Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Phylum Arthropoda

Biologi _ X-Indo _ IISY _ 2013
by

nathaya nagin

on 6 June 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Phylum Arthropoda

PHYLUM ARTHROPODA BIOLOGI Kelas X SMA

by: Nabila Ghina Athaya
(Nathaya Nagin 27 \m/) Crustacea
(Udang-udangan) Insecta
(Serangga) Ciri-ciri Subkelas Apterygota Sistem Organ Crustacea Subkelas Malacostraca
(udang tingkat tinggi) Subkelas Entomostraca
(udang tingkat rendah) Ciri-ciri Pengertian Ciri-ciri Umum
Arthropoda Klasifikasi Kelas untuk
Arthropoda Sekilas Tentang
Arthropoda Arthropoda berasal dari kata arthron yang berarti ruas, dan podos yang berarti kaki. Jadi Arthropoda dapat diartikan hewan yang kakinya beruas-ruas. Merupakan hewan kelompok terbesar dalam arti jumlah spesies maupun penyebarannya. Hampir 90% dari seluruh jenis hewan yang diketahui orang adalah Arthropoda. Crustacea atau Udang-udangan
Insecta atau serangga (Hexapoda)
Myriapoda atau lipan (kaki seribu)
Arachnida atau laba-laba 1) Tubuh beruas-ruas yang terbagi atas kepala (caput), dada (thoraks), dan badan belakang (abdomen). Beberapa diantaranya ada yang memiliki kepala dan dada yang bersatu (cephalothoraks).
2) Bentuk tubuh simetris bilateral & rangka luar tersusun atas zat kitin
3) Sifat hidup ada yang parasit, heterotropik, dan hidup secara bebas
4) Sistem peredaran darah terbuka (sistem lakuner) dan alat peredarannya berupa jantung dan pembuluh-pembuluh darah terbuka Tubuhya terdiri atas cephalothoraks
Cara perkembangbiakannya dengan telur hasil pembuahan yang menetas menjadi larva yang disebut Nauplius
Bernafasnya dengan insang berbentuk bulu-bulu halus
Hewan ini tidak berwarna. Merupakan mikroorganisme.
Hidupnya sebagai plankton yang dapat bergerak bebas.
Hewan ini tidak memiliki insang sehingga bernafas dengan seluruh permukaan tubuhnya. Sistem pernapasannya berupa insang kecuali yang bertubuh sangat kecil dengan seluruh permukaan tubuh
Sistem pencernaan terdiri atas 3 bagian yaitu: tembolok untuk menampung makanan, lambung otot (ampela), dan lambung kelenjar.
Sistem reproduksinya diesis (berkelamin satu). Pembuahan terjadi secara eksternal. Telur menetas menjadi larva yang sangat kecil, berkaki tiga pasang dan bersilia.
Susunan saraf Crustacea adalah tangga tali. Ganglion otak berhubungan dengan alat indera yaitu antena (alat peraba), statocyst (alat keseimbangan) dan mata majemuk (facet) yang bertangkai.
Sistem peredaran darah Crustacea disebut peredaran darah terbuka. Artinya darah beredar tanpa melalui pembuluh darah. Darah tidak mengandung hemoglobin, melainkan hemosianin yang daya ikatnya terhadap O2 (oksigen) rendah. Sebagian anggotanya hidup di darat dan sebagian kecil saja yang hidup di air tawar. Jarang sekali hewan ini yang hidup di dalam air laut.
Ukuran tubuhnya bervariasi, ada yang bersifat mikroskopis sampai ada yang beberapa sentimeter panjangnya.
Tubuhnya terdiri atas caput (kepala), thoraks (dada), dan abdomen (perut).
Pada kepalanya terdapat:
~ Sepasang mata faset (mata majemuk) tetapi ada yang bermata tunggal
~Sepasang antena sebagai alat peraba
~Empat pasang alat mulut dan mempunyai empat bentuk mulut, yaitu:
Alat mulut menggigit pada semut
Alat mulut menggigit dan menjilat pada lebah
Alat mulut mengisap pada kupu-kupu
Alat mulut menusuk dan mengisap pada nyamuk
Pada segmen pertama dari abomennya memiliki membran hympanum untuk mendengar
Hewan ini tidak mempunyai zat warna merah, tetapi ada sel darah dan pembuluh darah. Tubuh berwarna perak dan tidak memiliki sayap
Tidak mengalami metamorfosis
Thoraks dan abdomen tidak memiliki batas yang jelas. Pterygota dibedakan antara Exopterygota dan Endopterygota.
Exopterygota, memiliki sayap yang merupakan tonjolan luar dari dinding tubuh dan metamorfosisnya tidak sempurna.
Endopterygota, sayapnya berkembang dari penonjolan ke dalam dari dalam dinding dan metamorfosisnya tidak sempurna. 5) Alat pernapasan berupa trakea, insang, dan paru-paru yang merupakan lembaran (paru-paru buku)
6) Alat pencernaan makanan lengkap terdiri atas mulut, kerongkongan usus, dan anus
7) Sistem reproduksi terpisah, artinya ada hewan jantan dan ada hewan betina. Reproduksi terjadi secara seksual dan aseksual (partenogenesis dan paedogenesis)
8) Sistem saraf berupa tangga tali dan alat peraba berupa antena
9) Hidupnya di darat, air tawar dan laut. Myriapoda
(Kelabang) terbagi menjadi 3 ordo Ordo Isopoda umumnya hidup di laut, tetapi ada pula yang hidup di air tawar dan darat. Ada beberapa diantaranya yang menggerek kayu.

Ordo Stomatopoda hidup di laut. Anggotanya terdiri atas crustacea yang bentuk tubuhnya seperti belalang sembah. Di belakang kepalanya terdapat karapaks yang merupakan rangka luar. Warna tubuhnya menyolok

Ordo Decapoda meliputi udang, kepiting, dan ketam. Tiga pasang anggota gerak paling depan pada thoraksnya berubah fungsi menjadi rahang. Lima pasang anggota gerak lainnya pada thoraks menjadi kaki sehinga disebut hewan berkaki sepuluh. Kepala dan thoraksnya menjadi satu yang dilindungi oleh kaparaks.

Contoh
Oniscus asellus (rayap) [contoh ordo Isopoda]
Squilla empusa (udang belalang) [contoh ordo Stomatopoda]
Birgus latro (ketam kenari) [contoh ordo Decapoda] terbagi menjadi 4 ordo Ordo Branciopoda tubuhnya sangat kecil dan hidupnya di air tawar. Pada umumnya bertubuh pucat dan transparan.
Ordo Ostracoda hidup di air laut dan air tawar. Beberapa jenis diantaranya hidup sebagai plankton.
Ordo Copepoda merupakan ordo terbesar di Enromostraca. Hidupnya di air laut, tawar dan hidup sebagai plankton.
Ordo Cirripedia hidup di laut. Pada umumnya hidupnya melekat pada suatu tempat. Contoh:
Daphnia pulex (contoh ordo Branciopoda)
Cypris candida (contoh ordo Ostracoda)
Argulus indicus (contoh ordo Copepoda)
Sacculina (contoh ordo Cirripedia) Peran Crustacea
bagi kehidupan manusia Crustacea yg menguntungkan bagi manusia:
Sebagai bahan makanan yang berprotein tinggi, misalnya udang, lobster, dan kepiting.
Bidang Ekologi; Entomostraca yang berperan sebagai zooplankton menjadi sumber makanan misalnya anggota Branchiopoda, Ostracoda, dan Copepoda. Crustacea yg merugikan:
Merusak lambung kapal (perahu), misalnya anggota Isopoda.
Parasit pada ikan, kura-kura, dan sebagainya misalnya anggota Cirripedia dan Copepoda.
Merusak pematang sawah atau saluran irigasi, misalnya ketam. Thoraks (dada) terbagi atas 3 segmen, yaitu:
~Prothoraks (bagian depan), terdapat sepasang kaki jalan dan kadang-kadang ada sepasang sayap
~Mesothoraks (bagian tengah), terdapat sepasang kaki jalan dan kadang-kadang ada sepasang sayap
~Metathoraks (bagian belakang), terdapat sepasang kaki jalan.
Pada abdomennya biasanya terdapat 6-11 segmen, dan satu ataupun dua sayap.
Alat pencenaan makanannya terdiri atas mulut, kerongkongan, lambung depan, lambung otot, lambung kelenjar, usus, usus akhir, dan anus. Penghancuran makanan terjadi dalam lambung otot.
Pada serangga betina terdapat ovipositor yang berguna untuk menyimpan telur.
Sistem saraf tangga tali
Hewan ini mengalami metamorfosis (perubahan bentuk tubuh menuju kedewasaan) sebagai berikut:
~Metamorfosis sempurna
Contoh: kupu-kupu, lalat, dan tawon.
~Metamorfosis tidak sempurna
Contoh: jangkrik, lipas, dan belalang.
~Tidak mengalami metamorfosis
Contoh: Lepisma (kutu buku) terdapat dua ordo Ordo Thysaruna, yaitu Apterygota yang memiliki antena panjang. Contoh:
Lepisma saccharina(kutu buku)
~Mempunyai kemampuan merusak buku dan pakaian yang dikanji
~Menghasilkan enzim selulosa yang berguna untuk mengubah selulosa menjadi gula sederhana.
Ordo Collembola, hidup di tanah terutama di hutan yang lembab. Antenanya berbuku-buku. Abdomen belakang berbentuk seperti garpu dan berfungsi untuk meloncat. Subkelas Pterygota terdapat sepuluh ordo Arachnida Crustacea Insecta Myriapoda ARTHROPODA Pada kepalanya terdapat lima pasang alat gerak:
3 pasang rahang, 1 pasang Mandi Bula, 1 pasang maksila petama, & 1 pasang maksila kedua.
2 pasang antena dengan alat-alat tambahan disekitarya yang bersifat tipikal biramus (bercabang dua)
Peredaran darahnya terbuka dan tidak memiliki pembuluh darah kapilar
Sebagian besar anggotanya bernafas dengan insang, tetapi hewan yang ukuran tubuhnya kecil bernapas dengan seluruh permukaan tubuhnya
Hewan ini dapat dibedakan antara hewan jantan dan hewan betina
Kakinya terdapat hampir di seluruh permukaan tubuhnya
Kepalanya terbentuk sebagai persatuan segmen.
Hewan ini sebagian besar hidup di air yaitu danau, laut, dan sungai. Di laut hewan ini hidup mulai dari pantai hingga laut dalam. Namun ada juga yang hidup di air tawar dan di darat. Birgus latro Oniscus asellus Squilla empusa Squilla empusa Daphnia pulex Cypris candida Argulus indicus Sacculina Ordo Archyptera atau Isoptera (bersayap asli) termasuk Exopterygota. Mempunyai dua pasang sayap yang tipis dan berukuran sama. Metamorfosisnya tidak sempurna. Mempunyai alat mulut menggigit.
Ordo Neuroptera (bersayap jala) termasuk Endopterygota. Mempunyai dua pasang sayap tipis seperti selaput dan pembuluh serupa jalan. Metamorfosisnya sempurna. Mempunyai alat mulut menggigit.
Ordo Orthoptera (bersayap lurus) termasuk Exopterygota. Mempunyai bagian sayap yang bagian depannya tebal dan bagian belakangnya tipis. Metamorfosisnya tidak sempurna. Mempunyai alat mulut menggigit.
Ordo Hemiptera termasuk Exopterygota. Memiliki dua pasang sayap, sayap depannya seperti kulit dan sayap belakangnya seperti selaput tipis. Mempunyai mulut menusuk dan mengisap. Metamorfosisnya tidak sempurna. Ordo Homoptera termasuk Expterygota. Memiliki dua pasang sayap yang keduanya merupakan selaput. Pada waktu istirahat sayap dilipat. Metamorfosisnya tidak sempurna.
Ordo Coleoptera termasuk Endopterygota. Mempunyai dua pasang sayap, sayap depan disebut elytra yang tebal dan mengilap karena zat tanduk. Sayap belakangnya tipis berupa selaput.
Ordo Hymenoptera (bersayap selaput) termasuk Endopterygota. Mempunyai dua pasang sayap yang tidak sama. Mempunyai alat mulut menggigit dan menjilat.
Ordo Diptera (bersayap dua) termasuk Endopterygota. Mempunyai dua pasang sayap tipis. Metamorfosisnya sempurna.
Ordo Siphonoptera termasuk Endopterygota. Tidak bersayap dan bermata tunggal. Metamorfosisnya sempurna. Mempunyai alat mulut menusuk dan mengisap
Ordo Lepidoptera termasuk Endopterygota. Mempunyai alat mulut mengisap. Metamorfosisnya sempurna. Mempunyai dua pasang sayap tipis beraneka ragam warna. Contoh Ordo Archyptera atau Isoptera [Reticulitermes flavipes (rayap atau anai-anai)]
Ordo Neuroptera [Myrmeleon frontalis (undur-undur)]
Ordo Orthoptera [Blatta orientalis (kecoak)]
Ordo Hemiptera [Leptocorisa acuta (walang sangit)]
Ordo Homoptera [Pediculushumanus capitis (kutu kepala)]
Ordo Coleoptera [Calandra oryzae (kumbang beras)]
Ordo Hymenoptera [Oecophyla smaragdina (semut rangrang)]
Ordo Diptera [Musca domestica (lalat)]
Ordo Siphonoptera [Ctenocephalus felis (pinjal kucing)]
Ordo Lepidoptera [Papilio memnon (kupu-kupu pastur)] Lepisma saccharina Collembola Papilio memnon Ctenocephalus felis Musca domestica Oecophyla smaragdina Calandra oryzae Pediculushumanus capitis Leptocorisa acuta Blatta orientalis Myrmeleon frontalis Reticulitermes flavipes Sistem Organ Insecta Sistem pernapasan pada serangga disebut sistem trakea. Pernapasan sistem trakea terdiri atas pembuluh-pembuluh yang bercabang-cabang ke seluruh tubuh dan bermuara pada stigma atau spirakel. Udara pernapasan keluar dan masuk ke dalam tubuh Insecta melalui stigma. Stigma merupakan lubang yang terdapat di sepanjang sisi kiri dan kanan tubuh.

Sistem pencernaannya dimulai dari mulut yang terdiri atas bibir atas dan bawah, rahang serta gigi. Dari mulut makanan masuk ke kerongkongan lalu ke tembolok. Dari tembolok makanan yang telah disimpan beberapa waktu masuk ke empedal yang berdinding gigi kitin. Selanjutnya makanan masuk ke lambung. Pada lambung terdapat enam pasang kelenjar pencernaan yang menghasilkan enzim. Makanan yang telah dicerna menjadi sari-sari makanan diserap oleh usus dan diedarkan keseluruh tubuh oleh hemolimfa. Sisa pencernaan sementara disimpan di rectum berupa feses. Selanjutnya, dikeluarkan melalui anus.

Sistem reproduksinya, kadang-kadang mengalami parthenogenesis maupun paedogenesis. Partenogenesis adalah perkembangan embrio tanpa dibuahi oleh spermatozoid, misalnya lebah. Sedangkan paedogenesis adalah parthenogenesis yang berlangsung di tubuh larva.

Sistem sirkulasi Insecta berupa sistem sirkulasi terbuka dengan organ sebuah jantung pembuluh yang berfungsi mempompa hemolimfa melalui sinus homosol (rongga tubuh).

Sistem pengeluaran zat (ekskresi) Insecta berupa tubulus malphigi yang melekat padabagian posterior saluran pencernaan.

Sistem saraf Insecta terdiri dari pasangan tali saraf ventral dengan beberapa ganglia segmental. Beberapa segmen ganglia anterior menyatu membentuk otak yang terletak dekat dengan anten, mata, dan organ indera lain yang terpusat dikepala. Peran Insecta
bagi kehidupan manusia Insecta yang menguntungkan:
Untuk obat-obatan tradisional, misalnya madu (Apis dorsata, Apis indica, Apis melifera)
Untuk bahan pakaian sutera, misalnya kepompong Bombyx mori
Membantu proses penyerbukan berbagai macam tumbuhan (kupu-kupu, kumbang dan lebah) Insecta yang merugikan:
Parasit pada manusia (mengisap darah), misalnya nyamuk, kutu kepala dan kutu busuk
Sebagai penular berbagai macam penyakit sepeti tifus, kolera dan disentri yang disebabkan oleh lalat dan kecoa
Hama padi misalnya wereng dan walang sangit Ciri-ciri Myriapoda Tubuh terdiri atas kepala (chepalo) dan perut (abdomen) tanpa dada (thoraks)
Dibagian kepala terdapat satu pasang antena sebagai alat peraba dan sepasang mata tunggal (ocellus)
Penambahan jumlah segmen terjadi pada setiap pergantian kulit
Alat gerak pada kelompok hewan chilopoda adalah satu pasang kaki di setiap segmen perut kaki, sedangkan pada Diplopoda terdapat dua pasang kaki pada tiap segmen perut, kecuali segmen terakhirnya. Mencakup berbagai macam lipan (kelabang) yang memiliki panjang hingga 26 cm
Anggota chilopoda ini sering disebut hewan berkaki seratus atau sentipeda.
Bentuk tubuhnya pipih (dorsoventral) memanjang serta bersegmensegmen (15-173 segmen).
Pada setiap segmen terdapat sepasang kaki, kecuali pada segmen di belakang kepala dan dua segmen terakhirnya.
Pasangan kaki pertama membentuk alat penyengat beracun (pedes maksilaris) yang dapat digunakan untuk menyengat musuh dan membunuh mangsanya. Sengatannya menimbulkan bengkak dan rasa sakit.
Chilopoda hidup didarat atau dibawah batuan.
Hidup sebagai hewan buas (karnivora) yang dapat bergerak cepat dengan menggunakan kaki yang banyak. Ordo Chilopoda Contoh Chilopoda Lipan (Scolopendra subspinipes)
Kelabang (Scutigera sp).
Lithobius forficatus Scolopendra subspinipes Scutigera sp Diplopoda bertubuh bulat panjang (silindris) dan bersegmen (25-100 segmen).
Pada setiap segmen abdomen terdapat 2 pasang kaki dan 2 pasang spirakel.
Pada segmen ketujuh, alat geraknya mengalami modifikasi menjadi alat kopulasi.
Pada kepala terdapat mulut yang terdiri dari 2 pasang maksila (rahang atas) dan bibir bawah dan sepasang antena yang terdapat rambut-rambut olfaktori (penciuman) dan sepasang kelenjar yang bermuara sebelah lateral.
Mereka memiliki mata yang masih sederhana.
Sering disebut hewan berkaki seribu atau millepeda Ordo Diplopoda Lithobius forficatus Polyxenus fasciculatus (panjang tubuh 2,5 mm, mempunyai 13 pasang kaki)
Lulus sp (tubuhnya mempunyai 30 sampai 35 segmen dan 50 sampai 60 pasang kaki, tidak memiliki kaki pada segmen ketiga)
Polydesmus serratus (panjang tubuh 37 mm, hewan jantan mempunyai 30 pasang kaki sedangkan betina dengan 31 pasang kaki) Contoh Diplopoda Lulus sp Polydesmus serratus Polyxenus fasciculatus Sistem pernapasannya berupa satu pasang trakea berspirakel yang terletak di kanan kiri setiap ruas, kecuali pada Diplopoda terdapat dua pasang di tiap ruasnya.
Sistem pencernaan, saluran pencernaanya lengkap dan mempunyai kelenjar ludah. Chilopoda bersifat karnivor dengan gigi beracun pada segmen I, sedangkan Diplopoda bersifat herbivor, pemakan sampah atau daun-daunan.
Sistem reproduksi secara seksual, yaitu dengan pertemuan ovum dan sperma (fertilasi internal). Myriapoda ada yang vivipar dan ada yang ovipar.
Ekresi menggunakan 2 atau4 saluran Malpighi
Sistem saraf tangga tali Sistem Organ Myriapoda Peran Myriapoda
bagi kehidupan manusia Myriapoda dapat dikatakan tidak memberi keuntungan bagi kehidupan manusia. Bahkan ada beberapa yang dianggap mengganggu meski tidak membahayakan. Namun, Myriapoda ternyata mempunyai andil dalam memecah bahan-bahan organik atau serasah untuk membentuk humus. Arachnida
(Laba-laba) Ciri-ciri Arachnida Pada umumnya hidup di darat, tetapi ada juga yang hidup dalam air
Ukuran tubuhnya mikroskopis sampai beberapa sentimeter panjangnya
Tubuhnya terdiri atas chepalothoraks dan abdomen serta tidak mempunyai antena. Bagian cephalothorax biasanya dilindungi oleh bagian yang keras yang disebut carapace.
Jumlah matanya bervariasi dan biasanya mempunyai delapan mata sederhana
Pada bagian depan chepalothoraksnya terdapat mulut yang mempunyai enam pasang alat tambahan, yaitu:
Sepasang pedipalpus (seperti kaki yang berakhir pada cakar) untuk memegang mangsanya
Sepasang chelicera (berupa gunting dan capit) untuk melumpuhkan musuhnya
Empat pasang kaki untuk berjalan.
Bernafas dengan paru-paru buku atau trakea atau dengan kedua-duanya
Ada beberapa Arachnida yang tidak memiliki alat penapasan khusus. Ordo Scorpionida
Mencakup segala macam kala, seperti kalajengking, kala buku dan kala labah-labah
Pedipalpusnya berbentuk seperti capit besar, sedangkan kelisera-keliseranya kecil.
Ordo Arachnoida
Mencakup segala macam labah-labah
Setiap labah-labah paling tidak membuat tiga macam benang untuk fungsi yang berlainan.
Ordo Acarina
Tubuhnya tidak berbuku-buku
Mencakup caplak dan tungau Ordo-ordo Arachnida Contoh:
Vaejovis sp [dari ordo Scorpionida]
Latrodectus mactans [dari ordo Arachnoida]
Sarcoptes scabiei [dari ordo Aracina] Sarcoptes scabiei Vaejovis sp Latrodectus mactans Sistem pernapasan berupa paru-paru yang terletak di daerah perut depan.

Sistem pencernaan dimulai dari mulut, perut, usus halus, usus besar, kantung, feses dan anus. Alat pencernaan dilengkapi dengan lima pasang usus buntu yang terletak di bagian depan dan hati di bagian abdomen.

Sistem reproduksi, terjadi secara seksual, yaitu dengan persatuan ovum dan sperma yang terjadi di dalam tubuh betinanya (fertilasi internal). Hewan jantan dan hewan betina terpisah (diesis). Ada ovipar, ovovivipar, dan vivipar. Sistem Organ Arachnida Arachnida bermanfaat untuk pengendalian populasi serangga, terutama serangga hama. Namun, hewan-hewan Arachnida lebih banyak merugikan manusia, terutama hewan-hewan Acarina, yaitu:
Sarcoptes scabiei, menyebabkan gatal atau kudis pada manusia
Psoroptes equi, menyebabkan kudis pada ternak domba, kelinci, dan kuda
Otodectes cynotis, (tungau kudis telinga) menyerang anjing dan kucing
Dermacentor variabilis sebagai vektor demam Rocky Mountain. Peran Arachnida
bagi kehidupan manusia Sarcoptes scabiei Psoroptes equi Otodectes cynotis Dermacentor variabilis Sources http://www.artikelbagus.com/2011/12/kelas-chilopoda-dan-kelas-diplopoda.html
http://smat.kridanusantara.com/lms/biologi/animalia/myriopoda.html
http://pbiologiunivet.blogspot.com/2011/10/diplopoda-chilopoda-dan-arachnoida.html
http://cavefauna.wordpress.com/taxonomy/arachnida/
http://www.ucmp.berkeley.edu/arthropoda/arachnidasy.html
http://zaifbio.wordpress.com/2011/10/27/phylum-arthropoda/
http://iyusabdusyakir.wordpress.com/2012/11/17/crustacea/
http://www.slideshare.net/alvionitapravika/arthropoda-13553408
http://www.slideshare.net/rrjanuari/ppt-insekta
Full transcript