis dan Sumber Data Surveillans 1. Data kesakitan dan kematian (menurut golongan umur & jenis kelamin), kasus DD, DBD, SSD dari Unit Pelayanan Kesehatan, W1, kewaspadaan mingguan, bulanan, dan tahunan 2. Data penduduk menurut golongan umur tahunan 3. Data desa, kecamatan, kabupaten, provinsi terdapat kasus DD, DBD, SSD bulanan dan tahunan 4. Data ABJ kecamatan, kabupaten/kota, provinsi hasil dari pengamatan jentik Data tersebut diperoleh dari : 1. Laporan rutin DBD, mingguan, bulanan (puskesmas, kab/kota, dan provinsi)
2. Laporan KLB/wabah/W1 (puskesmas, kab/kota, dan provinsi)
3. Laporan laboratorium dari UPK (puskesmas, RS, Labkes, dll)
4. Laporan hasil penyelidikan perorangan (puskesmas, kab/kota)
5. Laporan penyelidikan KLB/wabah (puskesmas, kab/kota)
6. Survei khusus (pusat, provinsi, kab/kota)
7. Laporan data demografi (puskesmas, kab/kota, dan provinsi)
8. Laporan data vektor (puskesmas, kab/kota, dan provinsi)
9. Laporan dari BMG provinsi, kab/kota, kecamatan tentang curah hujan dan hari hujan Peran Unit Pelaksana 1. Unit Pelaksana Tingkat Pusat 1. Pengaturan penyelenggara, menyusun pedoman pelaksanaan, dan menyelenggarakan manajemen surveilans kasus DBD nasional 2. Melakukan kegiatan surveilans kasus DBD nasional, termasuk SKD-KLB 3. Pembinaan dan asistensi teknis 4. Monitoring dan evaluasi 5. Melakukan penyelidikan KLB sesuai kebutuhan nasional 6. Pengembangan metodologi dan kompetensi SDM surveilans epidemiologi 7. Menjalin kerjasama nasional & internasional secara teknis dan sumber-sumber dana 8. Menjadi pusat rujukan surveilans kasus DBD regional dan nasional 9. Kerjasama surveilans kasus DBD dengan provinsi, nasional, dan internasional 2. Pusat data dan Informasi 1. Koordinasi pemgelolaan sumber data & informasi kasus DBD nasional
2. Koordinasi kajian strategis dan penyajian informasi kasus DBD
3. Asistensi teknologi informasi 3. Badan Penelitian & Pengembangan Kesehatan 1. Melakukan penelitian & pengembangan teknologi & metode surveilans kasus DBD 2. Melakukan penelitian lebih lanjut terhadap temuan & rekomendasi surveilans kasus DBD PUSAT Tingkat
Provinsi 1. Unit pelaksana teknis tingkat provinsi 1. Melaksanakan surveilans kasus DBD di wilayah provinsi termasuk SKD-KLB 2. Melakukan penyelidikan KLB sesuai kebutuhan provinsi 3. Membuat pedoman teknis operasional surveilans kasus DBD sesuai dengan pedoman yg berlaku 4. Menyelenggarakan pelatihan surveilans kasus DBD 5. Pembinaan & asistensi teknis ke kab/kota 6. Monitoring & evaluasi 7. Mengembangkan & melaksanakan surveilans kasus DBD & masalah penyakit DBD lokal spesifik 8. Melakukan pengumpulan, pengolahan, analisis, & interpretasi data serta desinfo secara terus menerus & berkesinambungan 9. Menjadi unit pengendalian bila terjadiKLB di wilayah kab/kota Melaksanakan surveilans kasus DBD di RS Identifikasi & rujukan kasus sebagai sumber data surveilans kasus DBD Kab/kota, provinsi dan pusat Melakukan kajian epidemiologi kasus DBD & masalah terkait DBD 3. Laboratorium Kesehatan Provinsi Melakukan pemeriksaan spesimen surveilans kasus DBD PUSKESMAS 1. Pelaksana surveilans kasus DBD nasional di wilayah puskesmas 2. Melaksanakan pencatatan & pelaporan penyakit & masalah kasus DBD 3. Melakukan koordinasi surveilans kasus DBD dengan praktek dokter, bidan, swasta, & unit pelayanan kesehatan yg beradadi wilayah kerjanya 4. Melakukan koordinasi surveilans kasus DBD antar puskesmas yg berbatasan 5. Melakukan SKD-KLB & penyelidikan KLB DBD di wilayah puskesmas 6. Melaksanakan surveilans epidemiologi kasus DBD & masalah kesehatan spesifik lokal Strategi Surveilans 1. Advokasi & dukungan perundang-undangan 2. Menyediakan pembiayaan program surveilans DBD 3. Pengembangan sistem surveilans sesuai dengan kemampuan & kebutuhan program secara nasional, provinsi, & kab/kota serta penyelenggaraan sistem kewaspadaan dini KLB penyakit & bencana 4. Peningkatan :
Mutu & data informasi epidemiologi
Profesionalisme tenaga surveilans
Pengetahuan surveilans epidemiologi untuk tiap tenaga kesehatan
Pemanfaatan teknologi komunikasi & informasi elektromedia yg terintegrasi &interaktif 5. Pengembangan tim epidemiologi yg handal 6. Penguatan jejaring surveilans epidemiologi Pelaksanaan Surveilans DBD 1. Pengumpulan data
2. Pengolahan & penyimpanan data
3. Analisis data
4. Penyebarluasan informasi Mekanisme Pelaporan Pelaporan dari puskesmas Pelaporan dari RS Pelaporan dari Dinkes Kab/kota ke Dinkes provinsi Pelaporan dari Dinkes Provinsi ke pusat PELAPORAN KHUSUS DALAM SITUASI KLB 1. Pelaporan oleh unit pelayanan kesehatan 2. Pelaporan dari puskesmas ke dinas kesehatan kab/kota 3. Pelaporan dari dinkes kab/kota ke dinkes provinsi 4. Pelaporan dari dinkes provinsi ke Ditjen PP&PL (Permenkes No. 1501/2010) KEGIATAN SURVEILANS DI BERBAGAI TINGKAT WILAYAH ADMINISTRASI Tingkat Puskesmas 1. Pengumpulan & pencatatan data tersangka DBD untuk melakukan PE 2. Pengolahan & penyajian data penderita DBD untuk pemantauan KLB berdasarkan laporan mingguan KLB (W2-DBD), laporan bulanan kasus/kematian DBD & program pemberantasan (K-DBD), data dasar perorangan penderita suspek/infeksi dengue DD,DBD, SSD (DP-DBD) 3. penentuan stratifikasi (endemisitas) desa/kelurahan 4. Distribusi kasus DBD per RW/dusun 5. Penentuan musim penularan DBD 6. Mengetahui kecenderungan situasi penyakit INDIKATOR KINERJA PUSKESMAS Tersedianya :
1. Data kasus DBD perorangan (DP-DBD)
2. Data kasus & kematian DBD mingguan (W2-DBD), dan bulanan (K-DBD)
3. Grafik & peta distribusi kasus DBD
4. Data hasil kegiatan pemantauan jentik berkala (ABJ)
5. Data endemisitas & distribusi kasus DBD per desa/kelurahan Wilayah Kabupaten/Kota 1. Pencatatan Data 2. Pengolahan & penyajian data 3. Laporan data dasar perorangan penderita DD, DBD, SSD, menggunakan formulir DP-DBD yg disampaikan per bulan 4. Laporan mingguan (W2-DBD) 5. Laporan Bulanan 6. Penentuan stratifikasi kecamatan DBD 7. Penentuan musim penularan 8. Mengetahui kecenderungan situasi DBD 9. Mengetahui jumlah penderita DD, DBD, dan SSD di kab/kota 10. Mengetahui distribusi penderita & kematian DBD menurut tahun, kelompok umur & jenis kelamin INDIKATOR KINERJA KAB/KOTA 1. Persentasi Kelengkapan pengiriman laporan puskesmas ke Dinkes Kab/kota 80% Ketepatan laporan puskesmas ke Dinkes Kab/kota 80% Laporan KD-RS yg diterima tidak lebih dari 24 jam sejak diagnosis pertama ditegakkan 100% 2. Tersedia data endemisitas & distribusi kasus per kecamatan (tabel, grafik. mapping) 3. Dapat menentukan saat terjadinya musim penularan di Kab/kota berdasarkan analisis data yg tersedia 4. Dapat melihat kecenderungan penyakit DBD di Kab/kota berdasarkan analisis data yg tersedia 5. Tersedianya data demografi & geografi Kab/kota (dari BPS&BMG) Kegiatan Surveilans DBD di Wilayah Kerja Provinsi 1. Surveilans epidemiologis DBD di Dinkes Provinsi 2. Laporan data dasar perorangan penderita DD, DBD, SSD menggunakan formulir DP-DBD yg disampaikan per bulan 3. penentuan stratifikasi Kab/kota DBD 4. Mengetahui distribusi penderita DBD menurut Kab/kota 5. penentuan musim penularan 6. Mengetahui kecenderungan situasi DBD 7. Mengetahui jumlah penderita DD. DBD, dan SSD per tahun 8. Mengetahui distribusi penderita & kematian DBD menurut tahun, kelompok umur & jenis kelamin Indikator Kinerja Provinsi Kelengkapan data Triwulan DBD Kelengkapan pengiriman laporan puskesmas ke Dinkes Kab/kota 80% 1. Persentasi
Ketepatan laporan puskesmas ke Dinkes Kab/kota 80% 2. Tersedia data endemisitas & distribusi kasus per kecamatan (tabel, grafik. mapping) 3. Dapat menentukan saat terjadinya musim penularan di Kab/kota berdasarkan analisis data yg tersedia 4. Dapat melihat kecenderungan penyakit DBD di Kab/kota berdasarkan analisis data yg tersedia 5. Tersedianya data demografi & geografi Kab/kota (dari BPS&BMG)
Full transcript