Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Phytoplankton Air Tawar

Kel.5 Planktonologi FPIK UNPAD '12
by

taras bulba

on 10 April 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Phytoplankton Air Tawar

Phytoplankton
Perairan Tawar Klasifikasi
Fitoplankton I. Filum Chlorophyta
(green algae) Kelompok 5 : Khalis Dwi (230210120064)
Retno Kusuma N (230210120049)
Aris Nuryana (230210120068)
Selvita Nurani S (230210120060)
Aizzah Huriatul Haq (230210120048)
Mohammad Iqbal (230210120058)
Syarifah Leila (230210120065) A. Ordo Volvococales I. Family polyblepharidaceae
Contoh : Pollybleparides sp, Pyromimonas sp

II. Family clamidomonadaceae
Contoh : Clamydomonas sp

iii. Family phicotacae
Contoh : Phocatus sp, Pteromonas sp

IV. Family volvocaceae
Contoh : Volvox sp, Audorina sp

V. Family spondylomoraceae
Contoh : Spondylomorum sp, Pyrobotrys sp B. Ordo Chlorococales I.Family Chlorococcaceae
Contoh : Chlorococcum sp, Neochloris sp

II.Family Oocystaceae
Contoh : Chlorella sp, Oocystis sp

III.Family Palmellaceae
Contoh : Palmella sp, Sphaetocystis sp

IV.Family Hormotilaceae
Contoh : Tetracladus sp, Palmodictyon sp

V.Family Radiococcaceae
Contoh : Askenasyella sp VI.Family Microctiniaceae
Contoh : Acanthosphaera sp, Errerella sp

VII.Family Scenedesmaceae
Contoh : Coelastrum sp, Coronastrum sp

VIII.Family Hydrodictyaceae
contoh : Euastropsis sp, Hydrodictyon sp

IX.Family Coccomyxaceae
Contoh : Coccomyxa sp, Dactylothece sp C. Ordo Tetraspolares I. Family Gloeocystaceae
Contoh : Asterococcus sp, Gloeococcus sp

II. Family Hypnomenodaceae
Contoh : Actimochloris sp, Cholarodora sp D. Ordo Ulotrichales I. Family Ulotrichacsae
Contoh : Binuclearia sp, Chlorhormidium sp

II. Family Microsporaceae
Contoh : Microspora sp

III. Family Cylindrocopsaceae
Contoh : Cylindrocopsa sp E. Ordo Chastophorales I. Family Chlorosorttinaceae
Contoh : Chlorosarcina sp

II. Family Aphanochaetaaceae
Contoh : Aphanochaete sp, Ectochaete sp

III. Family Chaetosphaeridiaceae
Conto : Corochaete sp, Oligochaetopora sp

IV. Family Coleochaetaceae
Contoh : Coleochaete sp

V. Family Dicrarochoetophera
Contoh : Dicrorochaete sp F. Ordo Trentepohliales I. Family Trsenepchlioceae
Contoh : Cephalearos sp, Phyycopokis sp G. Ordo Oedogoniales I. Family Oedogoniaceae
Contoh : Bulbochaete sp, Oedoclodium sp H. Ordo Sphaeropleactae I. Family Sphaeropleaceae
Cotoh : Sphaeroplea sp I.Ordo Siphorodadales (cladophorales) I. Family Cladophoraceae
Contoh : Basicladia sp, Chaetomorpha sp J. Ordo Zygnemataceae i.Family Zygnemataceae
Contoh : Debanya sp, Entransia sp

ii.Family Desmidiaceae
Contoh : Ancylonema sp, Amscottia sp

iii.Family Mesotaeniaceae
Contoh : Ancylonema sp, Cylindrocystis sp

iv.Family Desmidiaceae
Contoh : Allorgela sp Sub-filum charophyceae Family Characeae
Contoh : Chara sp, Nitella sp Ordo Choralis : II. Filum Cyanophyta 1.Ordo Chroococcale
1.1.Famili Croococcaceae
Contoh: Croococcus, Eucapsis

2. Ordo Pleurocapsales
Contoh: Cyanocystis Chamaesiphon dan
Pleurocapsa.

3. Ordo Oscillatoriales
3.1. Oscillatiriceae
Contoh genus : Oscillatoria, Lyngbya, Spirulina,
Athrosphira.
3.2. Nostocaceae
Contoh: Nostoc, anabaena
3.3. Rivulariaceae
Contoh: Rivularia, Gleothrichi
4. Ordo Nostocales
Contoh: Nostoc, Anabaena,
Cylindrospermum,
Aphanizomenon, Scytonema,
Gloeotrichia, dan Rivularia.

5. Ordo Stigonematales
Contoh: Stigonema, Hapalosiphon, dan
Fisherella. III. Filum Euglenophyta 1. Ordo Euglenales
1.1.Famili Euglenaceae
Contoh: Ascegiena, Cryelogena
1.2.Famili Astaciaceae
Contoh: Asiesia
1.3.Famili Peronemaceae
Contoh: Dinemo, Eniesiphon

2. Ordo Colociales
2.1 Famili Colaciaceae
Contoh: Colasium Morfologi
Fitoplankton 1 .Chlorophyta Pigmen, khlorofil a dan b, santofil, dan karoten,
Khlorofil terdapat dalam jumlah yang banyak sehingga ganggang ini berwarna hijau rumput.
Sel berinti sejati (eukaryotik) , Satu atau lebih.
Dinding sel mengandung selulose dan berlendir sehingga lingkungan jadi licin.
Hasil fotosintesis berupa amilum dan tersimpan dalam khloroplas.
Bentuk flagel isokontae, jumlah dan letak sangat bervariasi (apikal, subapikal, lateral)
Struktur tubuh bervariasi baik dalam ukuran, bentuk maupun susunanya. Hidup Kosmopolitan
a)Air Laut: Ulvales dan siphonales
b)Air tawar
c)Semiakuatik: protococcus dan
trentepotia Khloroplas berjumlah satu atau lebih, dan bentuknya sebagai berikut :

a) Bentuk mangkuk ( ex:Clamydomonas)
b) Bentuk sabuk ( ex:Ulotrix)
c) Bentuk cakram ( ex:Chara)
d) Bentuk anyaman (ex:Oedogonium)
e) Bentuk spiral (ex:Spyrogyra)
f) Bentuk bintang (ex:Zygnema)
g) Bentuk lembaran
Untuk mencakup sejumlah besar variasi tersebut, maka alga hijau dapat dikelompokkan sebagai berikut:

a. Uniseluler motil/berflagela: Chlamydomonas sp.
b. Uniseluler nonmotil/kokoid / bulat : Chlorella sp.
c. Koloni motil (sel-sel dalam koloni mempunyai flagela) Volvox sp
d. Koloni nonmotil (kokoid ): Pediastrum sp., Hydrodictyon sp.
e. Palmeloid: Tetraspora sp.
f. Dendroid: Prasinocladus sp.
g. Berbentuk filamen: bercabang: Cladophora sp.
h. Tidak bercabang: Oedogonium sp.
i. Heterotrikh: Coleochaeta sp.
j. Berbentuk helaian/lembaran yang distromatik: Ulva sp.
k. Lembaran yang monostromatik: Monostroma sp.
l. Berbentuk silinder yang beruang di tengah: Enteromorpha
m.Berbentuk sifon/spnositik: Codium sp. 2. Cyanophyta Bersifat prokariotik (inti selnya tidak diselubungi membran)

Memiliki pigmen klorofil (berwarna hijau), karotenoid (berwarna oranye) serta pigmen fikobilin yang terdiri dari fikosianin (berwarna biru) dan fikoeritin (berwarna merah). Gabungan pigmen-pigmen ini membuat warnanya hijau kebiruan.

Bersifat autotrof (dapat membuat makanan sendiri dari zat anorganik) karena memiliki klorofil.

Dinding sel mengandung peptida, hemiselulosa dan selulosa,dan mempunyai selaput berlendir.

Ganggang ini merupakan disebut makhluk hidup perintis karena dapat hidup di tempat-tempat makhluk hidup lain tidak dapat hidup.
Bentuk ganggang ini bisa uniseluler (bersel tunggal), koloni (gabungan beberapa sel) atau filamen (benang),
Contoh:

Bentuk unisel (satu sel): Chroococcus, Gloeocapsa, Anacystis

Bentuk koloni: Polycystis, Merismopedia, Nostoc, Microcystis

Bentuk filamen: Oscilatoria, Microcoleus, Anabaena, Rivularia. 3. Euglenophyta Organisme bersel tunggal dengan susunan sel eukariota

Sel tidak dibungkus oleh dinding selulosa, melainkan oleh perikel berprotein, yang berada didalam plasmalema. Pada kebanyakan Euglenoid, perikel itu bersifat lentur sehingga memungkinkan perubahan bentuk sel, tetapi pada beberapa jenis, perikel ini kaku sehingga sel memiliki bentuk tetap.

Ujung depan sel euglenoid melekuk kedalam membentuk saluran yang ujung dalamnya meluas menjadi rongga membulat membentuk reservoar. Saluran dan reservoar itu walaupun dianggap sebagai terusan tempat partikel makanan padat masuk kedalam sel. Beberapa euglenoid berfotosintesis dan yang lain tidak. Anggota-anggota yang berpigmen memiliki kloroplas yang berisi klorofil a dan b. Hasil fotosintesis disimpan sebagai paramilon, sebuah polimer glukosa yang berbentuk butiran dalam sitoplasma.

Pada dasarnya euglenoid memiliki dua buah flagel tipe cambuk berjumbai, dengan tonjolan lateral yang berupa bulu yang terletak pada satu barisan sepanjang flagel.

Perkembangbiakan seksualnya mungkin tidak terjadi atau jika ada jarag sekali terjadi. Reproduksi
Fitoplankton Reproduksi
Chlorophyta
Secara vegetatif perkembangbiakan dilakukan dengan cara fragmentasi tubuhnya dan pembelahan sel, serta pembentukan sporik yaitu dengan membentuk:
•Aplanospora, yaitu spora yang tidak dapat bergerak, contoh: chlamydomonas
•Planospora, yaitu spora yang dapat bergerak 1. Secara Vegetatif 2. Konjugasi Yaitu penggabungan sel protoplas tumbuhan I ke tumbuhan II. Contoh: spyrogira.
Konjugasi ada 3 yaitu:
•Konjugasi bentuk tangga (skalariform), yaitu pertemuan 2 protoplas di saluran konjugasi. Contoh: spyrogira.
•Konjugasi bentuk lateral, yaitu perkawinan antara 2 protoplas yang saling berlekatan yang berasal dari satu filament. Contoh: zygnema
•Konjugasi silang yaitu perkawinan antara 2 protoplas yang tanpa saluran konjugasi. Contoh: mougeotia dan zygnema 3. Secara Seksual • Isogami yaitu: gamet yang bentuk dan ukurannya sama (belum dapat dibedakan mana jantan dan betina). Contoh: gonium, ulva.
• Anisogami : gamet yang bentuk dan ukurannya tidak sama (gamet yang bentuk dan ukurannya tidak sama). Contoh: codium, bryopsis.
• Oogami yaitu jenis anisogami dengan gamet jantan yang aktif (gametangium oogonium, dan gametangium spermatid). Contoh: volvox dan oedogonium.
Berdasarkan sel gamet, perkembangbiakan dibedakan menjadi:
Heterotalik, yaitu perkembangbiakan yang berasal dari dua talus yang berbeda. Contoh: spyrogira.
Homotalik, yaitu perkembangbiakan yang berasal dari satu talus. Contoh: zygnema. Reproduksi
Cyanophyta 1. Pembelahan sel Melalui cara ini sel dapat langsung terpisah atau tetap bergabung membentuk koloni, misalnya Gloeocapsa. 2. Fragmentasi Fragmentasi terutama pada ganggang yang berbentuk filament , misalnya : Oscillatoria.
Pada filament yang panjang , bila salah satu selnya mati, maka sel mati itu membagi filament menjadi dua atau lebih . masing – masing potongan disebut hormogonium. Bila hormogonium terlepas dari filament induk maka akan menjadi individu baru. 3. Spora Pada keadaan yang kurang menguntungkan akan terbentuk spora yang sebenarnya merupakan sel vegetative, spora ini membesar dan tebal karena penimbunan zat makanan. Ganggang hijau biru dapat bergerak dengan gerakan meluncur, tetapi gerakan ini sangat lambat, kira – kira 250 mikrometer permenit. 4. Akineta Vegetatif sel yg membesar dan berisi makanan cadangan, setelah waktu tertentu berkembang menjadi trichome baru. Reproduksi
Euglenophyta 1. Aseksual 2.Seksual Dengan pembelahan sel, baik waktu sedang aktif bergerak atau dalam keadaan istirahat. Pada genera yang mempunyai lorika (pembungkus sel) protoplast membelah di dalam lorika, kemudian salah satu anak protoplast keluar dari lorikanya dan membentuk lorika baru, sedangkan yang satu tetap di dalam lorika lamanya dan tumbuh menjadi sel baru. Pada sel yang bergerak aktif, pembelahan memanjang sel (longitudinal) dan dimulai dari ujung anterior. Pada genera yang mempunyai satu flagella, mula-mula blepharoplast membelah menjadi dua, satu membawa flagellanya an satu lagi akan menghasilkan flagella baru. Pada yang mempunyai dua flagella, dapat terjadi salah satu sel anakan membawa dua flagell lamanya dan sel anakan yang lain akan menghasilkan dua flagel baru atau dapat terjadi masing-masing sel anakan membawa satu flagella dan kemudian masing-masing menghasilkan satu flagella lagi. Pembelahan sel pada yang tidak bergerak aktif dapat berlangsung dalam keadaan dibungkus oleh selaput lender. Kadang-kadang protoplast anakan tidak keluar dari selaput pembungkusnya sebelum membelah lagi. Akan terbentuknya koloni yang tidak permanen, yang pada waktu tertentu selnya akan bergerak aktif kembali. Pada banyak genera dijumpai bentuk berupa siste berdinding tebal. Bentuk siste ada yang menyerupai sel vegetatifya, tetapi kebanyakan bentuknya berbeda, bulat atau polygonal. Protoplast dapat menghasilkan sangat banyak euglenarhodone, sehingga berwarna sangat merah. Biasanya sistem berkecambah dengan keluarnya protoplast dari dalam dinding yang tebal an tumbuh menjadi sel yang baru yang bergerak aktif. Adanya kenjugasi/penggabungan sel vegetative pernah dijumpai pada beberapa euglenoid, tetapi kasus ini masih sangat langka. Autogami (penggabungan dua inti anakan dalam sel), pernah dijumpai pada Phacus. Ada beberapa contoh, yaitu Genera : Cryptomonas (hijau)

Chilomonas (tidak berwarna) Euglena (berwarna hijau)

Astasia (tidak berwarna) Pyramimonas geldicola Clamydomonas sp Pyrobotrys sp Chlorococcum sp Oocystis sp Palmodictyon sp Hydrodictyon sp Asterococcus sp Binuclearia sp Microspora sp Croococcus Eucapsis Morfologi
Chlorophyta Bentuk Unisel Koloni Cyanophyta Bentuk Filamen Heterocyst dan Akinet Ganggang hijau biru yang berbentuk filamen dapat juga membentuk spora berdinding tebal yang resisten terhadap panas dan pengeringan dan dapak memfiksasi/mengikat N (nitrogen) yaitu heterokist. Selain heterokist ada juga bagian spora yang membesar berisi cadangan makanan yang disebut akinet. Penampakan Euglenophyta Contoh Reproduksi : Reproduksi
Chlamidomonas Reproduksi
Volvox Reproduksi
Spirogyra Terimakasih..
Full transcript