Loading presentation...
Prezi is an interactive zooming presentation

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

CREATIVE ACCOUNTING

No description
by

Asyifa Khairunnisa

on 23 October 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of CREATIVE ACCOUNTING

CREATIVE ACCOUNTING
design by Dóri Sirály for Prezi
DEFINISI
FINANCIAL NUMBERS GAME
Untuk menyembunyikan laba yang turun, beberapa manajer memainkan fleksibilitas yang ditemui di dalam prinsip-prinsip akuntansi guna mengubah laporan keuangan mereka. Sementara itu, yang lain melangkah lebih jauh dengan melakukan fraud

Financial Numbers Game jika diterjemahkan secara bebas ke Bahasa Indonesia, berarti Permainan Angka-Angka Keuangan. perusahaan.

Financial Numbers Game adalah suatu usaha yang dilakukan oleh manajemen perusahaan terhadap laporan keuangan perusahaan, agar laporan keuangan perusahaan sesuai dengan yang diinginkan oleh manajemen perusahaan

EARNING MANAGEMENT
Menurut Wilopo, upaya menghilangkan perilaku tidak etis manajemen dan kecenderungan kecurangan akuntansi, antara lain :

1. Mengefektifkan pengendalian internal,termasuk penegakan hukum.

2. Perbaikan sistem pengawasan dan pengendalian.

3. Pelaksanaan good governance.

4. Memperbaiki moral dari pengelola perusahaan, yang diwujudkan dengan mengembangkan sikap komitmen terhadap perusahaan, negara dan masyarakat

TUJUAN

Tujuan-tujuan seseorang melakukan creative accounting di antaranya adalah . . .

Untuk pelarian pajak,
menipu bank demi mendapatkan pinjaman baru, atau mempertahankan pinjaman yang sudah diberikan oleh bank dengan syarat-syarat tertentu,
mencapai target yang ditentukan oleh analisis pasar, atau mengecoh pemegang saham untuk menciptakan kesan bahwa manajemen berhasil mencapai hasil yang cemerlang.
Adapun klasifikasi tindakan yang meliputi kecurangan laporan keuangan adalah sebagai berikut :

Pertama,

sengaja distorsi laporan keuangan
sebagai alat untuk bertindak curang dengan mengecoh pemakai atau kelompoknya tentang hasil usaha perusahaan.
Dalam hal ini yang menerima keuntungan langsung adalah pihak perusahaan atau pelaku kecurangan.

Adapun tujuan khusus dari tindakan ini adalah :

a) Mendapatkan kredit, modal jangka panjang, atau tambahan modal investasi

b) Menyembunyikan kinerja tidak baik dari perusahaan.

c) Menyembunyikan kinerja tidak baik oleh manajemen.

Kedua, sengaja distorsi laporan keuangan untuk penyamaran tindakan kecurangan.

Adapun tujuan khusus dari tindakan ini adalah:
a) Menyembunyikan penjualan fiktif atau harta milik dipalsukan.

b) Menyembunyikan pembayaran yang tidak benar.

c
) Menyembunyikan tindakan penyelewangan dana atau harta.

Unsur-Unsur ‘Creative Accounting’
Recognizing Premature or Fictitious Revenue

Untuk
premature revenue
, pengakuannya sudah sesuai dengan GAAP. Sementara itu, untuk
fictitious revenue
, penghasilan dicatat tanpa adanya penjualan yang terjadi.
Bentuk dari
prematur revenue
bisa berupa pengakuan penjualan dilakukan pada saat barang sudah dipesan, tapi belum dikirim atau barang sudah dikirim, tapi belum dipesan.
Sementara itu, contoh
penjualan fiktif
adalah tanggal pengiriman yang diubah, atau sengaja salah mencatat penjualan.

Problems with Cash-flow Reporting



Di dalam praktiknya, arus kas dari aktivitas operasi hanya diketahui oleh segelentir pengguna laporan keuangan, tapi tidak diketahui oleh para investor maupun kreditur. Kedua stakeholder tersebut lebih fokus pada kinerja keuangan.
Akibatnya, mereka cenderung menganggap bahwa laporan arus kasnya sudah benar. Pada kenyataannya, laporan arus kas, khususnya arus kas operasi, tidak terlepas juga dari ‘creative accounting’.
Berikut ini adalah contohnya:

1. Arus kas operasi memasukan unsur pembayaran pajak penghasilan (PPh)

2. Operasi dalam penghentian juga dimasukkan dalam aktivitas operasi, padahal di dalam laba rugi operasi tersebut dikeluarkan dari laba operasi.

3. Biaya operasi yang dikapitalisasi dimasukkan sebagai arus kas dalam aktivitas investasi, padahal jika dibebankan pada tahun berjalan, masuk dalam arus kas operasi.

Istilah-istilah untuk Financial Numbers Game

1. Aggressive Accounting
Prinsip akuntansi yang bertujuan agar laba tahun berjalan lebih tinggi (higher current earnings), terlepas dari apakah praktik tersebut sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum atau tidak.

2. Earnings Management
Manipulasi laba secara aktif untuk suatu target yang sudah ditentukan sebelumnya, misalnya oleh manajemen, untuk suatu proyeksi yang sudah dibuat oleh analis, atau untuk mendapatkan suatu angka yang konsisten dengan smoother,


Tujuan Financial Numbers Game

yaitu
menciptakan kinerja usaha yang mengagumkan
,

manajemen yang melakukan permainan angka-angka keuangan bertujuan memperoleh keuntungan nyata.

Kinerja dan keuntungan yang ingin diperoleh yaitu berupa imbalan yang diharapkan seperti:
Manajer dalam bereaksi terhadap pelaporan keuangan

Menurut Watt dan Zimmerman digolongkan menjadi tiga buah hipotesis, yaitu :
Ada dua cara memahami earning management, yaitu sebagai berikut:

Earning management dalam arti sempit ini didefinisikan sebagai perilaku manajer untuk “bermain” dengan komponen discretionary accruals dalam menentukan besarnyaearnings.

Earning management merupakan tindakan manajer untuk meningkatkan (mengurangi) laba yang dilaporkan saat ini atas suatu unit dimana manajer bertanggung jawab

Menurut Scott beberapa motivasi yang mendorong manajemen melakukan earning management, antara lain sebagai berikut:
1. Motivasi bonus, yaitu manajer akan berusaha mengatur laba bersih agar dapat memaksimalkan bonusnya

2. Motivasi kontrak, berkaitan dengan utang jangka panjang, yaitu manajer menaikkan laba bersih untuk mengurangi kemungkinan perusahaan mengalami technical default.

3. Motivasi pajak, pajak merupakan salah satu alasan utama perusahaan mengurangi laba bersih yang dilaporkan.

Berbagai macam pola yang dilakukan dalam rangka ‘earning management’ :
 Taking Bath (Big Bath)
Pola ini dapat terjadi selama ada tekanan organisasional pada saat pergantian manajemen baru yaitu dengan mengakui adanya kegagalan atau defisit

 Income smoothing
Perataan laba merupakan cara yang paling populer dan sering dilakukan. Perusahaan-perusahaan melakukannya untuk mengurangi volatilitas laba bersih.

 Income minimization
Pola ini dilakukan pada saat profitabilitas perusahaan sangat tinggi dengan maksud agar tidak mendapatkan perhatian oleh pihak-pihak yang berkepentingan (aspek political-cost).

 Income maximization.
Maksimalisasi laba dimaksudkan untuk memperoleh bonus yang lebih besar, dimana laba yang dilaporkan tetap dibawah batas atas yang ditetapkan.





‘creative accounting’ terdiri dari 2 kata yaitu ‘creative’ yang artinya kebolehan seseorang menciptakan ide baru yang efektif, dan kata ‘akuntansi’ itu artinya pembukuan tentang financial events yang senantiasa berusaha untuk setia kepada kondisi keuangan yang sebenarnya (faithful representation of financial events).

‘Creative accounting’ menurut Amat, Blake dan Dowd [1999] adalah sebuah proses dimana beberapa pihak menggunakan kemampuan pemahaman pengetahuan akuntansi dan menggunakannya untuk memanipulasi pelaporan keuangan.
Aggressive Capitalization & Extended Amortization Policies.
Dalam kebijakan kapitalisasi yang agresif, perusahaan melaporkan beban atau rugi tahun berjalan sebagai aset.

Misreported Assets & Liailibities.
Dalam banyak kasus, nilai aset overvalued dan/atau kewajiban undervalued dengan tujuan agar earning power menjadi lebih tinggi dan posisi keuangan lebih kuat.


1. Bonus plan hyphotesis

Manajer seringkali berperilaku seiring dengan bonus yang akan diberikan. Jika bonus yang diberikan tergantung pada laba yang akan dihasilkan, maka manajer akan melakukan ‘creative accounting’ dengan menaikkan laba atau mengurangi laba yang akan dilaporkan.

2. Debt-covenant hyphotesis

Manajer dalam menyikapi adanya pelanggaran atas perjanjian hutang yang telah jatuh tempo, akan berupaya menghindarinya dengan memilih kebijakan-kebijakan akuntansi yang menguntungkan dirinya.

Ada dua kejadian dalam pemilihan kebijakan akuntansi,
yaitu
pada saat diadakannya perjanjian hutang
dan

pada saat jatuh temponya hutang.

3. Political-cost hyphotesis.

Dalam pandangan teori agensi (agency theory), perusahaan besar akan mengungkapkan informasi lebih banyak daripada perusahaan kecil.
Perusahaan besar melakukannya sebagai upaya untuk mengurangi biaya keagenan tersebut.
Perusahaan besar menghadapi biaya politis yang lebih besar karena merupakan entitas yang banyak disorot oleh publik secara umum.


Sehingga pilihan yang dihadapi oleh organisasi adalah dengan cara bagaimana lewat proses akuntansi agar laba dapat ditampilkan lebih rendah.


1. Memandang earning management sebagai perilaku oportunistik manajer untuk memaksimalkan utilitasnya dalam menghadapi kontrak kompensasi, utang, dan kos politik.

2. Memandang earning management dari perspektif kontrak efisien, artinya earning management memberi fleksibilitas bagi manajer untuk melindungi diri dan perusahaan dalam mengantisipasi kejadian-kejadian tak terduga


3. Income Smoothing
Suatu bentuk earnings management yang didesain untuk menghilangkan aliran laba yang fluktuatif, termasuk cara-cara untuk mereduksi dan “menyimpan” laba pada saat kinerja keuangan sedang membaik

4. Fraudulent Financial Reporting
Penyajian keliru (misstatement) yang disengaja atau penyembunyian (ommision) atas suatu angka atau pengungkapan di dalam laporan keuangan yang bertujuan untuk memperdayai pengguna laporan keuangan
Full transcript