Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Etika Kepemimpinan

No description
by

Andrian Krisna

on 5 October 2012

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Etika Kepemimpinan

MATA KULIAH ETIKA PROFESI ETIKA KEPEMIMPINAN Pada dasarnya setiap individu memiliki kepentingan-kepentingan pribadi yang berbeda Pengertian Etika Kepemimpinan 4.Nilai-Nilai Umum Etiket Kepemimpinan Pengertian Etika Kepemimpinan Urgensi Etika Kepemimpinan Komponen dari Etika Kepemimpinan C.Karakter-Karakter Utama dalam Etika Kepemimpinan Diperlukan aturan-aturan yang meminimalisir gesekan antar kepentingan. Begitu juga dalam sebuah organisasi, selain aturan tertulis, diperlukan juga aturan tidak tertulis yang mengatur hubungan antar rekan kerja untuk memastikan tercapainya tujuan organisasi tersebut. 3.Etiket Kepemimpinan 1.Perbedaan Etika dengan Etiket 2.Kepemimpinan Perbedaan Etika dengan Etiket Etika berkaitan dengan moral, sedangkan etiket berkaitan dengan tata cara, sopan santun, dan tata krama. Kepemimpinan Kepemimpinan adalah pusat dan pengambil kebijakan pada suatu organisasi. Seorang pemimpin merupakan penanggung jawab atas baik atau buruknya suatu organisasi yang dia pimpin. Definisi Pemimpin George P. Terry Kepemimpinan adalah kegiatan dalam mempengaruhi orang lain untuk bekerja keras dengan penuh kemauan untuk tujuan kelompok. H. Koontz dan C. O’Donnell Kepemimpinan adalah kegiatan mempengaruhi orang lain agar ikut serta dalam mencapai tujuan umum. R. Tannenbaum, Irving R, F. Massarik Kepemimpinan adalah pengaruh antarpribadi yang terjadi pada suatu keadaan dan diarahkan melalui proses komunikasi ke arah tercapainya suatu tujuan. Etiket Kepemimpinan Merupakan cara-cara yang dianggap benar secara umum oleh sekelompok masyarakat dalam upaya untuk mempengaruhi orang lain untuk mencapai suatu tujuan bersama yang dimiliki oleh suatu organisasi. Landasan Moral Kepemimpinan Pemimpin yang visioner adalah pemimpin yang memiliki beberapa kriteria antara lain Memiliki kompetensi untuk mewujudkan visi organisasi secara bersama-sama dengan SDM yang dipimpinnya.  Memiliki kemampuan rethinking future.  Mampu menggerakkan seluruh potensi yang dimiliki organisasi. Mempunyai kewibawaan sehingga mampu membangun semangat setiap pribadi untuk ikut ambil bagian dalam mewujudkan tujuan. Tidak hanya menguasai permasalahan yang dihadapi, tetapi juga memiliki semangat membara untuk bersama–sama menyelesaikan masalah secara cepat dan tepat. Landasan moral pemimpin yang bersumber pada Pancasila terutama dan terpenting adalah moral ketaqwaan. Pemimpin yang bermoral ketaqwaan dalam memimpin bangsa pasti mampu mewujudkan pemerintahan yang baik Menurut Blanchard dan Peale Saran-saran untuk Berperilaku Secara Etik Berperilakulah sedemikian rupa sehingga sejalan dengan tujuan anda Berperilakulah sedemikian rupa sehingga anda secara pribadi merasa bangga akan perilaku anda. Berperilakulah dengan sabar dan penuh keyakinan akan keputusan anda dan diri anda sendiri. Berperilakulah dengan teguh Berperilakulah secara konsisten dengan apa yang benar-benar penting. Ini berarti anda harus menjaga perspektif. Syarat pemimpin yang beretika 1.Memiliki hati nurani yang baik 2.Memiliki komitmen terhadap etika keutamaan 3.Memiliki etika kewajiban 1.Ethical Communication 2.Ethical Quality Seorang pemimpin yang beretika paham bahwa ada tiga faktor yang menentukan tingkat kompetitifnya suatu organisasi, yaitu produk yang berkualitas, pelayanan pelanggan yang berkualitas, dan pengiriman yang berkualitas. Pemimpin yang beretika membutuhkan banyak penasihat. Ia akan memilih penasihat yang paling unggul di dalam organisasinya dan akan mempekerjakan beberapa orang penasihat dari luar perusahaan. 3.Ethical Collaboration Jika pemimpin yang berprinsip memiliki/menuntut kebutuhan akan pengendalian, ia akan memenuhi kebutuhan tersebut dengan menciptakan standar organisasi danprosedur operasi untuk kualitas dan komunikasi yang kuat. 4.Ethical Succession Planning Pemimpin yang beretika berkolaborasi dan menyiapkan rencana penerusan kepemimpinan di dalam organisasinya yang akan menjamin pertumbuhan organisasinya. 5.Ethical Tenure (Masa Kepemimpinan) Pemimpin yang beretika akan menetapkan standar kejujuran untuk setiap bawahan yang dipimpinnya. 7 Kebiasaan Manusia yang Efektif Proaktif berarti menyadari bahwa kita bertanggung jawab terhadap pilihan-pilihan kita dan memiliki kebebasan untuk memilih berdasarkan prinsip dan nilai 1.Proactive Individu, keluarga, tim, dan organisasi membentuk masa depan mereka dengan terlebih dahulu menciptakan sebuah visi mental untuk segala proyek, baik besar maupun kecil, pribadi atau antarpribadi. 2.Start from the End Mendahulukan yang utama berarti mengatur aktivitas dan melaksanakannya berdasarkan prioritas-prioritas yang paling penting. 3.Put First thing first Berpikir menang-menang adalah kerangka pikiran dan hati yang berusaha mencari manfaat bersama dan saling menghormati di dalam segala jenis interaksi. 4.Think Win-Win Berkomunikasi dengan empathy; berusaha memahami dulu, baru kemudian berusaha dipahami. 5.Effective Communication Sinergi adalah buah dari sikap menghormati, menghargai, dan bahkan merayakan adanya perbedaan di antara orang-orang. Sinergi bersangkut paut dengan upaya untuk memecahkan masalah, meraih peluang dan menyelesaikan perbedaan. 6.Synergy Artinya adalah kita berupaya untuk memperbarui diri secara terus-menerus pada empat bidang dasar kehidupan: fisik, sosial/emosional, mental, dan spiritual. 7.Sharpen the Saw Paradigma 7 Kebiasaan Manusia Proaktif = Determinasi diri atau penetapan diri
Inilah kekuatan dari pilihan Memulai dengan Tujuan Akhir = Semua hal diciptakan dua kali, pertama secara mental, dan baru kemudian secara fisik Mendahulukan yang penting dahulu = prioritas, tindakan, dan pelaksanaan Berpikir Menang-Menang, Berusaha Memahami Dulu Lalu Berusaha Dipahami, dan Bersinergi = Pemikiran berkelimpahan saat berhubungan dengan pihak lain dan menghargai perbedaan Sharpen the Saw = Perbaikan terus-menerus dari sebuah pribadi utuh 4 Peran Kepemimpinan Panutan (hati nurani)
Perintis (visi)
Penyelaras (disiplin)
Pemberdaya (gairah) Keempat peran ini adalah untuk semua orang, apa pun posisinya Dari satu sisi, peran-peran ini tampaknya berurutan, karena kita harus bisa mendapatkan kepercayaan yang tumbuh dari kelayakan kita untuk dipercaya, sebelum kita benar-benar bisa berpindah ke peran-peran lain yang akan membebaskan potensi alamiah manusia Tetapi dari sisi lain, peran-peran ini dijalankan secara bersamaan jika dipandang dari sisi saat setelah terbentuknya sebuah budaya berdasarkan kepemimpinan ini. Dengan mengingat adanya urutan ini, kita sekarang berpindah dari pengembangan karakter yang diperlukan dalam menemukan suara kita sendiri, menuju pengembangan keahlian dan pengembangan tim dan sistem yang diperlukan dalam upaya kita untuk mengilhami orang lain untuk menemukan suara mereka di dalam organisasi. ~(^.^)~ TERIMA KASIH Kelompok VI Adian Yusuf Caesario Andrian Bayu Krisna Frieda Ayu Rahmawati Helen Ayu Hapsari Ricardo Maruba Hot Tua Siboro
Full transcript