Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

TEKPRES

No description
by

Ihvan Pahrevy

on 3 May 2012

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of TEKPRES

Letak Pasar Kosambi Definisi Konsep mengenai penataan, bentuk, besaran, dan tampilan bangunan pada suatu blok atau kawasan Aspek-aspek yang dikaji 1. Koefisien Dasar Bangunan Presentase perbandingan antara luas lantai dasar gedung dan luas daerah perencanaan. 2. Koefisien Daerah Hijau Persentase perbandingan antara luas seluruh ruang terbuka di luar bangunan untuk ruang terbuka hijau dan luas keseluruhan tanah bangunan. 3. Garis Sempadan Jalan Garis imaginer batas terdepan sebuah pekarangan yang boleh didirikan bangunan. 4.Garis Sempadan Bangunan Garis imaginer batas dinding terdepan bangunan pada suatu persil tanah. Peraturan yang Berlaku Peraturan Gubernur Jawa Barat no.21 tahun 2009 Koefisien dasar bangunan (KDB) maksimumnya adalah 40%
Koefisien daerah hijau KDH minimumnya 52%.
Garis Sempadan Jalan dan Garis sembarang bangunannya:
jika ruang milik jalan (rumija) < 8 meter maka GSB dan GSJ minimumnya 1 meter,
jika rumija > 8 meter maka GSB & GSJ minimumnya adalah ( ½ rumija + 1 meter) Permasalahan koefisien dasar bangunan > 40%
koefisien daerah hijaunya ±5%, ketentuan yakni 52%
GSB dan GSJ memenuhi syarat Pasar Kosambi Gedung Kesenian Rumantang Siang Koefisen Dasar Bangunanya hampir 90 %
Koefisien daerah hijaun ±7%.
GSJ dan GSB tidak bermasalah. Toko dan Ruko Sekitar KDB hampir 100%

Ruang hijau kurang dari 52%

Panjang garis GSJ dan GSB hampir sama dan tidak menyalahi ketentuan

Ruang diantara garis tersebut yang seharusnya lapang digantikan oleh pedagang kaki lima dan tempat parkir sepeda motor


menentukan tingkat kegiatan ekonomi masyarakat dan negara. Fungsi Pedagang Kaki Lima Fungsi ekonomi Fungsi Sosial menghidupkan dan membuat kota selalu semarak, tidak sepi, dan dinamik Budaya menciptakan berbagai corak budaya tersendiri Permasalahan 1. Menyebabkan Kemacetan Jumlah PKL yang ada terlalu banyak
PKL mengambil lahan jalan umum Penataan barang dagangan yang boros tempat 2. Menyebabkan lingkungan kotor Sampah sisa dagangan dibuang sembarangan

Mengganggu kenyamanan pengguna jalan 3. Mengurangi estetika Pemasangan tenda yang tidak teratur 4. Membahayakan pejalan kaki Pejalan kaki berjalan di jalur kendaraan Kios berdesakan dan menutupi bangunan di belakangnya Risiko terjadinya kecelakaan 1. Disfungsi Trotoar Trotoar menjadi tempat parkir motor dan tempat berjualan pedagang kaki lima 2. Tempat penyebrangan terlalu jauh atau berbahaya karena gelap dan tangganya curam

3. Pejalan kaki belum dapat mendapatkan haknya (sesuai dengan undang-undang no. 22 tahun 2009)

4. Belum ada tindakan nyata dari pemerintah untuk merapikan fasilitas pejalan kaki

5. Perlu adanya sosialisasi mengenai fasilitas pejalan kaki Definisi Signage Komunikasi grafis yang dilakukan untuk menyampaikan informasi dari satu pihak (lingkungan eksternal) ke pihak lainnya (publik) dalam bentuk visual.

McLendon dan Blackiston (1980) Fungsi utama Signage Regulasi dan keamanan Berfungsi untuk menyampaikan informasi mengenai suatu produk, layanan (service), tempat, dan fasilitas; Informasi Penunjuk arah berfungsi sebagai media untuk memandu orang untuk mencapai tempat tujuannya Identifikasi berfungsi untuk menjelaskan suatu tempat atau fasilitas, seperti tanda untuk toilet, nomor rumah, dan sebagainya; berfungsi memberi peringatan, instruksi keamanan atau keselamatan, dan tata tertib yang berlaku di suatu wilayah Signage yang banyak dan tidak tertata baik akan mengacaukan tampilan suatu kota Signage dan Estetika
Peraturan Walikota Bandung Nomor 407 Tahun 2007 Tentang Petunjuk Penyelenggaraan Reklame Peraturan tentang signage: Signage di sekitar Pasar Kosambi Berfungsi sebagai media informasi Penataannya tiap signage tidak saling menutupi, kecuali bagian dalam pasar (plang kios) Permasalahan Sudah tua dan kurang perawatan informasi kurang tersampaikan karena signage sudah tidak menarik Terlalu banyak jumlah signage yang ada Pasar Kosambi menjadi ‘penuh’, tidak rapi, kacau Hal-hal penunjang yang dibutuhkan manusia dalam beraktivitas untuk mencapai suatu tujuan
Sebagai alat pendukung agar kegiatan-kegiatan tersebut dapat dilakukan seoptimal mungkin Semua kegiatan yang dilakukan tidak akan dapat mencapai hasil yang diharapkan sesuai dengan rencana Akibat apabila sarana dan prasarana tidak memadai Sarana dan prasarana Fungsi sarana dan Prasarana Semua kegiatan yang dilakukan tidak akan dapat mencapai hasil yang diharapkan sesuai dengan rencana Peraturan Sarana dan prasarana umum menurut Pasal 14 UU No 32 Tahun 2004, merupakan urusan wajib yang menjadi kewenangan pemerintah daerah kabupaten/kota Hasil Observasi Dasar Pengamatan Melihat keadaan sarana dan prasarana yang ada pada Pasar Kosambi dan menganalisis apakah sarana dan prasarana tersebut cukup atau tidak Output Pengamatan Hasil analisis dan rekomendasi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan sarana dan prasarana Sarana dan Prasarana Umum Pasar Kosambi yang Diamati Toilet umum
Sarana beribadah
Tempat sampah
Tempat penampungan dan pembuangan sampah
Pencahayaan Kondisi koridor dalam dan luar gedung pasar
Kondisi jalan untuk kendaraan dan pejalan kaki di dalam daerah Pasar Kosambi
Tangga dan eskalator
Pencahayaan Hasil 1. Toilet umum Cukup bersih
Jumlah memadai
Mudah ditemukan pengunjung
Sistem pemeliharaan fasilitas cukup 2. Sarana beribadah (mushola) Mudah ditemukan pengunjung
Peminjaman alat-alat sholat tersedia denhan baik
Sarana beribadah kurang memperhitungkan efisiensi antara luas ruangan yang disediakan, jumlah pengguna dan arah kiblat
Selain menghambat aktivitas pengguna, sempitnya ruangan juga mengurangi rasa nyaman pengguna dalam beribadah

Saran : memperluas ruangan dan penataan ruang tersebut harus memperhitungkan adanya arah kiblat agar ruangan dapat dipakai secara maksimal 3. Tempat sampah Sulit ditemukan baik di dalam maupun di luar gedungPasar Kosambi.

Akibat :
Banyak sampah yang berserakan di jalanan
Menimbulkan rasa tidak nyaman pengunjung dalam berbelanjaJ
uga menurunkan tingkat sanitasi pasar
Banyak peti-peti bekas yang terpaksa dijadikan tempat sampah oleh pengguna

Saran : menaruh tempat sampah yang cukup di sepanjang koridor dalam maupun luar gedung dan juga di jalanan tempat parkir dan pejalan kaki 4. Tempat penampungan/pembuangan akhir sampah Tempat pembuangan akhir sampah berada di bagian belakang gedung

Sistem pembuangan sampah cukup baik.

Keterlambatan mobil pengangkut sampah kadangkala membuat sampah menumpuk Lokasi tempat pembuangan jauh

Pedagang menyalahgunakan fungsi fasilitas lain untuk mengganti fungsi fasilitas yang dibutuhkan namun tidak tersedia

Berkurangnya wadah fungsi fasilitas lain tersebut Lokasi tempat pembuangan jauh

Pedagang menyalahgunakan fungsi fasilitas lain untuk mengganti fungsi fasilitas yang dibutuhkan namun tidak tersedia

Berkurangnya wadah fungsi fasilitas lain tersebut Saran :
sediakan ruang resmi untuk menampung sampah sementara dekat dengan pedagang
membuat jalanan bersih dan tidak menyalahgunakan fungsi fasilitas lain
memudahkan petugas pembuangan akhir sampah dalam mengumpulkan sampah 5. Pencahayaan Beberapa bagian pencahayaan minim
Pencahayaan yang kurang sering dijumpai pada fasilitas tangga dan lantai bagian bawah (basement, pedagang daging) Akibat :
Berkurangnya rasa aman pada pengguna fasilitas

Saran :
ditambahnya lampu pada daerah-daerah yang kurang pencahayaannya 6. Koridor dalam dan luar gedung pasar Koridor dalam :
Bersih tetapi sempit

Koridor luar :
kotor
Dipakai untuk berdagang dan ada
Beberapa koridor tidak bisa dilewati Akibat:
koridor menjadi sempit dan padat
kenyamanan pengunjung berkurang
sulitnya mobilitas

Saran :
Aturan mengenai koridor jalan harus dipertegas oleh pengelola dan dikomunikasikan kepada semua pedagang 7. Kondisi jalan untuk kendaraan dan pejalan kaki 8. Tangga dan Eskalator Tangga:
Cukup banyak dan mudah ditemukan
Kotor dan sedikit gelap

Eskalator :
Rusak dan sudah lama tidak dapat dipakai
Kotor Banyak yang rusak dan berlubang Akibat:
pejalan kaki dan kendaraan susah berjalan
apabila hujan lubang pada jalanan menimbulkan genangan air yang mengganggu kenyamanan

Saran :
jalan diperbaiki Akibat :
mengurangi rasa aman dan nyaman dalam menggunakan fasilitas

Saran :
lakukan pembersihan rutin dan perbanyak pencahayaan
eskalator diperbaiki atau diganti dengan tangga saja Kesimpulan Keadaan Jalan Keadaan jalan di depan Pasar Kosambi cukup ramai
Banyak kendaraan yang melintas, mulai dari motor, mobil, hingga bus-bus besar
Jalan yang ada di depan Pasar Kosambi tergolong lebar
Mobil yang parkir dan pedagang kaki lima yang berjualan di pinggir jalan membuat lebar jalan menjadi lebih sempit Mobil dan motor yang parkir menghabiskan sepertiga lebar jalan
Mengakibatkan kemacetan dan terhambatnya lalu lintas
Sampah-sampah yang berserakan di sepanjang jalan membuat para pengguna jalan menjadi tidak nyamanåå Kondisi sirkulasi keluar-masuk pasar padat

Jalur keluar-masuk pasar kurang tertata dengan baik

Jalan sempit dan menyulitkan pengendara (khususnya mobil) ketika berpapasan

Pengunjung lebih banyak parkir di bagian depan (pada gambar ditandai dengan warna abu-abu) yang sempit dibandingkan di basement.

Banyaknya mobil yang parkir di jalan menyulitkan pengendara lain yang akan keluar dari pasar Sirkulasi Basement tidak digunakan dengan optimal

Kondisi jalan menuju basement dan di dalam basement gelap

Petunjuk jalan di dalam pasar tersebut kurang jelas

Kepadatan pada jalur angkut barang yang berada di luar area pasar (pada gambar ditandai dengan warna kuning).

Jalur tersebut sangat sempit dan becek. Permasalahan Tempat parkir sembarangan di depan pasar

1/3 Jalan digunakan untuk lahan parkir

Tempat parkir yang ada kurang terlihat dan kotor Analisis Keadaan lalu lintas berbeda dari tujuan dan aturan penyelenggaraan lalu lintas

Pergerakan lalu lintas terhambat akibat sebagian jalan termakan oleh pedagang kaki lima, sampah yang berserakan serta kendaraan yang parkir tidak pada tempatnya

Kurangnya pengendalian, perawatan serta pengawasan, perencanaan pada pembinaan lalu lintas Parkir liar Basement Solusi Publikasi untuk parkir di dalam
Penertiban parkir illegal
Perawatan tempat parkir
Sistem parkir menggunakan pola sudut 30/45 derajat Pasar Kosambi ternyata memiliki permasalahan di berbagai aspek

Permasalahan yang di alami oleh Pasar Kosambi, dapat di selesaikan dengan partisipasi aktif masyarakat, pengelola pasar dan pemerintah daerah Bandung. Kelompok 5 1. 19911054 M. Musyafa Syahbid
2. 19911090 Etsa Amanda
3. 19911110 Danisa Myra
4. 19911130 Made Harris K.
5. 19911138 Ihvan Pahrevy
6. 19911194 Tiara Nabiilah
7. 19911206 Yunia Dafitri
Full transcript