Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Model Dispersi Gaussian dengan MATLAB

No description
by

adi mulyanaa

on 4 March 2015

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Model Dispersi Gaussian dengan MATLAB

Contoh Output untuk Matlab
Data Fisik Cerobong dan Laju emisi Batu Bara

Fisik Cerobong
tinggi : 30 m
diameter : 1.8 m
temperatur gas : 82⁰C
kecepatan aliran
gas buang : 20 m/s
Laju Emisi Batu Bara
65.2 gram/detik
Dasar Pemodelan Dispersi
Model Dispersi
Data yang digunakan dalam pemodelan dispersi Gauss
Kecepatan angin rata-rata dan arah angin dominan
Profil angin
Klasifikasi kestabilan (atmosfir)
Tinggi cerobong efektif
Koefisien difusi (σy dan σz)
Klasifikasi Kestabilan (Atmosfir)
Klasifikasi stabilitas atmosfir (Pasquill-Gifford) berdasarkan:
lapse rate / gradien vertikal suhu (pengurangan / perubahan suhu sebagai fungsi dari ketinggian, oC/100m), dan
Kecepatan angin permukaan, serta intensitas matahari dan tutupan awan
Gradien temperatur atau lapse rate digunakan untuk menentukan temperatur udara ambien pada ketinggian sumber emisi atau perhitungan temperatur berdasarkan temperatur udara permukaan untuk menetapkan ketinggian cerobong efektif.
Klasifikasi stabilitas atmosfir berdasarkan Gradien Temperatur
Persamaan Umum Dispersi Gauss
dimana:
C = Konsentrasi polutan pada suatu titik perhitungan di permukaan tanah (gr/cm3)
x = Jarak titik perhitungan terhadap sumber emisi (m)
y = Jarak arah sumbu - y (crosswind)
z = Jarak arah sumbu – z (vertikal)
U = Kecepatan angin rata-rata (m/s)
Q = Laju emisi polutan (gr/dtk)
σy = Koefisien difusi pada sumbu – y
σz = Koefisien difusi pada sumbu – z
H = Tinggi cerobong efektif / ketinggian titik sumber emisi (m)
Kecepatan Angin rata-rata (U)
Lapisan batas planet (ketinggian 500 – 1000 m)

Lapisan batas permukaan (20 – 50 m)

Dimana:
U(z) = kecepatan angin rata-rata pada ketinggian z
U(z1) = kecepatan angin rata-rata pada ketinggian z1
a = konstanta dengan nilai antara 0 – 1, dipengaruhi oleh stabilitas atmosfir
U* = kecepatan gesekan
K = konstanta von Karman, nilai eksperimen = 0.4
Z0 = kekasaran (kota = 1 cm, ibu kota = 2 cm, urban = 3 cm)

Model Dispersi Gaussian dengan MATLAB
Disusun Oleh :

Evinitasari Intani (25314003)
Gilang Garnadi Suryadi (25314706)
Qiyam Maulana (25314718)
Raina Jessamine Gang (25314722)
Arry Febrianto (25314739)
Angga Dwi Putranto (25314743)
Adi Mulyana S (25314749)
Model Dispersi Gaussian
Dasar dari model dispersi yaitu apabila ada suatu sumber emisi mengeluarkan emisi polutan sebesar X ppm ke atmosfer, maka berapa besar polutan yang diterima oleh reseptor, dengan dipengaruhi oleh faktor-faktor meteorologi seperti arah angin, kecepatan angin, dan sebagainya dapat diketahui
Model ini mengasumsikan bahwa penyebaran polutan udara merupakan distribusi normal. Model dispersi Gauss biasanya diterapkan di lapangan untuk sumber tunggal pada kondisi meteorologi tertentu dengan waktu rata-rata satu jam atau lebih dengan asumsi kondisi homogen dan stasioner.
Dalam model disperse Gauss, terdapat asumsi-asumsi yang digunakan,yaitu :
Kondisi-kondisi meteorologi dianggap konstan
Geometri plume dianggap ideal
Kondisi permukaan wilayah dianggap datar dan seragam
Polutan dibawa dari sumber emisi searah dengan arah angin dominan
Konsentrasi tertinggi berada pada centerline dengan distribusi berdasarkan pendekatan Gaussian
Klasifikasi Stabilitas Atmosfir berdasarkan Kecepatan Angin Permukaan, Intensitas Sinar Matahari dan Tutupan Awan
Koefisien difusi sumbu y dan z
Tinggi Cerobong Efektif (H)
Penentuan tinggi cerobong efektif menggunakan persamaan Briggs (1969, 1971, 1975)

Dimana
H = tinggi cerobong efektif
h = tinggi fisik cerobong, dan
Δh = penambahan ketinggian karena pengaruh angin, diameter cerobong, dan kecepatan emisi

Nilai Δh ditetapkan dengan persamaan:

Dimana:
H = tinggi cerobong efektif
hs’ = tinggi cerobong terkoreksi stack-downwash
Δh = tinggi kepulan gas buang / emisi

Koreksi stack-downash terhadap ketinggian cerobong (hs’) dihitung dengan persamaan:

untuk vs < 1.5 us

Atau

untuk vs ≥ 1.5 us

Dimana:
hs = tinggi cerobong
us = kecepatan angin pada ketinggian cerobong (m/s)
vs = kecepatan emisi gas dari cerobong (m/s)
ds = diameter dalam titik emisi (m)
Ketinggian Kepulan Gas Buang / Emisi (Δh)
Tinggi kepulan (plume rise) dari mulut cerobong dipengaruhi oleh dua hal yaitu buoyancy dan momentum.
Ketika temperatur di mulut cerobong lebih tinggi dari temperatur ambien maka tinggi kepulan akan didominasi oleh buoyancy rise (bergerak relatif horisontal); sebaliknya, ketika temperatur di mulut cerobong lebih rendah dari temperatur ambien maka tinggi kepulan didominasi oleh momentum rise (bergerak relatif vertikal).

Parameter flux buoyancy:
Parameter flux momentum:
Dimana:
T = Ts – Ta
Ts = temp. mulut atau gas cerobong (K)
Ta = temp. udara ambien pada ketinggian cerobong (K)
Vs = kecepatan vertikal aliran gas (m/s)
Temperatur ambien pada ketinggian cerobong dapat ditentukan melalui persamaan:

Dimana:
Tp = temperatur pada permukaan tanah
h = tinggi cerobong (m)
dT/dz = laju penurunan temperatur berdasarkan tabel klasifikasi stabilitas Pasquill-Gifford
Data Meteorologi

Data temperatur: 23°C
Kecepatan angin  2.8 m/s
Kelas Stabilitas
B (siang hari)
E (malam hari)
Konsentrasi SO2 yang dihasilkan?
Hasil – Kelas Stabilitas B (tidak stabil)
Penyebaran polutan hingga jarak + 870 m dan lebar kepulan hingga 200 m dari sumber polutan.
Konsentrasi tertinggi berada dekat sumber polutan dengan konsentrasi mencapai 80 µg/m3.
Tinggi efektif (H) = 62,7713 m
Kecepatan angin (u) = 3,3016 m/s
Plotting Hasil Output
Hasil – Kelas Stabilitas E (stabil ringan)
Penyebaran polutan hingga jarak > 1000 m dan lebar kepulan 200 m dari sumber polutan.
Konsentrasi tertinggi mencapai 40 µg/m3.
Tinggi efektif (H) = 54,8852 m
Kecepatan angin (u) = 3,3452 m/s
Plotting Hasil Output
Terima Kasih
Full transcript