Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Algoritma Advanced Encryption

No description
by

vick dangkua

on 14 June 2014

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Algoritma Advanced Encryption

Enkripsi ( Sub -bytes )
Shift Rows
Hasilya Adalah ...

Algoritma Advanced Encryption Standard (AES)

Tujuan utama dari kriptografi adalah melindungi sebuah informasi.
Terdapat 2 jenis algoritma kriptografi berdasarkan jenis kuncinya yaitu:

1. Algoritma Simetri -> Kunci enkripsi = kunci dekripsinya.
Contoh : OTP, DES, RC2, RC4, RC5, RC6, IDEA, Twofish, Magenta, FEAL, SAFER, LOKI, CAST, Rijndael (AES), Blowfish, GOST, A5, Kasumi dan lain-lain.

2. Algoritma Asimetrik -> kunci enkripsi -> kunci dekripsi.
Yang termasuk ke dalam kunci asimetri adalah ECC, LUC, RSA, El Gamal dan DH

Ulasan mengenai Algoritma AES
(AES) merupakan algoritma kriptografi  simetrik yang dapat digunakan untuk mengamakan data .
Di buat oleh Vincent Rijmen & John Daemen asal Belgia sering di sebut sebagai algoritma Rijndael.
Fakta Algoritma AES
Sistem sandi dalam AES memenuhi spesifikasi sandi blok dengan ukuran blok teks asli 128 bit dan mampu bekerja dengan kunci 128, 192 dan 256 bit (3 key size)
Unit data sandi AES diorganisir sebagai state 128 (bit), word (32 bit), byte (8 bit), dan bit
Enkripsi dan dekripsi AES terdiri dari beberapa ronde. AES dengan 128 bit memiliki 10 ronde, 192 bit memiliki 12 ronde, 256 bit sebanyak 14 round


Tahapan Enkripsi
Proses SubBytes memetakan setiap byte dari array State dengan menggunakan tabel substitusi S-Box. seperti pada gambar di samping :

Shift Rows
Shift Rows seperti namanya adalah sebuah proses yang melakukan shift atau pergeseran pada setiap elemen blok/tabel yang dilakukan per barisnya. Yaitu baris pertama tidak dilakukan pergeseran, baris kedua dilakukan pergeseran 1 byte, baris ketiga dilakukan pergeseran 2 byte, dan baris keempat dilakukan pergeseran 3 byte. tiap pergeseran 1 byte berarti bergeser ke kiri sebanyak satu kali.

Inv Shift Rows
Keamanan sistem informasi
Kelompok 4
Eka V Dangkua
Haryati
Algoritma AES adalah blok chipertext simetrik yang dapat mengenkripsi (encipher) dan dekripsi (decipher) informasi.
Algoritma AES mengunakan kunci kriptografi 128, 192, dan 256 bits

Proses Enkripsi AES
Pertama kita melakukan XOR plainteks/ state dengan roundkey.

Setelah selesai melakukan XOR plainteks dengan roundkey, kita lakukan substitusi dengan s-Box

Setelah itu hasil dari substitusi dengan S-Box Selesai kita lakukan shift row

Setelah hasil shift row di dapat, maka langkah selanjutnya yaitu melakukan Mix Column dengan cara megalikan matrik

Setelah perhitungan Mix Column selesai maka kita melakukan addround key. Yaitu melakukan XOR state dengan roundkey. Lakukan samapai iterasi 10, namun pada saat iterasi ke 10, setelah melakukan step shift row tidak melakukan Mix Colum. Namun langsung melakukan XOR hasil state saat shift row dengan round key.


Jika masukan transformasi subBytes adalah 19 apakah keluarannya ?
Dengan merujuk pada tabel di bawah ini pada baris ke 1 kolom ke 9 maka hasilnya transformasi subBytes adalah d4

Tabel substitusi S-Box
AES (Advanced Encryption Standard)
adalah lanjutan dari algoritma enkripsi standar DES (Data Encryption Standard) yang masa berlakunya dianggap telah usai karena faktor keamanan

Hasil pergeseran 3 byte
MixCollums
Transformasi di nyatakan sebagai perkalian matriks :
Hasil dari perkalian substitusi dengan
matriks MixColumn :
Hasilnya :
Add Round Key :
Proses Deskripsi
Inv Add Rows

Contoh :
Inv Sub Bytes
InverseMixCollums
Transformasi InvMixColumns sama dengan MixColumns(), dimana perbedaanya adalah a(x) yang digunakan adalah inversnya(a-1) yaitu :


Kesimpulan :

AES telah memenangkan kompetisi algoritma kriptographi yang di gunakan oleh NIST pada saat itu,
dengan kriteria keamanan sebagai berikut :
• Keamanan yang aktual : membandingkan dengan algoritma yang telah ada baik dari segi kunci dan ukuran block.

• Randomness : Random yang luas, output algoritma tidak bisa dibedakan dengan random permutasi dari input block.
• Soundness : berbasis pada matematika untuk keamanan algoritma.

• Faktor Keamanan lainya : diluncurkan untuk publik untuk mengetahui apakah algoritma ini bisa dipecahkan
denganberbagai serangan dan mengadakan kompetisi siapa yang bisa memecahkan algoritma tesebut. Dari hal ini diketahui apakah algoritma ini aman atau tidak.
Full transcript