Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Untitled Prezi

No description
by

Zahra Aliyya

on 9 May 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Untitled Prezi

Bab 3 Bab 4 Bab I Bab 2 Results Terimakasih telah menyaksikan Analisis Data Kuesioner Dampak Buruk Penggunaan
Softlens Terhadap
Kesehatan Mata Pendahuluan Landasan Teori Azzahra Aliyya
Awalia Nada
XI IPA 2 1.1 Latar Belakang Masalah 1.2 Rumusan Masalah 1.3 Tujuan Penelitian 1.4 Ruang Lingkup Kajian 1.5 Landasan Teori 1.6 Hipotesis 1.7 Sumber Data 1.8 Metode dan Teknik Metode Teknik 1.9 Sistematika Penulisan BAB I BAB II BAB III Hakikat Penggunaan Softlens Definisi Penggunaan Definisi Softlens Jenis-jenis Softlens Cara Pemakaian Softlens Resiko Komplikasi Akibat Penggunaan Softlens Hakikat Kesehatan Mata Definisi Kesehatan Definisi Mata Faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan mata Sejarah Perkembangan Softlens Apa saja bahan penyusun dan manfaat softlens?

Apakah penggunaan softlens itu berbahaya bagi kesehatan mata kita? Sejauh mana siswi SMAIT Nurul Fikri mengetahui dampak buruk penggunaan softlens?

Bagaimana cara menggunakan softlens yang baik untuk kesehatan mata? Tujuan umum: untuk meneliti lebih lanjut mengenai dampak buruk penggunaan softlens terhadap kesehatan mata dikalangan siswi SMAIT Nurul Fikri.

Tujuan khusus: untuk memenuhi tugas Bahasa Indonesia kelas 11 dan untuk memenuhi syarat kelulusan. Siswi SMAIT Nurul Fikri kelas 10, 11, dan 12 Karya ilmiah ini didasari dugaan bahwa softlens dapat memberikan dampak yang buruk bagi kesehatan mata. Metode Observasi: mengamati dan terjun langsung ke dalam kalangan pelajar SMAIT Nurul Fikri khususnya bagi yang menggunakan softlens.

Studi pustaka: penulis membaca dan mengumpulkan informasi dari buku-buku dan website online mengenai hal-hal yang bersangkutan dengan tema karya ilmiah tersebut. Teknik pengumpulan data:
Kuesioner
Website online Pengertian dari penggunaan adalah proses, cara, perbuatan memakai, atau pemakaian. Softlens atau lensa kontak adalah salah satu alat kedokteran yang bertujuan sebagai pengganti kacamata bagi penderita yang memiliki penglihatan yang kurang. Softlens terbuat dari plastik yang mengandung air. Menurut pernyataan dari Organisasi Kesehatan Sedunia (WHO), kesehatan adalah keadaan fisik, mental dan kesejahteraan sosial secara lengkap dan bukan hanya sekedar tidak mengidap penyakit atau kelemahan. Pendapat Para Ahli Deskripsi Objek Penelitian Deskripsi Metode Penelitian Kerangka Berfikir 1. Apakah anda memakai softlens? 2. Apakah alasan anda dalam menggunakan softlens? 3. Apa yang anda ketahui tentang bahan penyusun softlens? 4. Apa yang anda ketahui tentang manfaat softlens? Dewasa ini, pengguna softlens dapat dengan mudah ditemukan hampir di seluruh penjuru wilayah. Jumlah pengguna softlens pun tidak sedikit di kalangan masyarakat.

Namun, diproduksinya barang praktis dan membahayakan semakin marak. Seperti pengguna softlens yang tidak mengikuti prosedur pemakaian yang baik dapat membahayakan kesehatan mata jika terjadi penyalahgunaan. Penelitian ini berpijak pada teori:
Teori softlens
Teori mata Buku Ilmiah
Website online
Kamus Besar Bahasa Indonesia 1.1 Latar Belakang
1.2 Rumusan Masalah
1.3 Tujuan Penelitian
1.4 Ruang Lingkup Kajian
1.5 Landasa Teori
1.6 Hipotesis
1.7 Sumber Data
1.8 Metode dan Teknik Penelitian
1.9 Sistematika Penulisan 2.1 Deskripsi Teoritik:
Hakikat Penggunaan Softlens
Hakikat Kesehatan Mata
2.2 Sejarah Perkembangan Softlens
2.3 Pendapat Para Ahli
2.4 Deskripsi Objek Penelitian
2.5 Deskripsi Metode Penelitian
2.6 Kerangka Berfikir Kuesioner Penelitian
Analisis Pertanyaan Kuesioner
Analisis Data Kuesioner Bersihkan tangan dengan sabun, kemudian keringkan
Ambil sebuah softlens dari tempatnya. Letakkan di ujung telunjuk tangan kita
Dengan satu tangan yang tidak memegang softlens, kita angkat sedikit kelopak mata atas. Gunakan jari tengah dari tangan yang memegang softlens untuk menarik kelopak mata bawah ke arah bawah.
Lihatlah ke atas, kemudian dengan lembut letakkan softlens pada bagian bawah bola mata kita.
Usap lembut kelopak mata kita, kemudian tutup mata kita.
Kedipkan mata sebanyak 5x. Cara ini untuk membuat posisi softlens tidak bergeser.
Lakukan hal yang sama seperti diatas pada mata yang satunya. Noda kornea atau supercial punctuate keratitis (SPK)
Blepharitis
Reaksi Alergi (atopic)
Sindroma mata kering (kerato conjunctivitis sicca)
Cornea edema
Infiltrates
Infeksi Mata dalam bahasa latinnya adalah oculus sedangkan dalam bahasa Inggrisnya adalah eye, merupakan alat indra yang terdapat pada manusia Penyakit-penyakit seperti diabetes yang tidak terkontrol
Merokok
Tekanan darah tinggi
Gizi dalam makanan
Kebiasaan membaca dengan pencahayaan yang kurang atau dengan jarak terlalu dekat .Tahun 1827, seorang ahli astronomi berkebangsaan Inggris, bernama Sir John Herschel membuat lensa yang pas dan cocok jika dipakai langsung pada permukaan mata.

Tahun 1935, ditemukan PMMA yaitu bahan lentur yang memungkinkan untuk dijadikan bahan pembuatan softlens.

Tahun 1970, ditemukan silikon-akrilat yang disempurnakan menjadi FSA (florosilicone-acrylate). Plastik ini lebih sempurna untuk dapat dilewati oksigen. Menurut Dr. H. Dwight Cavanagh, seorang profesor ahli mata dari Southwestern Medical Center, Amerika Serikat dalam tulisannya “Eye and Contact Lens” pada 2003, mengungkapkan sebanyak 2.500 pengguna softlens mengalami “Corneal Ulcers”.

Menurut dokter Tri Rahayu, SpM, FIACLE, salah satu ahli lensa kontak di Indonesia yang bergabung dengan JEC, sebelum seseorang menggunakan softlens, ia diperiksa terlebih dulu oleh dokter mata untuk mengetahui ada atau tidaknya kontra indikasi pemakaian lensa kontak. Pada karya ilmiah ini yang berjudul “Dampak Buruk Penggunaan Softlens terhadap Kesehatan Mata” dengan mengambil objek penelitian dari siswi SMAIT Nurul Fikri Depok, Jawa Barat. Penulis mengambil sampel 20% dari populasi siswi kelas 10, 11, dan 12 yang memakai softlens. Dengan metode penelitian kuesioner, penulis mengambil data dari 20% jumlah seluruh siswi di SMAIT Nurul Fikri yang menggunakan softlens dan penulis mengambil data dari buku ilmiah, serta internet. Pemakaian softlens yaitu proses atau cara penggunaan salah satu alat kedokteran yang bertujuan sebagai pengganti kacamata. Sejarah tentang softlens pun terus berkembang. Tetapi, banyak media-media yang mengungkapkan bahwa penggunaan softlens dapat memberikan efek negatif bagi para pengguna. Hal tersebut bisa saja terjadi akibat bahan penyusun softlens ataupun cara penggunaanya. Terdapat 2 jenis softlens, yaitu:
1. Lensa kontak lunak atau soft contact lens (SCL) yang biasa digunakan untuk jangka waktu pendek.
2. Lensa kontak keras atau rigrid gas permeable (RGP) untuk penggunaan dalam jangka waktu panjang yang mampu ditembus gas dan oksigen. 5. Berapa lamakah anda menggunakan softlens? 6. Apakah anda merasa nyaman dalam menggunakan softlens? 7. Apakah sebelumnya anda mengetahui softlens memiliki dampak buruk? 8. Pernahkah anda mengalami gejala buruk akibat menggunakan softlens? 9. Gejala apa sajakah yang pernah anda alami? 10. Apa yang menyebabkan anda mengalami gejala tersebut? 11. Setelah mengalami gejala buruk tersebut biasanya akibat apa yang anda rasakan? 12.Jika mengalami dampak buruk dalam penggunaan softlens, upaya apa yang anda lakukan untuk mengatasinya? Kesimpulan Penggunaan softlens memiliki dampak buruk terhadap sejumlah responden yang berasal dari SMA IT Nurul Fikri. Gejala yang dialami antara lain seperti mata merah dan mata gatal seperti yang sudah diungkapkan oleh beberapa ahli sebelumnya. Namun, softlens dapat menjadi pengganti kacamata yang aman apabila digunakan sesuai prosedur dan melakukan konsultasi terlebih dahulu ke dokter ahli yang bersangkutan. Saran 1. Untuk para pengguna softlens lebih baik menggunakan softlens sebagai pengganti kacamata hanya ketika keadaan sangat mendesak. Penggunaannya pun disertai dengan prosedur yang benar sehingga tidak menimbulkan efek negatif bagi kesehatan mata
2. Pastikan softlens berasal dari pabrik dan bahan yang terpercaya, jangan sampai softlens tersebut terbuat dengan menggunakan bahan yang tidak layak guna.
3. Untuk peneliti softlens selanjutnya dapat memperluas ruang lingkup pengamatan kami serta dapat memberikan ide-ide bagaimana menggunakan softlens agar tidak menganggu kesehatan mata BAB IV 4.1 Kesimpulan
4.2 Saran
Full transcript