Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Copy of Presentasi Liturgi Sakramen Penguatan [Confirmatio]

Presentasi mata kuliah LIturgi Sakramen Semester 7
by

on 1 August 2014

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Copy of Presentasi Liturgi Sakramen Penguatan [Confirmatio]

Presentasi Liturgi Sakramen Penguatan
2009510005
Pemahaman akan sakramen penguatan [ confirmation sacrament ] hendaknya diletakkan pada pemahaman integral dengan relasinya dengan sakramen babtis dan ekaristi. Dalam konstitusi Apostolik pada sakramen penguatan terdapat suatu pernyataan bahwa sakramen penguatan mempunyai kaitan dengan sakramen babtis : ‘Orang beriman itu dilahirkan kembali oleh babtis, diperkuat oleh sakramen penguatan, dan akhirnya ditopang oleh makanan bagi kehidupan kekal dalam ekaristi’.
Dengan kata lain, pernyataan ini hendak menekankan bagaimana kita tidak dapat memahami sakramen penguatan dalam kepenuhannya kecuali dalam keterkaitannya dengan yang lain. Kita harus mengetahui sakramen ini baik mana dan prosesnya-yang satu mengarahkan pada yang lain.
MAKNA
Pengurapan. Simbol dari pengurapan dengan minyak yang juga adalah pertanda Roh Kudus, sehingga menjadi satu dalam Roh Kudus. Dalam inisiasi sebagai seorang Kristen, pengurapan adalah tanda sakramen dari pernyataan Setuju (Konfirmasi), disebut “peng-Khrisma-an” di Gereja Gereja di Timur. Makna dan Kekuatan Sesungguhnya hanya bisa didapat bila dipersatukan dengan pengurapan yang dilakukan oleh Roh Kudus, oleh Yesus. Krisus (dalam bahasa Yahudi “Mesias”) berarti Dia “Yang Diurapi” oleh Roh Kudus
Ignatius de Loyola Aryo Gurmilang
BAGAIMANA DINAMAKAN
Dasar biblis sakramen penguatan dalam tata keselamatan
Bagaimana Dirayakan ?
Siapa menerima ??
Pengurapan ini menjelaskan nama "Kristen" yang berarti "terurapi" dan disimpulkan dari Kristus sendiri, yang "Allah urapi dengan Roh Kudus" (Kis 10:38). Ritus pengurapan itu ada sampai sekarang baik di Timur maupun di Barat. Karena itu, di Timur orang menamakan Sakramen ini Khrismasi, urapan dengan krisma, atau Myron, yang berarti "krisma". Di Barat nama Penguatan pada satu pihak menunjuk kepada "peneguhan" Pembaptisan, yang dengannya inisiasi Kristen disempurnakan, dan di lain pihak kepada penguatan rahmat Pembaptisan - kedua-duanya adalah buah-buah Roh Kudus.
Katekismus Gereja Katolik
Katekismus Gereja Katolik 695
Urapan. Salah satu lambang Roh Kudus adalah juga urapan dengan minyak, malahan sampai ia menjadi sinonim dengan-NyaBdk. 1 Yoh 2:20.27; 2 Kor 1:21.. Dalam inisiasi Kristen, urapan adalah tanda sakramental dalam Sakramen Penguatan, yang karenanya dinamakan "Khrismation" dalam Gereja-gereja Timur. Tetapi untuk mengerti sepenuhnya bobot nilai dari lambang ini, orang harus kembali ke urapan pertama, yang Roh Kudus kerjakan: Urapan Yesus. "Khristos" (terjemahan dari perkataan Ibrani "Messias") berarti yang "diurapi dengan Roh Allah". Dalam Perjanjian Lama sudah ada orang yang "diurapi" Tuhan Bdk. Kel 30:22-32.; terutama Daud adalah seorang yang diurapi Bdk. 1 Sam 16:13.. Tetapi Yesus secara khusus adalah Dia yang diurapi Allah: kodrat manusiawi yang Putera terima, diurapi sepenuhnya oleh "Roh Kudus". Oleh Roh Kudus, Yesus menjadi "Kristus" Bdk. Luk 4:18-19; Yes 61:1.. Perawan Maria mengandung Kristus dengan perantaraan Roh Kudus, yang mengumumkan-Nya melalui malaikat pada kelahiran-Nya sebagai Kristus, Bdk. Luk 2:11. dan yang membawa Simeon ke dalam kenisah, supaya ia dapat melihat yang diurapi Tuhan Bdk. Luk 2:26-27.. Ialah yang memenuhi Kristus, Bdk. Luk 4:1. dan kekuatan-Nya keluar dari Kristus, waktu Ia melakukan penyembuhan dan karya-karya keselamatan Bdk. Luk 6:19; 8:46.. Pada akhirnya Ia jualah yang membangkitkan Yesus dari antara orang mati Bdk. Rm 1:4; 8:11.. Dalam kodrat manusiawi-Nya, yang adalah pemenang atas kematian Bdk. Kis 2:36., setelah sepenuhnya dan seutuhnya menjadi "Kristus", Yesus memberikan Roh Kudus secara berlimpah ruah, sampai "orang-orang kudus" dalam persatuan-Nya dengan kodrat manusiawi Putera Allah menjadi "manusia sempurna" dan "menampilkan Kristus dalam kepenuhan-Nya" (Ef 4:13): "Kristus paripurna", seperti yang dikatakan santo Agustinus.
Sakramen Penguatan menurut Dokumen Gereja
Kalau Sakramen PemBaptisan yang disebut pintu (LG. 11) untuk masuk menjadi anggota umat Allah (PO. 5) mengarah ke dalam, maka sebaliknya Sakramen Krisma
mewajibkan orang menyebarluasan
dan
membela iman sebagai saksi Kristus yang sejati
(LG. 11) mengarah keluar. Tentu saja dengan baptis dan Krisma, orang ditugaskan untuk kerasulan (LG. 33; Lih. AG. 36). Dengan demikian, kelihatan bahwa inisiasi merupakan proses:
masuk kemudian diutus.
Tentu saja seseorang tidak masuk Gereja atau mapan di situ melainkan supaya diutus.[6]
1241 Pengurapan dengan minyak krisma yang kudus - satu minyak wangi yang diberkati Uskup - berarti bahwa Roh Kudus diserahkan kepada yang baru dibaptis. Ia menjadi seorang Kristen, artinya seorang yang "diurapi" oleh Roh Kudus, digabungkan sebagai anggota dalam Kristus, yang telah diurapi menjadi imam, nabi, dan raja Bdk. OBP 62..
Katekismus Gereja Khatolik 1297
Satu kegiatan penting yang walaupun mendahului upacara Penguatan, namun atas cara tertentu termasuk di dalanmya, ialah pemberkatan krisma kudus. Dalam misa krisma pada hari Kamis Putih Uskup mengkonsekrir krisma kudus untuk seluruh keuskupan. Di beberapa Gereja Timur malahan pemberkatan ini dikhususkan bagi para Batrik.
Dalam liturgi Siria dari Antiokia, epiklese pada waktu pemberkatan krisma kudus [myron) adalah: "Bapa,... utuslah Roh Kudus-Mu atas kami dan atas minyak di depan kami ini dan mengkonsekrirnya, supaya untuk semua orang yang akan diurapi dan ditandai dengannya, ia menjadi satu myron kudus, myron imami, myron rajawi, urapan kegembiraan, pakaian sinar, mantel kebahagiaan, karunia rohani, pengudusan jiwa dan badan, keselamatan abadi, meterai tak terhapus, perisai iman dan ketopong besi yang melindungi terhadap semua perbuatan musuh yang jahat".
Pelayan sakramen penguatan
Siapa wali penguatan?
Lihat KHK Kan. 892 – 893
Tugas walibabtis : mendampingi calon penguatan. Mengusahakan aga yang telah menerima penguatan bertindak sebagai saksi Kristus yang sejati dan dengan setia memenuhi kewajiban yang melekat pada sakramen itu.
Dianjurkan agar yang menjadi wali penguatan orang yang sudah menerima tugas yang sama dalam baptis.
Syarat: Bisa hanya satu orang, ditugaskan calon/orangtua/wali/pastor/pembaptis, cocok dan bersedia, sudah berumur genap 16 tahun, sudah menerima Inisiasi Kristen, peri hidup baik, tidak sedang dalam hukuman Gereja, bukan ayah/ibu dari anak/calon baptis.
-Pelayan biasa: Uskup. Bisa juga imam yang diberikan kewenangan khusus berdasarkan hukum universal atau pemberian khusus dari otoritas yang berwenang.
-Imam : imam paroki atau imam biasa.
Lihat KHK Kan. 889 - 891
Yang dapat menerima penguatan adalah semua dan hanya telah dibaptis serta belum pernah menerimanya.
Mampu menggunakan akal [lihat kan.97 , dituntut bahwa ia diajar secukupnya, berdisposisi baik dan dapat membarui janji-janji baptis [umur 7 th atau 'aetas maturiore'] buku perayaan Sakramen Baptis dan Krisma hal 108].
Ritual sakramen penguatan
Cara aman dan amat dianjurkan: Mengikuti tatacara dalam buku liturgis yang sudah disahkan otoritas gerejawi.
Inti
ateria : Minyak Krisma. Minyak Krisma itu sendiri merupakan campuran minyak zaitun (atau kalau tidak mungkin bisa juga dari minyak tumbuhan lain) dengan balsam (bahan wang-wangian lain ).[9] Minyak Krisma terbuat dari minyak zaitun. Karena minyak zaitun memiliki aroma yang kurang sedap, maka ditambahkan balsem wangi.
M
F
orma : Rumus: “Saudara terimalah tanda karunia Roh Kudus. Penumpangan tangan yang dilakukan oleh Uskup atau Imam ini menjadi tanda lahiriah penerimaan Roh Kudus (Bdk. Kis 8:14-17; 10,44-48; 19, 1-7).[8]
Cara
: Diakon menyerahkan minyak Krisma kepada Uskup. Sesudah itu para calon diantar satu persatu oleh wali Krisma atau orang tua kepada Uskup.Yang mengantar calon meletakan tangan kanan atas bahu calon dan menyebutkan nama calon kepada Uskup/calon sendiri menyebutkan namanya .
Uskup mencelupkan ibu jari kanan dalam minyak Krisma lalu membuat tanda salib pada dahi calon Krisma dengan berkata:
U : ..(Nama Calon Krisma) terimalah tanda karunia Roh Kudus
CK : Amin
U : Damai Kristus besertamu
CK : Dan sertamu juga
[pengurapan minyak krisma ini terkait erat dengan pembaptisan, penguatan dan pentahbisan imam]
Tempat
: Gere
ja paroki, atau tempat lain yang dirasa pantas
Waktu
:
Dalam
misa atau di luar misa.
Mistagogi Perayaan
-Tanda salib: Kristus mengukir tanda-Nya, tanda rahmat penebusan berkat Salib-Nya.
-Pewartaan Sabda Allah: Kebenaran diwahyukan, ditanggapi dengan iman.
-Saat ritus tobat dapat diganti dengan pemercikan air suci.
-Terdapat lilin paskah, wadah berisi air untuk ritus pemercikan [mengingatkan akan baptisan yang telah diterima], dan wadah berisi minyak krisma.
-Homili : selebran mengangkat tema-tema bacaan dan menggunakannya untuk membimbing para calon ke pemahaman yang lebih mendalam tentang misteri Kristus
-Ada saat pengakuan iman dengan pertanyaan-pertanyaan tentang pembaharuan janji baptis.
-Pengurapan minyak krisma pada dahi calon dengan ibu jari sambil mengucapkan rumus krisma, dan calon yang bersangkutan menjawab ‘Amin’.
-Perayaan ekaristi seperti biasa. Tapi ada Hanc Igitur dalam Doa Syukur Agung I.
-Para penerima sakramen boleh menerimakan komuni dalam dua rupa.
-Ada berkat meriah.
-Pakaian liturgi: Kalau Krisma diberikan dalam misa: pakaian misa baik untuk Uskup maupun untuk para konselebran. Kalau misa dipimpin oleh imam lain, hendaknya petugas Krisma dan imam lainnya yang membantu mengikuti misa dengan pakaian upacara: Alba, stola dan petugas Krisma pluvial. Kalau diberikan di luar misa: Stola, alba, petugas Krisma Pluviale
• Kursi untuk Uskup dan untuk para imam yang membantu
• Wadah berisi minyak Krisma
• Buku upacara Krisma
• Perlengkapan untuk misa (Jika Krisma diberikan waktu misa)
• Perlengkapan untuk mencuci tangan sesudah pengurapan.
-Kalau penerimaan sakramen di luar perayaan Ekaristi ada beberapa perubahan yaitu : Doa Pembukaan, Liturgi Sabda, homili, pembaharuan janji baptis, ritual sakramen penguatan, Doa Umat dirangkaikan dengan Bapa Kami, berkat meriah atau berkat atas Jemaat.
Penguatan yang pertama menggunakan tiga bahasa isyarat yang berbeda: angin, lidah api dan berkata-kata dalam bahasa asing. Peristiwa tersebut terjadi dalam suatu perayaan Yahudi kurang lebih 2000 tahun yang lalu. Perayaan itu disebut Shavuot, artinya “Minggu-minggu”.Shavuot dirayakan sekitar tujuh minggu sesudah Hari Raya Paskah Yahudi. Shavuot disebut juga Pentakosta, yang artinya “lima puluh hari”, yaitu semacam perayaan untuk mengucap syukur dan untuk mengenang Tuhan memberikan Sepuluh Perintah Allah kepada bangsa Israel
Kis 8:16-17, "Sebab Roh Kudus belum turun di atas seorang pun di antara mereka, karena mereka hanya dibaptis dalam nama Tuhan Yesus. Kemudian keduanya menumpangkan tangan di atas mereka, lalu mereka menerima Roh Kudus."
Kis 19:5-6, "Ketika mereka mendengar hal itu, mereka memberi diri mereka dibaptis dalam nama Tuhan Yesus. Dan ketika Paulus menumpangkan tangan di atas mereka, turunlah Roh Kudus ke atas mereka, dan mulailah mereka berkata-kata dalam bahasa roh dan bernubuat". Dari kedua kutipan ini jelas bahwa Sakramen Krisma membutuhkan penumpangan tangan untuk mengundang Roh Kudus
TERIMA KASIH ATAS PERHATIAN ANDA
Full transcript