Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Struktur Jaringan Periodontal

No description
by

Niartanty Nirmala Saleh

on 6 February 2015

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Struktur Jaringan Periodontal

Asistensi Oral Biologi 2015
By Niartanty Nirmala Saleh

SEMENTUM
Jaringan mesenkim yang mengalami kalsifikasi dan menutupi seluruh permukaan akar gigi.


Terdiri dari matriks interfibrillar yg terkalsifikasi dan fibril kolagen.


Terdiri dari 50% bahan anorganik berupa Kalsium dan Fosfor dan 50% bahan organik.


LIGAMENTUM PERIODONTAL
Ligamen a/ suatu ikatan, biasanya mnghbngkn dua buah tulang.

Ligamentum Periodontal, adalah :
- Lapisan kolagen padat yang membungkus akar gigi

- Struktur jar. konektif yang mengelilingi akar gigi dan mengikatnya ke tulang

- Merupakan lanjutan jaringan gingiva yang berhubungan dengan ruang sum-sum tulang melalui saluran vaskuler
Struktur Jaringan Periodontal
Struktur jaringan periodontal
terdiri dari:
1. Sementum
2. Ligamentum Periodontal
3. Tulang Alveolar
4. Gingiva
STRUKTUR JARINGAN PERIODONTAL
Serabut kolagen berjalan melintang antara cementum dan tulang alveolus
Jaringan yang menghubungkan antara gigi / sementum & tlg alveolar
Sharpey’s fibers (sabut kolagen) tertanam dalam sementum dan alveolus

Fungsi Lig. Periodontal
Fungsi Lig.Periodontal adalah :
1. Memelihara aktivitas biologik sementum dan tulang alveolar.(Fungsi Formatif)

2. Menyuplai nutrisi ke sementum, tl. alveolar, serta gingiva dan membersihkan produk sisa dlm aliran darah dan limfe. (Fungsi Nutritif)

3. Memelihara relasi gigi thdp jar.keras dan lunak.
(Fungsi Fisik)

4. Menghantarkan tekanan taktil dan sensasi nyeri
melalui jalur trigeminal. (Fungsi Sensorik)

Sementum berfungsi sebagai tempat melekatnya jaringan ikat yang memperkuat akar gigi pada alveolus (soket gigi).
Tipe Sementum
1. Sementum Primer (acellular)
Sementum yg pertama dibentuk
Menutupi 2/3 servikal dari akar.
Tidak mengandung sel-sel.
Sementum ini dibentuk sebelum gigi mencapai dataran oklusal.
Kalsifikasi kurang, kecuali di bagian sharpeys fibers.

2. Sementum Sekunder (cellular)
Dibentuk setelah gigi mencapai dataran oklusal.
Lebih teratur daripada sementum primer.
Biasanya mengandung sel-sel dlm ruang tersendiri (lakuna) yg berhubungan dan saling menyambung membentuk sistem
anastomosis canaliculus
.
Mengalami kalsifikasi.

Fungsi Sementum
Sebagai pelindung.

Sebagai penyanggah gigi terhadap jar.periodontium lainnya.

Memberikan makanan yg utama berupa fosfor u/ gigi terutama pada usia lanjut dimana rongga pulpa telah menyempit.

Komposisi Sementum
Sementum terdiri dari hydroxyapatite
Ca10(PO4)6(OH)2 sebesar 45% – 50%


Perbandingan dengan :
Tulang 65%
Dentin 70%
Email 97%

Hubungan Sementum dengan Email (
cemento-enamel junction
)
5-10% hampir bertemu, jadi dentin terbuka sehingga dapat menimbulkan rasa ngilu. (Gambar B)

30% edge to edge/tepi bertemu tepi. (Gambar A)

60-65% sementum menutupi email. (Gambar C)

Ketebalan Lig. Periodontal
Ketebalan bervariasi dari 0,3-0,1 mm.

Stres fungsional mempengaruhi ketebalan L.P.
- Bila stres fungsional besar, ligamen
biasanya >tebal.
- Bila gigi non-fungsional, ligamen
>tipis sekitar 0,06 mm.

Dengan proses ketuaan, L.P akan menjadi lebih tipis.

Serat Utama Lig. Periodontal
Serat utama terdiri dari 6 kelompok,
yaitu :
A. Kelompok transeptal
B. Kelompok crest alveolar
C. Kelompok horizontal
D. Kelompok oblique
E. Kelompok apikal
F. Kelompok interadikular



A. Kelompok Transeptal

Merentang di daerah interproksimal diatas crest alveolar dan melekat pada sementum gigi tetangga.

B. Kelompok Crest Alveolar

Merentang miring dari sementum di bawah junctional epithelium ke puncak tulang alveolar.

Fungsi serat mengimbangi tekanan koronal, membantu mempertahankan gigi dan menahan pergerakan gigi ke lateral.


Serat Utama Lig. Periodontal
Serat Utama Lig. Periodontal
C. Kelompok Horizontal
Serat merentang dalam arah tegak lurus terhadap aksis panjang gigi dari sementum hingga ke tulang alveolar.
Fungsi sama dengan serat crest alveolar.

D. Kelompok Oblique
Merentang miring dari sementum ke arah koronal hingga ke tulang alveolar.
Menahan daya kunyah vertikal yang besar dan mengubahnya menjadi tarikan pada tulang alveolar.
Kelompok yang paling banyak.



Serat Utama Lig. Periodontal
E. Kelompok Apikal
Memancar dari apeks ke dasar soket.
Disini juga dapat diikutsertakan serabut interadikular yg terletak di daerah furkasi gigi yg berakar jamak.
Seperti serabut transeptal, berjalan dari akar ke koronal akar menuju puncak tulang alveolar.





TULANG ALVEOLAR
Tulang alveolar
disebut juga
prosesus alveolaris
yg mencakup tulang rahang secara keseluruhan, yaitu
maksila
dan
mandibula
yg membentuk dan mendukung soket (alveoli) gigi. Terbentuk ketika gigi erupsi dan secara perlahan hilang
ketika gigi sudah dicabut.

Fungsi Tulang Alveolar
Secara Khusus (Ked. Gigi)

Sebagai pendukung gigi
Sebagai pendukung prothesa
(pengganti gigi yang hilang)

Struktur Tulang Alveolar
1. Tulang trabekular/medular/
cancellous/spongiosa
Merupakan simpanan kalsium untuk memenuhi
kebutuhan metabolisme.

(Bagian Metabolik)
2. Tulang kortikal/osteoid/callus/
kompakta
Struktur dasar tulang kompak terdiri atas
sistem haversian (osteon).

(Bagian Struktural)


Bagian Metabolik & Struktural Tulang

Tulang Alveolar…

Berdasarkan fungsi dan adaptasinya, prosesus alveolar dpt dibagi menjadi, yakni :

1.
Tulang alveolar proprium
(lamina dura/lamina cribriform) : mengelilingi akar dan memberikan tempat perlekatan bagi lig.periodontal.

2.
Tulang alveolar pendukung
: mengelilingi tulang alveolar proprium dan memberi dukungan pd soket. Bagian ini td atas tulang kompakta dan kanselous.

Sel-Sel Utama Tulang
1.Osteoblast
Fungsi:
- Pembentuk serat kolagen
- Pembentuk substansi dasar untuk matriks organik tulang

2.Osteosit
Mrpkn osteoblas yg terperangkap o.k terbentuknya matriks tulang disekitarnya.

3. Osteoklas
Adalah sel yg berperan dlm resorpsi tulang.
Terdapat pada daerah konkaf yg dangkal pada permukaan tulang
(Howship’s lakuna)
.

Sel-Sel Utama Tulang

Definisi
Gingiva adalah bag. Mukosa mulut yg mengelilingi gigi dan menutupi ridge alveolar.


Mukosa mulut terdiri atas :
1. Mukosa mastikasi : gingiva dan palatum durum
2. Dorsum lidah
3. Membran mukosa dari rongga mulut


Struktur Anatomi Gingiva
Secara anatomi, gingiva dibagi atas
tiga daerah :
1. Marginal gingiva (unattached gingiva)
2. Attached gingiva
3. Interdental gingiva

Marginal Gingiva (Unattached gingiva)
Merupakan bag. Gingiva yg mengelilingi gigi seperti kerah baju dan tdk melekat lngsung pd gigi.
Disebut juga free gingiva.
Membntuk dinding jar. Lunak sulkus gingiva.
50% kasus dipisahkan dengan garis dangkal “free gingival groove”.
Lebar ± 1 mm.
Dapat dipisahkan dari permukaan gigi dengan probe periodontal.

Sulkus Gingiva (Krevis)
Merupakan ruang/celah dangkal di sekeliling gigi.
Dibatasi oleh permukaan gigi - epitel dari free marginal gingiva serta didasari oleh epitelium jungsional
Berbentuk huruf V, dapat dimasuki oleh probe periodontal
Kondisi sangat normal dalamnya 0
Umumnya 2 – 3 mm.


Attached Gingiva
Merupakan lanjutan dari marginal gingiva.

Disebut juga mukosa fungsional.

Sifat: kuat, kenyal, rapat ke periosteum tulang alveolar.

Sampai mukosa alveolus yang relatif longgar dan bergerak.

Interdental Gingiva
Merupkn bag. gingiva yg mengisi ruang interproksimal antar dua gigi yg bersebelahan.
Berbentuk pyramidal atau col (melekuk sep. sadel).
Ujung papila di bawah titik kontak.
Jika ada space, terjadi penurunan seperti lembah yang menghubungkan papila facial dan papila lingual.
Jika ada diastema, bentuknya bulat melewati tulang interdental; licin; tanpa papila.

Gambaran Klinik Normal
Istilah yg sering digunakan u/ menjelaskan
kondisi normal gingiva
, yaitu :
1. Warna
2. Ukuran
3. Kontur
4. Bentuk
5. Konsistensi
6. Tekstur permukaan
7. Kecenderungan perdarahan
8. Posisi

Warna Gingiva
Gingiva normal berwarna coral pink, tetapi banyak bervariasi pd tiap orang krn tergantung pada :
- Suplai darah
- Ketebalan
- Derajat keratinisasi epitel
- Sel-sel pigmen
- Genetik


Tergantung pd jumlah elemen seluler dan interseluler.

Pertambahan ukuran gingiva merupakan tanda adanya penyakit periodontal.

Ukuran Gingiva
Kontur Gingiva
Bentuk Gingiva
Konsistensi Gingiva
Tekstur Permukaan Gingiva
Posisi Gingiva
Gambaran Klinik Gingiva Normal
Bervariasi, tergantung atas:
-Bentuk dan susunan gigi
- Lokasi kontak proksimal
- Dimensi fasial dan lingual embrasure gingiva


Ditentukan oleh kontur dari permukaan proksimal gigi dan lokasi serta bentuk embrasure gingiva



Pada keadaan yg sehat, konsistensi gingiva :
- Kenyal (kec. free marginal gingiva),
- Melekat erat pada tulang di bawahnya
- Padat.



Seperti kulit jeruk (stippling)
Merupakan adaptasi khas gingiva.
Merupakan gambaran gingiva sehat.
Tekstur gingiva juga berhubungan dengan derajat keratinisasi epitel.
Terbentuk oleh penonjolan dan penurunan permukaan.
Hanya ada pada Attached gingiva.
Tidak terdapat pada Marginal gingiva.


Stippling
terjadi krn adanya proyeksi lap. Papila lamina propria yg mendorong epitel mnjd tonjolan-tonjolan bulat yg berselang-seling dgn pelekukan epitel.

Tekstur Permukaan Gingiva
Berhubungan dengan level dimana margin melekat pada gigi.
Ketika gigi masih erupsi, posisi pada mahkota.
Semakin erupsi posisi semakin ke apikal.
Pada usia tua posisi turun di bawah semento-enamel junction.


Gambaran Histologi
GINGIVA
Full transcript