Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

SENGKETA ANTARA Dua PERUSAHAAN

No description
by

dina kartini

on 13 November 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of SENGKETA ANTARA Dua PERUSAHAAN

SENGKETA ANTARA DUA PERUSAHAAN

design by Dóri Sirály for Prezi
Pengertian Sengketa
Contoh Kasus
Kesimpulan
Dalam kasus ini dapat disimpulkan bahwa gugatan penghapusan merek yang diajukan oleh Gunawan Chandra pada Pengadilan Niaga adalah semata-mata untuk memperlancar pendaftaran merek KRISMA milik Gunawan Chandra

Saran dari kelompok kami
Sebaiknya PT TOSSA SHAKTI menggunakan merek yang lebih memiliki daya pembeda yg mencerminkan kepribadian perusahaan sehingga masyarakat tersuggestive bahwa merek tersebut diproduksi hanya oleh PT. TOSSA.

Sebaiknya PT TOSSA mempunyai ide – ide cemerlang, agar tidak menggunakan merek milik PT ASTRA HONDA MOTOR.

MEREK
PT. TOSSA

PT. ASTRA HONDA MOTOR

Sengketa
adalah sesuatu yang menyebabkan perbedaan pendapat, pertengkaran yang ditimbulkan oleh 2 perusahaan atau lebih yang mempermasalahkan suatu hak cipta, perjanjian atau lainnya.

Sengketa
tersebut timbul akibat adanya perjanjian antara 2 pihak atau lebih yang dimana salah satu pihak menuntut dan merasa dirugikan karena mendapatkan ketidak adilan.

Pengertian hak kekayaan intelektual
Dalam perjalanan menuju perdagangan bebas saat ini, aspek
Hak Kekayaan Intelektual
, akan memegang peranan yang sangat penting dalam perdagangan Internasional
Hak Kekayaan Intelektual
adalah hak yang timbul atau lahir karena kemampuan intelektual manusia yang berupa temuan, karya, kreasi atau ciptaan di bidang teknologi, ilmu pengetahuan, seni dan sastra.

Definisi


Merek adalah tanda yang berupa gambar, nama, kata, huruf-huruf, angka-angka, susunan warna, atau kombinasi dari unsur-unsur tersebut yang memiliki daya pembeda dan digunakan dalam kegiatan perdagangan barang atau jasa

JENIS - JENIS
1. Merek Perusahaan
2. Merek Pribadi
3. Merek Dagang
4. Merek Jasa
5. Merek Kolektif
Strategi Merek
1. Individual Branding / Merek Individu

2. Family Branding / Merek Keluarga

Analisis Kasus
1. Kasus Posisi

PT ASTRA HONDA MOTOR merupakan pemilik dan pemegang hak atas merek Karisma, Karisma 125 dan Karisma 125 D yang didaftarkan pada Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual Departemen Hukum dan HAM dengan nomor pendaftaran 520150, 520497, 520496 pada Oktober 2002.

Kasus ini berawal ketika dipasaran ditemukan dealer dan brosur penjualan sepeda motor PT. TOSSA SHAKTI dengan menggunakan merek Karisma dan Supra pada awal 2004. Atas peniruan merek tersebut, pihak PT. ASTRA HONDA MOTOR kemudian memberikan surat peringatan kepada PT. TOSSA SHAKTI pada tanggal 16 Februari 2004 dan 27 Februari 2004. Setelah mendapat peringatan tersebut, PT. TOSSA SHAKTI kemudian merubah penggunaan merek Karisma menjadi Krisma dan tetap menggunakan merek Supra pada produknya.
PT. TOSSA SHAKTI dianggap tidak mempunyai itikad baik dan tetap mendompleng merek PT. ASTRA HONDA MOTOR.Akibatnya, PT. ASTRA HONDA MOTOR melakukan tindakan hukum dengan melaporkan PT. TOSSA SHAKTI ke Polisi.

Untuk menghindari tuntutan pidana yang diajukan oleh pihak ASTRA HONDA MOTOR, maka pada tanggal 16 Februari 2005, Cheng Sen Djiang Gunawan Chandra alias Gunawan Chandra selaku Direktur PT. TOSSA SHAKTI (Penggugat) menggugat pihak ASTRA HONDA MOTOR (Tergugat I) dan Pemerintah Republik Indonesia Departemen Hukum dan HAM Direktorat Merek(Tergugat II) di Pengadilan Niaga Jakarta.
Pokok gugatan yang diajukan oleh Penggugat adalah bahwa penggunaan merek Karisma yang dimiliki oleh pihak ASTRAHONDA MOTOR (Tergugat I) telah digunakan tidak sesuai dengan yang didaftarkan pada Direktorat Merek Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual Departemen Hukum dan HAM.

Tuntutan yang diajukan kepada pengadilan yaitu untuk menyatakan bahwa merek KARISMA 125, KARISMA 125D, dan KARISMA, dengan nomor pendaftaran 520497 untuk KARISMA 125,520496 untuk KARISMA 125D, dan 520150 untuk KARISMA, dihapus dari Daftar Umum Merek dan memerintahkan Tergugat II (Direktorat Merek) untuk melaksanakan penghapusan pendaftaran merek merek tersebut dari Daftar Umum Merek dan selanjutnya mengumumkan dalam Berita Resmi Merek sesuai dengan ketentuan UU Merek yang berlaku.

Majelis Hakim Pengadilan Niaga Jakarta yang diketuai oleh Agoes Soebroto memutuskan untuk mengabulkan semua permohonan yang diajukan oleh pihak Penggugat (Gunawan Chandra). Pertimbangan hakim dalam mengabulkan permohonan pihak Penggugat antara lain adalah pihak ASTRA HONDA MOTOR tidak menggunakan merek Karisma sesuai dengan yang terdaftar pada Direktorat Merek Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual Departemen Hukum dan HAM.
2. Mahkamah Agung RI (Kasasi)

Pihak ASTRA HONDA MOTOR yang merasa tidak puas terhadap keputusan Pengadilan Niaga Jakarta, kemudian mengajukan keberatan melalui kasasi ke Mahkamah Agung dengan mengemukakan beberapa keberatan dalam Memori Kasasi.

Putusan Mahkamah Agung R.I. nomor 031 K/N/HAKI/2005tertanggal 19 Desember 2005 menyatakan mengabulkan permohonan kasasi dari PT. ASTRA HONDA MOTOR dan membatalkan putusan Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri pusat 06/Merek/2005/PN.NIAGA.JKT.PST tertanggal 20 Juni 2005.
Dalam putusan, Mahkamah Agung memerintahkan Gunawan Candra untuk menghentikan produksi, peredaran, dan atau perdagangan barang yang menggunakan merek Karisma dan Krisma.

Pertimbangan Mahkamah Agung yang memenangkan PT. ASTRAHONDA MOTOR dalam sengketa merek ini antara lain karena Karisma merupakan merek terkenal sehingga perlu mendapat perlindungan hukum. Pemakaian merek Karisma oleh Gunawan Chandra, menurut Mahkamah Agung, dilandasi oleh itikad tidak baik untuk

KELOMPOK 1 :

Jonathan 32120006
Jesica Vania 25120005
Leonardo 36120381
Ika Mega N. 36120462
Meiliana Y. 32120288
Tiara Mustika 31120230
Fitriani Juanedi 31120432
R. Dina Kartini 31120492
Richard Paulus 37120304
Full transcript