Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Copy of PROSES PENGOLAHAN BUAH KELAPA SAWIT DI PABRIK KELAPA SAWIT B

No description
by

Kamajaya Kamaratih

on 31 August 2014

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Copy of PROSES PENGOLAHAN BUAH KELAPA SAWIT DI PABRIK KELAPA SAWIT B


PROSES PENGOLAHAN KELAPA SAWIT

PENETAPAN KAPASITAS OLAH PKS
PENGOLAHAN BUAH KELAPA SAWIT
Tandan Buah Segar (TBS)
Varietas kelapa sawit di Perkebunan Unit Batu Ampar adalah varietas berjenis Tenera. Varietas Tenera mempunyai cangkang tipis dengan cincin serat di sekeliling biji, kulit buah
(mesocarp)
yang tebal, kernel nut yang cukup besar dan ekstraksi minyak 22-25%.
STASIUN PENERIMAAN
Jembatan timbang berfungsi untuk menentukan jumlah TBS/CPO/
Palm Kernel
dan lain-lain yang akan masuk ataupun keluar pabrik.

Jembatan pada PKS Batu Ampar terdapat 2 unit dengan kapasitas 40-60 ton.

Para supir truk wajib menyerahkan Surat Pengantar Buah (SPB) saat pemeriksaan di jembatan timbang. Berikut gambar dari SPB PKS Batu Ampar.
Jembatan Timbang
Surat Pengantar Buah (SPB)
Grading
Grading bertujuan untuk mengetahui kualitas TBS yang kirim dari kebun ke pabrik. Proses grading dilakukan secara manual dengan tenaga manusia di lahan yang luas.
Pintu
Loading ramp
Loading Ramp
Pintu loading ramp
Tuas Pintu
Loading ramp adalah tempat penampungan dari TBS yang akan telah di grading.

Loading ramp berfungsi untuk memasukkan buah tandan segar ke dalam lori.

Loading ramp di PKS Batu Ampar ada 2 unit dengan kapasitas 180-240 ton/unit.

Satu unit loading ramp mempunyai 12 pintu yang dilengkapi dengan pintu hidrolik sebagai alat buka tutupnya pintu loading ramp saat memasukkan buah ke lori.
STASIUN PEREBUSAN
Lori
Lori merupakan wadah saat dilakukan perebusan di
sterelizer
.

Lori di PKS Batu Ampar mempunyai kapasitas sebesar 5 ton/lori dengan jumlah lori yang ada sebanyak 60 buah. Jumlah jalur lori yang ada sebanyak 4 jalur.
Sterilizer
Proses perebusan diawali dengan dimasukkannya lori yang berisi TBS ke
sterilizer
menggunakan
capstand.
Perebusan dilakukan dengan menggunakan tekanan 3 bar dengan waktu ± 85 menit.
Proses perebusan berfungsi dan bertujuan untuk
Menonaktifkan enzim lipase yang dapat menaikkan FFA
(Free Fatty Acid)
Mengeluarkan kadar air pada
fruit bunch
hingga 12% untuk memudahkan proses pematangan buah direbusan dan proses pengepresan pada stasiun press
Memudahkan pelepasan antara
fruit
dengan
bunch
di
thresher
Memudahkan pelepasan/pemisahan serat daging buah dari kernel di digester dan mesin pres
Memisahkan antara cangkang dengan kernel yang dilapisi oleh kelenjar untuk memudahkan/menyempurnakan pemecahan kernel di stasiun kernel
Mengurangi kadar air kernel sampai 20% sehingga meningkatkan efisiensi pemecahan biji
Proses perebusan dilakukan secara bertahap dalam tiga puncak tekanan agar diperoleh hasil yang optimal.
Berikut grafik tiga puncak tekanan terhadap perubahan waktu pada saat perebusan
STASIUN PENEBAHAN
Tippler
Tippler berfungsi untuk mengumpankan TBS yang di dalam lori dari
sterilizer
menuju ke
thresher
melalui
mechanical auto feeder.

Lori yang telah di rebus di stasiun perebusan selanjutnya ditarik dengan
capstand
dan dituangkan ke
mechanical auto feeder
menggunakan tippler
Tippler
Auto feeder
Thresher
Thresher
Thresher
, alat yang berbentuk drum/tabung dengan diameter 2 meter dan panjang 5 meter.

Bagian dalam dari tabung/drum
thresher
ini berkisi-kisi yang bertujuan agar berondolan keluar dari pemipil.

Kecepatan putaran dari drum
thresher
telah ditentukan sebesar 22 rpm agar proses pemipilan bekerja secara tepat dan optimal.
Fruit Elevator
Empty Bunch Area
Berondolan yang lepas dari tandan akan masuk ke
fruit transfer conveyor
.

Fruit elevator
berfungsi untuk mengangkut berondolan dari bawah menuju stasiun pengepresan.
Janjangan kosong hasil proses penebahan akan keluar dari drum
threshing
dan masuk ke
empty bunch conveyor
untuk diumpankan ke
empty bunch area.
Video Stasiun Penebahan
STASIUN PENGEPRESAN
Digester
Proses pengadukan (digester) bertujuan untuk melepaskan daging buah dari nut untuk mempermudah ekstraksi pada proses pressing.
Digester terdiri dari
Shaft
Pisau pengaduk 4 set
Pisau pelempar 1 set
Digester
Pengepresan
Pengepresan/
Screw Press
Tujuan dari pengepresan :
untuk mengekstrakkan minyak dari daging buah setelah dilakukan digestion/pengadukan dengan kehilangan minyak dan persentase kernel pecah yang minimum.
Screw press
ini terdiri dari 2
worm screw
yang paralel dengan arah putaran yang berlawanan.

Berondolan yang masuk
screw press
akan dipres oleh
screw press
sehingga minyak, serabut, dan kernel akan terpisah. Minyak sawit akan masuk ke
sand trap tank
sedangkan kernel dan serabut masuk ke
cake breaker conveyo
r.
Crude Oil
Cake
/ Adonan
STASIUN KLARIFIKASI
Sand Trap Tank
Sand trap tank
berfungsi untuk memisahkan
crude oil
dari pasir dan kotoran.

Sand trap tank
berbentuk tabung silinder dan diujung bawah tabung berbentuk kerucut.
Sand trap tank
bekerja berdasarkan gaya gravitasi dan berat jenis bahan dengan kapasitas 10 m3.
Vibrating screen
Vibrating screen berfungsi untuk memisahkan crude oil dari fiber halus dan kotoran yang masih terdapat dalam minyak.

Vibrating screen terdiri dari 2 tingkat screen mesh yang digerakkan oleh electrometer dan mempunyai kapasitas 60 ton per jam.

Proses pada Vibrating screen ialah crude oil disaring pada screen mesh atas dengan ukuran 40 mesh dan diteruskan ke screen mesh bawah dengan ukuran 30 mesh.
Mesh 40
Mesh 30
Crude Oil Tank
Crude Oil Tank
(COT) berfungsi sebagai penampung minyak kasar sementara dari hasil penyaringan di
vibrating screen.

Selain itu COT juga berfungsi untuk COT juga berfungsi untuk menurunkan kadar NOS (
Non Oil Solid
) dan meninggikan kembali temperatur karena sebelumnya telah terjadi penurunan suhu pada saat di
vibrating screen.
Continuous settling tank
(CST)
Continuous Settling Tank
(CST) berfungsi untuk memisahkan minyak
crude oil
dari
sludge
dan kotoran lain. Proses pengendapan di CST selama 2 – 5 jam dengan kapasitas 70 meter kubik.

Pasir dan kotoran akan mengendap dilapisan paling bawah sementara
sludge
ditengah dan minyak paling atas.
Sludge
akan disalurkan ke tangki
sludge
untuk diproses lebih lanjut di
sludge

centrifuge
sedangkan minyak disalurkan ke tangki minyak untuk diproses pada
purifier
.
Sludge tank
Sludge tank
berfungsi untuk menampung sementara sludge dari CST untuk selanjutnya diolah pada s
ludge centrifuge.
Sludge Tank
Sludge Centrifuge
Sludge centrifuge berfungsi untuk mengambil kembali minyak yang masih terdapat di sludge.

Proses pengambilan kembali minyak pada sludge centrifuge menerapkan gaya sentrifugal dengan putaran kecepatan sebesar 1500 rpm dan mempunyai kapasitas 60 ton per jam.

Sludge yang mempunyai berat jenis lebih kecil akan terlempar keluar dari tengah putaran dan keluar melalui nozzle sedangkan berat jenis yang besar yaitu minyak akan tetap berada di putaran dan masuk ke pipa minyak selanjutnya dikembalikan lagi ke CST
Sludge
Pure oil
Pengelolaan Limbah Cair
Sludge
Pure oil tank
Pure oil tank berfungsi untuk menampung sementara minyak dari CST yang selanjutnya dipanaskan pada temperatur 90-95 C sebelum dilakukan pemurnian di purifier.
Pure oil
Oil Purifier
Oil purifier
berfungsi untuk memurnikan minyak dari kotoran dan air.

Minyak dari
pure oil tank
akan dialirkan ke
purifier
. Kotoran dan minyak dipisahkan berdasarkan prinsip
sentrifugal
.

Kotoran secara otomatis didorong dan dialirkan ke
fat pit
sedangkan minyak yang sudah murni akan di alirkan ke
vacuum dryer

Vacuum Dryer
Vacuum dryer
berfungsi untuk mengekstraksikan minyak CPO agar kadar air yang diperoleh sesuai standar
moisture
CPO dengan sistem vakum.
Storage Tank
Storage tank merupakan tempat penampungan terakhir dari semua proses pengolahan minyak kelapa sawit. Storage tank mempunyai kapasitas ribuan ton untuk menampung CPO. CPO yang ditampung di sini selanjutnya akan di proses lebih lanjut di refinery
STASIUN KERNEL
Depericarping
Cake breaker conveyor
dibuat dengan prinsip kerja memutar sehingga fiber dan kernel terpisah tapi masih dalam satu adonan.

Pecahan gumpalan adonan tersebut diteruskan masuk ke dalam
depericarper column
dengan tujuan memisahkan kernel dari fiber untuk mengurangi kadar kotoran pada saat proses pengolahan kernel.

Kernel yang terpisah akan jatuh dan masuk ke
nut polishing drum
sementara fiber yang ringan dihisap ke
fibre cyclone
.

Pada
fiber cyclone
akan dilakukan pemisahan kembali antara kernel dan fiber karena pada fiber yang ringan tadi masih terdapat kernel yang mempunyai berat yang ringan.
Kernel yang masuk ke
polishing drum
akan dilakukan proses pembersihan dari fiber yang masih melekat.
Nut Hopper
Nut hopper
berfungsi sebagai tempat penyimpanan sementara kernel sebelum dilakukan proses pemecahan kernel.
Nut hopper
disertai juga pemanas untuk mengurangi kadar air pada kernel sehingga mengurangi pecahan inti kernel saat proses pemecahan
Light Tenera Dry Sepation (LTDS) adalah suatu alat sederhana dilengkapi dengan hisapan udara yang dihasilkan oleh LTDS fan.

Fungsi LTDS adalah memisahkan cangkang, inti utuh dan inti kernel pecah serta membawa cangkang untuk bahan bakar boiler.

Pada LTDS I cangkang yang ringan terhisap oleh blower dan menjadi bahan bakar boiler sedangkan inti kernel utuh masuk ke LTDS II yang kemudian akan dibersihkan kembali dari debu dan kotoran yang melekat pada kernel.
Ripple Mill
Fungsi dari ripple mill adalah untuk memecahkan kernel dengan cara menjepit/menekan kernel.

Kernel yang berada dalam ripple mill akan mengalami frekuensi benturan yang cukup tinggi dengan plat bergerigi maupun antar rotor. Sehingga frekuensi pukulan ini dapat memecahkan kernel lebih mudah.

Claybath
Claybath
adalah alat yang berfungsi untuk memisahkan cangkang dan inti kernel yang memiliki berat yang hampir sama.

Campuran cangkang dan inti dimasukan ke dalam cairan yang berat jenisnya diantara cangkang dan inti, yaitu menggunakan larutan kalsium karbonat (
CaCO3
). Maka, untuk berat jenis yang lebih kecil dari berat jenis larutan akan terapung dipermukaan larutan dan yang berat jenisnya lebih besar akan tenggelam dan cangkang memiliki berat jenis yang lebih besar.

Kernel memiliki berat jenis lebih ringan daripada larutan kalsium karbonat (
CaCO3
) dengan berat jenis 1,15 – 1,1
Kernel Silo
Fungsi dari kernel silo adalah untuk mengurangi kadar air yang terkandung dalam inti kernel.

Selain itu, di dalam kernel silo ini terjadi proses pengeringan inti.

Tujuan dari pengeringan ini yaitu untuk menurunkan kadar air pada kernel hingga mencapai maksimal 7% agar tidak merusak mutu kernel pada saat penyimpanan.
Kernel Bin
Kernel bin berfungsi untuk menyimpan inti produksi sebelum dikirim atau dijual.

Kernel bin dilengkapi dengan fan agar uap air yang masih terkandung dalam inti dapat keluar dan tidak menyebabkan kondisi dalam penyimpanan lembab yang nantinya dapat menyebabkan jamur pada inti sawit.
Inti Sawit / Kernel
Cangkang
(Shell)
Boiler
STASIUN
PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK
Pembangkit Tenaga Diesel
Genset ini adalah alat yang paling pertama dioperasikan pada keseluruhan sistem atau sebagai pemacu kinerja boiler.

Fungsi lain dari genset ini ialah untuk mem-back up kerja boiler saat boiler kekurangan bahan bakar

Ketika tekanan uap pada boiler telah cukup maka genset pun dimatikan. Selain itu genset juga digunakan sebagai penyedia tenaga ketika pabrik akan berhenti beroperasi hingga pabrik benar – benar berhenti beroperasi.
Stasiun Pembangkit Listrik Tenaga Uap
Turbin uap adalah pembangkit listrik tenaga uap yang digerakkan dengan tenaga uap dari ketel uap
BPV berfungsi sebagai tempat menampung steam keluaran turbin yang digunakan untuk keperluan pabrik seperti perebusan TBS di
sterilizer
dan pemanasan tangki-tangki di pabrik.
Ketel uap atau boiler adalah alat yang digunakan untuk menghasilkan uap panas (steam). Steam dihasilkan dengan cara pemanasan air hingga mengeluarkan uap panas.

Pembakaran awal boiler dilakukan secara manual menggunakan bahan bakar cangkang dan fiber dari limbah poses pengolahan.
Light Tenera Dry Sepation (LTDS)
EVALUASI MUTU
PADA PROSES PENGOLAHAN KELAPA SAWIT

Grading
Proses grading di PKS Batu Ampar memiliki kriteria dan standar tersendiri terhadap TBS yang masuk ke pabrik. Hal ini dilakukan agar saat TBS diproses dan diolah menghasilkan produk CPO dan kernel sesuai dengan standar.

TBS yang lebih dari 24 jam dari masa pemanenan akan menyebabkan penurunan kualitas TBS. pentingnya memperhatikan standar kriteria TBS yang akan diolah pada proses grading.

Kriteria grading TBS di PKS Batu Ampar dapat dilihat pada Tabel 4.1.
Kualitas Mutu CPO dan Kernel
Pada CPO yang ditinjau adalah ALB / FFA (
Free Fatty Acid
),
moisture
dan
dirt
.
ALB adalah indikator mutu minyak sawit yang semakin kecil persentase kadar asam lemak bebas pada minyak sawit tersebut maka semakin bagus.
Moisture
adalah kadar air yang tergantung di dalam CPO.
Dirt
merupakan kotoran yang terdapat dalam minyak sawit yang diproduksi.
DOBI (
Deterioration Of Bleachability Index
) merupakan angka indeks yang menunjukan daya pemucatan pada minyak.
Pada minyak sawit terdapat kandungan karoten yang menyebabkan minyak sawit ( CPO ) berwarna merah
Pada kernel mempunyai standar mutu yang telah ditetapkan juga. Standar mutu kernel di lihat dari 3 aspek yaitu
broken kernel, moisture
dan
dirt
.
Broken kernel
adalah persentase jumlah kernel yang pecah atau retak dari keseluruhan.
Moisture
merupakan kadar air yang masih terdapat di dalam kernel.
Dirt
merupakan kotoran berupa sisa cangkang yang terbawa hingga ke kernel bin
Pada manajemen tim PKS Batu Ampar terdiri dari 8 orang Karyawan Pimpinan yaitu
1 orang Manajer,
1 orang Kepala Tata Usaha (KTU),
1 orang Asisten Kepala (Askep),
2 orang Asisten proses,
1 orang Asisten
maintenance and repairing
,
1 orang Asisten
maintenance and electronics
,
1 orang Asisten laboratorium.

PKS Batu Ampar pada bulan Juni 2013 mempunyai karyawan sebanyak 171 orang untuk posisi staff, karyawan bulanan, harian dan kontrak
Pembangunan areal kebun kelapa sawit diikuti dgn pembangunan PKS dengan kapasitas berimbang mengikuti formula:
LA x P x D
---------------- = Ton / Jam
J0
Keterangan:
LA = Luas Areal (ha) (5.000 ha)
P = Produksi Ton/ha (24 ton/ha/th)
D = Prosentase panen puncak tertinggi dlm 1 bln (12.5%)
JO = Jam olah pabrik dlm 1 bln ( 20 jam/hr, 25 hr kerja/bln)
MANAJEMEN PERUSAHAAN
Latar Belakang
Indonesia merupakan negara produsen minyak kelapa sawit
terbesar di dunia.
sumber : http://faostat.fao.org/
Perkembangan Industri Perkebunan Kelapa Sawit di Indonesia
Tahun
Luas Lahan (Ha)
Perkembangan Lahan Perkebunan Kelapa Sawit di Indonesia ( 2001 - 2012 )
Sumber : Kementrian Pertanian Indonesia (http://www.pertanian.go.id/)
Nilai produksi dan angka ekspor minyak kelapa sawit Indonesia
Tahun
Sumber : Kementrian Pertanian Indonesia (http://www.pertanian.go.id/)
Potensi Perkembangan Industri Kelapa Sawit Indonesia Tahun 2020
Penampungan di bak fat pit bertujuan untuk mengambil kembali CPO yang masih terdapat dalam sludge tersebut
Bak Fat pit
Pada kolam deoling pond, sisa CPO yang pada permukaan limbah akan dikembalikan ke CST untuk diproses ulang sedangkan limbah yang ada pada bagian bawah akan dialirkan ke kolam pengasaman.
Deoling Pond
Pada kolam pengasaman dilakukan pengasaman untuk menyiapkan lingkungan asam agar bakteri dapat tumbuh dan berkembang
Kolam Pengasaman
Kolam ini disebut juga kolam pembiakan bakteri pemakan minyak. Pembiakan bakteri yang digunakan dalam proses anaerobik pada awalnya dipelihara dalam suatu tempat yang bertujuan untuk memulai pembiakan bakteri
Pada kolam ini terjadi proses mikroorganisme yang berlangsung secara anaerobik.
Kolam Sekunder
Kolam Primer
Pada kolam ini terjadi proses mikroorganisme yang berlangsung secara anaerobik.
Kolam Fakultatif
Pada kolam ini telah tumbuh ganggang dan mikroba heterotrof. Kolam ini adalah kolam akhir dari proses pembuangan limbah yang memiliki PH 6,9 – 7,1 .
Kolam Alga
Land Application (LA) berfungsi sebagai tempat penampungan limbah cair dari kolam limbah pabrik yang telah mencapai standar mutu dan berguna sebagai pupuk tanaman kelapa sawit di bawah tanggung jawab kebun
Land Application
Buah Matang
Buah Kurang Matang
Buah Mentah
Buah terlalu matang
Buah banci
Buah
partenocarphy
Standar Kuantitas
Pada standar kuantitas CPO terdapat 6 parameter yang diperhatikan.
OER (Oil Extract Ratio) merupakan perbandingan rasio antara minyak CPO yang dihasilkan dengan bahan baku TBS yang masuk.
Empty Bunch Stalks, fibre, nut dan final effluent
adalah persentasi maksimal kandungan minyak yang terdapat di berondolan, janjangan kosong, fiber, nut/kernel dan limbah cair.

Pada standar kuantitas kernel terdapat beberapa parameter yang diperhatikan.
KER (Kernel Ekstrak Ratio) merupakan perbandingan rasio antara kernel hasil produksi dengan TBS yang masuk.
fruit to empty bunch, fibre cyclone, LTDS dan claybath merupakan persentase maksimal kernel yang hilang dari proses pengolahan kernel di stasiun kernel.
Losses/kehilangan jumlah kernel berupa kernel yang pecah, retak atau busuk akibat penyimpanan. Losses/kehilangan jumlah kernel berupa kernel yang pecah, retak atau busuk akibat penyimpanan.
Ada beberapa indikator yang tidak mencapai standar seperti
fibre
dan
final effluent
pada CPO dan
Kernel Extract Ratio
(KER) dan
claybath
pada kernel.

Kehilangan minyak bisa saja terjadi pada
Stasiun perebusan,
Stasiun pengepresan, atau
Stasiun pemurnian.

Pada kernel losses terjadi di
claybath,
LTDS
,
dan dibeberapa alat lainnya.
Hasil analisis mutu kualitas CPO diperoleh data bahwa ALB/FFA,
moisture, dirt
dan DOBI pada CPO tidak mencapai standar.
Beberapa penyebab mungkin terjadi pada
Stasiun perebusan
Stasiun pengepresan
Stasiun klarifikasi

Pada kernel diketahui bahwa
dirt
dan
kernel broken
tidak mencapai indeks standar.
Claybath
LTDS
Ripple mill
Produksi TBS
Produksi TBS vs Curah hujan
Produksi TBS vs Suhu
Produksi TBS vs Intensitas cahaya matahari
Produksi TBS vs kecepatan angin dan kelembaban udara
Hubungan
Mutu Kuantitas dengan Iklim
Produksi TBS
KESIMPULAN
Jadi, dapat disimpulkan bahwa

Proses pengolahan kelapa sawit dilakukan melalui beberapa proses, mulai dari
stasiun penerimaan buah,
stasiun perebusan,
stasiun penebahan,
stasiun pengepresan,
stasiun pemurnian minyak (klarifikasi),
stasiun pengolahan inti sawit (kernel), dan
stasiun pembangkit tenaga listrik.
CPO disimpan di storage tank dan inti sawit disimpan di kernel bin.

Setiap PKS empunyai standar mutu yang telah ditetapkan yaitu
kualitas ,dan
kuantitas


Hubungan data iklim tahunan di Perkebunan Kelapa Sawit terhadap produksi TBS diketahui bahwa curah hujan berbanding terbalik dengan produksi TBS dan intensitas cahaya matahari sangat kecil pengaruhnya terhadap produksi TBS

Tujuan
Memberikan informasi mengenai proses pengolahan kelapa sawit

Mengetahui cara evaluasi mutu produk kelapa sawit yang dihasilkan dari di Pabrik Kelapa Sawit
UNIT PENGELOLAAN LIMBAH
Full transcript