Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Untitled Prezi

No description
by

Rizqy Hamdan

on 3 February 2015

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Untitled Prezi

Pertanyaan Terhadap Ulasan
Pernahkah Kalian Menonton film "Hafalan Surat Delisa" Tersebut?
-Pernah. Film Tersebut Sudah Seringkali Diputar Di Televisi
Bagi yang pernah menonton, apa pendapat kalian teang pernyataan penulis teks ulasan berikut: -Jangan bandingkan dengan teknologi 3D film amerika untuk mendeskripsikan tsunami tersebut-?
-Menurut saya, pernyataan penulis tersebut ada benarnya. Memang, jika dilihat dari efek saat terjadinya tsunami film tersebut termasuk dalam kategori film dengan efek apa adanya. Namun setidaknya disini masih ada efek yang menggambarkan keadaan dan suasana dalam film tersebut. Selain itu, kualitas efek film tersebut berhasil ditutupi oleh sutradara dengan menggunakan jalan cerita yang bagus.
Setelah peristiwa tsunami itu terjadi, apa yang dialami delisa kemudian?
-Delisa kehilangan kedua kakinya. Selain itu, ia juga kehilangan ibunya dan juga kedua kakaknya.
Peristiwa apa yang tergambar pada teks ulasan film tersebut? Coba kalian ceritakan!
-Peristiwa yang tergambar pada teks ulasan tersebut bercerita tentang adanya tsunami. Diceritakan bahwa tokoh utama film tersebut (Delisa) mengalami kepedihan yang mendalam. Tidak hanya diterjang tsunami dan kehilangan satu kakinya, ia juga kehilangan ibu dan juga kedua kakaknya. Namun dibalik semua itu, terdapat sosok ayahnya yang tegar.
Thank you!
Tugas 1, Mengevaluasi Teks "Belajar Ikhlas Dari 'Hafalan Surat Delisa'"
Tugas 2
Membandingkan Teks “Gara-Gara Kemben”, Film “ Gending Sriwijaya’ Diprotes Budayawan”, dan teks “ Mengapa Kau Culik Anak Kami?’Pertanyaan belum tarjawab”
Kegiatan 2 Bahasa indonesia
Anggota Kelompok:
Anisfatul Khasanah
Dewi Febriyanti
Dian Rokhmawati Ardi
Inka Rulin Alfiani
Muhammad Irfan Maulana
Nuri Dwi Yatiningsih
Nur Khabibah
Puri Rodiatul Khasanah
Rizha Fauziah
Rizqy Hamdan Witanto
Sofiya Maghfiroh
Wiwik Wahyu Hidayat

Coba Kalian Ceritakan apa saja yang diulas penulis teks itu.
Cuplikan Film:
1. a
b.
c.
d.
e.
-Penulis mengulas beberapa hal dalam ulasan tersebut. Salah satunya adalah kualitas efek dari film tersebut. Disitu penulis menegaskan “Jangan bandingkan dengan teknologi 3d film amerika...” yang berarti bahwa efek dari film tersebut dalam kategori yang biasa saja. Selain itu, penulis juga mengulas jalan cerita mulai dari awal. Sayangnya pengulas tidak menjelaskan hingga akhir cerita sehingga pembaca ulasan tersebut seperti merasa “Digantung” Karena penasaran dengan ulasan akhir cerita.
Dalam teks ulasan tersebut, ada beberapa kata-kata yang baku dan ada juga kata tidak baku. berikut ini daftar kata baku dan tidak baku tersebut:
No. Kata-kata Kata Baku Tidak Baku
1. Shalat Salat Salat Shalat
2. Ustaz Ustad Ustaz Ustad
3. Doa Do’a Doa Do’a
4. Risiko Resiko Risiko Resiko
5. Tangker Tanker Tanker Tangker
6. Praktik Praktik Praktik Praktek
7. Masjid Mesjid Masjid Mesjid
8. Kamp Kemp Kamp Kemp
9. Iklas Ikhlas Ikhlas Iklas
10. khusyuk khusyu Khusyuk Khusyu

Kritik jenis apakah yang digunakan penulis tersebut?
Dalam ulasan tersebut, pengulas menggunakan kritik eksposisi. Dalam ulasan tersebut, penulis menyatakan krtikannya dengan menjelaskan unsur-unsur yang membangun dari film tersebut. Mulai dari pembukaan film, suasana yang tergambar dan sebagainya. Di awal, penulis mengulas efek film tersebut. Selanjutnya penulis mengulas cerita tersebut mulai dari awal. Pengulas menceritakan sedikit suasana yang tergambar dalam film dan juga menceritakan sedikit inti dari film tersebut.
3.
“Mengapa Kau Culik Anak Kami?”
Pertanyaan itu Belum Terjawab

a) Pada bagian prolog, apa yang dibicarakan? Membicarakan tentang kekejaman para penculik.
b) Berapa jumlah paragraf orientasi pada teks tersebut? Ada 1 paragraf yaitu “Dialog itu diucapkan tokoh Ibu dan Bapak yang diperankan Niniek L. Karim………………………………”
c) Tema apa yang diangkat dalam drama tersebut? Hilangnya seorang anak yang tak kunjung kembali karena diculik.
d) Mengapa banyak mata penonton yang berkaca-kaca setelah menyaksikan pementasan drama tersebut? Karena suasananya dicekam oleh kepiawaian acting dua aktor andal tersebut, yaitu Niniek L. Karim dan Landung Simatupang.
e) Termasuk corak apa teks ulasan tersebut? Mengapa?. Termasuk corak prevalensi karena ulasan tersebut bersifat umum, luas dengan perbandingan yang ideal atas tontonan-tontonan lain yang pernah ada, dan diakhiri dengan harapan-harapan.


Gara-Gara Kemben, Film “Gending Sriwijaya” Diprotes Budayawan


a) Mengapa film “Gending Sriwijaya” menuai kontroversi? Karena alur cerita (plot) di anggap menyimpang dari sejarah Kerajaan Sriwijaya dan sebab kehancuran Kerajaan Sriwijaya bukan karena perebutan tahta oleh 2 anak Raja melainkan karena faktor eksternal, yaitu serangan dari kerajaan luar.
b) Apa maksud dari pembiasan sejarah? Pembiasan sejarah yaitu menceritakan sejarah yang tidak sesuai dengan kejadian sebenarnya .
c) Apa yang sebenarnya melatarbelakangi kehancuran Kerajaan Sriwijaya? Dilatarbelakangi oleh faktor eksternal, yaitu serangan dari kerajaan luar.

d) Apa yang dimaksud kemben dalam teks ulasan? Kemben merupakan pakaian khusus untuk ke sungai jika hendak mandi bukan untuk digunakan pakaian sehari-hari
e) Termasuk corak apakah teks ulasan tersebut? Mengapa? Termasuk corak kritik evaluasi karena ulasan tersebut memindai kerangka cerita, premis, dan tema dari sejarah Kerajaan Sriwijaya .

Struktur teks: “Gara-gara Kemben, film ‘Gending Sriwijaya’ Diprotes Budayawan”
1. Orientasi : paragraf 1 dan 2
2. Tafsiran Isi : paragraf 3-5
3. Evaluasi : paragraf 6
4. Rangkuman : paragraf 7

Struktur teks: “Mengapa Kau Culik Anak Kami?’Pertanyaan Itu Belum Terjawab “
1. Orientasi : paragraf 1-4
2. Tafsiran Isi : paragraf
3. Evaluasi : paragraf
4. Rangkuman : paragraf

3. menurut kalian, termasuk corak kritik apakah teks ulasan diatas? Coba jelaskan!
Menurut kami, corak kritik yang termasuk dalam teks ulasan diatas merupakan corak kritik eksposisi merupakan ulasan tentang film atau drama berdasarkan bagan-bagan yang membangun film atau drama tersebut.
TUGAS 4 PAKET BAHASA INDONESIA BAB FILM/DRAMA
2. Drama tersebut dianggap untuk lelucon karena banyak mengandung unsur humor dan kritik sosial seperti penyertaan peristiwa, penyerangan lapas cebongan, kegagalan ujian nasional dan kasus-kasus korupsi.
3. Kalau kita melihat lelucon lalu di cari maknanya maka leluconnya hilang. Karena melihat hidup secara arif, kita harus bisa ketawa untuk hal-hal yang serius juga.
4. a. Gundala dituduh bersekongkol dengan ayahnya, Petir. Karena setiap ada serangan petir selalu terjadi perampokan bank.
b. Di akhir cerita, Gundala bersama pahlawan super lokal lainnya diperintahkan oleh Komikus Hasim untuk menyusup ke dalam kelompok lawan. Namun Gundala terperangkap tak berdaya, sementara pahlawan lainnya berbalik ikut melakukan perampokan.
c. Menurut sutradara dan penata musik Djadut ferianto merasa puas karena penontonnya berjubel.

5. GUNDALA GAWAT adalah sebuah karya dari GOENAWAN MOHAMAD (GM). Gundala Gawat ini menceritakan tentang seorang pahlawan super. Cerita Gundala Gawat ini banyak diceritakan dalam pementasan teater di seluruh Indonesia. Teater pertama berjudul Guyonan bersama pementasan Teater Gandrik ” GUNDALA GAWAT” yang memberikan sindiran akan Indonesia. Diantaranya yaitu: kelompok koruptor, pengalihan isu dari wabah petir, dan idealisme yang tidak laku. Sedangkan teater kedua berjudul Teater Gandrik ubah kisah pahlawan super jadi kritik sosial dimana didalamnya diceritakan bahwa dia bersekongkol dengan ayahnya, Petir. Karena setiap ada petir ada perampokan di Bank. Teater Gandrik ini banyak mendapat respon positif dari masyarakat karena Teater Gandrik ini menceritakan cerita Gundala Gawat ini dengan guyonan.
Struktur Teks :
“ Guyonan Bersama Pementasan Teater Gandrik ‘Gundala Gawat ‘”
1. Orientasi = 1
2. Tafsiran Isi = 2-9
3. Evaluasi = 10
4. Rangkuman = 11

1.
Tugas 3
Struktur teks hafalan surat delisa.
Orentasi -> 1, 2
Tafsiran isi -> 3-5
Evaluasi -> 6-8
Rangkuman -> 9
Full transcript