Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

PANCASILA DALAM KAJIAN SEJARAH BANGSA INDONESIA

No description
by

Resti Lailiani

on 18 September 2014

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of PANCASILA DALAM KAJIAN SEJARAH BANGSA INDONESIA

PANCASILA DALAM KAJIAN SEJARAH BANGSA INDONESIA
Pra Kemerdekaan
Era Kemerdekaan
Orde Lama
Orde Baru
Era Reformasi
Pancasila pada Masa Kerajaan Nusantara
Kutai
Sriwijaya
Majapahit
Masa Penjajahan
Portugis
Spanyol
Belanda
Jepang
Proses Perumusan Pancasila
Sidang II BPUPKI 10-16 Juli 1945
Sidang I BPUPKI 29 Mei-1 Juni 1945
Hasil yang Dicapai oleh BPUPKI pada Rapat 29 Mei 1945 dan 22 Juni 1945
Menghasilkan dasar negara yaitu Pancasila bagi negara Indonesia
Membuat suatu pernyataan yang disebut "Piagam Jakarta" lalu kemudian menjadi Pembukaan UUD 1945
Pemilihan bentuk negara
Mr. Muhammad Yamin (29 Mei 1945)
1. Peri Kebangsaan
2. Peri Kemanusiaan
3. Peri Ketuhanan
4. Peri Kerakyatan
5. Kesejahteraan Rakyat
Mr. Soepomo (31 Mei 1945)
1. Persatuan
2. Kekeluargaan
3. Keseimbangan lahir batin
4. Musyawarah
5. Keadilan rakyat
Ir. Soekarno (1 Juni 1945)
1. Nasionalisme (Kebangsaan Indonesia)
2. Internasionalisme (Perikemanusiaan)
3. Mufakat atau Demokrasi
4. Kesejahteraan Sosial
5. Ketuhanan yang Berkebudayaan
Pengajuan Usul Dasar Negara
Trisila:
1. Sosio nasionalisme
2. Sosio demokrasi
3. Ketuhanan.
Ekasila:
Gotong Royong
Hasil Sidang PPKI
18 Agustus 1945
a. Mengesahkan rancangan UUD sebagai UUD negara RI

b. Memilih Ir. Soekarno sebagai presiden dan Drs. Moh Hatta sebagai wakil presiden

c. Untuk Sementara waktu, presiden dibantu oleh sebuah Komite Nasional Indonesia
Hasil Sidang PPKI
22 Agustus 1945
a. Dibentuknya Komite Nasional

b. Dibentuknya Partai Nasional Indonesia

c. Dibentuknya tentara kebangsaan
Hasil Sidang PPKI
19 Agustus 1945
a. Menetapkan wilayah Indonesia menjadi 8 provinsi dan menunjuk gubernurnya

b. Menetapkan 12 departemen beserta menteri-menterinya

c. Mengusulkan dibentuknya tentara kebangsaan

d. Pembentukan komite nasional di setiap provinsi
Hasil Sidang PPKI
PANCASILA
1. Ketuhanan Yang Maha Esa

2. Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab

3. Persatuan Indonesia

4. Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan

5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
NILAI-NILAI YANG TERKANDUNG DALAM PANCASILA
Sila Ke-1 - Berlambang Bintang
1. Setiap orang Indonesia ber-Tuhan, menurut agama dan kepercayaannya;

2. Menjalankan agama dan kepercayaan secara berkeadaban serta saling menghormati;

3. Segenap agama dan kepercayaan mendapat tempat dan perlakuan yang sama.
Sila Ke-2 - Berlambang Rantai
1. Perlakuan terhadap manusia secara adil, tidak memihak, dan berpegang kepada kebenaran;

2. Beradab maksudnya berbudi luhur dan bersusila.
Sila Ke-3 - Berlambang Pohon Beringin
1. Persatuan dalam arti luas;

2. Melindungi segenap bangsa;

3. Bersatu dalam keberagaman.
Sila ke-4 - Berlambang Kepala Banteng
1. Rakyat memiliki kedaulatan;

2. Nilai demokrasi;

3. Prinsip musyawarah;

4. Rakyat memiliki perwakilan.
Sila Ke-5 - Berlambang Padi dan Kapas
1. Perlakuan yang adil terhadap rakyat;

2. Adil dalam segala aspek kehidupan;

3. Perlindungan terhadap rakyat agar hidup sejahtera.
Masa orde lama adalah masa pencarian bentuk implementasi Pancasila terutama dalam sistem kenegaraan
Periode 1945-1950
Periode 1950-1959
Penerapan Pancasila diarahkan sebagai ideologi liberal yang ternyata tidak menjamin stabilitas pemerintahan. Walaupun dasar negara tetap Pancasila, tetapi rumusan sila keempat bukan berjiwakan musyawarah mufakat, melainkan suara terbanyak (voting).
Periode 1956-1965
Upaya-upaya untuk mengganti Pancasila sebagai dasar negara dengan faham komunis oleh PKI (Partai Komunis Indonesia) melalui pemberontakan di Madiun tahun 1948 dan oleh DI/TII (Darul Islam/Tentara Islam Indonesia) yang akan mendirikan negara dengan dasar islam
Menerapkan demokrasi terpimpin. Demokrasi bukan berada pada kekuasaan rakyat sehingga yang memimpin adalah nilai-nilai Pancasila tetapi berada pada kekuasaan pribadi presiden Soekarno. Bung Karno melakukan pemahaman Pancasila dengan paradigma yang disebut USDEK (UUD 1945, Sosialisme Indonesia, Demokrasi Terpimpin, Ekonomi Terpimpin dan Kepribadian Indonesia) dan menyebarkan Nasionalis, Agama, dan Komunis.
Orde baru berkehendak ingin melaksanakan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen sebagai kritik terhadap orde lama yang telah menyimpang dari Pancasila melalui P4 (Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila) atau Ekaprasetia Pancakarsa
Orde Baru berhasil mempertahankan Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara sekaligus berhasil mengatasi paham komunis di Indonesia. Akan tetapi, implementasi dan aplikasinya sangat mengecewakan. Beberapa tahun kemudian kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan ternyata tidak sesuai dengan jiwa Pancasila.
Pancasila selama Orde Baru diarahkan menjadi ideologi yang hanya menguntungkan satu golongan, yaitu loyalitas tunggal pada pemerintah dan demi persatuan dan kesatuan hak-hak demokrasi dikekang.
Eksistensi Pancasila sejauh ini masih banyak dimaknai sebagai konsepsi politik yang substansinya belum mampu diwujudkan secara riil.
Reformasi belum berlangsung dengan baik karena Pancasila belum difungsikan secara maksimal sebagaimana mestinya. Banyak masyarakat yang hafal butir-butir Pancasila, tetapi belum memahami makna sesungguhnya.
Meskipun negara ini masih menjaga suatu konsensus dengan menyatakan Pancasila sebagai ideologi bangsa. Namun secara faktual, saat ini debat tentang masih relevan atau tidaknya Pancasila dijadikan ideologi masih kerap terjadi.
Pancasila seakan tidak memiliki kekuatan mempengaruhi dan menuntun masyarakat. Pancasila tidak lagi populer seperti pada masa lalu.
Para elite politik cenderung hanya memanfaatkan gelombang reformasi ini guna meraih kekuasaan sehingga tidak mengherankan apabila banyak terjadi perbenturan kepentingan politik. Berbagai gerakan muncul disertai dengan akibat tragedi kemanusiaan yang sangat memilukan.
Menurunnya rasa persatuan dan kesatuan yang ditandai dengan adanya konflik di beberapa daerah
SUMBER:
http://www.slideshare.net/IWANsutriono?utm_campaign=profiletracking&utm_medium=sssite&utm_source=ssslideview
http://firacomplicated.blogspot.com/2013/10/penerapan-pancasila-pada-masa-orde-lama.html
https://id-id.facebook.com/notes/junaidi-farhan/sejarah-lahirnya-pancasila-sebagai-ideologi-dasar-negara/10150267467729714
Terima Kasih Atas Perhatiannya.
Resti Lailiani / 115120207121001
Inge Ade Zinnia / 1351202071210
Rulan Suciyanti / 1351202071211
Full transcript