Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TAX AVOIDANCE PADA

No description
by

Muliani Muliani

on 12 November 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TAX AVOIDANCE PADA

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TAX AVOIDANCE PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2008-2012

Tinjauan Pustaka
Landasan Teori

Teori Agensi (Agency Theory)
Pajak
Tax Reform atau Reformasi Pajak
Ukuran Perusahaan
Kompetensi Rugi Fiskal
Return On Assets (ROA)
Corporate Governance
Karakter Eksekutif
Perencanan Pajak (Tax Planning)
Penghindaran pajak (Tax Avoidance)

Latar Belakang Masalah
Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah, maka yang menjadi perumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Apakah Tax Reform, Ukuran Perusahaan, Kompensasi Rugi Fiskal, Return On Assets, Corporate Governance dan Karakteristik Eksekutif berpengaruh terhadap Tax Avoidance di Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di BEI Tahun 2008-2012?

NAMA : LUH PUTU MULIANI
NPM : 10.33.121.084

Dengan kondisi bangsa Indonesia yang masih dalam kategori negara berkembang maka bangsa Indonesia masih terus-menerus melaksanakan pembangunan untuk mewujudkan kesejahteraan seluruh masyarakat sehingga dapat tercipta kesejahteraan nasional. Dalam melaksanakan pembangunan nasional maka bangsa Indonesia membutuhkan dana yang digunakan sebagai biaya pembangunan yang tidak sedikit. Dana pembangunan tersebut dapat berasal dari dua sumber pendanaan, yaitu sumber pendanaan yang berasal dari pajak dan non pajak. Namun, pada kenyataannya pajak merupakan sumber penerimaan utama dan yang paling penting dalam menopang pembiayaan pembangunan yang bersumber dari dalam negri. Besar kecilnya pajak akan menentukan kapasitas anggaran negara dalam membiayai pengeluaran negara, baik untuk pembiayaan pembangunan maupun untuk pembiayaan anggaran rutin.
Tidak bisa dipungkiri, pajak memegang peranan yang sangat penting dalam mendukung kemandirian finansial suatu bangsa. Miss management atas sistem perpajakan akan berbahaya dan memberikan pilihan yang terbatas kepada pemerintah untuk mencari sumber penerimaan yang tidak sustainable seperti hutang. Selama kurun waktu tertentu, Yunani sangat terbuai dengan kemudahan memperoleh hutang dengan bunga rendah sehingga pemerintahnya kehilangan konsentrasi untuk menggenjot penerimaan dari sumber lain seperti pajak. Reformasi pajak yang kurang optimal yang diperparah dengan pertumbuhan ekonomi yang rendah menyebabkan pemerintah semakin sulit untuk memungut pajak
Penghindaran pajak mengacu pada pengurangan pembayaran pajak dengan cara yang legal, misalnya melalui celah-celah perpajakan yang ada. Berbeda dengan tax evasion yang mengacu pada penghindaran pajak dengan cara ilegal, misalnya melaporkan pendapatan dibawah yang sebenarnya ataupun tingkat pengurangan yang tinggi. Penghindaran pajak digambarkan sebagai tindakan yang sah secara hukum dan moral terkait dengan penghematan di aspek pembayaran pajak, dan hal tersebut merupakan ide yang baik dan juga pintar. Dengan kata lain, tax aviodance merupakan suatu tindakan yang dilakukan wajib pajak dalam upaya efisiensi beban pajak.
Pajak yang merupakan sumber pendapatan bagi negara, sedangkan bagi perusahaan pajak adalah beban yang akan mengurangi laba bersih. Perbedaan kepentingan dari fiskus yang menginginkan penerimaan pajak yang besar dan kontinyu tentu bertolak belakang dengan kepentingan perusahaan yang menginginkan pembayaran pajak seminimal mungkin. Isu kepatuhan perpajakan menjadi penting karena ketidakpatuhan secara bersamaan akan menimbulkan upaya penghindaran pajak seperti tax evasion dan tax avoidance. Dalam pelaksanaannya, terdapat perbedaan kepentingan antara wajib pajak dan pemerintah.
a. Teori Agensi (Agency Theory)
Teori Agensi menyatakan hubungan kontrak antara agen (manajemen suatu usaha) dan principal (pemilik usaha). Agen melakukan tugas-tugas tertentu untuk prinsipal, prinsipal mempunyai kewajiban untuk memberi imbalan pada si agen.
i. Perencanan Pajak (Tax Planning)
perencanaan pajak (tax planning) didefinisikan sebagai proses mengorganisasi wajib pajak atau kelompok wajib pajak sedemikian rupa, sehingga hutang pajak baik pajak penghasilan maupun pajak-pajak lainnya berada dalam posisi yang minimal, sepanjang hal ini dimungkinkan oleh ketentuan undang-undang yang berlaku.
b. Pajak
Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2007 pasal 1 dijelaskan bahwa, “pajak adalah kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan Undang-Undang, dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat”
d. Ukuran Perusahaan
Perusahaan yang berukuran besar memiliki basis pemengang kepentingan yang lebih luas, sehingga berbagai kebijakan perusahaan besar akan berdampak lebih besar terhadap kepentingan publik dibandingkan dengan perusahaan kecil. Bagi investor, kebijakan perusahaan akan berimplikasi terhadap prospek cash flow di masa yang akan datang. Sedangan bagi regulator (pemerintah) akan berdampak terhadap besarnya pajak yang akan diterima, serta efektifitas peran pemberian perlindungan terhadap masyarakat secara umum.
c. Tax Reform atau Reformasi Pajak
Reformasi berasal dari kata reform yang berarti perubahan institusional yang teratur dan terencana yang dilakukan sesuai dengan tata aturan rumah tangga lembaga atau badan yang bersangkutan (Sari, 2010). Reformasi perpajakan dalam penelitian ini fokus pada aspek pajak penghasilan khususnya Undang-Undang Pajak Penghasilan sehubungan penghindaran pajak (Tax Avoidance).
j. Penghindaran pajak (Tax Avoidance)
Adanya keinginan dari wajib pajak untuk tidak mematuhi peraturan perpajakan membuat adanya perlawanan pajak yang mereka berikan. Perlawanan terhadap pajak dapat dibedakan menjadi dua yaitu, perlawanan pasif dan perlawanan aktif. Perlawanan pasif berupa hambatan yang mempersulit pemungutan pajak dan mempunyai hubungan erat dengan struktur ekonomi. Sedangkan perlawanan aktif adalah semua usaha dan perbuatan secara langsung ditunjukan kepada pemerintah (fiskus) dengan tujuan untuk menghindari pajak (tax avoidance).
e. Kompensasi Rugi Fiskal
Adapun beberapa poin penting yang perlu diperhatikan dalam hal kompensasi kerugian ini adalah sebagai berikut:
1) Istilah kerugian merujuk kepada kerugian fiskal bukan kerugian komersial. Kerugian atau keuntungan fiskal adalah selisih antara penghasilan dan biaya-biaya yang telah memperhitungkan ketentuan Pajak Penghasilan.
2) Kompensasi kerugian hanya di perkenankan selama lima tahun ke depan secara berturut-turut. Apabila pada akhir tahun ke lima ternyata masih ada kerugian tersisa maka sisa kerugian tersebut tidak dapat lagi dikompensasikan.
3) Kompensasi kerugian hanya diperuntukan wajib pajak Badan dan Orang Pribadi yang melakukan kegiatan usaha yang penghasilannya tidak dikenakan PPh Final dan perhitungan Pajak Penghasilannya tidak menggunkan norma perhitungan.
4) Kerugian usaha di luar negri tidak bisa dikompensasikan dengan penghasilan dari dalam negri.

g. Corporate Governance
Good Corporate Governance secara definitif merupakan sistem yang mengatur dan mengendalikan perusahaan untuk menciptakan nilai tambah (value added) untuk stakeholder. Secara singkat, ada empat komponen utama yang diperlukan dalam konsep good governance ini, yaitu fairness, transparancy, accountability, dan responsibility. Keempat komponen tersebut penting karena penerapan prinsip good corporate governance secara konsisten terbukti dapat meningkatkan kualitas laporan keuangan.
f. Return On Assets (ROA)
ROA berguna untuk mengukur sejauh mana efektivitas perusahaan dalam memanfaatkan seluruh sumber daya yang dimilikinya (Siahan, 2004 dalam Annisa dan Kurniasih, 2013). Semakin tinggi ROA, semakin tinggi keuntungan perusahaan sehingga semakin baik pengeloaan aktiva perusahaan.
h. Karakter Eksekutif
Berbeda dengan risk taker, eksekutif yang memiliki karakter risk adverse adalah eksekutif yang cenderung tidak menyukai resiko sehingga kurang berani dalam mengambil keputusan bisnis. Berbeda dengan risk taker, eksekutif yang memiliki karakter risk adverse adalah eksekutif yang cenderung tidak menyukai resiko sehingga kurang berani dalam mengambil keputusan bisnis.
2013
2012
2011
Tommy Kurniasih & Maria M. Ratna Sari (2013)
Pengaruh Return On Assets, Leverage, Corporate Governance, Ukuran Perusahaan Dan Kompensasi Rugi Fiskal Pada Tax Avoidance. Hasil penelitian Assets, Ukuran Perusahaan, Kompensasi Rugi Fiskal berpengaruh signifikan terhadap Tax Avoidance


Judi Budiman dan Setiyono
Pengaruh Karakter Eksekutif Terhadap Penghindaran Pajak (Tax Avoidance). Hasil penelitian Karakter eksekutif berpengaruh signifikan terhadap Tax Avoidance
Andri Adi Nugroho

Pengaruh Hubungan Politik Dan Reformasi Perpajakan Terhdap Tarif Pajak Efektif Pada Perusahaan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2008-2009. Hasil penelitian Reformasi perpajakan yang menurunkan tarif pajak statuori terbukti berpengaruh pada penurunan tarif pajak efektif perusahaan
Luh Putu Muliani
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tax Avoidance di Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2008-2012. Variabel yang diteliti : Tax Reform, Ukuran Perusahaan, Kompensasi Rugi Fiskal, Return On Assets, Corporate Governance, Karakter Eksekutif. Variabel Dependen: Tax Avoidance
2. Publikasi Penelitian Sebelumnya
Kerangka Pemikiran
Tax Reform


Kompensasi Rugi Fiskal


Return On Assets


Tax Avoidance


Corporate Governance


Karakteristik Eksekutif


Ukuran Perusahaan


F. Rumusan Hipotesis
H1: Tax Reform berpengaruh terhadap Tax Avoidance

H2: Ukuran perusahaan berpengaruh terhadap Tax Avoidance

H3: Kompensasi rugi fiskal berpengaruh terhadap Tax Avoidance

H4: ROA berpengaruh terhadap Tax Avoidance

H5: Keberadaan komite audit berpengaruh terhadap Tax

H6: Kualitas Audit berpengaruh terhadap Tax Avoidance

H7: Karakter eksekutif yang bersifat risk taker berpengaruh terhadap tax avoidance
b. Objek Penelitian

Objek penelitian adalah pengaruh tax reform, ukuran perusahaan, kompensasi rugi fiskal, return on assets, corporate governance dan karakter eksekutif terhadap tax avoidance.

a. Tempat Penelitian

Penelitian ini dilakukan pada Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia (BEI).

G. Metode Penelitian
1. Tempat dan objek penelitian
2. Populasi dan metode penentuan sampel
a. Populasi penelitian

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek subjek yang mempunyai kualitas dan karakter tertentu yang telah ditetapkan oleh peneliti yang dipelajari kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2012). Yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan-perusahaan di sektor manufaktur yang sahamnya terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode tahun 2008 sampai dengan tahun 2012.

b. Penentuan sampel

Metode penentuan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah nonprobability sampling, lebih spesifik lagi yaitu teknik purposive sampling. Purposive sampling adalah teknik penetuan sampel berdasarkan pertimbangan tertentu (Sugiyono, 2012), dengan kriteria sebagai berikut:

Perusahaan Manufaktur yang listing di BEI berturut-turut selama 5 tahun yakni dari tahun 2008 sampai dengan 2012.
Menerbitkan Laporan Keuangan yang telah diaudit berturut-turut selama tahun pengamatan.
Perusahaan dengan data yang memiliki data terkait dengan variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini.
Perusahaan yang menggunakan mata uang Rupiah, agar kriteria pengukuran nilai mata uangnya sama.
Perusahaan dengan nilai laba yang positif agar tidak mengakibatkan nilai Cash Effective Tax Rate (CETR) terdistorsi (Richardson dan Lanis, 2007; Zimmerman, 2003 dalam Kurniasih dan Sari, 2013)
Perusahaan harus mempunyai nilai Cash Effective Tax Rate kurang dari satu, agar tidak membuat masalah dalam estimasi model (Gupta dan Newberry, 1997)

Hasil Rekonsiliasi Sampel

Perusahaan manufaktur yang listed di BEI berturut-turut selama tahun 2008-2012 berjumlah 132
Dikurangi:
Perusahaan yang tidak menerbitkan laporan keuangan audit berturut-turut selama tahun pengamatan berjumlah 40
Perusahaan yang laporan keuangannya tidak dalam mata uang rupiah berjumlah 15
Perusahaan dengan laba negatif berjumlah 33
Nilai Cash Effective Tax Rate > 1 berjumlah 16

Jumlah perusahaan 30
Tahun Pengamatan 5
Jumlah total sampel 150


3. Identifikasi Variabel
a. Variabel Terikat (Dependen)

Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas (Sugiyono, 2012). Variabel terikat yang digunakan dalam penelitian ini adalah Tax Avoidance.

b. Variabel bebas (Independen)

Variabel bebas merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen (Sugiyono, 2012). Variabel bebas dalam penelitian ini adalah Tax Reform, Ukuran Perusahaan, Kompensasi Rugi Fiskal, Return On Assets, Corporate Governance dan Karakter Eksekutif.

4. Definisi operasional variabel
Tax Avoidance (Penghindaran pajak)

Penghindaran pajak merupakan usaha untuk mengurangi, atau bahkan meniadakan hutang pajak yang harus dibayar perusahaan dengan tidak melanggar undang-undang yang ada. Penelitian Tax Avoidance dilakukan pada perusahaan Manufaktur yang terdaftar di BEI dengan tahun penelitian 2008 sampai dengan 2012. Model estimasi pengukuran tax Avoidance dalam penelitian ini menggunakan model Cash eEffective Tax Rate (CETR) yang diharapakan mampu mengidentifikasi keagresifan perencanaan pajak perusahaan yang dilakukan menggunakan perbedaan tetap dan temporer Chen et al. (2010) dalam Kurniasih dan Sari (2013) dengan rumus sebagai berikut.
CETR_it=Cash TAx Paid_it/Pre-tax Income_it

Tax reform (TREF)

Reformasi perpajakan menggunakan variabel dummy yang membagi dua pelaksanaan sistem pajak, sebelum dan sesudah reformasi perpajakan tahun 2009. Untuk tahun 2008 merupakan tahun sebelum reformasi perpajakan sedangkan tahun 2009-2012 merupakan periode setelah reformasi perpajakan. Bernilai 1 untuk periode pajak sesudah reformasi dan 0 untuk periode pajak sebelum reformasi perpajakan,
Kompensasi Rugi Fiskal (NOL)

Kompensasi rugi fiskal dapat diukur dengan menggunakan variabel dummy, yang akan diberikan nilai 1 jika terdapat kompensasi rugi fiskal pada awal tahun t (Sari dan Martani, 2010). Skala pengukuran dari 0 sampai 1.
Return On Assets (ROA)

Penelitian Return On Assets dilakukan pada perusahaan Manufaktur yang terdaftar di BEI dengan tahun penelitian 2008 sampai dengan 2012. Return On Assets adalah perbandingan laba bersih dengan total aset pada akhir periode, yang digunakan sebagai indikator kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba, dengan menggunakan rumus sebagai berikut.
ROA=Laba (Rugi)Bersih Setelah Pajak/(Total Asset) x100%

Karakter Eksekutif (RISK)

Corporate risk mencerminkan penyimpangan atau deviasi standar dari earning baik penyimpanan itu bersifat kurang dari yang direncanakan atau mungkin lebih dari yang direncanakan, semakin besar deviasi earning perusahaan mengindikasikan semakin besar pula resiko perusahaan yang ada. untuk mengukur resiko perusahaan ini dihitung melalui deviasi standar dari EBITDA (Earning Before Income Tax, Depreciation, and Amortization) dibagi dengan total asset perusahaan.
Ukuran Perusahaan (SIZE)

Menurut Boediono (2005) ukuran perusahaan adalah suatu skala dimana dapat klasifikasi besar kecil perusahaan menurut berbagai cara, antara lain: logaritma natural total aset, nilai pasar saham, jumlah tenaga kerja, dan lain-lain. Semakin besar item-item tersebut, maka semakin besar pula ukuran perusahaan. Dalam penelitian ini ukuran perusahaan diproksikan dengan logaritma natural dari total aset, yang diformulasikan sebagai berikut:
Ukuran Perusahaan=Ln Total Aset

Corporate Governance

CG diukur dengan dua proksi, yakni proksi kualitas audit (AUDIT) diukur dengan KAP yang mengaudit perusahaan dengan menggunakan variabel dummy. Jika perusahaan yang diaudit oleh KAP The Big Four akan diberi nilai 1, dan apabila tidak diaudit oleh keempat lisensi KAP The Big Four akan bernilai 0. Proksi keberadaan komite audit (KOMITE) diukur dengan menggunakan variabel dummy yang bernilai 1 jika ada komite audit, dan bernilai 0 jika tidak ada komite audit. Skala pengukuran dari 0 sampai 1.
5. Jenis dan Sumber Data
Data yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah data sekunder yang bersifat kuantitatif, yang diperoleh dari publikasi laporan keuangan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Indonesian Capital Market Directory (ICMD). Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data laporan keuangan (audit) perusahaan manufaktur di Indonesia dari tahun 2008 sampai dengan tahun 2012.
6. Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah studi dokumentasi, yaitu dengan mengadakan pencatatan dan penelaahan terhadap aspek atau dokumen yang berhubungan dengan objek dalam penelitian ini, yaitu laporan keuangan. Data laporan keuangan yang termasuk sampel diperoleh dari BEI. Pengumpulan data dilakukan dengan cara menelusuri laporan keuangan yang terpilih menjadi sampel.
7. Teknik Analisis Data
a. Uji Hipotesis
1) Uji Pengaruh Simultan (Uji Statistik F)
2) Uji Signifikansi Parameter Individual (Uji Statistik t)
3) Koefisien Determinasi (R2)
Sebelum menganalisis hipotesis terlebih dahulu dilakukan uji asumsi klasik, karena pengujian ini bertujuan untuk mengetahui, menguji serta memastikan kelayakan model regresi yang digunakan dalam penelitian ini
Uji Normalitas
Uji Multikolinieritas
Uji Heteroskedastisitas
Uji Autokorelasi
CETR = α+β1TREF+β2SIZE+β3NOL+β4ROA+ β5AUDIT + β6KOMITE+β7 RISK+ε
Dalam penelitian ini, model regresi linier berganda yang akan dikembangkan adalah sebagai berikut:
terima kasih
Full transcript