Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Toleransi & Kerjasama Antar Umat Beragama

No description
by

Ario Manjat

on 24 October 2014

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Toleransi & Kerjasama Antar Umat Beragama

Toleransi & Kerjasama
Antar Umat Beragama

Arief Surya
Ario Manon Sejati
Griffin Seannery
Jason Nathanael
Metta Handika
Yacob

Menurut
Prof. Dr. H Muchoyar H.S, MA
dalam menyikapi perbedaan agama terkait dengan toleransi antar umat beragama agar dialog antar umat beragama terwujud  memerlukan
3 konsep



Sejarah Dialog Antar Umat Beragama
Berasal dari barat

Toleransi
Berasal dari bahasa latin
Tolerare = membiarkan

Dalam bahasa Inggris
Tolerance = memberi kebebasan (membiarkan) pendapat orang lain dan berlaku sabar menghadapi orang lain
(Webster new American Dictionary)

Dalam bahasa Arab
Tasamuh = membiarkan sesuatu untuk saling mengijinkan, saling memudahkan


Menurut KBBI
Toleransi :
Sikap menghargai, membiarkan, membolehkan pendirian, pendapat, kepercayaan, kelakuan yang lain dari yang dimiliki seseorang atau yang bertentangan dengan pendirian seseorang

Toleransi Beragama
Apa itu toleransi beragama?
Toleransi
= harmonis
Intoleransi
= konfliktual
Penyebab hubungan konfliktual antar umat beragama deprivasi relatif

Membangun Toleransi
Melalui Dialog antar
Umat Beragama
Dialog
adalah upaya untuk
menjembatani bagaimana
benturan bisa dieliminir
1.    Setuju untuk tidak setuju
2.    Setuju untuk setuju
3.    Setuju untuk berbeda
Beberapa Prinsip Penting
yang Perlu di Perhatikan
Dalam Dialog Antar Umat Beragama
Penghayatan hidup yang didasarkan pada ikatan relasi kasih antara manusia dengan Allah
Kesadaran diri antar sesama manusia
Mempunyai iman yang kuat
Sikap dasar hati yang terbuka, sabar, dan rendah hati
Membangun dunia yang rukun, damai dan sejahtera

Topik 6
Oleh
1932
Prancis mengutus delegasi untuk
berunding dengan tokoh-tokoh
ulama al-Azhar (Mesir)
1933
Konfrensi Paris
1936
Konfrensi agama-agama
sedunia sebelum PD II
1969
Vatikan menerbitkan buku yang berjudul
“Alasan Dialog Antar Kaum Muslim
dan Kaum Kristiani
Di Indonesia: mulai tahun 1960-an (orde baru)

Manfaat yang Didapatkan
Dari Sikap Toleransi
Melalui Dialog antar
Umat Beragama
Menumbuhkan pengenalan yang lebih mendalam kepada orang lain yang melahirkan kepedulian kepada sesama manusia.
Iman antar umat beragama diperdalam dengan saling mengenal dan menghargai
Membangun kerukunan hidup beragama
Memperluas pengertian yang sempit antar umat beragama

Spiritualitas yang Perlu Diperhatikan dalam Dialog antar Umat Beragama

Menyadari bahwa umat beragama yang lain memiliki tujuan yang sama
Memiliki rasa dan sikap untuk menjalin hubungan sosial antar umat beragama
Menjalin hubungan sosial untuk menciptakan kerukunan umat beragama
Menjaga moralitas hidup yang baik
Mengusahakan kesejahteraan umum
Faktor-faktor Penghambat Utama Dialog
Perbedaan bahasa
Prasangka negatif
Sifat egois
Membela diri sendiri

Pedoman Dialog antara Umat Beragama
Dasar pijakan yang sama
Menyadari mereka sama-sama warga negara Indonesia yang berdasarkan Pancasila

Menumbuhkan saling pengertian
Menjadikan keberagaman agama di Indonesia sebagai pendorong kemajuan bangsa, bukan sebaliknya
Menghindari Terjadinya Perpecahan.
Memperkokoh Silaturahmi dan Menerima Perbedaan

Tujuan Dialog Antar
Umat Beragama
Pentingnya Kerja Sama Antar Umat Beragama
Agama punya peran sebagai kekuatan pembebas bagi manusia
Perlu dikembangkannya kesadaran untuk bekerjasama, karena tidak akan kuat jika bekerja seperorangan
Kerjasama dalam agama-agama harus dilakukan dalam multikulturalisme kolaboratif
Dapat mengatasi masalah perbedaan etnis, agama dan budaya

Bentuk-Bentuk Kerjasama Antar Umat Beragama
1. Perbaikan Moral
Agama dengan berbagai pesan-pesan moral yang terkandung di dalamnya bisa menjadi sumber semangat dan moralitas bagi umatnya.
2. Penegakan Keadilan
Dapat menegakkan ketidak adilan dan diskriminasi yang ada di lingkungan masyarakat (etnis, budaya, agama,gender,daerah, status, dll)


Meperbaiki paradigma hidup keagamaan:
Inklusif , pluralisme
dan
kontekstual  
Membela kaum lemah
Menghadirkan suasana surga di dunia ini
Bekerjasama memberantas kejahatan dan menebar kebaikan
Menjadi pelopor perbaikan akhlak

Langkah-Langkah Kongkrit Penting
Harianjogja.com, JOGJA
— Persahabatan antar umat beragama yang terjalin di Indonesia menjadi contoh pergaulan kemajemukan bagi mahasiswa Seoul Jangsin University (SJU) Korea Selatan.

Dosen SJU Korea Selatan, Suh Sung Min mengatakan, selama ini pemberitaan di dunia mengenai kehidupan umat beragama di Indonesia cenderung negatif. Informasi yang beredar menyebutkan adanya diskriminasi atau pertikaian antar umat beragama.

“Tetapi saat 20 mahasiswa kami melakukan kunjungan ke sekolah, perguruan tinggi dan lembaga lain di Indonesia, justru kondisi sebaliknya yang didapat. Mereka terkesan dengan persahabatan di antara umat beragama,” katanya saat ditemui dalam kunjungan mahasiswa SJU di UKDW, Kamis (22/8/2013).

Suh Sung Min telah menyelesaikan pendidikan doktor di Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyakarya Jakarta.

Dari pengalaman ini, mahasiswa perwakilan Korea tersebut juga akan mempelajari keberagaman umat beragama lain dengan mengunjungi Masjid Istiqlal di Jakarta.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UKDW, Josef MN Hehanusa menyampaikan kunjungan mahasiswa SJU tersebut merupakan salah satu kegiatan yang diusung setelah kerja sama yang terjalin antara UKDW dan SJU.


Hasil Kerjasama Antara Umat Beragama
Kerjasama akan dapat meningkatkan keberimanan secara teosentis (kita dengan Tuhan) maupun sosiologis( Kita dengan kehidupan sosial)
Kerjasama antarumat beragama akan menghasilkan hubungan sosial yang kuat dalam dan antar umatberagama(timbulnya rasa saling percaya antar umat sehingga tidak ada lagi prasangka negatif)
Moral umat beragama akan menjadi lebih baik karena ada aksi bersama dalam menyelesaikan masalahtersebut
Kehidupan sosial-ekonomi masyarakat agama akan meningkat karena ada kepedulian bersamaterhadap masalah tersebut.


Pengelompokkan menurut
Paul F. Knitter

Pusatkan pembicaraan pada banyak jalan menuju Ilahi (Divine Center).
Mengelompokkan secara Eklesiosentris, Kristosentris, danTeosentris.
Mempergunakan kriteria Eksklusivisme, Inklusivisme, atau Pluralisme.

Model Model Toleransi
Dialog Bertingkat
(menurut Krishnanda Wijaya Mukti)
Dialog kehidupan sehari-hari (dari lingkungan sekitar).
Dialog pekerjaan sosial (saat melakukan proyek sosial).
Dialog pengalaman spiritual / keagamaan.
Dialog pandangan teologis (dilakukan oleh ahli-ahli agama)

Mengakui ada perbedaan interpretasi kitab suci (Muhammad Ali)
Mengakui ada perbedaan pemahaman terhadap kitab suci agama lain (Tripitaka, Veda, Injil, Al Qur’an, dll)
Berdebat secara cerdas tanpa penghujatan, pelabelan atau merusak agama lain

Menghargai Perbedaan Interpretasi Kitab Suci
http://hizbut-tahrir.or.id/2008/05/09/dibalik-dialog-antar-agama/
http://www.academia.edu/5367600/Dialog_Antar_Umat_Beragama
http://putriadri.blogspot.com/2013/04/makalah-agama-tentang-kerukunan-antar.html
http://dialog-antar-umat-beragama.blogspot.com/
http://kesehatan.kompasiana.com/kejiwaan/2010/12/04/pengertian-spiritual-323833.html
http://karanindah.blogspot.com/2012/12/manfaat-kebersamaan-antar-umat-beragama.html
http://www.solopos.com/2013/08/23/kehidupan-antar-umat-agama-indonesia-jadi-contoh-440317 
http://www.islamtoleran.com/toleransi-beragama-antara-seorang-muslim-bhiksu-buddhis/
Daftar Referensi
ISLAMTOLERAN.COM
- keduanya adalah sahabat sejati walau berbeda keyakinan.Yang satu beragama islam dan satu seorang Bhiksu Buddhis

Foto yang sebelah kiri adalah Muhamad D. Shahab seorang muslim yang lahir dari kalangan NU dan foto sebelah kanan adalah Thiracitto Samanera satunya Buddhis tradisi Theravada

Dalam akun facebooknya Muhamad D. Shahab menuturkan : " Senangnya kedatangan sahabatku. Meski sekarang sudah menjadi bhiksu masih menyempatkan diri datang jauh jauh dari Jakarta hanya untuk mengunjungiku sambil berpamitan karena akan keluar negeri untuk pemantapan dengan penggemblengan ketat disebuah biara.

Dari dulu sahabatku ini sangat cerdas, berbudi pekerti baik,peduli alam,penganut Buddhis yang taat. Saya tidak heran beliau menjadi bhiksu Karena beliau pantas menjadi panutanan bagi umatnya.

Ketika akan pulang beliau menatap wajah saya dengan pandangan serius sambil berkata lirih : " Mas Muhamad sungguh saya mengharap doa anda beserta jamaah anda agar saya sukses belajar di biara nanti.

Saya peluk beliau dengan erat sambil menahan haru sambil berkata semoga sukses dan selamat sampai kembali ke tanah air. Saya yakin anda menjadi Bhiksu yang hebat. Selamat jalan sahabatku. Selamat jalan Samanera " ujar Muhamad D. Shahab dalam akun facebooknya

Namo Buddhaya semoga semua makhluk di dunia berbahagia

sumber foto :akun FB Thiracitto Samanera & akun fb Muhamad D. Shahab


Terima
Kasih
Pertanyaan...?
Full transcript