Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Masa Pemerintahan Gus Dur

No description
by

elma cita

on 23 October 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Masa Pemerintahan Gus Dur

Masa Pemerintahan
Gus Dur
Pemikiran Gus Dur
Biografi Gus Dur
Bagas
Biografi Gus Dur
Nama Lengkap : KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur)
Lahir : Jombang, 7 September 1940
Wafat : Jakarta, 30 Desember 2009
Agama : Islam
Istri : Sinta Nuriyah
Anak : 4 orang putri
Partai Politik : Partai Kebangkitan Bangsa
(PKB)
Karier :
Ketua Umum PBNU (1984 – 1994)
Anggota MPR dari Golkar (1987)
Ketua Dewan Penasihat PKB (1998)
Presiden Republik Indonesia (1999 – 2001)


Riwayat Pendidikan
SD KRIS pindah ke SD Mataram Perwari
Sekolah Menengah Ekonomi Pertama di Yogyakarta pada tahun 1956
Belajar di Pesantran Tegalrejo, Magelang dan kemudian pindah ke pesantran Tambakberas Jombang tahun 1959-1963.
Pada tahun 1963 melanjutkan di Universitas Al-Azhar Kairo
Melanjutkan ke Universitas Baghdad fakultas seni pada tahun 1966-1970
di tahun 1971 Ia kwmbali ke tempat asalnya dalam dunia pesantren.

Abdurrahman Wahid lahir dari pasangan Wahid Hasyim dan Solichah. Ia lahir dengan nama Abdurrahman Addakhil. Kata "Addakhil" diganti dengan "Wahid", dan kemudian lebih dikenal dengan panggilan Gus Dur. "Gus" adalah panggilan kehormatan khas pesantren kepada seorang anak kiai yang berati "abang" atau "mas".

Ayah Gus Dur, K.H. Wahid Hasyim, terlibat dalam Gerakan Nasionalis dan menjadi Menteri Agama tahun 1949. Ibunya, Ny. Hj. Sholehah, adalah putri pendiri Pondok Pesantren Den Anyar Jombang.
Diangkatnya Gus Dur sebagai Presiden

Dengan kemenangan partai PDI - P dengan hasil 33% suara dan PKB 12% suara pada Pemilu 1999, Megawati memperkirakan akan memenangkan pemilihan presiden pada Sidang Umum MPR. Namun, PDI - P tidak memiliki mayoritas penuh, sehingga membentuk aliansi dengan PKB. Pada Juli, Amien Rais membentuk Poros Tengah, koalisi partai-partai Muslim. Poros Tengah mulai menominasikan Gus Dur sebagai kandidat ketiga pada pemilihan presiden dan komitmen PKB terhadap PDI - P mulai berubah.
.


Pada 7 Oktober 1999, Amien dan Poros Tengah secara resmi menyatakan Abdurrahman Wahid sebagai calon presiden. Pada 19 Oktober 1999, MPR menolak pidato pertanggungjawaban Habibie dan ia mundur dari pemilihan presiden. Pada 20 Oktober 1999, MPR kembali berkumpul dan mulai memilih presiden baru. Abdurrahman Wahid kemudian terpilih sebagai Presiden Indonesia ke-4 dengan 373 suara, sedangkan Megawati hanya 313 suara.
Tidak senang karena calon mereka gagal memenangkan pemilihan, pendukung Megawati mengamuk dan Gus Dur menyadari bahwa Megawati harus terpilih sebagai wakil presiden. Setelah meyakinkan Jendral Wiranto untuk tidak ikut serta dalam pemilihan wakil presiden dan membuat PKB mendukung Megawati, Gus Dur pun berhasil meyakinkan Megawati untuk ikut serta. Pada 21 Oktober 1999, Megawati ikut serta dalam pemilihan wakil presiden dan mengalahkan Hamzah Haz dari PPP.
Pluralisme
Islam dan Negara
Hukum Islam
Liberalisme
Makna Pluralisme persepektif Gus Dur adalah mempunyai makna keberagaman dari berbagai agama khususnya Negara Indonesia, sebagai Negara yang mengakui Keberagaman Agama bukan kita dipaksa untuk meyakini sudut pandang plural Agama tapi harus toleran terhadap agama lain dalam bingkai Muamalah, bukan aqidah atau Idiologi dan teologi.
Dalam pemikiran Gus Dur tentang Islam dan Negara adalah tentang pemisahan agama dan negara. Yang mana Gus Dur mengatakan bahwa agama dan negara itu berjalan masing-masing, artinya pemimpin negara tidak boleh menjadi pemimpin agama dan begitu sebaliknya bawa ahli agama tidak boleh memimpin negara.

Hukum Islam harus menjadi salah satu factor pendukung pembangunan bangsa
Kebijakan-Kebijakan
Pembaharuan Gus Dur

Bidang Ekonomi
Bidang Sosial dan Budaya
Membentuk Kabinet Kerja
Kebijakan Bidang Ekonomi
1. Diberlakukannya otonomi daerah dan pembagian keuangan
daerah dengan pusat pada tahun 2001
2. Penajaman Visi Ekonomi
3. Rekonsiliasi dengan Lembaga Internasional (Bank Dunia, IMF,
ADB, Negara Donor)
4. Penajaman restrukturisasi Perbankan
5. Penajaman restrukturisasi BUMN
6. Penajaman restrukturisasi sektor riil
7. Realokasi subsidi: prioritas pada sektor rawan krisis, termasuk
kesehatan

Bidang Sosial dan Budaya
1. Penajaman program JPS Pendidikan dan kesehatan :
yakinkan wajib Belajar terlaksana
dan gizi balita terpelihara
2. Membangun kembali rasa saling percaya antar warga
negara (social cohesiveness)
3. Menjadikan Tahun Baru Imlek menjadi hari libur nasional
4. Pencabutan Larangan penggunaan huruf Tiong Hoa
5. Meliburkan kegiatan sekolah selama bulan Ramadhan


Reshuffle Kabinet
Pasangan K.H Abdurrahman Wahid – Megawati membentuk Kabinet Persatuan Nasional (KPN) yang dilantik pada tanggal 28 Oktober 1999.
Tanggal 23 Agustus 2000 Gus Dur mengumumkan perubahan susunan kabinet. Kabimet hasil reshuffle pertama ini pun tidak bertahan lama. Tanggal 1 Juni 2001 Gus Dur kembali me-reshuffle kabinetnya menyusul konflik politik yang semakin keras dengan lawan-lawannya di parlemen. Perombakan kabinet pun berulang, yaitu pada tanggal 12 Juni 2001, 5 Juli 2001 dan 10 Juli 2001.
Kurang dari dua minggu setelah itu, Gus Dur benar-benar jatuh. Kelompok yang hampir dua tahun sebelumnya mendukungnya, berbalik arah.



Kebijakan Gus Dur yang Kontroversial
Pencopotan beberapa menteri yang tidak menurutinya dan tidak sejalan dengannya seperti : Jusuf Kalla (Menag Perindustrian dan Perdagangan) ; Laksamana Sukardi (Menteri BUMN) ; Wiranto (Menkopolkam) ; Yusril Ihza Mahendra (Menkum HAM) ; Susilo Bambang Yudhoyono (Menkopolsoskam), dll., sehingga merenggangkan hubungan dengan Golkar dan PPP.
Berusaha membuka hubungan dengan Israel.
Menghapus TAP MPRS yang melarang Marxisme-Leninisme
Mengizinkan bendera bintang kejora berkibar di Papua Barat asalkan berada di bawah bendera Indonesia
Mengeluarkan Dekrit Presiden untuk membekukan DPR/MPR

Muncul pula dua skandal pada tahun 2000, yaitu skandal Buloggate dan Bruneigate. Pada bulan Mei, Badan Urusan Logistik (BULOG) melaporkan bahwa $4 juta menghilang dari persediaan kas Bulog. Tukang pijit pribadi Gus Dur mengklaim bahwa ia dikirim oleh Gus Dur ke Bulog untuk mengambil uang. Meskipun uang berhasil dikembalikan, musuh Gus Dur menuduhnya terlibat dalam skandal ini. Skandal ini disebut skandal Buloggate. Pada waktu yang sama, Gus Dur juga dituduh menyimpan uang $2 juta untuk dirinya sendiri. Uang itu merupakan sumbangan dari Sultan Brunei untuk membantu di Aceh. Namun, Gus Dur gagal mempertanggung jawabkan dana tersebut. Skandal ini disebut skandal Bruneigate.
Kasus Bulo Gate dan Brunei Gate
Berakhirnya Masa Pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid
DPR merasa kurang puas dengan kinerja dari Presiden yang seenaknya sendiri mengangkat dan mencopot pejabat negara tanpa pertimbangan DPR.
Puncak kekecewaan DPR
Memorandum I
Memorandum II
Sidang Istimewa
Dekrit presiden tanggal 23 Juli 2001 sebagai perlawanan terhadap Sidang Istimewa MPR
1. Membekukan MPR dan DPR RI

2. Mengembalikan kedaulatan ke tangan rakyat dan menyusun badan – badan untuk menyelenggarakan Pemilu dalam waktu satu tahun

3. Membekukan partai Golkar

Namun dekrit tersebut tidak memperoleh dukungan dan pada 23 Juli, MPR secara resmi memakzulkan Gus Dur dan menggantikannya dengan Megawati Soekarno Putri. Abdurrahman Wahid terus bersikeras bahwa ia adalah presiden dan tetap tinggal di Istana Negara selama beberapa hari, namun akhirnya pada tanggal 25 Juli ia pergi ke Amerika Serikat karena masalah kesehatan.
Dalam Sidang Istimewa MPR tanggal 23 Juli 2001, MPR memilih Megawati Soekarno Putri sebagai Presiden RI menggantikan Presiden K.H Abdurrahman Wahid dan Hamzah Haz sebagai Wapres RI, maka berakhirlah kekuasaan Presiden K.H Abdurrahman Wahid.

Awal Masa
Pemerintahan
Gus Dur
Kabinet pertama Gus Dur, Kabinet Persatuan Nasional adalah kabinet koalisi yang meliputi anggota berbagai partai politik: PDI-P, PKB, Golkar, PPP, PAN, dan Partai Keadilan (PK), non-partisan dan TNI juga ada dalam kabinet tersebut. Wahid kemudian mulai melakukan dua reformasi pemerintahan. Reformasi pertama adalah membubarkan Departemen Penerangan, senjata utama rezim Soeharto dalam menguasai media. Reformasi kedua adalah membubarkan Departemen Sosial yang korup.

Pidato pertama Gus Dur setelah terpilih sebagai Presiden, berisi tugas – tugas yang akan dijalankan antara lain sebagai berikut :
a) Peningkatan pendapatan rakyat.
b) Menegakkan keadilan dan mendatangkan kemakmuran.
c) Mempertahankan keutuhan bangsa dan Negara.

Elma
Rani
Rifa
Created By
XII IPA 1
Liberalisasi pemikiran Gus Dur dapat terlihat jelas dalam berbagai bentuk gagasan besarnya yang dianggap oleh banyak pengamat keluar dari jalur kelaziman. Tidak berlebihan bila Hakim (1993:86) mengatakan bahwa cara untuk memahami pemikiran Abdurrahman Wahid adalah dengan tiga kata kunci, yaitu liberalisme, demokrasi dan universalisme.
Kelebihan dan Kekurangan Pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid
Kelebihan
Presiden Abdurrahman Wahid menghargai adanya perbedaan
Iklim politik yang demokratis
Lebih memerhatikan kaum minoritas
Kekurangan
Presiden Abdurrahman Wahid memerintah seenaknya sendiri, jika ada yang tidak sejalan dengannya maka akan langsung di copot jabatannya “gitu aja kok repot”
Banyak kebijakannya yang menimbulkan kritik
Tak punya basis politik yang kuat di Parlemen
Thank You :)
Full transcript