Loading presentation...
Prezi is an interactive zooming presentation

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Indikator Kinerja Perawat di Rumah Sakit

No description
by

Arief Yanto

on 20 May 2014

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Indikator Kinerja Perawat di Rumah Sakit

Indikator Kinerja Perawat di Rumah Sakit
Pendahuluan
Kinerja
Kata kinerja (performance) dalam konteks tugas, sama dengan prestasi kerja. Para pakar banyak memberikan definisi tentang kinerja secara umum
Indikator
Indikator adalah variabel yang mengindikasikan atau menunjukkan satu kecenderungan situasi, yang dapat dipergunakan untuk mengukur perubahan
Kesimpulan
Mengukur kinerja perawat dg menggunakan indikator kinerja klinis merupakan suatu langkah yg mempunyai keuntungan ganda. Pertama, cara ini akan memberikan kesempatan bagi staf perawat utk melakukan "
self assessment
“ sehingga dpt mengetahui tingkat kemampuannya, dan berusaha utk memperbaikinya
Manajemen Pelayanan Kesehatan
Arief Yanto
Kelompok 2
Emi Eliya
Anita Lufianti
Windyastuti
Kumala Sari
Rista Apriana
Arifin Dwi A
UU RI No 36 Thn 2009 mengamanatkan bahwa dlm rangka melaksanakan upaya kesh, diperlukan SDM yg memadai.
Sumber daya kesh tersebut meliputi tenaga kesehatan yg bertugas menyelenggarakan/ melakukan kegiatan kesehatan sesuai dg bidang keahlian dan status kewenangan tenaga kesh yg bersangkutan
Di Indonesia,
perawat profesional
baru mencapai 2% dari total perawat yang ada.
Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan dengan Filipina yang sudah mencapai 40% dengan pendidikan strata satu dan dua.
Peraturan yang berkaitan
Pasal 22
1. Tenaga kesehatan harus memiliki kualifikasi minimum.

2. Ketentuan mengenai kualifikasi minimum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan Peraturan Menteri
Pasal 27 ayat 2
Tenaga kesehatan dalam melaksanakan tugasnya berkewajiban mengembangkan dan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki
Permenkes No 161 Tahun 2010
Tentang Registrasi Tenaga Kesehatan
UU No 36 Tahun 2009
Tentang Kesehatan
Pasal 1
Fenomena
Hasil:
70% perawat selama 3 thn terakhir
tdk pernah mengikuti pelatihan
, 39,8% masih
melakukan tugas-tugas kebersihan
, 47,4% perawat

tdk memiliki uraian tugas
dan belum dikembangkan monitoring dan evaluasi kinerja perawat khususnya mengenai keterampilan, sikap, kedisiplinan dan motivasi kerjanya
Penelitian yg dilakukan oleh Direktorat Kep DepKesh RI bekerjasama dg World Health Organization (WHO) Provinsi Kaltim, Sumut, Sulut, Jabar dan Jakarta
Komponen Kinerja
Kompetensi
berarti individu atau organisasi memiliki kemampuan untuk mengidentifikasikan tingkat kinerjanya.
Produktifitas
: kompetensi tersebut diatas dapat diterjemahkan kedalam tindakan atau kegiatan-kegiatan yang tepat untuk mencapai hasil kinerja (outcome).
Faktor yang berpengaruh terhadap Kinerja
Menurut Gibson
Faktor Individu
kemampuan, ketrampilan, latar belakang kelg, pengalaman tingkat sosial dan demografi seseorang
Faktor Psikologis
Persepsi, peran, sikap, kepribadian, motivasi dan kepuasan kerja
Faktor Organisasi
struktur organisasi, desain pekerjaan, kepemimpinan, sistem penghargaan
(reward system)
Indikator Input
merujuk pada sumber-sumber yang diperlukan untuk melaksanakan aktivitas
Indikator Proses
memonitor tugas atau kegiatan yang dilaksanakan
Indikator Output
mengukur hasil meliputi cakupan, termasuk pengetahuan, sikap, dan perubahan perilaku yang dihasilkan oleh tindakan yang dilakukan. Indikator ini juga disebut
indicator effect
Indikator Outcome
dipergunakan untuk menilai perubahan atau dampak (
impact
) suatu program
Klasifikasi Indikator
Indikator Kinerja Klinik
Input
1. Perawat memiliki sertifikat ketrampilan
2. Ketepatan jumlah dan jenis perawat
3. Bersertifikat ATLS, PPGD, BTCLS (IGD)
4. Mengikuti pelatihan teknis minimal 20 jam pertahun
Proses
1. Ketepatan waktu pelayanan
2. Time respons pelayanan
3. Time motion pelayanan
4. Pelayanan sesuai protab dan standar
5. Tidak adanya eror
Output
Jumlah pasien yang dilayani
Outcome
Kepuasan pasien terhadap perawat
Benefit
Besaran pendapatan yang dihasilkan oleh kelompok perawat
Impact
Tidak adanya tuntutan terhadap perawat
Peningkatan kemampuan dan produktifitas individu-individu akan memberikan kontribusi peningkatan mutu pelayanan pada organisasinya yang bermuara pada kepuasan pasien dan staf
Kesimpulan
Saran
Perawat
Perawat dapat meningkatkan kinerja keperawatan di rumah sakit dengan mengikuti diklat, pelatihan
Rumah Sakit
Rumah sakit dapat melakukan evaluasi terhadap kinerja perawat pada periode waktu tertentu dalam rangka meningkatkan kinerja perawat di tatanan klinis
Terima Kasih
atas
Perhatiannya
Full transcript