Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

LAPORAN TUGAS AKHIR PADA NY.E G1P0A0 HAMIL 38 MINGGU DENGAN

No description
by

Backjoule Jupie

on 16 June 2014

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of LAPORAN TUGAS AKHIR PADA NY.E G1P0A0 HAMIL 38 MINGGU DENGAN

LAPORAN TUGAS AKHIR PADA NY.E G1P0A0 HAMIL 38 MINGGU DENGAN KETUBAN PECAH DINI DI BPM Hj. NENENG RATNAWATI, YS. S,ST
BAB V
PENUTUP

KESIMPULAN
LATAR BELAKANG
Menurut data Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) pada tahun 2007, Angka Kematian Ibu sebesar 228 per 100.000 kelahiran hidup, tahun2009 Angka Kematian Ibu (AKI) 357 per 100.000 kelahiran hidup sedangkan pada tahun 2010 sebesar 263 per 100.000 kelahiran hidup. (WHO, 2011).

Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia pada tahun 2007 mencapai 228/100.000 kelahiran hidup. Berdasarkan data profil kesehatan Jawa Barat Angka Kematian Ibu (AKI) di Jawa Barat masih relatif tinggi,
pada tahun 2007 tercatat untuk AKI berkisar 321,15/100.000 kelahiran hidup. Hal ini sangat memprihatinkan dalam Millenium Development Goals (MDGs) target yang ingin dicapai pada tahun 2015 angka kematian ibu 104/100.000 ibu melahirkan (Depkes RI, 2010).

Tahun 2009 jumlah AKI dan AKB sebanyak 23 kasus dan 84 kasus. Pada tahun 2010 jumlah AKI dan AKB sebanyak 20 kasus dan 59 kasus, berdasarkan data AKI dan AKB tahun 2009 sampai 2010 mengalami penurunan ( Dinkes Kota Bekasi 2010).

TUJUAN

Tujuan Umum
Mahasiswa mampu memberikan pelayanan asuhan kebidanan secara komprehensif dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, dan KB. Dan mampu mengaplikasikan manajemen asuhan kebidanan dengan pendekatan 7 langkah varney dilanjutkan pendokumentasian dengan menggunakan metode SOAP.

Tujuan Khusus
Menerapkan dan melakukan asuhan kebidanan secara komprehensif dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bbl, dan kb kepada klien Ny.E dalam proses persalinan dengan kehamilan aterm dalam usia kehamilan 38 minggu dengan Ketuban Pecah Dini (KPD).

BAB II
TINJAUAN TEORI
Menurut Federasi Obstetri Ginekologi Internasional, kehamilan di definisikan sebagai fertilisasi atau penyatuan dari spermatozoa dan ovum dan dilanjutkan dengan nidasi atau implantasi. Bila dihitung dari saat fertilisasi hingga lahirnya bayi, kehamilan normal akan berlangsung dalam waktu 40 minggu atau 10 bulan lunar atau 9 bulan menurut kalender internasional. Kehamilan terbagi dalam 3 trimester, dimana trimester kesatu berlangsung dalam 12 minggu, trimester kedua 15 minggu (minggu ke-13 hingga ke-27), dan trimester ketiga 13 minggu (minggu ke-28 hingga ke-40). (Prawirohardjo, 2010).
Persalinan dan kelahiran normal adalah proses pengeluaran janin yang tejadi pada kehamilan cukup bulan (37-42 minggu), lahir spontan dengan presentasi belakang kepala yang berlangsung dalam 18 jam tanpa komplikasi baik pada ibu ataupun pada janin. (Saifudin,2009)

Nifas adalah masa pulih kembali, mulai dari persalinan selesai sampai alat-alat kandungan kembali seperti pra hamil. Lama masa nifas ini yaitu 6–8 minggu (Sinopsis Obstetri Fisiologi Jilid I).

Bayi Baru Lahir adalah bayi yang baru lahir selama 1 jam pertama kelahiran. (Saifuddin, 2010)
Ketuban Pecah Dini
Ketuban pecah dini adalah pecahnya ketuban sebelum terdapat tanda persalinan mulai dan ditunggu satu jam sebelum terjadi in partu.(Manuaba, 2008)

ETIOLOGI
Walaupun banyak publikasi tentang Ketuban Pecah Dini, namun penyebab sebelumnya belum diketahui dan tidak dapat di tentukan secara pasti. Kemungkinan yang menjadi faktor presdisposisi yaitu :
KOMPLIKASI KETUBAN PECAH DINI
a. Infeksi yang terjadi secara langsung pada selaput ketuban atau infeksi pada cairan ketuban bisa menyebabkan terjadinya ketuban pecah dini.

c. Tekanan intra uterin yang meninggi atau meningkat secara berlebihan (overdistensi uterus) misalnya trauma, hidramnion dan gemeli.

d. Kelainan letak, misalnya sungsang sehingga tidak ada bagian terendah yang menutupi pintu atas panggul yang dapat menghalangi tekanan terhadap membran bagian bawah.
(Saifuddin, A.B. 2010)

Komplikasi yang timbul akibat Ketuban Pecah Dini bergantung pada usia kehamilan yaitu :
a. Infeksi intrauterine
b. Persalinan prematuritas
c. Keluarnya tali pusat (prolaps tali pusat)
d. Hipoksia dan asifiksia
(Nugroho,T. 2010)
Penanganan Ketuban Pecah Dini
1) Rawat di rumah sakit dengan tirah baring.
2) Berikan antibiotik (ampisilin 4 x 500 mg atau eritromisin bila tidak tahan ampisilin dan metronidazol 2 x 500 mg selama 7 hari).
3) Jika umur kehamilan < 32-34 minggu, di rawat selama air ketuban masih keluar atau sampai air ketuban tidak lagi keluar.
4) Jika usia kehamilan 32-37 minggu, belum inpartu tidak ada infeksi, tes busa negative berikan dexametason, observasi tanda-tanda infeksi dan kesejahteraan janin. Terminasi pada umur kehamilan 37 minggu.


6) Jika usia kehamilan 32-37 minggu ada infeksi, beri antibiotik dan lakukan induksi, nilai tanda-tanda infeksi (suhu, leukosit, tanda-tanda infeksi intra uterine).
7) Pada usia kehamilan 32-37 minggu berikan steroid untuk memacu kematangan paru janin, dan bila memungkinkan periksa kadar lesitin dan spingomielin tiap minggu. Dosis betametason 12 minggu sehari dosis tunggal selama 2 hari, dexametason I.M 5 mg setiap 6 jam sebanyak 4 kali.


b. Aktif
1) Kehamilan > 37 minggu, induksi dengan oksitosin. Bila gagal seksio sesarea dapat pula di berikan misoprostol 25-50 mg intravaginal tiap 6 jam maksimal 4 kali.
2) Bila ada tanda-tanda infeksi berikan antibiotik dosis tinggi dan persalinan diakhiri jika :
a) Bila skor pelvic < 5, lakukan pematangan serviks, kemudian induksi. Jika tidak berhasil akhiri persalinan dengan seksio sesarea.
b) Bila skor pelvic > 5, induksi persalinan.
(Nugroho,T. 2010)
KONSERVATIF
TINJAUAN KASUS
BAB III
NAMA :Ny. E
USIA :33 TAHUN
SUKU/BANGSA:AMBON
AGAMA :KRISTEN
PENDIDIKAN :SMU
PEKERJAAN :PNS
ALAMAT :JL. KEDONGDONG
RT 05/06 PERUMNAS I
NAMA :Ny. D
USIA :38 TAHUN
SUKU/BANGSA:AMBON
AGAMA :KRISTEN
PENDIDIKAN :SMU
PEKERJAAN :PNS
ALAMAT :JL. KEDONGDONG
RT 05/06 PERUMNAS I
BAB I
S:
KUNJUNGAN ANC KE-1
4 MARET 2014 PKL:17.00
Riwayat menstruasi
HPHT: 10 Juli 2013, lamanya 6 hari, banyaknya 2x ganti pembalut
Haid sebelumnya 12 Juni 2013, lamanya 6 hari, banyaknya 2x ganti pembalut
TP: 17 April 2014

Riwayat kesehatan/penyakit
Ibu mengaku tidak menderita penyakit sistemik seperti DM, TBC, jantung, hipertensi, asma dll

Riwayat kehamilan, persalinan, nifas lalu
Ibu mengatakan ini adalah kehamilan yang pertama

Riwayat psikososial
Ibu mengaku ini adalah pernikahan yang pertama dan sudah 8 tahun menikah, respon keluarga terhadap kehamilan ini sangat antusias karena ini adalah kehamilan yang sudah dinantikan selama 7 tahun

Riwayat KB
Ibu mengaku belum pernah menjadi akseptor KB

Aktifitas sehari-hari
Pola istirahat cukup, tidur malam 7 jam
Pola makan teratur, 5 sehat 4 sempurna
Pekerjaan ibu sebagai Pegawai Negeri Sipil, dan juga melakukan pekerjaan rumah yang ringan
O:
Keadaan umum: baik
kesadaran: komposmentis
TD:120/90mmHg N:90x/menit R:20x/menit S:36,1°C
TB:160 cm BB:80 Kg LILA:33 cm
Pemeriksaan Head to Toe: tidak ada masalah
TFU: 31cm
Leopold I:teraba bagian lunak, bulat, tidak melenting
Leopold II:kiri ibu teraba bagian keras, panjang, seperti papan
kanan ibu teraba bagian-bagian kecil janin
Leopold III:teraba bagian bulat, keras, melenting. Leopold IV:konvergen
TBJ:(31-13) x 155 gram = 2790 gram
DJJ: (+) 137x/menit
A:
G1P0A0 hamil usia 34 minggu
Janin tunggal hidup intrauterin presentasi kepala



P:
1. Memberitahu ibu hasil pemeriksaan bahwa keadaan ibu dan janin baik saat ini
2. Mengingatkan ibu tentang pola nutrisi yaitu makan teratur tiga kali satu hari
3. Mengingatkan ibu tentang pola istirahat yaitu tidur malam 7-8 jam, dan tidur siang 1-2 jam
4. Mengingatkan kembali kepada ibu tentang ketidaknyamanan pada trimester III
5. Mengingatkan ibu tentang personal hygine

6. Memberitahu ibu untuk merendam kaki di air hangat jika kaki terasa bengkak dan tidur dengan posisi kaki sedikit lebih tinggi daripada kepala
7. Mengingatkan kembali kepada ibu tentang persiapan persalinan seperti transportasi, biaya dan donor darah
8. Mengingatkan ibu tentang tanda-tanda persalinan
9. Mengingatkan ibu tentang tanda bahaya kehamilan
10. Memberitahu ibu tentang jadwal kunjungan selanjutnya yaitu dua minggu kemudian pada tanggal 18 Maret 2014 atau jika ada indikasi
KUNJUNGAN ANC KE-2
S:
12 Maret 2014 pkl 16.00
Ibu mengatakan tidak ada keluhan

O:
Keadaan umum: baik
kesadaran: komposmentis
TD:110/80mmHg N:85x/menit R:22x/menit S:36°C
TB:160 cm BB:81 Kg LILA:33,5 cm
Pemeriksaan Head to Toe: tidak ada masalah
TFU: 32 cm
Leopold I:teraba bagian lunak, bulat, tidak melenting
Leopold II:kiri ibu teraba bagian keras, panjang, seperti papan
kanan ibu teraba bagian-bagian kecil janin
Leopold III:teraba bagian bulat, keras, melenting
Leopold IV:divergen 4/5
TBJ: (32-11) x 155 gram = 3255 gram
DJJ: (+) 132x/menit
G1P0A0 hamil usia 35 minggu
Janin tunggal, hidup, intrauterin, presentasi kepala

1. Memberitahu ibu hasil pemeriksaan bahwa keadaan ibu dan janin baik saat ini
2. Mengingatkan ibu tentang pola nutrisi yaitu makan teratur tiga kali satu hari
3. Mengingatkan ibu tentang pola istirahat yaitu tidur malam 7-8 jam, dan tidur siang 1-2 jam
4. Mengingatkan kembali kepada ibu tentang ketidaknyamanan pada trimester III
5. Mengingatkan ibu tentang personal hygine

A:
P:
6. Memberitahu ibu untuk merendam kaki di air hangat jika kaki terasa bengkak dan tidur dengan posisi kaki sedikit lebih tinggi daripada kepala
7. Mengingatkan kembali kepada ibu tentang persiapan persalinan seperti transportasi, biaya dan donor darah
8. Mengingatkan ibu tentang tanda-tanda persalinan
9. Mengingatkan ibu tentang tanda bahaya kehamilan
10. Memberitahu ibu tentang jadwal kunjungan selanjutnya yaitu dua minggu kemudian pada tanggal 26 Maret 2014 atau jika ada indikasi
KUNJUNGAN ANC KE-3
20 Maret 2014 pukul16.30
S:
Ibu mengatakan tidak ada keluhan
O:
Keadaan umum: baik
kesadaran: komposmentis
TD:120/70 mmHg N:82x/menit R:21x/menit S:36,3°C
TB:160 cm BB:82 Kg LILA:33,5 cm
Pemeriksaan Head to Toe: tidak ada masalah
TFU: 33 cm
Leopold I:teraba bagian lunak, bulat, tidak melenting
Leopold II:kiri ibu teraba bagian keras, panjang, seperti papan
kanan ibu teraba bagian-bagian kecil janin
Leopold III:teraba bagian bulat, keras, melenting
Leopold IV:divergen 4/5
TBJ: (33-11) x 155 gram = 3410 gram
DJJ: (+) 136 x/menit
A:
P:
G1P0A0 hamil 36 minggu
Janin tunggal hidup intrauterine presentasi kepala

1. Memberitahu ibu hasil pemeriksaan bahwa keadaan ibu dan janin baik saat ini
2. Mengingatkan ibu tentang pola nutrisi yaitu makan teratur tiga kali satu hari
3. Mengingatkan ibu tentang pola istirahat yaitu tidur malam 7-8 jam, dan tidur siang 1-2 jam
4. Mengingatkan kembali kepada ibu tentang ketidaknyamanan pada trimester III
5. Mengingatkan ibu tentang personal hygine

6. Memberitahu ibu untuk merendam kaki di air hangat jika kaki terasa bengkak dan tidur dengan posisi kaki sedikit lebih tinggi daripada kepala
7. Mengingatkan kembali kepada ibu tentang persiapan persalinan seperti transportasi, biaya dan donor darah
8. Mengingatkan ibu tentang tanda-tanda persalinan
9. Mengingatkan ibu tentang tanda bahaya kehamilan
10. Memberitahu ibu tentang jadwal kunjungan selanjutnya yaitu dua minggu kemudian pada tanggal 04 April 2014 atau jika ada indikasi
KUNJUNGAN ANC KE-4
S:
31 Maret 2014 pukul 17.00
Ibu mengatakan tidak ada keluhan
O:
Keadaan umum: baik
kesadaran: komposmentis
TD:120/90 mmHg N:88x/menit R:22x/menit S:36°C
TB:160 cm BB:82 Kg LILA:33,5 cm
Pemeriksaan Head to Toe: tidak ada masalah
TFU: 34 cm
Leopold I:teraba bagian lunak, bulat, tidak melenting
Leopold II:kiri ibu teraba bagian keras, panjang, seperti papan
kanan ibu teraba bagian-bagian kecil janin
Leopold III:teraba bagian bulat, keras, melenting
Leopold IV:divergen 4/5
TBJ: (34-11) x 155 gram = 3565
DJJ: (+) 138 x/menit
A:
P:
G1P0A0 hamil 37 minggu
Janin tunggal hidup intrauterine presentasi kepala

1. Memberitahu ibu hasil pemeriksaan bahwa keadaan ibu dan janin baik saat ini
2. Mengingatkan ibu tentang pola nutrisi yaitu makan teratur tiga kali satu hari
3. Mengingatkan ibu tentang pola istirahat yaitu tidur malam 7-8 jam, dan tidur siang 1-2 jam
4. Mengingatkan kembali kepada ibu tentang ketidaknyamanan pada trimester III
5. Mengingatkan ibu tentang personal hygine

6. Memberitahu ibu untuk merendam kaki di air hangat jika kaki terasa bengkak dan tidur dengan posisi kaki sedikit lebih tinggi daripada kepala
7. Mengingatkan kembali kepada ibu tentang persiapan persalinan seperti transportasi, biaya dan donor darah
8. Mengingatkan ibu tentang tanda-tanda persalinan
9. Mengingatkan ibu tentang tanda bahaya kehamilan
10.Memberitahu ibu tentang jadwal kunjungan selanjutnya yaitu dua minggu kemudian pada tanggal 04 April 2014 atau jika ada indikasi
Minggu, 06 April 2014 Pkl 16.15 WIB
KALA I FASE LATEN

S:
Ny. E datang ke BPM Hj. Neneng Ratnawati. YS, S.ST dengan keluhan mules-mules sejak pukul 04.00 WIB. Sudah keluar lendir bercampur darah dan keluar air-air yang tidak bisa ditahan dari jalan lahir sejak pukul 15.10 WIB.
O:
keadaan umum baik, kesadaran komposmentis dan keadaan emosional stabil
TD 120/80 mmHg, N:82 x/menit, S: 36,3°C, R:18 x/menit
Palpasi uterus: TFU 34 cm

Leopold I:teraba bagian bulat, lunak dan tidak melenting
Leopold II:Kiri:teraba bagian keras, panjang seperti papan
Kanan: teraba bagian-bagian kecil janin
Leopold III:teraba bagian bulat, keras, melenting sudah masuk PAP
Leopold IV:divergen, teraba 4/5 bagian di atas simpisis
DJJ:157X/ menit, teratur.
His: frekuensi: 3X10’ durasi 28” kekuatan: sedang, relaksasi: baik.
Inspeksi Anogenital:pengeluaran pervaginam lendir darah dan air-air berwarna jernih, anus tidak haemoroid


Dilakukan VT, dengan hasil : Dinding vagina tidak ada kelainan, portio tebal lunak, pembukaan 3 cm, selaput ketuban(-), presentasi kepala, penunjuk belum teraba, posisi belum teraba, penurunan H-I dan tidak ada molase
A:
G1P0A0 Hamil 38 minggu inpartu Kala I fase laten
Janin tunggal, hidup, intra uterin, presentasi kepala
Masalah : mules-mules, ketuban sudah pecah satu jam lalu.
Kebutuhan : ajarkan ibu teknik relaksasi, beri motivasi dan berikan tokolitik (salbutamol), dexametason, dan induksi sesudah 24 jam

P:
1. Memberitahu ibu hasil pemeriksaan
2. Pemeriksaan laboratorium tidak dilakukan karena tidak ada indikasi.
3. Melakukan informed consent pada pihak keluarga
4. Menganjurkan ibu untuk tidak menahan buang air kecil
5. Mengajarkan ibu tekhnik relaksasi sewaktu ada his
6. Menganjurkan ibu untuk berjalan-jalan agar kepala janin cepat turun
7. Menghadirkan orang terdekat untuk mendampingi ibu
8. Menyiapkan alat-alat partus, obat-obatan, perlengkapan ibu dan bayi
9. Mengobervasi His, DJJ, Nadi tiap 1 jam, TD, suhu dan, menilai
kemajuan persalinan 4 jam kemudian atau jika ada indikasi
10. Mendokumentasikan hasil pemeriksaan ke dalam lembar observasi


Minggu, 06 April 2014 Pkl 18.30
KALA I FASE AKTIF
S:
Ibu mengatakan perutnya semakin mules dan nyeri punggung bagian bawah
O:
keadaan umum baik, kesadaran komposmentis dan emosional stabil, TD:140/80, S:36,2ºC, R:22x/menit, DJJ:152x/menit
His 5 x 10' 45", kekuatan kuat, relaksasi baik
Pada pemeriksaan dalam dinding vagina tidak ada kelainan, porsio tipis lunak, pembukaan 6 cm, ketuban (-), presentasi kepala, posisi belum teraba , penurunan hodgeIII.
A:
G1P0A0 Hamil 38 minggu inpartu Kala I fase aktif
Janin tunggal, hidup, intra uterin, presentasi kepala
Masalah : mules-mules, ketuban sudah pecah 3 jam jam lalu, tekanan darah meningkat
Kebutuhan : ajarkan ibu teknik relaksasi, beri motivasi dan berikan antihipertensi (adalat), tokolitik (salbutamol), dexametason, dan induksi sesudah 24 jam

P:
1. Memberitahu pada ibu dan keluarga tentang hasil pemeriksaan yang telah dilakukan
2. Melakukan informed consent untuk memberikan adalat 10mg 1 kapsul
3. Mengajarkan ibu teknik relaksasi
4. Menganjurkan ibu mengosongkan kandung kemih
5. Memberikan ibu nutrisi jika tidak ada his
6. Menyiapkan alat-alat partus, hecting set, obat-obatan, serta perlengkapan ibu dan bayi
7. Mengobservasi his, DJJ dan nadi setiap setengah jam
8. Mendokumentasikan hasil pemeriksaan kedalam partograf
KALA II
Minggu, 06 April 2014 Pukul 19.10
S:
Klien Ny. E mengatakan mulesnya semakin sering dan ingin meneran
A:
O:
keadaan umum baik, kesadaran komposmentis dan emosional stabil, TD:140/80, S:36,4ºC, R:24x/menit, N:84x/menit DJJ:145x/menit
His 5 x 10' 50", kekuatan kuat, relaksasi baik
Pada pemeriksaan dalam dinding vagina tidak ada kelainan, porsio tidak teraba, pembukaan 10 cm, ketuban (-), presentasi kepala, posisi UUK Kidep, penurunan hodge III+.
G1 P0 A0, hamil usia 38 minggu partus kala II
Janin tunggal, hidup, intrauterin, presentasi kepala
Masalah: mules-mules dan ingin meneran
Kebutuhan: pimpin meneran
P:
1. Memberitahu ibu dan keluarga bahwa ibu akan segera melahirkan, pembukaan lengkap
2. Menanyakan pada ibu siapa yang akan mendampingi pada saat persalinan
3. Memberikan dukungan moril dengan memberitahu pada ibu bahwa bayinya akan segera lahir
4. Mempersiapkan perlengkapan partus set dalam keadaan steril



5. Mempersiapkan perlengkapan ibu dan bayi dalam keadaan bersih.
6. Mendekatkan alat-alat partus set dan menyiapkan diri
7. Mengatur posisi ibu untuk meneran
8. Memimpin ibu meneran pada saat ada his dan jika tidak ada his anjurkan ibu untuk menarik nafas dalam.
9. Memberikan ibu teh manis hangat disaat tidak ada his.
10. Lakukan pertolongan persalinan pervaginam dengan 58 langkah APN
11. Bayi lahir spontan pervaginam pukul 19.20 WIB, langsung menangis, Apgar score 9 / 10, BB = 3600 gram, P = 48 cm, Jenis kelamin = perempuam, anus positif, dan cacat negatif.
KALA III
04 April 2014 Pkl 19.25
S:
Ibu mengatakan perutnya masih terasa mules dan senang atas kelahiran anak pertamanya
O:
Keadaan umum baik, kesadaran compos mentis dan keadaan emosional stabil.
Palpasi tidak ada janin ke dua
Kontraksi baik, TFU sepusat
Perdarahan kurang lebih 200 cc
Kandung kemih: kosong

A:
P1A0 partus kala III
P:
1. Menjelaskan kepada ibu bahwa placenta akan segera dilahirkan
2. Melakukan manajemen aktif kala III :
a. Memberitahu pada ibu bahwa ibu akan disuntik
b. Memberikan suntikan sintosinon 10 unit secara IM di 1/3 paha kanan atas ibu bagian luar
c. Melakukan penegangan tali pusat terkendali dengan tangan kanan, dan tangan kiri menekan supra simfisis kearah dorso cranial
3. Massase uterus selama 15 detik sampai uterus berkontraksi dengan baik

KALA IV
Minggu, 06 April 2014 Pkl 19.30
S:
Ibu mengatakan perutnya masih terasa mules, lelah, dan lemas.
O:
Keadaan umum baik, kesadaran composmentis dan emosional ibu stabil
TTV : TD 130/80 mmHg, N:nadi 80 x/menit, S:36,2
º
C
R:22 x/menit
TFU 1 jari di bawah pusat, kontraksi uterus baik
Perdarahan kurang lebih 50cc
Luka jalan lahir pada grade 2
Kandung kemih kosong


P:
1.Memberitahu ibu hasil pemeriksaan bahwa keadaaan ibu dan bayi baik saat ini
2. Mengecek perdarahan
3. Memisahkan sampah-sampah, bersihkan dan nyamankan ibu
4. Dekontaminasi alat, APD dan ruangan
5. Mengucapkan selamat kepada ibu atas kelahiran bayinya
6. Mengajarkan ibu dan suami masase fundus uteri
7. Menganjurkan ibu untuk istirahat dan memberikan teh manis hangat untuk memulihkan tenaga ibu
8. Memberitahu tanda-tanda bahaya pada kala IV
9. Melakukan observasi 15 menit sekali pada jam pertama dan 30 menit sekali pada jam kedua
10. Melakukan pendokumentasian.

A:
P1A0 partus kala VI
BAYI BARU LAHIR
S:
Tanggal, 06 April 2014 pukul 19.30 WIB
Tidak ada tanda-tanda bahaya seperti badan kuning atau kebiru- biruan, tidur terus, demam, tidak mau menetek, tarikan dinding dada dan pernafasan cuping hidung
O:
Keadaan umum baik, N:136 x/menit, S:36,7C,
R: 50 x/menit, bayi aktif, berat badan 3600 gram, panjang badan 48 cm, lingkar kepala34 cm, lingkar dada 32 cm, lingkar lengan atas 12 cm, jenis kelamin perempuan.
Pemeriksaan fisik : tidak ada kelainan
Pemeriksaan Refleks : refleks morro positif, rooting pisitif, sucking positif, swallowing positif, tonic neck positif, grasping positif, babinsky positif.

P:
1. Memberitahu ibu hasil pemeriksaan bahwa keadaan bayi saat ini dalam keadaan baik
2. Memberikan asuhan pada bayi baru lahir seperti
3. Menganjurkan ibu untuk menjaga kehangatan bayinya
4. Memberitahu ibu tanda bahaya bayi baru lahir
5. Mengajarkan ibu teknik menyusui yang benar
6. Menganjurkan kepada ibu untuk menyusui bayinya tanpa jadwal dan sesering mungkin

Pemeriksaan Refleks : refleks morro positif, rooting pisitif, sucking positif, swallowing positif, tonic neck positif, grasping positif, babinsky positif.
NIFAS
S:
Nifas 2 jam, 06 April 2014 pkl 21.30
Ibu mengatakan masih merasa mules
O:
Keadaan umum baik, kesadaran composmentis, keadaan emosional stabil, TD:120/80 mmHg, S: 36°C, N: 84 x/menit, pernafasan 22 x/menit.
Pemeriksaan fisik dalam batas normal
Tinggi fundus uteri 2 jari dibawah pusat, kontraksi uterus baik, BAK (+), BAB (-), kandung kemih kosong,pendarahan dalam batas normal, pengeluaran lochea rubra

A:
P:
P1 A0 nifas 2 jam
1. Memberitahukan ibu hasil pemeriksaan bahwa keadaan ibu dan bayi baik
2. Menjelaskan fisiologi nifas
3. Menganjurkan ibu mobilisasi dini
4. Menganjurkan ibu menjaga personal hygiene,
5. Memberitahu ibu tanda-tanda bahaya nifas,.
6. Memberikan terapi oral, Amoxilin 10 tablet diminum 3x sehari, dan Asam mefenamat 10 tablet diminum 3xsehari

7. Menganjurkan ibu untuk mengkonsumsi sayuran hijau supaya membantu produksi ASI dan minum air putih minimal 1 gelas sebelum dan sesudah menyusui
8. Mengajurkan ibu istirahat cukup untuk mengembalikan kondisi fisiknya


13 April 2014 pkl 18.30
NIFAS I MINGGU
S:
Ibu mengatakan masih merasa mules
O:
Keadaan umum baik, kesadaran composmentis, keadaan emosional stabil, TD: 120/80 mmHg, S: 36°C, N:84 x/menit, R: 22 x/menit BB 76 Kg.
Pemeriksaan fisik dalam batas normal, konjungtiva tidak pucat, sklera tidak kuning. payudara areola mammae hiperpigmentasi, tidak ada pembengkakan, tidak ada nyeri, sudah ada pengeluaran ASI. Ekstremitas tidak ada kemerahan, tidak nyeri, dan tidak bengkak.
Tinggi fundus uteri pertengahan simfisi pusat, kontraksi uterus baik, BAK lancar, BAB lancar, kandung kemih kosong, pendarahan dalam batas normal, pengeluaran lochea sanguinolenta

P:
1. Memberitahukan ibu hasil pemeriksaan bahwa keadaan ibu dan bayi baik saat ini
2. Menjelaskan fisiologi nifas
3. Menganjurkan ibu menjaga personal hygiene
4. Memberitahu ibu tanda-tanda bahaya nifas
5. Menganjurkan ibu untuk mengkonsumsi sayuran hijau supaya membantu produksi ASI dan minum air putih minimal 1 gelas sebelum dan sesudah menyusui
6. Mengajurkan ibu istirahat cukup untuk mengembalikan kondisi fisiknya
7. Menganjurkan ibu untuk melakukan kunjungan ulang 1 minggu lagi pada tanggal 20 April 2014 atau jika ada keluhan. Ibu bersedia melakukan kunjungan ulang

P1 A0 nifas 1 minggu
A:
13 April 2014 pukul 18.30
Bayi baru lahir 1 minggu
S:
Ibu mengatakan tali pusat bayi sudah puput
O:
Keadaan umum bayi baik, S: 36,4°C R: 57 x/ menit, N: 122x/menit, BB 3700 gram ,panjang badan 48 cm, gerakan bayi aktif, kulit bayi kemerahan, tali pusat sudah puput.
A:
Neonatus cukup bulan sesuai masa kehamilan usia 7 hari
P:
1.Memberitahu ibu dan suami bahwa keadaan bayi saat ini baik
2. Mengingatkan kepada ibu tentang tanda bahaya pada bayi
3. Mengingatkan kepada ibu untuk memberikan ASI Eksklusif
4. Menganjurkan ibu untuk tidak memakaikan gurita pada bayi
5. Memberitahu ibu untuk kontrol ulang bayinya pada tanggal 20 April 2014 atau jika ada tanda bahaya pada bayi segera di bawa ke tenaga kesehatan atau puskesmas yang terdekat

Bayi baru lahir 2 minggu
20 April 2014 pukul 17.00
S:
Ibu mengatakan bayinya tidak rewel, menyusu dengan baik dan masih diberikan ASI eksklusif
O:
Keadaan umum bayi baik, S:36,4°C, R: 51 x/menit, N:130 x/menit,BB 3900 gram, PB 50 cm, gerakan bayi aktif, tidak ada tanda-tanda ikterik.
BAK : sudah, BAB : sudah.

A:
Neonatus cukup Bulan Sesuai Masa Kehamilan Usia 14 hari
P:
1. Memberitahu ibu hasil pemeriksan bahwa bayinya saat ini dalam keadaan baik
2. Mengingatkan ibu untuk tetap mempertahankan pola kebersihan yang baik pada bayinya
3. Menganjurkan ibu untuk membawa bayinya kembali 2 minggu kemudian untuk diberikan imunisasi BCG dan polio
4. Mengingatkan ibu untuk memberikan ASI eskulsif sesering mungkin
5. Mengingatkan ibu mengenai tanda-tanda bahaya pada bayi yaitu
6. Menganjurkan kunjungan ulang pada tanggal 11 Mei 2014 atau jika ada keluhan dan ingin melakukan imunisasi BCG

20 April 2014 pukul 17.00

Nifas 2 minggu
S:
Ibu mengatakan dapat melakukan aktifitas sehari-hari. Ibu mengatakan ASI keluar banyak

O:
Keadaan umum baik, kesadaran composmentis, keadaan emosional stabil, TD: 120/70 mmHg, S:36°C, N: 82 x/menit, R: 21 x/menit BB: 76 kg.
Payudara : tidak ada bendungan ASI, Pengeluaran : ASI (+) Tinggi fundus uteri tidak teraba, kandung kemih kosong, pengeluaran lochea serosa. BAK : sudah dan lancar , BAB : sudah dan lancar

A:
S:
P1A0 nifas 14 hari
1. Memberitahu ibu hasil pemeriksaan bahwa keadaan umum ibu saat ini baik
2. Mengingatkan ibu tanda bahaya nifas
3. Mengingatkan ibu tentang asupan nutrisi
4. Memberitahu ibu tentang ASI ekslusif
5. Menganjurkan ibu untuk mulai memilih alat kontrasepsi
6. Menganjurkan ibu untuk kontrol ulang nifas 40 hari pada tanggal 11 Mei 2014 atau jika ada keluhan

BAB IV
Kehamilan
Pemeriksaan antenatal yang lengkap adalah K1 pada trimester pertama kehamilan atau kunjungan pertama, K2 pada trimester kedua kehamilan, K3 dan K4 pada trimester ketiga kehamilan.(Prawihardjo, 2010).
Ny. E sebanyak 9 kali memeriksakan kehamilannya, pada saat kunjungan pertama hingga kunjungan ketiga berjalan dengan tepat waktu dan lancar
Dalam melaksanakan pelayanan Antenatal Care, mengacu pada 10 standar pelayanan yang harus dilakukan oleh bidan atau tenaga kesehatan yang dikenal dengan 10 T, yaitu:
1) Timbang berat badan dan ukur tinggi badan.
2) Ukur tekanan darah.
3) Berikan penilaian pada status gizi.
4) Ukur tinggi fundus uteri.
5) Tentukan presentasi janin dan denyut jantung janin (DJJ)
6) Pemberian imunisasi Tetanus Toksoid (TT)
7) Pemberian tablet zat besi minimum 90 tablet selama kehamilan.
8) Tes laboratorium (rutin serta khusus)
9) Tatalaksana kasus
10) Konseling atau temu wicara

Tes laboratorium pada Ny. E tidak dilakukan karena tidak adanya indikasi yang memerlukan pemeriksaan tes laboratorium. Sehingga terdapat kesenjangan pada teori dengan praktiknya, karena salah satu standar antenatal care tidak dilakukan
Persalinan
Pada kala I waktu yang dibutuhkan kurang lebih 3 setengah jam, pada kala I fase Laten jam 16.15 pembukaan serviks 3 cm ketuban negatif dan kala II pada pukul 19.10, sehingga terdapat kesenjangan teori dalam praktiknya karena pembukaan serviks yang terlalu cepat dan tidak dilakukan pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan tes lakmus atau pemeriksaan melalui USG. Pemeriksaan ini di maksudkan untuk melihat jumlah cairan ketuban dalam kavum uteri (Nugroho, T. 2010)
Menurut Ai Yeyeh Rukiyah (2010) Bayi Baru Lahir Normal adalah bayi yang lahir dalam presentasi belakang kepala melalui vagina tanpa memakai alat, pada usia kehamilan genap 37 minggu sampai dengan 42 minggu, dengan berat badan 2500-4000 gram, nilai Apgar > 7 dan tanpa cacat bawaan
Bayi Ny. E lahir pada usia kehamilan 38 minggu dengan berat badan 3600 gram panjang badan 48 cm, dan nilai apgar score 9/10. Sehingga tidak ada kesenjangan pada teori dengan praktiknya



Nifas
Asuhan yang diberikan selama masa nifas sesuai dengan teori namun terdapat kesenjangan waktu dalam pengaplikasian kunjungan ulang masa nifas karena keterbatasannya waktu. Penulis melakukan asuhan pada Ny. E selama masa nifas sebanyak 3 kali pada saat 2 jam post partum, nifas 7 hari, dan nifas 14 minggu. Sedangkan menurut teori dibutuhkan sampai Kunjungan keempat. (6 minggu setelah persalinan)
Tujuan :
a) Menanyakan pada ibu tentang penyulit yang ibu atau bayi alami.
b) Memberikan konseling KB secara dini. (Manuaba,2007)

Setelah penulis melakukan asuhan manajemen kebidanan yang berkesinambungan pada masa kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, dan nifas pada Ny. E G1P0A0 usia kehamilan 34 minggu sampai dengan aterm di BPM Hj. Neneng Ratnawati, YS. S,ST, maka penulis mengambil kesimpulan sebagai berikut:
1. Mampu menerapkan dan melakukan asuhan kebidanan secara komprehensif kepada klien Ny.E hamil 34 minggu dalam masa kehamilan.
2. Mampu menerapkan dan melakukan asuhan kebidanan secara komprehensif kepada klien Ny. E dalam proses persalinan dengan kehamilan aterm dalam usia kehamilan 38 minggu dengan Ketuban Pecah Dini (KPD)

3. Mampu menerapkan dan melakukan asuhan kebidanan secara komprehensif kepada klien Ny. E dalam masa nifas normal.
4. Mampu menerapkan dan melakukan asuhan kebidanan secara komprehensif kepada bayi baru lahir klien Ny. E dalam keadaan baik.
5. Mampu melakukan pendokumentasian dalam bentuk SOAP dengan 7 langkah varney.

SARAN
1. Bagi Institusi Pendidikan
Dapat memperhatikan kegiatan mahasiswi dan mendampingi mahasiswi saat melakukan asuhan kebidanan sehingga permasalahan yang terjadi dapat langsung dikoreksi dan diperbaiki.
2. Bagi Mahasiswa
Agar mahasiswa mampu belajar lebih tentang teori-teori dalam kebidanan yang telah di dapat selama pendidikan dan dapat mengamalkan ilmu-ilmu yang telah didapat dengan sebaik-baiknya, serta dapat bermanfaat bagi mahasiswi tingkat selanjutnya.


3. Bagi Pasien
Agar pasien lebih banyak bertanya pada petugas kesehatan, terutama mengenai kehamilan, persalinan, nifas dan bayi baru lahir. Sehingga pasien juga tidak terkesan pasif dan lebih aktif mencari informasi yang diinginkan dan taraf kesehatan ibu lebih terjamin.
4. Bagi BPM Hj. Neneng Ratnawatti.YS, S,ST
Dapat lebih meningkatkan pelayanan kesehatan ibu hamil, bersalin, nifas, dan bayi baru lahir, sehingga menjadi klinik yang lebih baik.

Bayi Baru Lahir
Full transcript