Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

kedudukan dan peran pendidikan islam dalam sistem pendidikan

No description
by

on 15 May 2014

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of kedudukan dan peran pendidikan islam dalam sistem pendidikan

pendidikan Islam adalah bimbingan jasmani dan rohani berdasarkan hokum-hukum agama Islam menuju kepada terbentuknya kepribadian utama menurut ukuran Islam atau memiliki kepribadian muslim
Pendidikan agama islam merupakan komponen yang tak terpisahkan dari system pendidikan islam yang jangkauan serta sasarannya lebih luas, namun berfungsi sangat strategi untuk mengintegrasikan nilai-nilai islam dalam berbagai disiplin ilmu yang dipelajari oleh subjek didik
Pengertian Pendidikan Islam
kedudukan dan Peran Pendidikan Islam dalam Sistem Pendidikan Nasional
oleh:Dra.Fadriati M.Ag


Pendidikan Islam merupakan suatu upaya yang terstruktur untuk membentuk manusia yang berkarakter sesuai dengan konsekuensinya sebagai seorang muslim
Azyumardi Azra menjelaskan tentang pengertian pendidikan Islam penekanannnya pada “bimbingan”, bukan “pengajaran” yang mengandung konotasi otoritatif pihak pelaksana pendidikan, katakanlah guru. Dengan bimbingan sesuai dengan ajaran-ajaran Islam maka anak didik mempunyai ruang gerak yang cukup luas untuk mengaktualisasikan segala potensi yang dimilikinya
TUJUAN PENDIDIKAN ISLAM
Seluruh rangkaian usaha pendidikan islam bertujuan untuk membentuk manusia beriman dan Taqwa kepada Allah SWT. Dengan iman dan taqwa manusia mampu melihat dirinya dan segala kejadian di dunia ini termasuk perkembangan masyarakatnya di bawah cahaya Nur Ilahi, sehingga tidak hanyut dalam pengejaran kebendaan dan materialisme yang berlebihan.

Tujuan Pendidikan
Islam
pendidikan Islam, adalah:
Ilmu pengetahuan praktis karena ilmu ini dilaksankan dalam kegiatan pendidikan dan bertujuan untuk dapat mengetahui ajaran Islam dan mengamalkannya
Ilmu pengetahuan normative karena ilmu ini berdasarkan pada ajaran Islam, yakni al-Qur’an dan al-Sunnah dan mengarahkan pada manusia untk hidup sesuai dengan ajaran Islam dan memiliki harkat dan budaya yang tinggi.
Ilmu pengetahuan empiris karena obyek dan situasi pendidikannya berada dalam pergaulan manusia yang ada dalam dunia pengamalan.
implikasi Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 terhadap sistem pendidikan Islam, secara konseptual memberikan landasan kuat dalam mengembangkan dan memberdayakan sistem pendidikan Islam dengan prinsip demokrasi, desentralisasi, pemerataan/keadilan, mutu dan relevansi, dan menjunjung tinggi hak asasi manusia. Sehingga terwujud akuntabilitas pendidikan yang mandiri menuju keunggulan.
tujuan pendidikan agama Islam ialah memberikan pengertian, pemahaman yang sedalam-dalamnya dan seluas-seluasnya tentang ajaran islam yang secara garis besar meliputi aqidah, syariah, dan akhlaqul-islami. Karena amal merupakan perwujudan dari Iman dan ilmunya, maka dengan amalnya seseorang dapat diukur seberapa jauh keberhasilan pendidikan agama yang telah dicapainya.
Tujuan Pendidikan Islam Memiliki Empat Ciri Pokok :

Sifat yang bercorak agama dan akhlak.

Sifat kemenyeluruhannya yang mencakup segala aspek pribadi pelajar atau subyek didik, dan semua aspek perkambangan dalam masyrakat.

Sifat keseimbangan, kejelasan, tidak adanya pertentangan antara unsur-unsur dan cara pelaksanaanya.

Sifat realistis dan dapat dilaksanakan, penekanan pada perubahan yang dikehendaki pada tingkah laku dan pada kehidupan, memperhitungkan perbedaan-perbedaan perseorangan diantara individu, masyarakat dan kebudayaan di mana-mana dan kesanggupanya untuk berubah dan berkembanng bila diperlukan.
Pengertian Pendidikan Nasional
Pada dasarnya pengertian pendidikan ( UU SISDIKNAS No.20 tahun 2003 ) adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.
Berdasarkan definisi di atas, ada 3 (tiga) pokok pikiran utama yang terkandung di dalamnya, yaitu:
usaha sadar dan terencana;
mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik aktif mengembangkan potensi dirinya; dan
memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Di bawah ini akan dipaparkan secara singkat ketiga pokok pikiran tersebut.
Usaha sadar dan terencana.

Pendidikan sebagai usaha sadar dan terencana menunjukkan bahwa pendidikan adalah sebuah proses yang disengaja dan dipikirkan secara matang (proses kerja intelektual). Oleh karena itu, di setiap level manapun, kegiatan pendidikan harus disadari dan direncanakan, baik dalam tataran nasional (makroskopik), regional/provinsi dan kabupaten kota (messoskopik), institusional/sekolah (mikroskopik) maupun operasional (proses pembelajaran oleh guru)
.Mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik aktif mengembangkan potensi dirinya
Pada pokok pikiran yang kedua adan pengerucutan istilah pendidikan menjadi pembelajaran. Jika dilihat secara sepintas mungkin seolah-olah pendidikan lebih dimaknai dalam setting pendidikan formal semata (persekolahan). pada pokok pikiran kedua ini, pendidikan yang dikehendaki adalah pendidikan yang bercorak pengembangan (developmental) dan humanis, yaitu berusaha mengembangkan segenap potensi didik, bukan bercorak pembentukan yang bergaya behavioristik. Selain itu, saya juga melihat ada dua kegiatan (operasi) utama dalam pendidikan:
(a) mewujudkan suasana belajar, dan
(b) mewujudkan proses pembelajaran.
Memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
Pokok pikiran yang ketiga ini, selain merupakan bagian dari definisi pendidikan sekaligus menggambarkan pula tujuan pendidikan nasional kita , yang menurut hemat saya sudah demikian lengkap. Di sana tertera tujuan yang berdimensi ke-Tuhan-an, pribadi, dan sosial. Artinya, pendidikan yang dikehendaki bukanlah pendidikan sekuler, bukan pendidikan individualistik, dan bukan pula pendidikan sosialistik, tetapi pendidikan yang mencari keseimbangan diantara ketiga dimensi tersebut.
TUJUAN PENDIDIKAN NASIONAL
Tujuan Pendidikan Nasional dalam UUD 1945 (versi Amandemen)

Pasal 31, ayat 3 menyebutkan, “Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta ahlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan undang-undang.”
Pasal 31, ayat 5 menyebutkan, “Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menunjang tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia.”




Tujuan Pendidikan Menurut UNESCO

Dalam upaya meningkatkan kualitas suatu bangsa, tidak ada cara lain kecuali melalui peningkatan mutu pendidikan. Berangkat dari pemikiran itu, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui lembaga UNESCO (United Nations, Educational, Scientific and Cultural Organization) mencanangkan empat pilar pendidikan baik untuk masa sekarang maupun masa depan, yakni:
learning to Know,
learning to do
learning to be, dan
learning to live together.
Dimana keempat pilar pendidikan tersebut menggabungkan tujuan-tujuan IQ, EQ dan SQ.



Pelaksanaan pendidikan agama di Indoenesia memiliki dasar yang cukup kuat, diantaranya dasar yuridis/hukum, religious, social psychologist. Ketiga dasar ini dapat dikemukakan sebagai berikut:.
a.
Dasar Yuridis/Hukum
Pelaksanaan pendidikan Islam di Indonesia berdasarkan peraturan perundang-undangan yang secara langsung maupun tidak, dapat dijadikan pegangan dalam melaksanaan pendidikan Islam di lembaga-lembaga pendidikan formal. Adapun dasar yuridis pelaksanaan pendidikan tersebut adalah:
Dasar ideal yakni falsafah Negara yaitu Pancasila, dengan sila pertamanya; Ketuhanan Yang Maha Esa, mengandung pengertian bahwa bangsa Indonesia memilki kepercayaan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dan untuk merealisasikan hal tersebut maka diperlukan pendidikan agam, karena tanpa pelaksanaan pendidikan tersebut ketaqwaan kepada Tuhan sulit untuk terwujud

Di samping itu dasar pelaksanaan pendidikan Islam di Indonesia adalah UUD 1945 pasal 29 ayat 1 dan 2, berbunyi: Negara berdasarkan atasa Ketuhanan Yang Maha Esa dan Negara menjamin kemeredekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agama masing-masing dan beribadah menurut agama dan kepercayaannya. Oleh karena dalam hal ini pendidikan agama adalah hal yang urgen untuk diselenggarakan dalam rangka melaksanakan ibadah dan kewajiban agama lainnya.

Dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 2 Tahun 1989, bab I pasal 11 ayat 7, bahwa pendidikan keagamaan merupakan pendidikan yang mempersiapkan peserta didik untuk dapat mejalankan peranan yang menuntut penguasa pengetahuan khusus tentang ajaran agama yang bersangkutan
Pengembangan pendidikan Islam dalam wilayah kependidikan tidak dibedakan dengan pengembangan pendidikan umum. Sebagaimana pendidikan tersebut dikembangkan mulai dari tingkat dasar sampai dengan pendidikan tinggi. Oleh karena itu, wilayah pengembangan pendidikan Islam menjadi tanggung jawab bersama
Dengan pandangan tersebut, dapat dipahami bahwa pendidikan Islam dikembangkan demi peningkatan nilai-nilai keimanan dan moralitas bangsa yang didukung sepenuhnya oleh pendidikan yang tinggi dan ilmu pengetahuan yang memberikan manfaat kepada masa depan kehidupan bangsa dan negara.Dengan demikian, pendidikan berprinsip pada ―pendidikan seumur hidup‖ yang didasarkan pada kedudukan hukumnya yang wajib
Kedudukan Pendidikan
Islam Dalam
Sistem Pendidikan
Nasional
Dalam UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas, tersebut dalam Bab Vi Jalur, Jenjang dan Jenis Pendidikan pada Bagian ke Sembilan Pendidikan Keagamaan Pasal 30 isinya adalah :
Pendidikan keagamaan diselenggarakan oleh pemerintah dan/atau kelompok masyarakat dari pemeluk agama, sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
Pendidkan keagamaan berfungsi mempersiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memahami dan mengamalkan nilai-nilai ajaran agamnya dan/atau menjadi ahli ilmu agama.
Pendidkan keagamaan dapat diselenggarakan pada jalur pendidikan formal, informal dan nonformal.
Pendidikan keagamaan berbentuk pendidikan diniyah, pesantren, pasraman, pabhaja samanera dan bentuk lain yang sejenis.
Ketentuan mengenai pendidikan keagmaan sebagaimana dimaksud dalam ayat 1,2,3 dan 4 diatur lebih lanjut dengan Peraturan pemerintah.
.
b
. Dasar Religius
Yang dimaksud dengan dasar religious disini adalah dasar-dasar yang bersumber pada al-Qur’an dan al-Hadist tentang perintah melaksanakan pendidikan yang merupakan perintah dari Allah dan merupakan ibadah kepada-Nya. Diantaranya tertera dalam surat al-Nahl ayat 125
c.
Dasar Sosial Psychologis
Semua manusia di dalam hidupnya selalu membutuhkan adanya pegangan hidup yang disebut agama, yakni adanya perasaan yang mengakui adanya dzat yang maha kuasa, tempat mereka berlindung dan memohon pertolongan. Oleh karenanya manusia berusaha untuk mendekatkan dir pada Tuhan dalam rangka mengabdi pada-Nya. Dalam hal ini umat muslim membutuhkan pendidikan agama Islam agar dapat mengarahkan fitrahnya kepada jalan yang benar, sehingga mereka dapat mengabdi dan beribadah secara benar menurut ajaran Islam
Peran Pendidikan Islam dalam Pendidikan Nasional
Baik secara teologis maupun sosiologis, agama dapat dipandang sebagai instrumen untuk memahami dunia. Dalam konteks itu, hampir tak ada kesulitan bagi agama apapun untuk menerima premis tersebut. Secara teologis, lebih-lebih Islam, hal itu dikarenakan oleh watak omnipresent agama. Yaitu, agama, baik melalui simbol-simbol atau nilai-nilai yang dikandungnya “hadir di mana-mana”, ikut mempengaruhi, bahkan membentuk struktur sosial, budaya, ekonomi dan politik serta kebijakan publik. Dengan ciri itu, dipahami bahwa dimanapun suatu agama berada, ia diharapkan dapat memberi panduan nilai bagi seluruh diskursus kegiatan manusia – baik yang bersifat sosial budaya, ekonomi, maupun politik. Sementara itu, secara sosiologis, tak jarang agama menjadi faktor penentu dalam proses transformasi dan modernisasi
Pendidikan Sebagai Suatu Subsistem Dalam Pendidikan Nasional
Pelaksanaan pendidikan Islam dalam arti luas di bumi Pancasila ini mempunyai latar belakang sejarah dan kebudayaan bangsa yang tiang pertamanya dipancangkan pada abad ke-8 Masehi. Sampai saat ini pendidikan Islam telah berkembang dalam kurun waktu 12 abad lamanya di Indonesia.
Pendidikan secara kultural pada umumnya berada dalam lingkup peran, fungsi dan tujuan yang tidak jauh berbeda, yakni berusaha mengangkat dan menegakan martabat manusia melalui transmisi yang dimilikinya, terutama dalam bentuk transfer of knowledge dan transfer of Values. Hal ini juga merupakan jangkauan dalam pendidikan Islam yang merupakan bagian dari system pendidikan nasional, sekalipun dalam pelaksanananya terdapat diskriminasi secara structural, seperti keberadaannya dibawah departemen agama untuk lembaga pendidikan agama atau madrasah dan sejenisnya, sedangkan pendidikan umum berada dalam departemen pendidikan nasional
pendidikan agama Islam dalam sistem pendidikan nasional, dimana pendidikan Islam merupakan senyawa dalam proses pendidikan yang dilaksanakan. Hal ini terbukti pula bahwa pendidikan agama yang merupakan mata pelajaran wajib yang diajarkan di sekolah-sekolah, di samping posisi yang tepat dan strategis tersebut pendidikan Islam telah memperlihatkan eksistensinya dalam membantu keberhasilan pendidikan nasional, yakni untuk mencerdaskan bangsa dan menanamkan nilai ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
sekian
Dra.Fadriati.M.Ag
Tujuan Pendidikan Nasional dalam Undang-Undang No. 20, Tahun 2003

Jabaran UUD 1945 tentang pendidikan dituangkan dalam Undang-Undang No. 20, Tahun 2003. Pasal 3 menyebutkan, “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.”

Full transcript