Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

behavior

No description
by

pandu novialdi

on 30 October 2012

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of behavior

BEHAVIORISME John Broadus Watson PANDU NOVIALDI
AHMAD LUBI
ARI ZURKARNAIN
EVI ROSALIMAS KELOMPOK 4 John Watson (1878-1958)
Setelah memperoleh gelar master dalam bidang bahasa (Latin dan Yunani), matematika, dan filsafat di tahun 1900, ia menempuh pendidikan di University of Chicago.

Minat awalnya adalah pada filsafat, sebelum beralih ke psikologi karena pengaruh Angell. Akhirnya ia memutuskan menulis disertasi dalam bidang psikologi eksperimen dan melakukan studi-studi dengan bayi dan tikus percobaan.

Tahun 1903 ia menyelesaikan disertasinya. Tahun 1908 ia pindah ke John Hopkins University dan menjadi direktur lab psikologi di sana.

Pada tahun 1912 ia menulis karya utamanya yang dikenal sebagai behaviorist’s manifest’, yaitu “Psychology as the Behaviorists Views it”. Pendiri aliran behaviorism adalah John Broadus Watson (1878-1958),
Agar ilmiah, ilmu psikologi perlu pokok persoalan yang cukup stabil dan dapat diukur secara reliabel dan pokok persoalan itu adalah perilaku (behavior). Watson mengganggap bahwa perhatian utama psikolog seharusnya adalah perilaku dan bagaimana perilaku itu bervariasi berdasarkan pengalaman yang beragam. SEJARAH BEHAVIOR Pavlov (1897)
menerbitkan hasil percobaan pada conditioning setelah awalnya mempelajari pencernaan pada anjing. Watson (1913)
meluncurkan sekolah perilaku psikologi (pengkondisian klasik), menerbitkan sebuah artikel, "Psychology as the behaviorist Views It".
Watson dan Rayner (1920)
dikondisikan seorang yatim piatu yang disebut Albert B (alias Little Albert) takut tikus putih. Thorndike (1905)
mencetuskan "Law of Effect". Skinner (1936)
menulis "The behavior of Organisms" dan memperkenalkan konsep operant conditioning and shaping. Clark Hull (1943)
Menerbitkan "Principles of behavior". Bandura (1963)
menerbitkan sebuah buku yang disebut "Social learning theory and personality development" yang menggabungkan kerangka cognitive and behavioral (mulai tahun 1958)
Journal of the Experimental Analysis of Behavior BF Skinner (1971)
menerbitkan bukunya Beyond Freedom and Dignity, ia berpendapat bahwa kehendak bebas adalah ilusi. BF Skinner (1948)
menerbitkan Walden Two in which he described a utopian society founded upon behaviorist principles. Watson
menetapkan dasar
konsep
behaviorisme 1. Psikologi adalah
cabang eksperimental
dari natural
science. Posisinya setara
dengan ilmu kimia
dan fisika sehingga introspeksi
tidak punya
tempat di dalamnya 2. Sejauh ini psikologi
gagal dalam usahanya
membuktikan jati diri
sebagai natural science.
Salah satu halangannya adalah
kesadaran/mind sehingga harus dihapus dari ruang
lingkup psikologi 3. Obyek studi psikologi
yang sebenarnya
adalah perilaku nyata John Broadus Watson Pandangan
Utama Psikologi mempelajari stimulus dan respons (S-R Psychology).
Respon ada yang overt dan covert, learned dan unlearned
(OVERT BEHAVIOR : Prilaku nyata yang dapat di indera)
(COVERT BEHAVIOR : Prilaku tak nyata yang tidak dapat di observasi seperti : Emosi dan Berfikir Tidak mempercayai unsur herediter (keturunan)
sebagai penentu perilaku. Penolakan dari soul atau mind ini adalah ciri utama behaviorisme dan kelak dipegang kuat oleh para tokoh aliran ini, Psikologi harus menggunakan metode empiris. Dalam hal ini metode psikologi adalah observation, conditioning, testing, dan verbal reports. Watson menolak konsep insting, namun pada anak-anak memiliki habits, dan akhirnya ditolak sama sekali kecuali simple reflex seperti bersin, merangkak, dan lain-lain. Habits yang merupakan dasar perilaku adalah hasil belajar yang ditentukan oleh dua hukum utama, recency dan frequency. Apa yang diingat dan dilupakan ditentukan oleh seringnya sesuatu digunakan/dilakukan.

Dengan kata lain, sejauhmana sesuatu dijadikan habits. Sumbangan utama Watson adalah ketegasan pendapatnya bahwa perilaku dapat dikontrol dan ada hukum yang mengaturnya.

Jadi psikologi adalah ilmu yang bertujuan meramalkan perilaku. Eksperiment Watson
(Little Albert) Apakah watson Menyembuhkan Albert?

Tidak. karena Watson tidak bisa menemukanya
dan Watsonpun berhenti dari kehidupan Akademiknya, sejak tahun 1921 ia bekerja di bidang periklanan. "Berikan kepada saya sepuluh orang anak,
maka akan saya jadikan kesepuluh anak tersebut sesuai keinginan saya"

John B. Watson daftar pustaka

Uno, hamzah B., orientasi baru dalam psikologi pembelajaran, 2006
Sarwono, Sarlito W., Berkenalan dengan aliran-aliran dan tokoh - tokoh Psikologi, 2000
Sarwono, Sarlito W., Psikologi Sosial, 2001
Zaid, M., Psikologi dari zaman ke zaman, 1965
Grove, nigel c., Psikologi for Beginners, 2000
http://www.scribd.com/doc/64778116/1/Aliran-Behavior-dari-Watson
http://nanie90.blogspot.com/2009/10/perbedaan-aliran-psikoanalisis-behavior.html
Google.com Pada umumnya teori belajar yang termasuk ke dalam keluarga besar behaviorisme memandang manusia sebagai organisme yang netral-pasif-reaktif terhadap stimuli di sekitar lingkungannya. Orang akan bereaksi jika diberi rangsangan oleh lingkungan luarnya Syarat terjadinya proses belajar dalam pola hubungan S-R
adalah adanya unsur:
dorongan (drive),
rangsangan (stimulus),
respons, dan
penguatan (reinforcement). Unsur berikutnya adalah rangsangan atau stimulus. Unsur ini datang dari luar diri individu, dan tentu saja berbeda dengan dorongan tadi yang datangnya dari dalam. Contoh rangsangan antara lain adalah bau masakan yang lezat, rayuan gombal, dan bahkan bisa juga penampilan seorang gadis cantik dengan bikininya yang ketat. Unsur yang pertama, dorongan, adalah suatu keinginan dalam diri seseorang untuk memenuhi kebutuhan yang sedang dirasakannya. Seorang anak merasakan adanya kebutuhan akan tersedianya sejumlah uang untuk membeli buku bacaan tertentu, maka ia terdorong untuk membelinya dengan cara meminta uang kepada ibu atau bapaknya Respons ini bisa diamati dari luar. Respons ada yang positif, dan ada pula yang negatif. Yang positif disebabkan oleh adanya ketepatan seseorang melakukan respons terhadap stimulus yang ada, dan tentunya yang sesuai dengan yang diharapkan. Sedangkan yang negatif adalah apabila seseorang memberi reaksi justru sebaliknya dari yang diharapkan oleh pemberi rangsangan. Unsur yang keempat adalah masalah penguatan (reinforcement). Unsur ini datangnya dari pihak luar, ditujukan kepada orang yang sedang merespons. Apabila respons telah benar, maka diberi penguatan agar individu tersebut merasa adanya kebutuhan untuk melakukan respons seperti itu lagi
Full transcript