Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

MEMBANGUN KESADARAN BERBANGSA DAN BERNEGARA

No description
by

Ivananda Rennar

on 8 May 2015

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of MEMBANGUN KESADARAN BERBANGSA DAN BERNEGARA

1. Kesadaran berbangsa dan bernegara
Kesadaran artinya menyadari bahwa bangsa Indonesia berbeda dengan bangsa lain, khususnya dalam konteks sejarah berdirinya bangsa Indonesia. Hal yang dapat mempengaruhi kesadaran berbangsa dan bernegara salah satunya yaitu dinamika kehidupan warga Negara telah ikut memberi warna terhadap kesadaran berbangsa dan bernegara tersebut. Selain itu dinamika kehidupan bangsa bangsa lain diberbagai belahan dunia, tentu berpengaruh pula terhadap kesadaran tersebut.
Berbangsa artinya manusia yang mempunyai landasan etika, bermoral, dan berakhlak mulia dalam bersikap mewujudkan makna social dan adil.
Bernegara artinya manusia yang mempunyai kepentingan yang sama dan menyatakan dirinya sebagai satu bangsa serta berproses didalam satu wilayah NUSANTARA atau INDONESIA dan mempunyai cita cita yang berlandaskan niat untuk bersatu secara emosional dan rasional dalam membangun rasa nasionalisme secara eklektis kedalam sikap dan perilaku antara yang berbeda ras , agama , asal keurunan , adat , bahasa dan sejarah.
Jadi, kesadaran berbangsa dan bernegara adalah
dapat bertindak ( sikap ) dan perilaku sesuai dengan cita cita dan tujuan Negara Indonesia serta tidak berbuat sesuatu yang merugikan dan membahayakan bangsa dan Negara.

Mengingat kondisi bangsa kita sekarang, merupakan salah satu indikator bahwa warga bangsa Indonesia di negeri ini telah mengalami penurunan kesadaran berbangsa dan bernegara. Hal ini bisa kita lihat di berbagai daerah sering bergejolak diantaranya tawuran , perkelahian pelajar , ketidakpuasan hasil pemilu, dll.







Contoh penurunan kesadaran berbangsa dan bernegara di Indonesia

1. Tawuran pelajar 2. Kericuhan saat Pemilu
Oleh karena itu, untuk menumbuhkan kesadaran berbangsa dan bernegara di masyarakat adalah dengan
mengembangkan nilai nilai pancasila dan kepekaan social, sehingga amanat dalam UUD 1945 untuk menjaga dan memelihara wilayah NKRI serta kesejahteraan rakyat dapat terwujudkan.
2. Faktor faktor pendukung dan penghambat kesadaran berbangsa dan bernegara
A. Pendukung

• Tingkat keamanahan pejabat
• Pemerataan kesejahteraan setiap daerah
• Keadilan dalm memberikan hak dan kewajiban semua rakyat
• Kepercayaan kepada wakil rakyat atau pemerintahan
• Tegasnya hukum dan aturan pemerintahan
• Rasa memiliki dan bangga berbangsa Indonesia.
• Menyadari bahwa berbangsa dan bernegara yang satu
• Mengetahui lebih banyak nilai positif dan kekayaan bangsa.
B. Penghambat


• Rasa malu berbangsa dan bernegara Indonesia.
• Ketidak tahuan akan nilai-nilai positif/kekayaan Negara Indonesia.
• Merosotnya tingkat keamanan Negara Indonesia.
• Ketidak percayaan kepada pemerintahan.
• Ketiadaan kesahajaan para pemimpin.
• Ketidak tegasan hukum yang berlaku.
• Rasa ingin menonjolkan golongan masing-masing.
• Merosotnya nilai toleransi dan saling menghargai.

3. Contoh pelaksanaan sikap rela berkorban bangsa dan negara
• Gotong royong
• Rela berperang

 Contoh menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia
Di lingkungan masyarakat
Siskamling Gotong Royong
TERIMA
KASIH

MEMBANGUN KESADARAN BERBANGSA DAN BERNEGARA
KESADARAN BERBANGSA DAN BERNEGARA KESATUAN DALAM KONTEKS SEJARAH
1. Kesadaran dibedakan antara kesadaran sebagai insan Tuhan,insan sosial, dan insan politik. Kesadaran bernegara selaku insan politik, yaitu :
a. Mensyukuri,membina,dan memelihara negara Indonesia
b. Mengupayakan tegaknya kemerdekaan, kebahagiaan, dan kejayaan Indonesia.

Sejarah perjuangan Indonesia dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan oleh tokoh-tokoh bangsa Indonesia banyak berlandaskan dengan kesadaran bernegara.
Sejaran perjuangan bangsa Indonesia dalam merebut kemerdekaan dari penjajah secara diplomatis,yaitu dibentuknya Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) oleh pemerintah Jepang.

Anggota-anggota BPUPKI berasal dari tokoh agama, cendekiawan, bangsawan, rakyat, buruh, tani, pedagang, dan wartawan. Ada 4 orang keturunan Cina,seorang keturunan Belanda,dan seorang keturunan Arab.


Sidang BPUPKI pertama ( 29 Mei – 1 Juni 1945 ) membicarakan “Dasar Negara Indonesia Merdeka“.Tokoh-tokoh yang menyampaikan pendapatnya adalah Mr.Muh.Yamin,Prof.Dr.Soepomo,dan Ir.Soekarno.

Pada akhir sidang pertama BPUPKI dibentuklah panitia kecil yang terdiri atas delapan orang dengan tugas memeriksa usulan tentang dasar negara yang masuk untuk ditampung dan kemudian dilaporkan kepada sidan BPUPKI yang berikutnya.Panitia kecil ini terdiri atas Ir.Soekarno,Drs.Mohammad Hatta,Mr.A.A.Maramis,Ki Bagus Hadikususmo,M.Sutardjo Kartohadikusumo,R.Oto Iskandardinata,Mr.Muh.Yamin,dan K.H.Wahid Hasjim.

Pada tanggal 22 Juni 1945 diadakakan rapat gabungan BPUPKI dan Panitia Sembilan.
Rapat tersebut menghasilkan hal-hal sebagai berikut :
1. Supaya lekas-lekasnya Indonesia merdeka
2. Supaya hukum dasar yang akan dirancang diberi preambule (pembukaan).
3. Supaya BPUPKI terus bekerja sampai terwujudnya suatu hukum dasar.
4. Membentuk panitia kecil perumus dasar negara.

Kemudian,panitia kecil dibentuk dengan jumlah sembilan orang terdiri dari Ir.Soekarno(ketua), Drs.Mohammad Hatta, Mr.A.A.Maramis,Abikoesno Tjokrosoeyoso, Abdulkahar Muzakir, H.Agus Salim, Mr.Ahmad Subardjo, Mr.Muhammad Yamin, dan KH.Wahid Hasjim.

Panitia ini mulai bekerja dengan menyelidiki usul-usul dan merumuskan dasar negara yang akan dituangkan dalam mukadimah hukum dasar.Pada tanggal 22 Juni 1945 malam hari berhasil merumuskan dengan sebutan
“Piagam Jakarta atau Jakarta Charter”
.

Dalam piagam tersebut tercantum rumusan pancasila,yaitu :
1. Ketuhanan.dengan kewajiban menjalankan syariat islam bagi pemeluk-pemeluknya.
2. Kemanusiaan yang adil dan beradap.
3. Persatuan Indonesia.
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.
5. Keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Pada sidang BPUPKI kedua ( 10 Juli – 17 Juli 1945 ) hanya menyiapkan rancangan Undang-Undang Dasar Negara Indonesia Merdeka yang diketuai oleh Ir.Soekarno ,rancangan ekonomi dan keuangan yang diketuai oleh Moh.Hatta ,dan rancangan pembelaan tanah air diketuai oleh Abikoesno Tjokrosoeyoso. Dengan demikian tanggal 17 juli 1945,BPUPKI telah mendapatkan tiga rancangan dan telah dianggap selesai tugasnya.

Para pendiri negara dalam merumuskan Pancasila memiliki komitmen sebagai berikut :
1. Memiliki seemangat persatuan dan nasionalisme.
2. Adanya rasa memiliki terhadap bangsa Indonesia.
3. Selalu semangat dalam berjuang.
4. Mendukung dan berupaya secara aktif mencapai cita-cita bangsa.
5. Melakukan pengorbanan pribadi.

Setelah BPUPKI bubar, dibentuklah pada
7 Agustus 1945
Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI)
yang anggotanya terdiri atas orang-orang yang berpengaruh dimasyarakat ketika itu dan dianggap mewakili berbagai macam daerah dan golongan dari seluruh Indonesia. Ketuanya Ir.Soekarno dan wakilnya Drs.Moh.Hatta. Jumlah anggota PPKI berjumlah 21 orang.

Ketika Jepang di bom atom oleh sekutu di Hiroshima dan Nagasaki, terjadilah kekosongan kekuasaan. Tentara Jepang menyerah kepada sekutu. Pada saat iilah kesempatan digunakan untuk memproklamasikan kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945.
Sehari setelah proklamasi PPKI mengadakan sidang dan merumuskan beberapa hal berikut :

1. Mengesahkan dan menetapkan Pembukaan UUD 1945 yang bahan-bahannya hampir seluruhnya diambil dari Piagam Jakarta.Namun,ada perubahan, yaitu :

a. Kata Hukum Dasar diganti menjadi Undang-Undang Dasar.
b. “Ketuhanan.dengan kewajiban menjalankan syariat islam bagi pemeluk-pemeluknya”diganti menjadi”ketuhanann yang Maha Esa”.
c. Permusyawaratan perwakilan diganti menjadi permusyawaratan/perwakilan.
2. Mengesahkan dan menetapkan UUD.
3. Menetapkan Ir.Soekarno dan Drs.Moh.Hatta sebagai presiden dan wakil presiden Republik Indonesia.

2. Cara menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia

• Cinta tanah air
- Menjaga kelestarian lingkungan
- Rajin belajar
- Menjaga keamanan wilayah Negara dariancaman yang datang baik dari dalam maupun luar negeri

• Membina persatuan dan kesatuan
- Memberi bantuan tanpa membeda bedakan suku bangsa atau asal daerah
- Menerima teman tanpa membeda bedakan
- Menyelenggarakan kerjasama antar daerah

• Rela berkorban
- Saling menolong, tidak mengharapkan imbalan / tidak pamrih
- Mementingkan kepentingan orang lain daripada kepentingan sendiri
- Bila ada teman yang dapat musibah kita dapat menghiburnya
- Bersedia dengan ikhlas memberikan sesuatu

KESADARAN BERBANGSA DAN BERNEGARA KESATUAN DALAM KONTEKS GEOPOLITIK
1. Pengertian Geopolitik


Geopolitik
Geopolitik terbentuk dari dua kata, yaitu “geo” dan “politik”. Geo berartibumi/planet bumi, sedangkan Politik secara leksikal mengandung arti segala sesuatu yang berkaitan dengan ketatanegaraan atau kenegaraan (pemerintah); segala urusan dan tindakan mengenai pemerintahan negara atau terhadap negara lain. Dalam geopolitik, negara terbagi menjadi dua bentuk, yaitu Negara determinis dan Negara posibilitis.
Negara yang determinis merupakan Negara yang letak geografisnya memengaruhi peta politik Negara tersebut. Negara posibilitis merupakan Negara yang tidak menerima pengaruh secara dominan dari Negara yang berada di sekitarnya meskipunsalingberdekatan. Negara pobilitis biasanya hanya bersinggungan dengan faktor-faktor intern, seperti ideologi, sosial, budaya, danmiliter

Peranan dari geopolitik itu sendiri yang disebutkan sebagai berikut:

- Berusaha menghubungkan kekuasaan Negara dengan potensi alam negaraa tersebut;
-Menghubungkan kebijaksanaan suatu pemerintahan dengan situasi dan kondisi alam;
- Menentukan bentuk dan corak politik luar dan dalam negeri;
-Menggariskan pokok-pokok haluan Negara, misalnya pembangunan;
-Berusaha untuk meningkatkan posisi dan kedudukan suatu Negara berdasarkan teori Negara sebagagai organisme, dan teori-teori geopolitik lainnya;
-Membenarkan tindakan-tindakan ekspansi yang dijalankan oleh suatu Negara.

2. Geopolitik Indonesia

Menganut paham Negara kepulauan berdasar
Archipelago Concept
yaitu laut sebagai penghubung daratan sehingga wilayah Negara menjadi satu kesatuan yang utuh sebagai tanah air dan ini disebut Negara kepulauan. Bangsa Indonesia dalam menentukan wawasan nasional mengembangkan dari kondisi nyata. Pembahasan latar belakang filosofi sebagai dasar pemikiran dan pembinaan nasional Indonesia ditinjau dari hal berikut:

-Pemikiran berdasarkan falsafah pancasila
- Pemikiran berdasarkan aspek kewilayahan

3. Wawasan Nusantara

 Pengertian WawasanNusantara
Banyak pengertian tentang Wawasan Nusantara, tetapi ada satu pendapat pengertianWawasan Nusantara yang diusulkan menjadi Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat dan dibuat di Lemhanas tahun 1999 adalah sebagai berikut: “Cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya yang serba beragam dan bernilai strategis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah dalam menyelenggarakan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara untuk mencapai tujuan nasional”.

 Hakikat wawasan Nusantara
Hakikat Wawasan Nusantara adalah keutuhan nusantara dalam pengertian cara pandang yang selalu utuh menyeluruh dalam lingkup nusantara demi kepentingan nasional..Hal tersebut berarti bahwa setiap warga masyarakat dan aparatur negara harus berpikir, bersikap, dan bertindak secara utuh menyeluruh demi kepentingan bangsa dan negara Indonesia

 Asas Wawasan Nusantara
Asas Wawasan Nusantara merupakan
ketentuan atau kaidah dasar yang harus dipatuhi, ditaati, dipelihara, dan diciptakan demi tetap taat dan setianya komponen pembentuk bangsa Indonesia terhadap kesepakatan bersama
. Jika asas Wawasan Nusantara diabaikan, komponen pembentuk kesepakatan bersama akan melanggar kesepakatan bersama.

 Adapun asas Wawasan Nusantara tersebut berupa:
-Kepentingan yang sama. Ketika menegakkan dan merebut kemerdekaan, kepentingan bersama bangsa Indonesia adalah menghadapi penjajah secara fisik dari bangsa lain.
-Keadilan. Kesesuaian pembagian hasil dengan adil, jerih payah, dan kegiatan baik perorangan, golongan, kelompok maupun daerah.
-Kejujuran. Keberanian berpikir, berkata, dan bertindak sesuai realita serta ketentuan yang benar biarpun realita atau ketentuan itu pahit dan kurang enak didengarnya. Demi kebenaran dan kemajuan bangsa dan negara harus dilakukan.
-Solidaritas. Diperlukan kerjasama, mau memberi, dan berkorban bagi orang lain tanpa meninggalkan ciri dan karakter budaya masing-masing.
-Kerjasama. Adanya koordinasi, saling pengertian yang didasarkan atas kesetaraan sehingga kerja kelompok, baik kelompok yang kecil maupun kelompok besar, dapat mencapai sinergi yang lebih baik.
-Kesetiaan terhadap kesepakatan bersama untuk menjadi bangsa dan Negara mendirikan Negara Indonesia yang dimulai, dicetuskan, dan dirintis oleh boedi Oetomo 1908, Sumpah Pemuda 1928, danproklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945.

 Kedudukan, Fungsi dan Tujuan Wawasan Nusantara


Kedudukan Wawasan Nusantara
Wawasan Nusantara sebagai Wawasan Nasional bangsa Indonesia merupakan ajaran yang diyakini kebenarannya oleh seluruh rakyat Indonesia agar tidak terjadi penyesatan atau penyimpangan dalam upaya mewujudkan cita- cita dan tujuan nasional. Dengan demikian, Wawasan Nusantara menjadi landasan visional dalam menyelenggarakan kehidupan nasional.

Fungsi Wawasan Nusantara
Wawasan Nusantara sebagaipedoman, motivasi, dorongan, serta rambu- rambu dalam menentukan segala kebijaksanaan, keputusan, tindakan, dan perbuatan bagi penyelenggaraan negara di tingkat pusat dan daerah maupun bagi seluruh rakyat Indonesia dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Tujuan Wawasan Nusantara
Wawasan Nusantara bertujuan mewujudkan nasionalisme yang tinggi di segala aspek kehidupan rakyat Indonesia yang lebih mengutamakan kepentingan nasional dari pada kepentingan individu, kelompok golongan, suku bangsa atau daerah.Kepentingan-kepentingan tersebut tetap dihormati, diakui, dan dipenuhi selama tidak bertentangan dengan kepentingan nasional atau kepentingan masyarakat


4. Hubungan Kesadaran Berbangsa Dan Bernegara Dengan Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia

Dalam rangka kesadaran berbangsa dan bernegara bagi keutuhan NKRI adalah kita harus memahami dan mengamalkan semboyan “ Bhinneka Tunggal Ika “. Istilah Bhinneka Tunggal Ika diambil dari kitab Sutasoma karya Mpu Tantular yang berarti berbeda beda tetapi tetap satu jua. Berikut cara cara yang dapat kita lakukan dalam menjaga keutuhan NKRI

• Menjaga wilayah dan kekayaan tanah air Indonesia
• Hidup rukun dengan saling menghormati perbedaan
• Mempertahankan kesamaan dan kebersamaan
• Menaati peraturan



A. Keberhasilan

Diperlukan kesadaran WNI untuk :
• Warga negara serta hubungan warganegara dengan negara, sehingga sadar sebagai bangsa Indonesia
• Mengerti,memahami,menghayati tentang bangsa yang telah menegara,bahwa dalam menyelenggarakan kehidupan memerlukan mengerti,memahami,menghayati tantang hak dan kewajiban
• Konsepsi wawasan nusantarasehingga sadar sebagai warga negara yang memiliki cara pandang

B. Ketidakberhasilan

Seperti belum bersatu sepenuhnya negara kita. Karena masih banyak kerusuhan, pelanggaran, dan kasus buruk yang terjadi karena mereka tidak saling percaya satu sama lain.

5. Contoh Keberhasilan Dan Ketidakberhasilan Pelaksanaan Asas Wawasan Nusantara
Nama Kelompok :

1. Adelia Kusuma Wardani
2. Ahmat Khoirudin
3. Akbar Abdul Lathif
4. Alya Fahrun Nisa
5. Anita Nur Isnawati
6. Anjani Wahyuningtyas
7. Baity Nur Khasanah
8. Bayu Aji Dwi Laksana

9. Cahyo Prabowo Bayu Aji
10. Devita Ayu Saputri
11. Dina Ayu Setia Kusuma
12. Eva Marina
13. Fauziyah Rahma Kusumadewi
14. Ivananda Rennar Sari
15. Jelita Widya Kusuma
16. Maryam Fitri Az Zahra
Full transcript