Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

PEMERIKSAAN MINYAK DAN LEMAK DALAM AIR

No description
by

Aditsya Achmed

on 27 January 2015

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of PEMERIKSAAN MINYAK DAN LEMAK DALAM AIR

PEMERIKSAAN MINYAK DAN LEMAK DALAM AIR
DENGAN MENGGUNAKAN METODE GRAVIMETRI
DI BALAI LABORATORIUM KESEHATAN
PROVINSI JAWA BARAT
Dessy Jayanty
140603120002

UNIVERSITAS PADJADJARAN
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
PROGRAM DIPLOMA III
PROGRAM STUDI ANALISIS KIMIA
BANDUNG
2015

Tujuan
Menentukan kadar minyak dan lemak dalam air menggunakan metode gravimetri.


Minyak dan lemak dalam contoh uji air diekstraksi dengan pelarut organik dalam corong pisah. Ekstrak minyak dan lemak dipisahkan dari pelarut organik secara distilasi. Residu yang tertinggal pada labu destilasi ditimbang sebagai minyak dan lemak.


Prinsip
Lemak dan minyak merupakan salah satu kelompok yang termasuk golongan lipida. Sifat yang khas dan mencirikan golongan lipida (termasuk minyak dan lemak) adalah daya larutnya dalam pelarut organik (misal eter, benzen, kloroform) atau sebaliknya, ketidaklarutan dalam pelarut air (Harper, 1980).

Teori
Analisis gravimetri adalah cara analisis kuantitatif berdasarkan berat tetap (berat konstan). Dalam analisis ini, unsur atau senyawa yang dianalisis dipisahkan dari sejumlah bahan yang dianalisis (Rohman, 2007).
Tahap pengukuran dalam metode gravimetri adalah penimbangan. Analitnya secara fisik dipisahkan dari semua komponen lain dari sampel itu maupun pelarutnya (Underwood, 1992).

Ekstraksi adalah proses pemisahan suatu zat berdasarkan perbedaan kelarutan terhadap dua cairan yang saling tidak terlarut.
Distilasi adalah cara pemisahan zat cair dari campurannya berdasarkan perbedaan titik didih atau berdasarkan kemampuan zat untuk menguap.

- Corong pisah 100 mL
- Desikator
- Erlenmeyer bertutup asah
- Evaporator
- Gelas kimia 500mL
- Gelas ukur 100mL
- Mart pipet
- Oven
- Tangkrus
- Timer

Bahan-bahan yang digunakan:
- Asam klorida (1:1)
- Indikator pH
- Petroleum Benzen
- Sampel No. 550 ABKL
- Sampel No. 555 ABKL
- Sampel No. 560 ABKL
- Sampel No. 567 ABKL
- Sampel No. 573 ABKL

Alat dan Bahan
Hasil Analisis

Kadar Minyak Lemak pada Sampel 550
= (1000/500) X (109,8458 – 109,8456) X 1000
= 0,4 mg/L

Kadar Minyak Lemak pada Sampel 555
= (1000/500) X (108,5588 – 108,5587) X 1000
= 0,2 mg/L

Kadar Minyak Lemak pada Sampel 560
= (1000/500) X (110,6054– 110,6052) X 1000
= 0,4 mg/L

Kadar Minyak Lemak pada Sampel 567
= (1000/500) X (116,8851 – 116,8848) X 1000
= 0,6 mg/L

Kadar Minyak Lemak pada Sampel 573
= (1000/500) X (107,4629 – 107,4625) X 1000
= 0,2 mg/L

Perhitungan
Analisis gravimetri adalah cara analisis kuantitatif berdasarkan berat tetap (berat konstan).

Pada penentuan minyak lemak dengan metode gravimetri ini, dilakukan juga proses ekstraksi dan destilasi vakum untuk memisahkan minyak lemak yang terdapat dalam sampel sehingga dapat diketahui berat minyak lemak dalam sampel.

Erlenmeyer bertutup asah yang digunakan untuk menampung hasil eskraksi sampel, dipanaskan di dalam oven terlebih dahulu pada suhu 103-105oC untuk menghilangkan air.

Setelah pemanasan, Erlenmeyer dimasukan ke dalam desikator selama 30 menit.

Penimbangan Erlenmeyer dilakukan pada neraca analitis untuk didapatkan berat Erlenmeyer kosong.

Erlenmeyer dikonstankan beratnya dengan pemanasan dan penimbangan ulang hingga diperoleh berat konstan (perbedaan berat maksimal sebesar 2mg).

Pemisahan minyak lemak dari sampel air dilakukan dengan proses estraksi dalam corong pisah, dimana sampel ditambahkan HCl 1:1 hingga pH 2 dan kemudian ditambahkan petroleum benzen, lalu diekstraksi dengan kuat.

Penambahan HCl 1:1 bertujuan untuk memberikan suasana asam pada sampel air dimana pada suasana asam, lemak dapat larut pada pelarutnya.

Petroleum benzen yang ditambahkan bertindak sebagai pelarut dari minyak lemak yang akan dipisahkan dari sampel air.

Proses ekstrasi dilakukan untuk mendistribusikan minyak dan lemak dari sampel air ke dalam pelarut petroleum benzen. Ketika proses ekstraksi, sesekali kran pada corong pisah dibuka untuk mengeluarkan gas yang dihasilkan dari proses estraksi. Setelah itu corong pisah didiamkan selama 10 menit untuk menghilangkan emulsi.

Setelah didiamkan, akan terbentuk 2 lapisan dimana lapisan atas merupakan petroleum benzen yang berikatan dengan minyak lemak dan lapisan bawah merupakan air.

Lapisan bawah dikeluarkan dan ditampung pada gelas kimia dan lapisan atas ditampung pada Erlenmeyer asah untuk analisis selanjutnya.

Sebanyak 30mL petroleum benzen dimasukan ke dalam corong pisah untuk membilas sisa sampel dan dikhawatirkan masih terdapat minyak lemak yang menempel pada dinding corong pisah.

Sari petroeum benzen dalam erlenmeyer asah kemudian dikisatkan menggunakan evaporator pada suhu 50oC. Dengan menggunakan evaporator, pelarut petroleum benzen akan dipisahkan dari minyak lemak yang terlarut di dalamnya dengan cara menguapkan petroleum benzen sehingga tersisa minyak dan lemak pada labu erlenmeyer.

Labu Erlenmeyer kemudian dipanaskan di dalam oven pada suhu 103-105oC selama 1 jam untuk menguapkan air.

Labu Erlenmeyer selanjutnya didinginkan di dalam desikator selama 30 menit.

Labu Erlenmeyer ditimbang pada neraca analitis untuk mendapatkan berat Erlenmeyer yang berisi minyak lemak.

Erlenmeyer dikonstankan beratnya dengan pemanasan dan penimbangan ulang hingga diperoleh berat konstan (perbedaan berat maksimal sebesar 2mg).

Kadar minyak lemak dapat dihitung berdasarkan data yang diperoleh.
Pembahasan
Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis, diperoleh kadar minyak lemak pada kode sampel 550 ABKL, 555 ABKL, 560 ABKL, 567 ABKL, dan 573 ABKL masing-masing sebesar 0,4 mg/L; 0,2 mg/L; 0,4mg/L; 0,6mg/L; dan 0,8mg/L.

Berdasarkan hasil analisis dari kelima sampel, dapat diketahui bahwa kelima sampel memenuhi syarat sebagai air sungai dan air limbah, dimana menurut Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 Tanggal 14 Desember 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air, menyatakan bahwa batas maksimal kadar minyak dan lemak dalam air sungai sebesar 1mg/L dan mengacu kepada Permenkes No. 173/Men.Kes/Per/VII/77 Tahun 1977 menyatakan bahwa kadar maksimum minyak dan lemak yang diperbolehan dalam air limbah sebesar 10mg/L.

Kesimpulan
Erlenmeyer bertutup asah dimasukan ke dalam oven pada suhu 103-105oC selama 1 jam

Disimpan di dalam desikator selama 30 menit

Ditimbang Erlenmeyer kosong hingga konstan (A)

Diukur 500mL sampel dan dimasukan ke dalam corong pisah

Ditambahkan HCl 1:1 bertahap sebanyak 1 mL sampai pH 2

Ditambahkan petroleum benzen sebanyak 30 mL

Diekstraksi kuat selama 2 menit

Didiamkan selama 10 menit untuk menghilangkan emulsi
Dipisahkan hasil ekstraksi sampel pada gelas kimia 500 mL

Dimasukan hasil ekstraksi petroleum benzen pada Erlenmeyer

Dimasukan 30 mL petroleum benzen pada corong pisah untuk membilas sisa sampel

Ditampung petroleum benzen pada Erlenmeyer asah

Dikisatkan dengan evaporator 50oC

Dimasukan ke dalam oven pada suhu 103-105oC

Didinginkan di dalam desikator selama 30 menit

Ditimbang Erlenmeyer hingga konstan (B)

Prosedur
Full transcript