Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Seminar Propsal Skripsi

No description
by

Zulfikar Basrul

on 20 October 2016

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Seminar Propsal Skripsi

Zulfikar Basrul
O11110 263
Identifikasi Endoparasit pada Saluran Pencernaan Rusa Tutul (Axis axis) di Taman Pintu Satu Universitas Hasanuddin Makassar
Latar Belakang
Jenis - jenis endoparasit apakah yang terdapat pada saluran pencernaan rusa tutul (Axis axis) di Taman Pintu Satu Universitas Hasanuddin Makassar?
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Mengetahui jenis – jenis endoparasit yang terdapat pada saluran pencernaan rusa tutul (
A. axis
) di Taman Pintu Satu Universitas Hasanuddin Makassar
Mengetahui jenis - jenis endoparasit pada rusa tutul (
A. axis
)
Manfaat Penelitian
Mengetahui jenis – jenis endoparasit yang terdapat pada saluran pencernaan rusa tutul (
A. axis
) di Taman Pintu Satu Universitas Hasanuddin Makassar.
Ilmu
Aplikasi
Agar dapat menjadi rujukan bagi penelitian selanjutnya.
Penelitian dibatasi ruang lingkupnya pada jenis - jenis cacing nematoda, trematoda, cestoda dan protozoa yang ditemukan pada family
Cervidae.
Ruang Lingkup Penelitian
Keaslian Penelitian
Penelitian mengenai identifikasi endoparasit terkhusus pada rusa tutul (
A. axis
) belum pernah dilakukan di Indonesia. Penelitian mengenai identifikasi parasit pada rusa di Indonesia hanya dilakukan pada rusa Bawean (
Hyelaphus kuhli
) dan rusa Sambar (
Cervus unicolor
).
Istilah wildlife (Anderson, 1985; Bailey, 1984; Leopold, 1933) : hewan yang hidup liar. Arti yang sesungguhnya adalah “kehidupan yang liar” yang secara umum terdiri dari kelompok tumbuhan dan kelompok hewan.

Rusa tutul di taman pintu satu Universitas Hasanuddin didatangkan dari Bogor pada Selasa, tanggal 31 Januari 2012 dan berjumlah 21 ekor  23 ekor (awal september) dan 33 ekor pada saat terakhir dihitung (Feb, 2015)

Phyllum : Chordata
Sub Phyllum : Vertebrata
Classis : Mammalia
Order : Artiodactyla
Sub Order : Ruminantia
Familia : Cervidae
Sub Familia : Cervinae
Genus : Axis
Species : Axis axis
Nama Lokal : Rusa Tutul, Rusa Totol, Uncal (Sunda), Chital (India).

Axis axis, : India dan Ceylon
Axis porcinus calamianensis, : pulau Calamian bagian barat Filipina
Axis porcinus kuhlii, : pulau Bawean
Axis porcinus porcinus,: daerah bagian utara India
Axis porcinus annamiticus, : daerah bagian selatan India

Pada dada terdapat bintik – bintik yang menyerupai garis putih, biasanya satu atau dua deretan bintik bintik.
Bagian bawah rusa tutul berwarna putih (Santra, 2008)
Memiliki kepala yang pendek, mata besar,
kelopak mata di sebelah atas memiliki bulu mata yang lebih panjang dari bulu mata sebelah bawah
memiliki senjata di atas kepalanya,
Daerah telinga, ekor dan leher berambut lebih panjang dari bagian lainnya.
Pada daerah punggung terdapat garis gelap yang membujur dari kepala sampai dengan pangkal ekor
Semiadi (1998), berat jantan 70 – 90 kg dengan tinggi gumba 90 cm, berat betina 40 – 50 kg dengan tinggi gumba 80 cm dan berat lahir 3,5 kg.
Oesophagostomum venulosum
Telur tipis dan berlapis, oval, dengan ukuran 88-105 hingga 44-65 mikron (Balweber, 2001).
Cacing jantan panjangnya 11-16 mm dan berdiameter 300-400 mikron,
Cacing betina panjangnya 13 – 24 mm dan berdiameter 500-600 mikron,
Metode Penelitian
Bulan September - desember tahun 2014 dan Februari 2015.
Lokasi penelitian bertempat di Taman Pintu Satu Universitas Hasanuddin Makassar
dan Laboratorium Diagnostik PSKH FK Unhas dan BBVet Maros
Bahan penelitian yang digunakan adalah feses segar, larutan NaCL jenuh, aquades, es batu serta formalin 10%
Peralatan yang digunakan adalah kantung plastik, labeling, kamar hitung Mc Master, buku catatan, lumpang dan alu, rak tabung, tabung reaksi, object glass serta cover glass, mikroskop, teropong binokuler, sentrifus, kamera DSLR, bunsen dan kapas.
Penelitian ini berlangsung bulan September - Desember 2014 dan Februari 2015.
Dengan pengambilan sampel acak, sampel – sampel tersebut dimasukkan ke dalam kantung plastik dan diberikan label kemudian dimasukkan ke dalam tempat yang berisi es batu, selanjutnya digunakan dua metode untuk diperiksa:

Daftar Pustaka
Ajit Kumar, Santra. 2008, Handbook of Wild and Zoo Animals: a Treatise for Students of Veterinary, Zoologi, Forestry and Environmental Science. International Book Distributing co. India.

Alikodra, Hadi. S. 2010. Konsep Pengelolaan Satwa Liar. IPB Press. Bogor

Al Saqur, I., J. Armour, K. Bairden, A. M. Dunn, and F.W.Jennings. 1980. Ostertagia leptospicularis Asadov 1953 as a pathogen in British cattle. The Veterinary Record 107:511.

Anderson S, Jones. 1967. Recent Mammals of The Word. A Synopsis of Families. New York: Ronald Press Company.

Annie K, Prestwood. Samuel R, Pursglove. Frank A, Hayes. 1976. Parasitism among white-tailed deer and domestic sheep on common range. Vol. 12, July pp 380-385.

Balweber, Lora Rickard 2001, Veterinary Parasitology. Butterworth-Heinemann, United States of America.

Chandler, A.C. Read, C.P. 1961, Introduction to Parasitology Tenth Edition. Wiley International Edition. New York and London.

Cook T, W. Ridgeway B, T. Andrews R and Hodge, J. 1979. Gastro-intestinal helmints in White-tailed deer (Odocoileus virgianus) of Illinois. Journal of Widlife disease Jul pg(s) 405-408.

David R, Anderson. Samuel M, William. 1969. Eimeria (Protozoa : Eimeriidae) from white tailed deer Odocoileus virgianus in Pennsylvania Texas, and Wisconsin, with descriptions of two new species. Vol 5, July 351-356.
Davidson, William R. McGhee, Michael B and Nettles, Victor F. 1980. Haemonchosis in White-tailed deer in the Southeastern United States. Journal of Wildlife disease 16(4) : 499-508.

Dwight D, Bowman. Hendrix M, Charles. Lindsay S, Davia. Barr C, Stephen. 2002, Feline Clincal Parasitolog. Iowa States University Press. United Stated of America.

Foley W. 2001. Veterinary Parasitology Refference Manual. Iowa State Press.

Garcia-Romero, C. Valcarcel, F. Corchero J.M. Olmeda S.s. Perez-Jimenez J.M. 2000. Contribucion al studio de las parassitosis del ciervo (Cervus elaphus) en las provincias de Toledo y Ciudad Real (Castilla-La Mancha, Espana). No 14 pp 234-249. 0214-0896.

Gosling, Peter. J. 2005, Dictionary of Parasitology. CRC Press. United States of America.

Griffith, Henry. J. 1978, A Handbook of Veterinary Parasitology Domestic Animals of North America. University of Minnesota press . United States of America.

Jacob TN, Wiryosuhanto SD. 1994. Prospek budidaya ternak rusa. Penerbit
Kanisius. Jakarta. Ed.

Jacob V, Cheeran. 2008, Textbook of Wild and Zoo Animals : Care and Chaco, Bolovia. 40(1). Pp 92-98.


Rusa ini belum tentu bebas dari serangan penyakit baik yang disebabkan oleh virus, protozoa, bakteri maupun cacing.
Jenis Parasit pada Saluran Pencernaan Rusa Tutul (Axis axis)
Capillaria spp
Capillaria bovis
Capillaria longipes
Balweber, 2001
Ditemukan pad Roe Deer (
Capreolus pygargus
), Red Deer (
Cervus elaphus
) (Pilarcyzk et al, 2005) dan White-tailed Deer (
Odocoileus virginianus
) (Pursglove et al. 1976)
Ukuran telur 45-50 x 22-25 mikron . memiliki bipolar
Ukuran telur 45-55 x 22-25 mikron
Haemonchus contortus
Zajac, 2012
Telur berukuran oval, berwarna abu -abu dengan selubung tipis
Berukuran 70-110 x 30-50 mikron
Pernah ditemukan pada Roe deer (
C. pygargus
) dan Red deer (
C. elaphus
) (Pilarczyk et al. 2005)
Roe Deer
Red Deer
White tailed- Deer
Ostertagia leptospicularis
Pernah ditemukan pada Red deer (C. elaphus) di Spanyol Tengah (Garcia-Romero et al. 2000) dan di Mongolia pada Roe deer (Sharhuu et al. 2004)
Spiculopteragia spp.
Ditemukan pada abomasum Red Deer . elaphus) (Rickard et al. 1993)
Cysticercus tenuicollis
Trichostrongylus axei
Berukuran 3-6 mm pada jantan dan 4-8 mm pada betina.
diagnosa post mortem
Telur berdiameter 25-40 mikron
Zajac, 2012
Cacing ini menjadi temuan pertama pada rusa jenis White-tailed di Ohio (Schurr et al. 1988)
Moniezia sp.
M. benedeni dan M. expansa
Ditemukan pada Pampas Deer (Ozotoceros bezoarticus celer) sebanyak 14% (Uhart et al. 2003)
Pampas Deer
Berdiameter 75 mikron (Benedeni) dan 56-67 mikron (expansa)
Zajac, 2012
Fasciola spp.
Cacing hati. Mempunyai induk semang siput Lymnaea
F. Magna pernah dilaporkan pada jenis White-tailed deer (O. virgianus) (Foreyt et al. 1976).
Telur berbentuk oval, berwarna kuning dengan diameter 130-150 x 56-90 mikron
Eimeria spp.
Termasuk kedalam kelas koksidia
Berukuran 12-45 mikron tergantung spesiesnya
Pada rusa White-tailed ditemukan E. virgianus dan E. madisonesis (Anderson et al. 1969)
Pada rusa Grey Brocket ditemukan eimeria spp (Deem et al, 2004)
Grey Brocket Deer
Metode Apung
Metode McMaster
|
Alur Penelitian
observasi lapangan
penelitian lapangan
pengambilan sampel
penelitian laboratorium
analisis data (secara deskriptif)
hasil pembahasan
laporan hasil penelitian
HASIL DAN PEMBAHASAN
Zajac, 2012.
Protozoa eimeria spp mudah untuk didapatkan melalui metode apung
Eimeria spp yang ditemukan tidak mengarah ke coccidiosis kecuali ada riwayat serta gejala diare
Penemuan Eimeria pada Roe Deer dan Red deer ditentukan oleh ukuran, warna, morfologi yang digunakan untuk beradaptasi
(Popiolek, 2009) Metode apung dari 131 sampel : 20,6% eimeria spp.
40x. berbentuk oval, tidak terlalu berwarna, berdinding tipis
Telur Haemonchus sp (40x) berbentuk oval, transparan, berdinding tipis dgn dua lapisan.
Zajac, 2012
Telur Oesophagostomum spp (40x). berbentuk oval, berdinding dua lapus dengan warna transparan
Ordo Strongyl : Ostertagia, Haemonchus, Cooperia, Trichostrongylus, Bunostomum, Oesophagostomum dll
diameter telur 65-100 x 34 - 50 mikron
Douglas et al (1985) menyebutkan kemunculan Haemonchus spp dan Oesophagostomum spp didasari perubahan musim di suatu tempat.
ukuran diameter telur
62-90 x 39-50 mikron
85-105 x 74-57 mikron
Pemberian vitamin, antihelmint dan monitoring
Management. International Book Distributing co. India.

Levine, N.D.s 1990, Parasitologi Veteriner. (Diterjemahkan oleh G. Ashadi). Gajah Mada University Press, Yogyakarta.

Longhurst, W, M. Douglas, J. R. 1953. Parasite interrelationship of domestic sheep and Columbian black-tailed deer. Transactions of the North American Wildlife Conference. Pp 168-187. 19530800683.

Lora G, Rickard. Eric P, Hoberg. Nancy M, Allen. Gary L, Zimmerman. Thomas M, Craig. 1993. Spiculopteragia spiculoptera and S. asymetrica (Nematoda : trichostrongyloidea) from Red Deer (Cervus elaphus) in Texas. Journal of Wildlife Disease 29(3). Pp 512-515.

Marcela M, Uhart. Alejandro R, Vila. Mario S, Beade. Alfredo, Balcarce. William B, Karesh. 2003. Health Evaluation of Pamas Deer (Ozotoceros bezoarticus celer) at Campos del Tuyu Wildlife Reserve, Argentina. 39(4) pp 887-883.

Marquardt, William. C. 1985, Parasitology. Mcmillan Publishing Company. United States of America

McKenna, P.B. 2010. An update checklist of helminth and protozoa parasites of terrestrial mammals in New Zealand. Vol 36: 89-113.

Pilarczyk, B. Balicka-Ramisz, A. Lachowska, S. 2005. The occurrence of intestinal parasites of roe deer and red deer in the Western Pomerania voivodeship. 51(4):307-310.

Pursglove, SR. Prestwood, AK. Nettles, VF. Hayes, FA. 1976. Intestinal nematodes of White-tailed deer in Southeastern United States. 169(9): 896-900. 977456.
Regassa F, Sori T, Dhuguma R, and Kirios Y. 2006. Epidemiology of Gastrointestinal parasites of ruminant in Western Oromia, Ethopia Intern J Res. Vet. Med. 4(1).

Schurr, Karl. Raballais, Francis C. Terwillinger, Wallace. 1988. Cysticercus tenuicollis : a New State Record for Ohio. Volume 88, Issue 3 (June 1988) 104-105.

Sharon L, Deem. Andrew J, Noss. Richard, Villarroel. Marcela M, Uhart. William B, Karesh. 2004. Disease survey of free-ranging Grey Brocket Deer (Mazama gouazoubira) in the Gran
Soulsby, E.J.L. 1982. Helminths, Arthropods, and Protozoa of Domesticated Animals. Bailliere Tindall, London.

Taylor, M.A, Coop, R.L, Wall, R.L. 2007, Veterinary Parasitology. Blackwell publishing. Navarra, Spain.

Waid, Douglas D. Pence, Danny B and Robert J, Warren. 1985. Effects of season and physical condition on the gastrointestinal helminth community of white-tailed deer from the Texas Edwards Plateau. Journal of Wildlife Disease Jul pg(s) 264-273.

William J, Foreyt. Todd AC. 1976. Effects of six fasciolicides against Fascioloides magna in White-tailed Deer. Vol 12, July pp 361-366.

Zajac, Anne M. Conboy, Gary A. 2012. Veterinary CLinical Parasitology Eight Edition. Blackwell publishing. UK.

Hipotesis
Adanya beberapa jenis - jenis endoparasit yang terdapat pada saluran pencernaan rusa tutul (Axis axis) di Taman Pintu Satu Universitas Hasanuddin Makassar
(2000-3000 ookista) akan menimbulkan Gejala Klinis
170 kasus kelompok Artiodactyla terkena Eimeria spp dan 7 kasus terkena Isospora (Wilson and Reeder, 1993)
Morbidity : 5000 - 9000, Mortality >10.000
Treatment : pemberian Benzimidazole dan Avermectine
20.000-250.000 larva mengarah ke Gejala Klinis
Albendazole dan Vermox (Dechacare, 2009)
Kesimpulan
Rusa tutul (Axis axis) yang terdapat di Taman Pintu Satu Universitas Hasanuddin Makassar teridentifikasi positif endoparasit nematoda, ordo strongylida dengan jenis Oesophagostomum spp, Haemonchus sp serta Protozoa jenis Eimeria spp
Saran
Perlunya penelitian lebih lanjut dengan menggunakan larutan yang memiliki Spesific Gravity tinggi
Ujian Akhir Skripsi
Pengaruh Musim Terhadap Infestasi Parasit
Perubahan musim dapat mengakibatkan perubahan suhu dan kelembapan lingkungan
Penyakit parasit di suatu daerah dipengaruhi oleh beberapa faktor antaranya topografi, suhu dan kepadatan populasi.
Brotowidjoyo (1986) menjelaskan bahwa faktor iklim dan cuaca di Indonesia sangat mendukung perkembangan cacing nematoda terutama pada musim peralihan dan penghujan
Full transcript