Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Untitled Prezi

No description
by

Rizki Wastu Kencana wastu

on 1 March 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Untitled Prezi

Pendahuluan Perdagangan antar dua negara berbeda dengan perdagangan yang terjadi dalam satu negara yang hanya memakai satu mata uang, karena untuk perdagangan dua negara memakai dua mata uang yang berbeda. Adanya transaksi dengan mata uang yang berbeda dapat menimbulkan risiko keuangan bagi perusahaan akibat adanya perubahan kurs mata uang. Risiko tersebut dapat dihindari dengan melakukan transaksi tunai. Namun tidak semua transaksi yang terjadi pada perusahaan dapat dilakukan secara tunai, akibatnya akan timbul hutang dan piutang dalam mata uang asing. Sehingga apabila terjadi perubahan nilaitukar valuta asing, perusahaan akan mengalami kerugian/keuntungan akibat perubahan tersebut. Pembahasan
Adalah instrument keuangan atau perjanjian lainnya yang memiliki tiga karakteristik :
1.Memiliki :
Satu atau lebih variable pokok yang mendasari (underlying); dan
Satu atau lebih jumlah nosional (notional amount) atau syarat pembayaran atau keduanya
2.persyaratan perjanjian tidak memerlukan investasi awal bersih (initial net investment), atau memerlukan investasi awal bersih yang lebih kecil dibandingkan dengan jumlah yang dibutuhkan oleh jenis perjanjian lainnya yang diperkirakan akan menghasilakan efek yang sama terhadap perubahan dalam faktor-faktor pasar; dan
3.persyaratan perjanjian mengharuskan atau memungkinkan penyelesaian sekaligus, atau instrumen derivatif dapat segera diselesaikan dengan saran terpisah di luar perjanjian tersebut, atau persyartan perjanjian mengakibatkan penyerahan aset sehingga penyelesaian secara substansial tidak berbeda dengan net settlement
Kasus - Indosat Hasil Pembelajaran Analisis Kasus Indosat telah menerbitkan obligasi (surat utang) dalam bentuk US dollars (Guaranteed Notes I & II) sebesar USD 300 juta & USD 250 juta. Bunga dari obligasi ini adalah dalam bentuk dolar dan besarnya tetap (fixed). Indosat juga memiliki fasilitas kredit ekspor dari Finlandia sebesar USD 34 juta.

Indosat memasuki kontrak interest rate swaps dan cross currency swaps. Nilai nominal dari kontrak tersebut pada akhir Desember 2006 sebesar USD 400 juta atau sekitar 68,5% dari total kewajiban USD Indosat.
1.Diperlukan adanya analisa yang baik dan akurat untuk menilai atau memilih jenis transaksi hedging yang akan dipilih supaya, risiko ketidakpastian yang terjadi dikemudian hari dapat diminimalisir sedemikian rupa, sehingga kerugian yang besar dapat dihindari.

2.Pengawasan yang kurang oleh lembaga yang terkait yaitu Bapepam-LK (OJK) terhadap Indosat menjadikan kasus yang terjadi tersebut tidak diketahui sejak awal dan penyelesaian menjadi berlarut-larut. Seharusnya entitas diwajibkan untuk melaporkan setiap transaksi derivatif paling tidak setiap tiga bulan dalam laporan keuangan Perusahaan.

3.Walaupun telah dilakukan audit dengan opini WTP tidak menjamin 100% bahwa laporan keuangan telah benar-benar menyajikan semua hal yang material, bisa saja data yang diberikan kepada auditor (akuntan) tidak seluruhnya mencerminkan hasil operasional pada tahun tersebut. Pendek kata apabila ada sesuatu yang disembunyikan oleh manajemen, auditor tidak bisa mengungkapkannya.

Disampaikan temuan oleh Dradjad H Wibowo tentang transaksi Indosat yang diduga berpotensial merugikan negara sebesar Rp 323 milyar yang diakibatkan salah kelola atau mismanajemen dalam transaksi derivatif yang dilakukan pada tahun 2004-2006.
Dradjad memaparkan dalam neraca konsolidasi, Indosat mencantumkan satu pos yakni pos loss and change in fair value of derivatives-net yang pada tahun 2004 kerugiannya Rp170,45 miliar, lalu turun menjadi Rp 44,21 miliar pada tahun 2005, Namun pada tahun 2006 kerugian transaksi derivatif diperkirakan meledak menjadi sekitar Rp 438 miliar. DERIVATIF DAN LINDUNG NILAI
TERKAIT DENGAN KASUS INDOSAT Pelaporan Akuntansi dan Keuangan Kelompok 1:
1. Arfanto
2. Rizki Wastu Kencana
3. Ujang Suryana Dradjad meminta pandangannya itu ditindak lanjuti Komisi XI, Departemen Keuangan, Dirjen Pajak, Bapepam-LK dan Kementerian Negara BUMN. Menurut Dradjad kasus kerugian transaksi derivatif yang luar biasa ini merupakan skandal keuangan yang sangat memprihatinkan, apalagi kalau dilihat dari kondisi makro ekonomi telah membaik, pasar keuangan membaik, bagaimana mungkin perusahaan sebesar Indosat bisa mengalami kerugian derivatif yang sedemikian besar.
Dradjad menekankan dalam melakukan transaksi derivatif tersebut, Indosat tentunya memiliki pasangan, pihak yang berwenang hendaknya memeriksa ABN AMRO, Barcleys, Goldman Sachs, JP Morgan.
Sedangkan Kepala Divisi Humas Indosat Adita Irawati mengatakan laporan keuangan tahun 2004 sampai tahun 2006 telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Ernst & Young. Laporan Keuangan tersebut telah diaudit secara transparan dan sudah diterima oleh pemegang saham melalui mekanisme rapat umum pemegang saham (RUPS) ditahun-tahun yang bersangkutan kata Adita. Adita mengatakan, Indosat memang memiliki hutang dalam dollar AS. Untuk melindungi pinjaman tersebut perusahaan memiliki kebijakan melakukan hedging atau lindung nilai tanpa melakukan spekulasi terhadap fluktuasi rupiah. Dampak dari hedging ini sebagian besar adalah non tunai yang dibukukan dalam laporan keuangan (Sumber: Kompas, 5 Juni 2007) Pengakuan dan Pengukuran Suatu entitas harus mengakui seluruh instrumen derivatif-nya di dalam laporan posisi keuangan sebagai aset atau kewajiban berdasarkan hak atau kewajiban menurut perjanjian. Seluruh instrumen derivatif harus disajikan dengan nilai wajar.

Apabila proyeksi arus kas pada masa yang akan datang digunakan untuk mengestimasi nilai wajar, proyeksi arus kas tersebut harus diestimasi berdasarkan asumsi dan proyeksi yang wajar dan mendukung.

Perubahan nilai wajar dari keseluruhan aset atau kewajiban keuangan untuk periode tertentu merupakan selisih antara nilai wajar pada awal periode (atau tanggal perolehan) dan akhir periode yang disesuaikan untuk mengecualikan :
perubahan nilai wajar yang diakibatkan berlalunya waktu; dan
perubahan nilai wajar yang berkaitan dengan pembayaran yang diterima atau dilakukan, seperti pengembalian sebagian nilai aset atau pelunasan sebagian kewajiban
LINDUNG NILAI ATAS NILAI WAJAR Apabila aset/kewajiban yang dilindungi diukur pada nilai wajar dengan perubahan nilai wajar dilaporkan sebagai bagian ekuitas, penyesuaian untuk nilai tercatat transaksi/saldo yang dilindung nilai-nya sebagaimana dijelaskan harus diakui sebagai laba/rugi dan tidak sebagai bagian ekuitas untuk saling menghapuskan laba atau rugi instrumen lindung nilai. LINDUNG NILAI ARUS KAS Secara spesifik, lindung nilai arus kas yang memenuhi syarat dapat di pertanggungjawabkan sebagai berikut:
Jika strategi manajemen yang ditentukan oleh entitas untuk suatu hubungan maka komponen laba atau rugi yang dikecualikan akan diakui dalam laporan laba atau rugi periode berjalan
Laba atau rugi harus diakui dalam laporan laba rugi atas sisa laba atau rugi dari lindung nilai transaksi derivatif
Jenis Transaksi Derivatif 1.Future
Suatu perjanjian untuk menjual membeli suatu jumlah aset tertentu dengan harga tertentu yang ditetapkan sekarang untuk dilaksanakan pada suatu tanggal yang akan datang maturity date.

2.Forwards
Transaksi forward merupakan suatu sarana sebagai usaha untuk menghindarkan atau mengurangi risiko kerugian - kerugian dalam transaksi valuta asing, seperti untuk pelunasan tagihan-tagihan/pembayaran dalam valuta yang berbeda.

3.Option
Option adalah suatu kontrak dua pihak yang memberikan hak bukan kewajiban kepada salah satu pihak apakah membeli call option atau menjual put option atas sejumlah valuta tertentu ditukar dengan sejumlah valuta lainnya dengan nilai tukar yang telah ditentukan dalam kontrak dengan membayar sejumlah premi.

4.Swap
Swap adalah suatu perjanjian dimana masing-masing pihak terlibat dalam perjanjian saling setuju dan mengikatkan diri untuk melakukan pembayaran secara berkala antara pihak yang satu dengan pihak lainya dengan merujuk kepada suku bunga yang berbeda Interest Rate Swaps atau dengan nilai mata uang yang berbeda
Posisi interest rate swaps Indosat adalah membayar LIBOR + x% dan menerima fixed y% (Indosat membayar bunga floating dan menerima bunga fixed). LIBOR adalah tingkat suku bunga yang dikenakan oleh beberapa bank terkemuka di London bila mereka meminjam dana satu sama lain. LIBOR sering dipakai sebagai referensi untuk transaksi-transaksi swaps.

Posisi cross currency swaps Indosat mirip dengan yang saya contohkan di sini. (Pertama membayar dollar dan menerima rupiah, tiap tahun membayar bunga rupiah dan menerima bunga dollar, dan di akhir kontrak membayar rupiah, dan menerima dollar.) Bedanya dari contoh tsb, kali ini nilai nominal currency swap tidak sama dengan nilai nominal obligasi. Jadi, Indosat tidak melakukan full hedging, tapi partial hedging. Sedikit perbedaan dari contoh tsb juga, kalau dalam contoh kita melihat fixed-for-fixed currency swap, sepertinya Indosat memasuki floating-for-floating currecy swap.

Kesimpulan dari Analisis Kasus Poin 2 menunjukkan bahwa Indosat menyadari adanya risiko fluktuasi rupiah terhadap kesehatan keuangan perusahaan akibat kewajibannya dalam USD. Indosat melakukan upaya untuk mengurangi risiko itu dengan memasuki serangkaian transaksi derivatif.

Poin 3 menunjukkan kalau Indosat ingin mengubah sebagian (karena tidak fully hedged) obligasinya dari bunga tetap (fixed) ke bunga yang tidak tetap (floating). Maksudnya begini: Indosat telah mengeluarkan obligasi USD mewajibkannya untuk membayar bunga dalam USD yang besarnya tetap setiap tahun. Dengan memasuki interest rate swap, di mana Indosat membayar floating dan menerima fixed, maka efeknya sama saja seolah-olah Indosat mengeluarkan obligasi USD dengan bunga yang bervariasi tergantung nilai LIBOR yang berlaku di tahun-tahun mendatang. Poin 4 menunjukan bahwa Indosat berusaha untuk mengurangi risiko fluktuasi rupiah. Dari berbagai instrumen derivatif yang ada dan dengan melihat obligasi dan interest rate swaps yang telah dimasuki, menurut saya floating-for-floating currency swap yang dimasuki Indosat adalah kontrak yang tepat sasaran dan efektif. Kenapa? Karena cash flows-nya cocok. Indosat telah memasuki interest rate swap yang secara efektif telah mengubah obligasinya menjadi obligasi floating. Maka floating-for-floating lebih bagus daripada fixed-for-fixed. Kenapa mesti pakai currency swap? Karena currency swap memperhitungkan juga pembayaran bunga. Kontrak derivatif lain seperti kontrak forward tidak memperhitungkannya. Jadi menurut kami, pilihan untuk memasuki kontrak ini adalah langkah hedging yang tepat sasaran. Terima Kasih
Full transcript