Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

PEMANFAATAN LAHAN GAMBUT DENGAN SISTEM PERTANIAN BERKELANJUT

No description
by

Hugo Nugroho

on 7 November 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of PEMANFAATAN LAHAN GAMBUT DENGAN SISTEM PERTANIAN BERKELANJUT

PEMANFAATAN LAHAN GAMBUT DENGAN SISTEM PERTANIAN BERKELANJUTAN
Permasalahan
NAMUN, terdapat berbagai macam permasalahan yang menyebabkan lahan gambut tidak dapat digunakan sebagai lahan pertanian, antara lain:
Pembahasan
Terdapat berbagai cara untuk menjadikan lahan gambut sebagai lahan pertanian, tetapi tidak memberi dampak negatif, antara lain:
Kesimpulan
Dalam mempertahankan sumberdaya gambut untuk pertanian pengendalian tata air gambut sangat penting, ketinggian air tanah harus disesuaikan dengan kebutuhan dari rhizospher tanaman. Semakin dalam jangkauan perakaran tanaman maka permukaan air tanah semakin dalam pula.
Pendahuluan
Gambut adalah tanah organik (organik soil) tetapi belum tentu tanah organik merupakan tanah gambut.
Gambut merupakan tanah yang terbentuk dari bahan organik pada fisiografi cekungan atau rawa, akumulasi bahan organik pada kondisi jenuh air, anaerob, menyebabkan proses perombakan bahan organik berjalan sangat lambat, sehingga terjadi akumulasi bahan organik yang membentuk tanah gambut.
Dapat Menyebabkan
Kebakaran
hutan

Kebijakan pemerintah saat ini sangat membatasi pemanfaatan lahan gambut, padahal akan ada potensi ekonomi yang hilang apabila tidak termanfatkan sementara banyak masyarakat bergantung hidup pada kawasan gambut

Sifat kimia tanah gambut seperti tingkat keasaman tinggi
Gambut tergolong kurang subur, karena terbentuk dari tanaman pepohonan yang kadar kayunya tinggi. Selain itu karena pengaruh pasang surut air sungai atau laut yang tidak mencapai wilayah ini, maka kondisi lahan miskin hara
Saat ini dari 14,9 juta hektare lahan gambut di Indonesia, terdapat 3 juta hektare yang terdegradasi. Tentu lebih baik gambut itu ditanami daripada dibiarkan saja.
Kurang dari 45% total lahan di Indonesia yang dikategorikan subur dari total lahan sekitar 189 juta hektare didominasi di Pulau Jawa, dengan sebagian besar telah beralih fungsi untuk infrastruktur dan properti.

Padahal, kebutuhan pangan dan energi Indonesia terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk yang bisa mencapai 2,7 juta jiwa per tahun.


Oleh karena itu, kita bisa memanfaatkan lahan yang kurang subur itu dengan teknologi yang tepat. Termasuk pada lahan gambut.
Pemanfaatan lahan gambut saat ini diatur berdasarkan Keputusan Presiden No.32 tahun 1990 tentang Pengelolaan Kawasan Lindung yang mana salah satunya larangan pemanfaatan lahan gambut dengan kedalaman di atas 3 meter. Bahkan ketentuan tersebut tidak memiliki dasar ilmiah yang kuat.

Kebijakan yang membatasi pemanfaatan gambut lebih dipengaruhi oleh tudingan dan desakan asing bahwa Indonesia bertanggung jawab atas rusaknya kawasan gambut dan pelepasan emisi karbon. Yang lebih ironis, pemerintah kemudian memberlakukan moratorium pemanfaatan lahan gambut sejak tahun 2010. Padahal, dasar kebijakan yang diambil tidak bisa dipertanggung jawabkan.

Gambut dianggap sebagai ekosistem penting yang dapat memberikan sumbangan signifikan terhadap kestabilan iklim global. Karena kekhasannya, ekosistem gambut dianggap sebagai lahan marjinal dan kurang memberikan manfaat secara finansial, padahal dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian.

Sebagai salah satu tipe lahan basah, salah satu atribut terpenting dari lahan gambut adalah keberadaan air. Jika berada dalam kondisi alami terbaiknya, lahan gambut dapat mengatur keseimbangan pelepasan air, sehingga keseimbangan ekologi masih dapat terus terjaga, meskipun dalam kondisi kemarau panjang sekalipun.
Secara alami, kebakaran di lahan gambut disebabkan oleh adanya periode kering yang panjang.

Namun demikian, kebakaran yang terjadi pada sekitar dua dekade terakhir ini ditengarai lebih disebabkan terkait dengan kegiatan manusia,, antara lain:
pengeringan lahan
pembukaan lahan yang secara berlebihan atau tidak terkendali untuk kegiatan perkebunan dan pertanian,
keteledoran dalam kegiatan pemanfaatan sumber daya alam, dan kondisi panas alami di atas normal.
Menurut Utomo (2013), terdapat tiga upaya
2. "Sustainable Land Management" atau manajemen tanah berkelanjutan yang berkaitan dengan pengelolaan air "eco-hydro system" di lahan gambut. Upayanya dengan mempertahankan air agar tetap stabil berada di level 50-60 cm. Caranya membuat pintu-pintu air, sehingga air yang ada di lahan gambut tetap terjaga levelnya jangan kurang atau lebih.





GAMBAR PINTU AIR (CANAL BLOCKING)
3. Pengelolaan tanah tanpa membakar sehingga pengelolaan gambut bisa berkelanjutan. Selama ini persoalan gambut di Indonesia sulit disentuh karena jika terjadi kesalahan dalam pengelolaan akan berdampak pada kerusakan lahan yang mengakibatkan meningkatnya produktivitas karbon.
Ketiga metode yang direkomendasikan oleh Utomo (2013) harus diterapkan secara berkaitan. Dalam ekosistem lahan gambut ini menyimpan karbon, bila tidak dikelola dengan baik maka akan menghasilkan karbon yang dapat mengubah suhu dunia. Memanfaatkan lahan gambut dengan menanam tanaman akasia dapat mendorong peningkatan industri biomasa yang saat ini masih kurang jumlahnya di Indonesia.
1. Dengan menanam tanaman akasia krasikarpa (Acacia cracicapha) yang merupakan tumbuhan asli dari Papua. Tanaman akasia memiliki fungsi ganda, selain mampu mengikat karbon juga mampu memanen nitrogen. Tanaman akasia asli Papua tersebut memiliki sifat dapat menambat nitrogen dari udara dan mudah tumbuh di berbagai kondisi lingkungan.





TANAMAN AKASIA
Kesadaran bahwa gambut merupakan media tanam yang harus dilestarikan perlu disampaikan kepada masyarakat, pembakaran yang berlebihan pada waktu penyiapan lahan sedapat mungkin dihindari. Pembakaran semak dan gulma langsung di kebun akan menyebabkan terbakarnya gambut. Pembakaran tidak terkendali akan menyebabkan hilangnya gambut secara cepat.
Pembukaan lahan gambut untuk pertanian memberikan dampak pada lingkungan disebabkan oleh rendahnya kualitas pengelolaan drainase sehingga air yang keluar dari lahan gambut terjadi secara berlebihan dan menyebabkan keringnya lahan sekitar lokasi pertanian, oleh karena itu perlu dilakukan dengan menerapkan teknologi ekohidro. Teknologi ini bisa diterapkan di seluruh lahan gambut di Indonesia. Ekohidro adalah teknologi yang berupaya mempertahankan kelembaban lahan gambut dengan menjaga cadangan air yang ada.
terima kasih atas perhatiannya, sampai jumpa ^^
I
nternational
A
ssociation of Students in
A
gricultural and Related
S
ciences
Full transcript