Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Paradigma Psikopatologi (Psikologi Abnormal)

No description
by

Maya Khairani

on 16 April 2015

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Paradigma Psikopatologi (Psikologi Abnormal)

Psikologi Abnormal
PARADIGMA PSIKOPATOLOGI
PARADIGMA
HUMANISTIK & EKSISTENSIAL
PARADIGMA
BELAJAR/BEHAVIORISME
PARADIGMA KOGNITIF
REFERENSI
Fokus pada Insight
Didasari oleh asumsi bahwa gangguan perilaku muncul sebagai hasil minimnya insight dan dapat ditangani dengan meningkatkan kesadaran individual akan adanya kebutuhan dan motivasi pribadi
Menekankan pada kebebasan seseorang dalam memilih
Kehendak bebas (free will) merupakan pedang bermata dua
Tidak hanya menawarkan pemenuhan hidup dan kesenangan, namun juga menimbulkan ancaman, rasa sakit, dan penderitaan
“kunci di dalam terapi adalah sikap dan gaya terapis dibandingkan teknik khusus”
Terapis perlu menunjukkan unconditional positive regard:
Terapis menciptakan atmosfir terapeutik yang hangat, penuh perhatian, dan penuh penerimaan dan yang terpenting menerima sepenuhnya kehadiran klien (siapapun ia)
Strategi yang digunakan dalam pendekatan ini adalah empati:
Primary empathy  terapis memahami, menerima, dan mengomunikasikan kepada klien apa yang sedang dipkirkan atau dirasakan oleh klien
Advanced empathy  terapis membuat kesimpulan mengenai pikiran dan perasaan klien berdasarkan perkataan yang disampaikan oleh klien
Client-Centered Therapy (Terapi Berpusat pada Klien); Carl Rogers
Menekankan pada keterbatasan dan dimensi tragis pada manusia
Bangsa Eropa terbiasa dengan kekangan geografis dan etnis, dengan peperangan, kematian, dan ketidakpastian hidup --> fokus pada batas, untuk menghadapi dan memperhatikan kecemasan akan ketidakpastian
Mendorong pasien untuk menghadapi kecemasan mereka mengenai pilihan tentang
Bagaimana mereka akan hidup?
Apa yang akan mereka nilai?
Bagaimana mereka akan berhubungan dengan orang lain?
Terapi Eksistensial
Memiliki elemen humanistik dan eksistensial
Dikemukakan oleh Fritz Perls  manusia memiliki innate goodness dan merupakan basic nature yang harus diekspresikan
Tujuan:
membantu pasien memahami dan menerima kebutuhan, hasrat, dan ketakutan yang dialami juga meningkatkan kesadaran pasien ketika mengalami hambatan dalam meraih tujuan dan memenuhi kebutuhan
Teknik Terapi Gestalt:
I-Languange
Empty chair
Projection of feelings
Attending to nonverbal cues
The use of metaphor
Terapi Gestalt
Perbadingan Terapi Humanistik dan Terapi Eksistensial
Melihat perilaku abnormal sebagai respon belajar dengan cara yang sama di mana perilaku manusia lainnya dipelajari
John. B. Watson
Psikolog Amerika
Mendirikan Behaviorisme
Mendefinisikan psikologi sebagai studi tentang perilaku yang dapat diamati bukan sebagai penyelidikan kesadaran subyektif
3 jenis pembelajaran: (a) Pengondisian Klasik (Classical Conditioning), (b) Pengondisian Operan (Operant Conditioning), (c) Pemodelan (Modelling)
Dikemukakan oleh psikolog Rusia, Ivan Pavlov (1849 – 1936)
Unconditioned Stimulus (UCS) -Unconditioned Response (UCR)
Conditioned Stimulus (CS) - Conditioned Response (CR)
Extinction (pemadaman)
Eksperimen selanjutnya oleh J. B. Watson (1878 – 1958) pada Little Albert
Eksperimen ini menunjukkan hubungan antara classical conditioning dan perkembangan gangguan emosional tertentu, dalam kasus Little Albert adalah fobia
(a). Classical Conditioning
Edward Thorndike (1874 – 1949)
Tertarik pada efek konsekuensi dari perilaku
Memformulasikan prinsip hukum efek (law of effect);
perilaku yang diikuti konsekuensi yang memuaskan organisme akan diulang, dan perilaku yang diikuti konsekuensi yang tidak disenangi akan discouraged
Disebut instrumental learning
B. F. Skinner (1904 – 1990)
Memperkenalkan konsep operant conditioning
Memperkenalkan konsep discriminative stimulus:
peristiwa eksternal yang pada dasarnya memberitahu organisme bahwa jika ia melakukan perilaku tertentu, konsekuensi tertentu akan mengikuti.
Prinsip Penguat (reinforcement)
1. Positive reinforcement
2. Negative reinforcement
(b). Operant Conditioning
Manusia belajar melalui:
Mengamati orang lain
Mengimitasi perilaku orang lain
Bandura dan Menlove (1968) menggunakan modelling untuk mengurangi ketakutan anak-anak pada anjing
(c). Modelling
Counterconditioning dan Exposure
Belajar kembali dengan memunculkan respon baru dalam kehadiran stimulus tertentu
Operant conditioning
Token economy
Modelling
Terapi Perilaku
Fokus pada:
Bagaimana individu mengatur pengalaman mereka?
Bagaimana individu memahami pengalaman mereka?
Bagaimana mereka menghubungkan pengalaman mereka saat ini dengan pengalaman masa lalu yang telah disimpan dalam ingatan
Menurut Psikolog Kognitif
proses belajar lebih dari sekedar hubungan stimulus dan respons.
Pembelajar sebagai penerjemah aktif situasi, dengan pengetahuan sebelumnya menerapkan persepsi pada pengalaman
Skema atau set kognitif adalah:
Pembelajar mencocokkan informasi baru ke dalam jaringan terorganisir dari akumulasi pengetahuan yang sudah ada
Dasar Teori Kognitif
Perpaduan Paradigma Kognitif and Behaviorisme
Menaruh perhatian pada pikiran, persepsi, penilaian, pernyataan diri, dan asumsi tidak sadar
Berusaha memahami gangguan pada perilaku, baik yang tampak maupun tak tampak (overt & covert)
Cognitive restructuring  istilah yang digunakan pada perubahan pola pikir yang menyebabkan gangguan pada emosi dan perilaku
Cognitive Behavior Therapy (CBT)
Tokoh: Aaron Beck, psikiater
Mengembangkan terapi kognitif untuk depresi
Asumsi: depresi disebabkan oleh distorsi saat individu memersepsi pengalaman hidupnya
Beck Therapy  mencoba untuk membujuk pasien mengubah pendapat mereka tentang diri mereka sendiri dan cara di mana mereka menafsirkan peristiwa kehidupan
Tujuan umum:
Memberikan pasien pengalaman yang akan mengubah skema negatif mereka,
Memungkinkan pasien untuk memiliki harapan daripada keputusasaan
Beck’s Cognitive Therapy
Tokoh: Albert Ellis
Reaksi emosional berkelanjutan disebabkan oleh kalimat internal yang orang ulangi untuk diri mereka sendiri dan pernyataan diri ini mencerminkan asumsi yang terkadang tak terucapkan (keyakinan irasional)
Tujuannya adalah untuk menghilangkan keyakinan yang merusak diri sendiri
Ellis’s Rational-Emotive Behavior Therapy
1. Davison, G. C., Neale, J. M., & Kring, A. M. (2004). Abnormal Psychology 9th Edition. New Jersey: John Wiley & Sons, Inc.

2. Nevid, J. S., Rathus, S. A., & Greene, B. (2005). Psikologi Abnormal Edisi Kelima, Jilid 1. jakarta: Penerbit Erlangga
Full transcript