Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

MENGURAI KOMPLIKASI DALAM CERITA FIKSI

No description
by

nolita tri

on 28 November 2015

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of MENGURAI KOMPLIKASI DALAM CERITA FIKSI

Pembangunan dan Pemodelan Teks Cerita Fiksi dalam Novel
MENGURAI KOMPLIKASI DALAM CERITA FIKSI
Memahami Struktur dan Ciri Kebahasaan Teks Cerita Fiksi dalam Novel
CIRI KEBAHASAAN
Penggambaran waktu lampau
MEMBANDINGKAN TEKS CERITA FIKSI DALAM NOVEL
Nama Kelompok
1. Alexander Ryan P.
2. Arifah Hidayati
3. Fitria Wulan
4. Nolita Tri A.
5. Raymundus Bima
6. Viznor Urzhasa
Cerita fiksi adalah dunia imajinatif
STRUKTUR NOVEL
1. ABSTRAKSI
2. ORIENTASI
3. KOMPLIKASI
4. EVALUASI
5. RESOLUSI
6. KODA
ringkasan atau inti cerita yang dikembangkannya menjadi rangkaian peristiwa
pengenalan yang berisi latar waktu, latar ruang, dan latar suasana.
urutan kejadian sebab akibat.
Konflik yang menuju ke tahapan
secara rinci tentang sebuah solusi dari konflik
Menerangkan bagian akhir dari cerita.
Cerita Fiksi
Terdapat Prolog dan Epilog
Cerita fiksi sebagai
penyaluran inspirasi

terletak di akhir teks
peristiwa terakhir
menyampaikan intisari/kesimpulan
Prolog :
pembukaan
perkenalan tokoh
konflik
sinopsis lakon
contoh Prolog
contoh Epilog :
􀂳􀀰􀁄􀁖􀁌􀁋􀀃􀁅􀁈􀁕􀁄􀁓􀁄􀀃􀁍􀁄􀁘􀁋􀁎􀁄􀁋􀀃􀀥􀁘􀁎􀁌􀁗􀀃􀀷􀁈􀁑􀁊􀁎􀁒􀁕􀁄􀁎􀀃􀁇􀁄􀁕􀁌􀀃􀁖􀁌􀁑􀁌􀀏􀀃􀀬􀁅􀁘􀀢􀂴􀀃􀁗􀁄􀁑􀁜􀁄􀀃
lelaki itu kepada pemilik lapau.
􀀮􀁒􀁑􀁗􀁄􀁑􀀏􀀃 􀁖􀁈􀁐􀁘􀁄􀀃 􀁒􀁕􀁄􀁑􀁊􀀃 􀁐􀁈􀁑􀁊􀁋􀁈􀁑􀁗􀁌􀁎􀁄􀁑􀀃 􀁓􀁈􀁕􀁐􀁄􀁌􀁑􀁄􀁑􀁑􀁜􀁄􀀑􀀃 􀂳􀀸􀁑􀁗􀁘􀁎􀀃
apa Anak mencari bukit itu? Semua yang datang ke bukit itu tak
pernah kembali. Kata orang, di bukit itu benar-benar ada hantu,
􀁍􀁘􀁊􀁄􀀃 􀁅􀁌􀁑􀁄􀁗􀁄􀁑􀁊􀀃 􀁅􀁘􀁄􀁖􀀃 􀁖􀁈􀁓􀁈􀁕􀁗􀁌􀀃 􀁅􀁈􀁕􀁘􀁄􀁑􀁊􀀏􀀃 􀁋􀁄􀁕􀁌􀁐􀁄􀁘􀀏􀀃 􀁇􀁄􀁑􀀃 􀁖􀁈􀁅􀁄􀁊􀁄􀁌􀁑􀁜􀁄􀀏􀂴􀀃
jawab salah seorang dari mereka.
􀂳􀀶􀁄􀁜􀁄􀀃􀁗􀁄􀁋􀁘􀀏􀀃􀀳􀁄􀁎􀀏􀀃􀁖􀁄􀁜􀁄􀀃􀁖􀁘􀁇􀁄􀁋􀀃􀁐􀁈􀁑􀁇􀁈􀁑􀁊􀁄􀁕􀀃􀁖􀁈􀁐􀁘􀁄􀀃􀁆􀁈􀁕􀁌􀁗􀁄􀀃􀁗􀁈􀁑􀁗􀁄􀁑􀁊􀀃
Bukit Tengkorak itu. Saya memang tak ingin kembali lagi setelah
􀁖􀁄􀁐􀁓􀁄􀁌􀀃􀁇􀁌􀀃􀁖􀁄􀁑􀁄􀀑􀀑􀀑􀂴
Semuanya heran, mulutnya melongo. Ibu pemilik lapau itu
kemudian mengatakan bahwa untuk mencapai Bukit Tengkorak,
harus melakukan perjalanan kaki paling cepat dua hari dua malam,
􀁐􀁈􀁑􀁘􀁕􀁘􀁑􀁌􀀃 􀁗􀁌􀁊􀁄􀀃 􀁏􀁈􀁐􀁅􀁄􀁋􀀃 􀁇􀁄􀁑􀀃 􀁈􀁐􀁓􀁄􀁗􀀃 􀁅􀁘􀁎􀁌􀁗􀀑􀀃 􀂳􀀯􀁈􀁗􀁄􀁎􀁑􀁜􀁄􀀃 􀁇􀁌􀀃 􀁖􀁈􀁅􀁄􀁏􀁌􀁎􀀃
Gunung Kerinci itu, Anak. Tapi tidak ada angkutan mobil yang
bisa mengantar ke sana. Bahkan pemilik sewaan kuda di daerah
ini juga tidak mau menyewakan kudanya kalau tujuannya ke Bukit
􀀷􀁈􀁑􀁊􀁎􀁒􀁕􀁄􀁎􀀑􀂴
􀂳􀀷􀁈􀁕􀁌􀁐􀁄􀀃 􀁎􀁄􀁖􀁌􀁋􀀏􀀃 􀀥􀁘􀀑􀀃 􀀰􀁘􀁑􀁊􀁎􀁌􀁑􀀃 􀁖􀁄􀁜􀁄􀀃 􀁐􀁈􀁐􀁄􀁑􀁊􀀃 􀁋􀁄􀁕􀁘􀁖􀀃 􀁅􀁈􀁕􀁍􀁄􀁏􀁄􀁑􀀃
􀁎􀁄􀁎􀁌􀀑􀀑􀀑􀂴
􀀮􀁈􀁐􀁘􀁇􀁌􀁄􀁑􀀏􀀃 􀁖􀁈􀁓􀁈􀁕􀁗􀁌􀀃 􀁇􀁄􀁏􀁄􀁐􀀃 􀁆􀁈􀁕􀁌􀁗􀁄􀀐􀁆􀁈􀁕􀁌􀁗􀁄􀀃 􀁎􀁒􀁐􀁌􀁎􀀃 􀁄􀁗􀁄􀁘􀀃 􀂿􀁏􀁐􀀃 􀁖􀁌􀁏􀁄􀁗􀀏􀀃
lelaki berambut gondrong menggendong tas ransel itu berjalan
menjauhi lapau itu, yang membuat semua orang yang ada di situ
melongo. Angin senja yang hampir habis membuat rambutnya
80 Kelas XII Semester 2
berkibar-kibar, dan sinar matahari yang hampir tenggelam
membuat tubuhnya tampak hanya bayangan, seperti siluet. Dia
berjalan ke arah barat, ke arah matahari tenggelam, ke arah Bukit
Tengkorak, bukit kematian yang diyakini oleh seluruh penduduk
di kaki Gunung Kerinci itu.
Aku memang ingin mati, katanya dalam hati. Tetapi mengapa
aku tak bisa mati?
Beberapa saat kemudian, senja benar-benar telah habis.
Bayangan lelaki itu sudah tidak tampak lagi dari lapau, yang
tertinggal hanya hawa dingin yang menggigilkan tulang.
􀂳􀀲􀁕􀁄􀁑􀁊􀀃􀁄􀁑􀁈􀁋􀀑􀀑􀀑􀂴􀀃􀁇􀁈􀁖􀁌􀁖􀀃􀁒􀁕􀁄􀁑􀁊􀀐􀁒􀁕􀁄􀁑􀁊􀀃􀁇􀁌􀀃􀁏􀁄􀁓􀁄􀁘􀀃􀁌􀁗􀁘􀀑􀀃􀂳􀀶􀁈􀁐􀁘􀁄􀀃􀁒􀁕􀁄􀁑􀁊􀀃
ingin mencari hidup, ini malah mencari mati... Mengapa tidak
􀁅􀁘􀁑􀁘􀁋􀀃􀁇􀁌􀁕􀁌􀀃􀁖􀁄􀁍􀁄􀀢􀂴
Kembali, angin hanya menyisakan dingin yang menggigilkan
tulang-tulang, dan para lelaki itu terus bermain domino hingga
menjelang tengah malam, ketika dingin benar-benar tak bisa
dikurangi dengan kopi atau selimut tebal.
Dingin yang membuat beku, dan laki-laki berambut gondrong
menggendong tas ransel itu tetap berjalan dalam gelap, tanpa
cahaya apapun. Dia terus berjalan, terus berjalan, tanpa cahaya,
tanpa apa-apa. Hanya berjalan, ke arah entah.
(NSdI, 2004:99—101)
Membandingkan Struktur :
KERJASAMA MEMBANGUN TEKS CERITA FIKSI DALAM NOVEL
Berawal dari mengembangkan ide yang ada di dalam fikiran kita.
Contoh Abstraksi :

"Maaf Pak mengganggu, bayi cantik ini akan diberi nama siapa?" tanya suster itu pada ayah. "Angel! Berikan nama dia Angel", kata Ayah.
Angel. Itulah namaku.
Setelah
dua bulan lamanya
hidup dalam
inkubator,
akhirnya aku diperbolehkan untuk pulang. (...). Untuk membuatku
tetap ceria
, ayah memberikanku banyak mainan.
Contoh Komplikasi :
Contoh Evaluasi :
Contoh Resolusi :
Contoh Koda :
Mencantumkan penyebutan tokoh atau nama ganti
Menggambarkan latar
Mendiskripsikan pelaku, penampilan fisik, dan kepribadiannya.
Menunjukan sudut pandang penceritaan.
contoh : kemarin, lalu, dahulu, dan sebagainya.
contoh : dia, Harry, mereka, ia, beliau, tuan, nona, dan sebagainya.
Latar tempat : di rumah, disekolah, di hotel, dikebun, dan lain-lain.
Berkacamata, berambut panjang, sebaya, paruhbaya, dan sebagainya.
orang pertama :
aku, saya, diriku, daku, kita.

orang kedua :
kamu, kau, engkau, dirimu, kalian.

orang ketiga :
dia, ia, mereka
Latar suasana : sedih, senang, mengharukan, menegangkan, dan lain-lain.
Latar Waktu : Pagi, Siang, Sore, dan lain-lain.
Tapi, ayah juga paham, ibu yang berhati mulia seperti
istrinya tidak akan pernah tega melakukan apa yang dokter sarankan
walau
kematian
adalah ancaman terbesar baginya.
Tanpa memperdulikan saran ayah,
ibu memilih untuk melahirkanku daripada harus mengaborsi
bayi prematur yang telah ia rawat dengan penuh kasih sayang.
ayah memasuki ruangan inkubator dan
ia menyentuh jari pertamanya pada wajahku
yang lahir prematur.
Angel akhirnya
membuktikan kepada semua orang
bahwa walaupun ia memiliki keterbatasan fisik, itu tidak menjadi masalah dalam hidupnya.
STRUKTUR TEKS CERITA ULANG
1. Orientasi / pengenalan tokoh
2. Urutan peristiwa
3. Reorientasi / pandangan penulis
STRUKTUR TEKS CERPEN
1. Abstraksi
2. Orientasi
3. Komplikasi
4. Evaluasi
5. Resolusi
6. Koda
CONTOH ORIENTASI
CONTOH KOMPLIKASI
tapi, ayah juga paham, ibu yang berhati mulia seperti
istrinya tidak akan pernah tega melakukan apa yang dokter sarankan
walau kematian adalah ancaman terbesar baginya.
CONTOH EVALUASI
tanpa memperdulikan saran ayah,
ibu memilih untuk melahirkanku
daripada harus mnegaborsi bayi prematur yang telah ia rawat dengan penuh kasih sayang.
CONTOH RESOLUSI
ayah memasuki ruangan inkubator dan
ia menyentuh jari pertamanya pada wajahku
yang lahir prematur.
CONTOH KODA
Angel akhirnya membuktikan kepada semua orang
bahwa walaupun ia memiliki keterbatasan fisik, itu tidak menjadi masalah dalam hidupnya.
CONTOH ABSTRAKSI
CONTOH ORIENTASI
dia masih termenung di serambi rumah paggungnya sambil menyaksikan kabut tipis
yang perlahan pergi satu per satu, memberikan tempat kepada sinar matahari yang datang dengan warna keemasan.
Hari masih pagi dan kampung ini sudah sepi
. Sudah menjadi kebiasaan rutin, sejak selesai sholat shubuh, (...) dan
para ibu ke pasar menjual ikan hasil tangkapan suami dan anak-anak mereka di sungai.
CONTOH URUTAN PERISTIWA
"Tapi Abah tak memiliki banyak uang untuk sekolahmu Nak..." Dia ingat, itu kata Abahnya ketika
dia ingin melanjutkan ke SLTAsetamat SMP.
"
saya akan bekerja sore hari, Abah. Saya akan mencari sendiri biaya SPP-nya
," katanya ketika itu.
"jangan begitu, Lid. Kau harus tau diri bahwa untuk sekolah itu biayanya besar. Abah tau,
kau pasti ingin pintar, ingin jadi orang, ingin membangun kampung ini
seperti cerita-ceritamu ketika kecil dulu. tetapi itu mimpi, Nak. Biayanya besar..."
CONTOH REORIENTASI
Tapi dia memang akan pergi.
Meninggalkan semuanya, semua yang pernah dialaminya sejak dia lahir, kanak-kanak,
sampai menamatkan SLTA.

Dia ingin ke kota, meneruskan mimpinya, kuliah dan menjadi seorang guru.
Dan dia sudah berkemas. Sudah memasukkan pakaian dan semua barang pentingnya. termasuk ijazah, ke dalam tas ransel lusuhnya.
Saat aku terlahir di dunia ini
, ayahku pernah bercerita bahwa ia mendengar suara tangisku yang menjerit begitu keras. Dokter dan suster yang ikut membantu proses kelahiranku pun begitu bingung karena aku tidak berhenti menangis meski mereka sudah menimang dan menghiburku dengan berbagai cara. Awalnya, aku tidak mengerti mengapa aku terus menangis dan tidak bisa dihentikan oleh siapapun. Suster yang bingung kemudian menyarankan dokter untuk meminta ayah yang sedang berada di ruang tunggu untuk melihatku.
MEMBANDINGKAN PERMASALAHAN CERITA FIKSI DALAM NOVEL
NOVEL "LASKAR PELANGI"
Seorang anak yang ingin
berusaha mengejar cita-citanya
walaupun ia
bertempat tinggal didaerah yang terpencil.
NOVEL "NYANYI SUNYI DI INDRAGIRI"
Dendam seorang anak kepada PT. Riau Maju Timber
karena pohon di kampungnya ditebang yang menyebabkan kampung tersebut hanyut.
PERMASALAHAN
MENGANALISIS TEKS CERITA FIKSI DALAM NOVEL "LASKAR PELANGI"
MENENTUKAN TEMA
TEMA : PENDIDIKAN
MENGIDENTIFIKASI AMANAT
Usaha seorang anak yang ingin meloncati nasib dan merebut pendidikan.
Mendobrak kemiskinan melalui pendidikan menjadi cita-cita tokoh yang dibangun pengarang dalam novelnya.
MENCARI PENOKOHAN
MENCARI SUDUT PANJANG
MENGIDENTIKASI PERMASALAHAN DALAM NOVEL
Hampir ditutupnya SD Muhammadiyah karena kekurangan murid, kekurangan guru, dan tidak adanya P3K.
MENCARI SOLUSI UNTUK PERMASALAHAN
MENCARI STRUKTUR DALAM CERITA FIKSI DALAM NOVEL "LASKAR PELANGI"
1. ABSTRAKSI
2. ORIENTASI
3. KOMPLIKASI
4. EVALUASI
5. RESOLUSI
6. KODA
CONTOH ABSTRAKSI
Pagi itu, waktu aku masih kecil
, aku duduk di bangku panjang di depan sebuah kelas. Sebatang pohon filicium tua yang rindang meneduhiku. Ayahku duduk disampingku memeluk pundakku dengan kedua lengannya dan tersenyum mengangguk-angguk pada setiap orang tua dan anak-anaknya yang duduk berderet-deret di bangku panjang lain di depan kami.
Hari itu ada hari yang agak penting : hari pertama masuk SD
(Laskar pelangi, 2007:1)
CONTOH ORIENTASI
Di ujung bangku-bangku panjang tadi ada sebuah pintu terbuka. Kusen pintu sudah miring karena seluruh bangunan sekolah sudah doyong seolah akan roboh.
Di mulut pintu berdiri dua orang guru
seperti para penyambut tamu dalam perhelatan.
Mereka adalah seorang bapak tua berwajah sabar, Bapak K.A. Harfan Efendy Noor, sang kepala sekolah
dan
seorang wanita muda berjilbab, Ibu N.A. Muslimah Hasfari atu Bu Mus. Seperti ayahku,
mereka berdua juga tersenyum.
Mereka menunggu dengan perasaan cemas, tegang, serta penuh harap
karena setelah beberapa jam mereka hanya mendapatkan sembilan orang murid baru. Semuanya menunggu seorang murid lagi dan berharap sekolah ini tidak dibubarkan hanya karena kekurangan seorang murid lagi.

CONTOH RESOLUSI
CONTOH KOMPLIKASI
Akhirnya, setelah ditunggu-tunggu beberapa jam lamanya,
seorang murid yang diharapkan kedatangannya tak kunjung datang juga.
Tampak kegelisahan yang terpancar dari wajah cantik ibu guru satu ini. Begitu pula Pak Mus yang sangat antusias menunggu datangnya seorang lagi.

Sampai akhirnya, dengan rasa penyesalan dan kekecewaan yang teramat dalam,
akhirnya sekolah SD Muhamadiyah ini diputuskan untuk ditutup. Raut wajah Ibu Mus terlihat sangat kecewa, dan tanpa terasa beliau meneteskan air mata.
Pak Mus telah memutuskan untuk membacakan pidato penutupan pada sekolah ini. Para murid yang hanya bejumlah sembilah inipun merasakan hal yang sama dengan perasaan yang dirasakan oleh Ibu Mus dan Pak Harfan.


CONTOH EVALUASI
CONTOH KODA

Keajaiban terjadi lagi karena
Lintang berhasil memperoleh piagam karena ia telah memenangkan lomba mata pelajaran dan artinya SD SMP Muhamadiyah telah memiliki 2 prestasi, setelah sebelumnya Mahar pada saat karnaval di sekolah SD PN Timah, Maharlah yang dipercayakan sebagai pemimpin kelompok
. Karena Maharlah sekolah ini mendapat piala pertamanya setelah bertahun-tahun didirikan. Dan Ketujuh laskar pelangi lainnya yang sangat membanggakan.
Meskipun awal tahun 90-an sekolah Muhamaddiyah itu akhirnya ditutup karena sama sekali sudah tidak bisa membiayai diri sendiri
tapi semangat, integritas, keluruhan budi, dan ketekunan yang diajarkan Pak Harfan dan Bu Muslimah tetap hidup dalam hati para laskar pelangi.
Akhirnya kedua guru itu bisa berbangga karena diantara sebelas orang
anggota laskar pelangi sekarang ada yang menjadi wakil rakyat, ada yang menjadi research and development manager di salah satu perusahaan multi nasional paling penting di negeri ini, ada yang mendapatkan bea siswa international kemudian melakukan researsh di University de Paris, Sorbonne dan lulus S2 dengan predikat with distinction dari sebuah universitas terkemuka di Inggris.
Semua itu,
buah dari pendidikan akhlak dan kecintaan intelektual yang ditanamkan oleh Bu Mus dan Pak Harfan.
Kedua orang hebat yang mungkin bahkan belum pernah keluar dari pulau mereka sendiri di ujung paling Selatan Sumatera sana.

MENCARI KUTIPAN DAN MAKNA IDIOM
Contoh:
Senyum Bu Mus adalah
senyum getir
yang dipaksakan karena tampak jelas beliau sedang cemas (LP,2007:2)

makna
: senyum yang lahir dari rasa hati yang kecewa
MEMBANGUN TEKS CERITA FIKSI DALAM NOVEL
MENGEVALUASI STRUKTUR TEKS CERITA FIKSI DALAM NOVEL
MENCARI KUTIPAN DARI NOVEL DAN MENENTUKAN GAYA BAHASA
'LASKAR PELANGI'
Ibu Muslimah yang beberapa menit lalu sembap, gelisah, dan coreng-moreng, kini
menjelma
menjadi sekuntum
crinum gigantium.
Gaya bahasa : Metafora (majas yang mengungkapkan ungkapan secara tidak langsung berupa perbandingan analogis)
MENCARI BAHASA ASING YANG MEMILIKI PADANAN KATA BAHASA INDONESIA
CONTOH :
KUTIPAN : hasil akhirnya adalah sebuah drama seru pertarungan massal antara manusia melawan binatang dalam alam Afrika yang liar, sebuah karya yang memukau,
master piece
Mahar.
master piece :
karya kebanggaan
MENEMUKAN PENGGUNAAN BAHASA DAERAH UNTUK MEMBANGUN PERCAKAPAN
CONTOH :
Ia seperti tertimbun dagangan dan tenggelam ditengah pusaran barang-barang kelontong. "
kiak-kiak!
"
A Miauw memanggil ta sabar, dan Bang Sad tergopoh-gopoh menghampirinya. "
Magai di Maggara masempolinna?
"
Bahasa Melayu
MENEMUKAN PENGIMBUHAN PADA ISTILAH ASING
CONTOH :
caranya
ber
-make up
jelas memperlihatkan dirinya sedang bertempur mati-matian melawan usia...
MENCARI KATA SAPAAN DALAM SEBUAH KOMUNIKASI
CONTOH :
Kata sapaan : Pamanda
Orang yang dituju : adik laki-laki dari orangtua
Kutipan : "Baru sembilan orang, Pamanda Guru..." ucap Bu Mus bergetar sekali lagi.
MENGINTERPERTASI FUNGSI SOSIAL TEKS CERITA FIKSI DALAM NOVEL
CONTOH :
Kehidupan yang kontras terjadi di darah Belitung yang digambarkan dalam novel : didaerah Belitung
kehidupan rumah tangga kebanyakan mempunyai anak yang cukup banyak
karena mereka menyalahkan pemerintah yang tidak menyediakan hiburan dimalam hari sehingga mereka mempunyai kegiatan lain yaitu membuat anak uang menyebabkan kemiskinan itu terjadi karena kehidupannya yang sudah susah ditambah dengan banyaknya anak.
CONTOH :
Kemiskinan yang diceritakan dalam novel juga digambarkan oleh
kualitas kesehatan yang dikampungnya tersebut pernah dilanda wabah kolera
pada tahun 1986
menyebabkan korban
karena obat-obatan terlambat datang, serta digambarkan rendahnya tingkat pendidika penduduk yang dikampung tersebut tidak ada sekolah tingkat SMP dan SMA.
Tema : Pendidikan
ALUR : MAJU
TOKOH UTAMA : BUDI
PENOKOHAN PENDAMPING :
Budi : Jujur, Pintar, sederhana, kerja keras, siswa SMA berumur, tegas, manis, sopan.
Reyon : Kaya, foya-foya, tinggi, ganteng, jahat, pemalas
Bu Ani : Tegas, adil, cantik, muda, pintar
Lusi : Teman Budi, satu kelas, sahabat Budi
Iya
a. Apakah tokoh utama rekaan kalian mencoba untuk menunaikan dan menuntaskan ?
b. Langkah apa yang perlu dimainkan oleh tokoh tersebut?

Budi
: menumpas kecurangannya
Bu Ani
: mengadili pertengkaran dan kecurangan atas izin kepala sekolah
Lusi
: Menyuport Budi
Reyon
: Melakukan kecurangan
Apa persoalan yang diangkat?
KECURANGAN DALAM UJIAN
Bagaimana konflik ini dibangun dalam jalinan cerita?
Konflik ini dapat dibangun ketika dimulai menunjukkan perbedaan sifat Budi dengan Reyon yang kemudian Rayon berbuat curang terhadap yang lain-lain.
Apakah tokoh utama yang kalian bangun akan menjadi tokoh dengan penokoh yang berbeda di akhir cerita?
Tidak
MENULIS TEKS CERITA SESUAI DAN TEMA, ALUR, SERTA TOKOH DAN PENOKOHAN SESUAI DENGAN STRUKTUR TEKS CERITA FIKSI
ABSTRAKSI
Di pagi ini aku melihat begitu macet jalannya Jakarta yang penuh dengan kendaraan berlalu lalang kesana kemari bersekolah bekerja dan berurusan yang lain. Sesampainya di sekolah yang kucintai ini aku langsung masuk ke dalam kelas
ORIENTASI
Perkenalkan namaku Budi, aku senang sekali belajar, umurku tujuh belas tahun. "Budi... Duduklah sini denganku", sapa Lusi. Lusi ini sahabatku, dia cantik, baik pula. aku tersenyum dan berjalan ke arahnya, tiba-tiba dari belakang, teman satu kelas menabrakku. Emosi rasanya tapi aku mampu mengendalikan emosiku, cukup aku lihat saja. Ya, ia menabrakku, ia adalah Reyon, anak kece yang kaya dan famous. Aku segera berjalan ke arah Lusi dan tersenyum kepadanya. "Kring-kring-kring-kring" bel berbunyi. Beberapa menit kemudian terdengar suara sepatu yang berjalan menuju semakin dekat. "Assalamualaikum anak anak, selamat pagi", sapanya. Ia adalah Bu Ani, guru cantik yang tegas, adil dan masih muda pula. "Waalaikumsalam Bu", serentak anak-anak. Pelajaran dimulai.
KOMPLIKASI
"kring-kring-kring-kring", bel kembali berbunyi, tandanya sekolah hari ini berakhir dan saatnya pulang tepatnya pukul 3 sore. "Sudah cukup pelajaran hari ini, besok kalian ulangan bab 1, kalian harus mendapatkan nilai bagus, untuk itu kalian harus belajar. Baiklah saya akhiri Wassalamualaikum", salam Bu Ani dengan bergerak ke arah keluar kelas. "Waalaikumsalam", jawab anak-anak.
EVALUASI
Keesokan harinya ketika aku duduk di bangkuku sambil beljar dan membaca buku. Tiba-tiba Reyon yang baru datang berjalan ke arahku dengan menggebrak buku yang kubaca. Aku terkejut "Buat apa belajar loe? gak ngefek!! Udah pasti gue yang bagus nilainya", cemooh Reyon. "setidaknya, aku telah berusaha", jawabku. "kring-kring-kring-kring", bunyi bel tanda pelajaran dimulai. "Assalamualaikum", sapa Bu Ani pagi ini. "masukkan semua buku, yang ada hanya alat tulis, aku harap klian tidak curang, sportif dan kerjakan sendiri", jelas Bu Ani sambil membagikan soal.
RESOLUSI
Waktu demi waktu berlalu. Suasana sepi dan sunyi. begitupun aku mengerjakan dengan serius dan teliti. Tiba-tiba Bu Ani mendekat tepat di belakang Reyon dan melihat Reyon menyontek dari HP yang ia sembunyikan di kantong celananya. "Reyon, saya sudah bilang sportif dan jujur, lalu apa ini?", tegur Bu Ani sambil menunjukkan HP milik Reyon. "Ma.. Maaf Bu.. Sa.. Saya..", jawab Reyon. "Baiklah, karena kamu sudah melanggar peraturan ujian hari ini, kamu keluar dan tidak bisa mengikuti ujian hari ini", kata Bu Ani menghukum.Reyon pun segera kaluar kelas dengan hati dan wajah menyesal.
KODA
Esoknya Bu Ani mengumumkan hasil ujian, terlihat di kertas print yang ditempel di papan pengumuman. Namaku berada di nomor satu. Aku mendapat nilai paling tinggi di kelas. Bekerja keras dan berusaha adalah cara jika kamu ingin mendapat hasil yang baik.
MENYUNTING TEKS CERITA FIKSI DALAM NOVEL
"Sedih"
Reyon berjalan keluar kelas dengan menundukkan kepala dan berjalan keluar dengan sangat pelan. Air matanya menggenang dimatanya dan menunjukkan wajah menyesal.
"BAHAGIA"
Aku melihat namaku ada diomor satu. Aku mendapatkan nilai paling tinggi di kelas. Aku tersenyum ketika tahu nilaiku bagus. Teman-teman dan Bu Ani mengucapkan selamat kepadaku, dan aku menjawabnya dengan tersenyum manis "terimakasih".
MEMBUAT DESKRIPSI YANG MENGGAMBARKAN SESUATU DENGAN MELIBATKAN 5 PANCA INDERA
a. Membuat paragraf dengan perincian secara visual yaitu mata (melihat)
contoh:
b. Menulis Ulang Deskripsi sebelumnya dengan menambahkan Perincian Suara
contoh
c. Menulis ulang deskripsi sebelumnya dengan menambahkan perincian Indera penciuman
contoh:
d. Menulis Ulang deskripsi sebelumnya dengan menambahkan Perincian Indera Perasa
contoh :
e. Menulis Ulang deskripsi sebelumnya dengan menambahkan Indera Peraba
f. Menulis Ulang Deskripsi sebelumnya dan Menyuntingnya
contoh :
contoh :
MEMBUAT DIALOG YANG TERJADI DI TEMPAT YANG TELAH DILUKISKAN
contoh :
“Budii... Duduklah denganku disini” sapa Lusi.
“Assalamualaikum anak-anak” sapa Bu Ani.
“Waalaikumsalam, Buuu..” serentak anak-anak.
“Sudah cukup pelajaran hari ini, besok kalian ulangan bab 1, kalian harus mendapatkan nilai bagus untuk itu kalian harus belajar” tambah Bu Ani.
“Iya Bu” serentak anak-anak.
“Baiklah saya akhiri, Wassalamualaikum” salam Bu Ani.
“Waalaikumsalam” jawab anak-anak.
“Buat apa loe belajar? Gak bakal ngefek! Udah pasti gua yang bagus nilainya” cemoh Reyon.
“setidaknya, aku telah berusaha” jawabku.
“Asslamualaikum” sapa Bu Ani pagi ini.
“Masukkan semua buku, di atas meja hanya ada alat tulis, saya harap kalian tidak curang dan jujur” jelas Bu Ani.
“Reyon, saya sudah bilang sportif dan jujur, lalu apa ini?” tegur Bu Ani sambil menunjukkan handphone milik Reyon.
“Ma..Maa.. Maaf Bu.. Sa.. sa... sayaaa” jawba terbatah-batah.
“baiklah, karena kamu melanggar peraturan ujian, kamu keluar dan tidak boleh mengikuti ujian hari ini” tegas Bu Ani.

MEMBUAT PENUTUPAN SEBUAH ADEGAN
contoh :
Waktu demi waktu berlalu. Suasana sepi dan sunyi. begitupun aku mengerjakan dengan serius dan teliti. Tiba-tiba Bu Ani mendekat tepat di belakang Reyon dan melihat Reyon menyontek dari HP yang ia sembunyikan di kantong celananya. "Reyon, saya sudah bilang sportif dan jujur, lalu apa ini?", tegur Bu Ani sambil menunjukkan HP milik Reyon. "Ma.. Maaf Bu.. Sa.. Saya..", jawab Reyon. "Baiklah, karena kamu sudah melanggar peraturan ujian hari ini, kamu keluar dan tidak bisa mengikuti ujian hari ini", kata Bu Ani menghukum.Reyon pun segera kaluar kelas dengan hati dan wajah menyesal.
MENGABSTRAKSI TEKS CERITA FIKSI DALAM NOVEL
"Gadis Kecil dan Do'anya"
MEMPRODUKSI TEKS CERITA FIKSI DALAM NOVEL (HASIL PENYUNTINGAN)
contoh :
Di pagi ini aku melihat begitu macet jalannya Jakarta yang penuh dengan kendaraan berlalu lalang kesana kemari bersekolah bekerja dan berurusan yang lain. Sesampainya di sekolah yang kucintai ini aku langsung masuk ke dalam kelas.Perkenalkan namaku Budi, aku seka sekali belajar, umurku tujuh belas tahun. "Budi... Duduklah sini denganku", sapa Lusi. Lusi ini sahabatku, dia cantik, baik pula. aku tersenyum dan berjalan ke arahnya, tiba-tiba dari belakang, teman satu kelas menabrakku. Emosi rasanya tapi aku mampu mengendalikan emosiku, cukup aku lihat saja. Ya, ia menabrakku, ia adalah Reyon, anak kece yang kaya dan famous. Aku segera berjalan ke arah Lusi dan tersenyum kepadanya. "Kring-kring-kring-kring" bel berbunyi. Beberapa menit kemudian terdengar suara sepatu yang berjalan menuju semakin dekat. "Assalamualaikum anak anak, selamat pagi", sapanya. Ia adalah Bu Ani, guru cantik yang tegas, adil dan masih muda pula. "Waalaikumsalam Bu", serentak anak-anak. Pelajaran dimulai."kring-kring-kring-kring", bel kembali berbunyi, tandanya sekolah hari ini berakhir dan saatnya pulang tepatnya pukul 3 sore. "Sudah cukup pelajaran hari ini, besok kalian ulangan bab 1, kalian harus mendapatkan nilai bagus, untuk itu kalian harus belajar. Baiklah saya akhiri Wassalamualaikum", salam Bu Ani dengan bergerak ke arah keluar kelas. "Waalaikumsalam", jawab anak-anak.Keesokan harinya ketika aku duduk di bangkuku sambil beljar dan membaca buku. Tiba-tiba Reyon yang baru datang berjalan ke arahku dengan menggebrak buku yang kubaca. Aku terkejut "Buat apa belajar loe? gak ngefek!! Udah pasti gue yang bagus nilainya", cemooh Reyon. "setidaknya, aku telah berusaha", jawabku. "kring-kring-kring-kring", bunyi bel tanda pelajaran dimulai. "Assalamualaikum", sapa Bu Ani pagi ini. "masukkan semua buku, yang ada hanya alat tulis, aku harap klian tidak curang, sportif dan kerjakan sendiri", jelas Bu Ani sambil membagikan soal.Waktu demi waktu berlalu. Suasana sepi dan sunyi. begitupun aku mengerjakan dengan serius dan teliti. Tiba-tiba Bu Ani mendekat tepat di belakang Reyon dan melihat Reyon menyontek dari HP yang ia sembunyikan di kantong celananya. "Reyon, saya sudah bilang sportif dan jujur, lalu apa ini?", tegur Bu Ani sambil menunjukkan HP milik Reyon. "Ma.. Maaf Bu.. Sa.. Saya..", jawab Reyon. "Baiklah, karena kamu sudah melanggar peraturan ujian hari ini, kamu keluar dan tidak bisa mengikuti ujian hari ini", kata Bu Ani menghukum.Reyon pun segera kaluar kelas dengan hati dan wajah menyesal. Esoknya Bu Ani mengumumkan hasil ujian, terlihat di kertas print yang ditempel di papan pengumuman. Namaku berada di nomor satu. Aku mendapat nilai paling tinggi di kelas. Bekerja keras dan berusaha adalah cara jika kamu ingin mendapat hasil yang baik.
MENGONVERSI TEKS CERITA FIKSI DALAM NOVEL
PANTUN
Ketika itu Rara melihat temannya berbaring sakit dengan infus ditangannya. Rara melihat dengan mata menggenang air mata namun Rara kuat dan menahan untuk tidak jatuh. Rara ingat yang selalu ibunya katakan agar selalu berdo'a kepada Allah. Ibunya pun meyakinkan pada Rara Allah pasti mengabulkan do'a. Dan saat ini Rara ingin berdo'a untuk temannya itu.
Pohon beringin yang rindang telah menghiasi sekolah, terlihat dari jauh warga sekolah saling menyapa.
Terdengar suara air mancur, warga sekolah mengobrol dan bel berbunyi.
Aku menghirup udara yang segar karena pohon yang tertanam.
Aku merasa sekolahku bersih karena ku sentuh bangku tidak berdebu.
Namun suhunya tetap sama, panas.
Pohon beringin yang rindang telah menghiasi sekolah, terlihat dari jauh warga sekolah saling menyapa. Terdengar suara air, warga sekolah mengobrol. Dan bel berbunyi. Aku menghirup udara yang segar karena pohon yang tertanam. Namun suhunya tetap sama, panas.
Puisi lama
Penyampaian Inspirasi
untuk suatu acara
Contoh :
Berusaha mencapai perubahan
Walaupun sekeras batu
Semangat rebut pendidikan
Demi meloncati nasibku
Diksi
Bahasa Kiasan :
Imaji / Taktil
Rima / Sajak
Bukti Dalam Novel
Ayahnya telah melepaskan belut licin itu, dan anaknya baru saja meloncati nasib, merebut pendidikan.
Tahun ini beliau menginginkan perubahan dan ia memutuskan anak laki-laki tertuanya, Lintang, tak akan menjadi sepertinya.
Di Belitung hidupnya susah dan miskin
a-b-a-b
(an - u - an - u)

Dirasa
--> merasakan semangat
Sekeras batu
--> kehidupan yang amat sangat rumit
Meloncati nasib
--> Merubah nasib lebih baik
Usaha
--> Sesuatu yang dilakukan untuk mencapai tujuan
SEKIAN DARI KAMI
TERIMAKASIH
Epilog
CERITA FIKSI SEBAGAI PENUANGAN IDE
Saat aku terlahir di dunia ini
, ayahku pernah bercerita bahwa ia mendengar suara tangisku yang menjerit begitu keras. Dokter dan suster yang ikut membantu proses kelahiranku pun begitu bingung karena aku tidak berhenti menangis meski mereka sudah menimang dan menghiburku dengan berbagai cara. Awalnya, aku tidak mengerti mengapa aku terus menangis dan tidak bisa dihentikan oleh siapapun. Suster yang bingung kemudian menyarankan dokter untuk meminta ayah yang sedang berada di ruang tunggu untuk melihatku.
"Maaf Pak mengganggu, bayi cantik ini akan diberi nama siapa?" tanya suster itu pada ayah. "Angel! Berikan nama dia Angel", kata Ayah.
Angel. Itulah namaku.
Setelah
dua bulan lamanya
hidup dalam
inkubator,
akhirnya aku diperbolehkan untuk pulang. (...). Untuk membuatku
tetap ceria
, ayah memberikanku banyak mainan.
SD Muhammadiyah tidak jadi tutup karena kemudian keadaan ini terselamatkan oleh kedatangan Harun yang menjadi murid yang ke-10 di sekolah itu
Namun tiba-tiba, pada waktu Pak Mus hendak menyiapkan diri untuk membacakan pidato tanda sekolah ini akan ditutup dan semua murid telah putus harapannya untuk dapat menuntut ilmu,
terlihat seorang murid dengan sedikit mengalami kelatarbelakangan berlari-lari dengan gembiranya dan di tepat di belakangnya seorang Ibu mengikuti langkahnya dengan sabar.
Seorang ibu itu berkata kepada Pak Harfan dan Ibu Mus bahwa
ia akan menyekolahkan anaknya yang benama Harun itu dengan perasaan berharap anaknya mampu diterima di SD Muhamadiyah tersebut.
Kontan kehadiran Harun dan Ibunya tersebut membuat semua yang hadir, begitu juga dengan Pak Harfan dan Bu Mus sangat bahagia.
Mereka semua menyambut Harun dengan perasaan haru dan sukacita.
Lagi-lagi Bu Mus meneteskan air mata untuk yang kedua kalinya, namun berbeda dengan yang pertama kali tadi, sekarang Bu Mus sangat bahagia dan sangat lega sekolah yang bernama SD Muhamadiyah ini tak jadi ditutup berkat kehadiran Harun. Pak Harfan pun akhirnya membacakan pidato penyambutan bagi kesepuluh murid barunya.
Dari sanalah akhirnya di mulai cerita kesepuluh murid baru.
MEMPRODUKSI TEKS CERITA FIKSI DALAM NOVEL
(hal ini akan menjadi konflik utama dalam cerita)
Dunia remaja. Sebuah dunia yang terkesan identik dengan hura-hura, pesta, pacaran dan rasa ingin tahu yang besar dari anak-anak labil yang berusaha mencari jati dirinya.

Hal itu pulalah yang dialami Pevita. Gadis manis yang mulai memasuki masa peralihan dari masa SMP menuju masa SMA .
Masa putih abu-abu yang banyak cerita berkesan namun tak bisa terulang, kata orang.

Pevita, gadis polos nan lugu namun cerdas dan ramah. Ia hidup dilingkungan yang penuh kasih dengan sayang. Statusnya sebagai anak tunggal dari keluarga kaya justru membuatnya mendapat limpahan kasih sayang dari kedua orangtuanya
.
Namun, hidupnya berubah sejak ia mengenal sosok Egi.
Pemuda misterius dan dingin layaknya "Ice Prince" yang sering membuat masalah di sekolah.
Dan ternyata ada rahasia pelik yg disimpan oleh sosok Egi. Dan akan merubah semuanya, termasuk jalan hidup Pevita.

*****
cerpen semanis senyum Pevita
oleh : Putri Santi
ket :
Pembuka
Perkenalan Tokoh
Konflik
sebuah prosa naratif yang
bersifat imajiner,
meskipun imajiner sebuah karya fiksi tetaplah masuk akal dan mengandung kebenaran yang dapat mendramatisirkan hubungan-hubungan antar manusia.
Dahulu
Fathima juga telah melakukan kesalahan yang sama seperti sekarang.
Ayahnya Reggy menjalani pengobatan di rumah sakit,
beliau
mengidap penyakit diabetes
Full transcript