Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

SELAMAT DATANG DALAM MEDIA PEMBELAJARAN KAM“Menanggapi dan M

No description
by

fready kusuma

on 3 September 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of SELAMAT DATANG DALAM MEDIA PEMBELAJARAN KAM“Menanggapi dan M

C.Lalu lintas dalam mengomentari suatu puisi :
1. Lafal
 Cara seseorang mengucapkan atau menuturkan bunyi bahasa. Jika lafal seseorang baik, maka bunyi bahasa yang diucapkannya akan mudah dan jelas ditangkap oleh pendengar.
2. Intonasi
 Ketepatan tinggi rendah nada dalam pembacaan puisi sehingga suara pembaca tidak monoton tetapi berirama.
3. Volume suara
 Besar kecilnya suara seseorang dalam membacakan sebuah puisi.
4. Jeda
 Merupakan waktu berhenti atau hentian sebentar dalam ujaran, dan berpengaruh pada perubahan makna.
5. Ekspresi
 Proses ungkapan emosi atau perasaan dalam proses penciptaan karya seni, proses ekspresi bisa diaktualisasikan melalui media.
6. Bahasa tubuh
 Proses pertukaran pikiran dan gagasan dimana pesan yang disampaikan dapat berupa isyarat, ekspresi wajah, pandangan mata, sentuhan, suara, serta postur dan gerakan tubuh.

SELAMAT DATANG DALAM MEDIA PEMBELAJARAN KAMI“Menanggapi dan Mengomentari Puisi Lama dan Puisi Baru”

2. Standar Kompetensi
Berbicara
Mengungkapkan pendapat tentang pembacaan puisi

3. Kompetensi Dasar
a. Menanggapi pembacaan puisi lama tentang lafal, intonasi, dan ekspresi yang tepat.
b. Mengomentari pembacaa puisi baru tentang lafal,intonasi,dan ekspresi yang tepat .

6. Materi
A. Pengertian Puisi
Secara etimologis kata puisi berasal dari bahasa Yunani ‘poema’ yang berarti membuat, ‘poesis’ yang berarti pembuat pembangun, atau pembentuk. Puisi diartikan sebagai pembangun, pembentuk atau pembuat, karena memang pada dasarnya dengan mencipta sebuah puisi maka seorang penyair telah membangun, membuat, atau membentuk sebuah dunia baru, secara lahir maupun batin. Jadi, dapat disimpulkan bahwa pengertian puisi adalah ragam sastra atau bentuk karangan yang bahasanya terikat oleh irama, matra, rima serta penyusunan lirik dan bait. 

2. PUISI BARU
Puisi baru bentuknya lebih bebas daripada puisi lama baik dalam segi jumlah baris, suku kata, maupun rima.

• Ciri-ciri Puisi Baru
a) Bentuknya rapi, simetris;
b) Mempunyai persajakan akhir (yang teratur);
c) Banyak mempergunakan pola sajak pantun dan syair meskipun ada pola yang lain;
d) Sebagian besar puisi empat seuntai;
e) Tiap-tiap barisnya atas sebuah gatra (kesatuan sintaksis)
f) Tiap gatranya terdiri atas dua kata (sebagian besar) : 4-5 suku kata.

Latar Belakang
Di dunia sastra, terdapat beberapa model karya sastra yaitu puisi, prosa, dan drama. Diantara ketiga macam karya sastra tersebut, puisi merupakan karya sastra yang paling mengandung unsur keindahan. Hal tersebut dapat dilihat dari ciri-ciri puisi yaitu menggunakan bahasa pemadatan, pilihan kata juga sangat diperhatikan, cara pelafalan puisi, intonasi pada saat membaca puisi dan masih banyak lagi ciri puisi yang lain. Puisi dibangun dari dua unsur, yaitu struktur fisik dan struktur batin.
Struktur fisik suatu puisi terdiri atas diksi, bunyi, versivikasi, bahasa kias, tipografi puisi, enjambemen, sarana retorika, dan citraan. Sedangkan struktur batin suatu puisi meliputi nada dan suasana serta makna dan rasa.

4. Indikator
Setelah mempelajari materi ini :
a. Siswa mampu menanggapi pembacaan puisi lama (pantun).
b. Siswa mampu mengomentari pembacaan puisi baru.


5. Tujuan Pembelajaran
a. Siswa dapat menanggapi pembacaan puisi lama mengenai lafal,intonasi,dan ekspresi dengan tepat.
b. Siswa dapat mengomentari pembacaan puisi baru mengenai lafal,intonasi, dan ekspresi yang tepat.

B. Macam-macam Puisi :
1. PUISI LAMA
Puisi lama adalah puisi yang terikat oleh aturan-aturan. Aturan- aturan itu antara lain :
- Jumlah kata dalam 1 baris
- Jumlah baris dalam 1 bait
- Persajakan (rima)
- Banyak suku kata tiap baris
- Irama

• Ciri-ciri Puisi Lama
a) Merupakan puisi rakyat yang tak dikenal nama pengarangnya
b) Disampaikan lewat mulut ke mulut, jadi merupakan sastra lisan
c) Sangat terikat oleh aturan-aturan seperti jumlah baris tiap bait,jumlah suku kata maupun rima

• Jenis Puisi Lama
Yang termasuk puisi lama yaitu:
a) Mantra adalah ucapan-ucapan yang dianggap memiliki kekuatan gaib
b) Pantun adalah puisi yang bercirikan bersajak a-b-a-b, tiap bait 4baris, tiap baris terdiri dari 8-12 suku kata, 2 baris awal sebagai sampiran, 2 baris berikutnya sebagai isi. Pembagian pantun menurut isinya terdiri dari pantun anak, muda-mudi, agama/nasihat, teka-teki, jenaka
c) Karmina adalah pantun kilat seperti pantun tetapi pendek
d) Seloka adalah pantun berkait
e) Gurindam adalah puisi yang berdirikan tiap bait 2 baris, bersajak a- a-a-a, berisi nasihat
f) Syair adalah puisi yang bersumber dari Arab dengan ciri tiap bait 4baris, bersajak a-a-a-a, berisi nasihat atau cerita
g) Talibun adalah pantun genap yang tiap bait terdiri dari 6, 8, ataupun 10 baris


• Contoh dari jenis puisi lama (Pantun)
Kalau ada jarum patah
Jangan dimasukkan ke dalam peti
Kalau ada kataku yang salah
Jangan dimasukan ke dalam hati

• Jenis-jenis Puisi Baru
Menurut isinya, puisi dibedakan atas :
a) Balada adalah puisi berisi kisah/cerita
b) Himne adalah puisi pujaan untuk Tuhan, tanah air, atau pahlawan
c) Ode adalah puisi sanjungan untuk orang yang berjasa
d) Epigram adalah puisi yang berisi tuntunan/ajaran hidup
e) Romance adalah puisi yang berisi luapan perasaan cinta kasih
f) Elegi adalah puisi yang berisi ratap tangis/kesedihan
g) Satire adalah puisi yang berisi sindiran/kritik

Sedangkan macam-macam puisi baru dilihat dari bentuknya antara lain:
a) Distikon
b) Terzina
c) Quatrain
d) Quint
e) Sektet
f) Septime
g) Oktaf/Stanza
h) Soneta

• Contoh dari jenis puisi baru (Hymne)
Bahkan batu-batu yang keras dan bisu
Mengagungkan nama-Mu dengan cara sendiri
Menggeliat derita pada lekuk dan liku
bawah sayatan khianat dan dusta.
Dengan hikmat selalu kupandang patung-Mu
menitikkan darah dari tangan dan kaki
dari mahkota duri dan membulan paku
Yang dikarati oleh dosa manusia.
Tanpa luka-luka yang lebar terbuka
dunia kehilangan sumber kasih
Besarlah mereka yang dalam nestapa
mengenal-Mu tersalib di datam hati.
(Saini S.K)

Daftar pustaka:
http://hedisasrawan.blogspot.com/2012/08/materi-tentang-puisi.html

http://marlitadewi.blogspot.com/2012/11/contoh-soal-bahasa-indonesia.html (cnth)

http://aurigamaulana.blogspot.com/2012/04/definisi-unsur-dan-hal-hal-yang-harus.html

http://aurigamaulana.blogspot.com/2012/04/definisi-unsur-dan-hal-hal-yang-harus.html

D. Unsur-unsur dalam menanggapi sebuah puisi :
1. Diksi
 Gaya pemilihan kata dengan tepat dalam karya sastra.
2. Pengimajian / Imaji
 Susunan kata-kata yang dapat mengungkapkan pengalaman sensoris, seperti penglihatan, pendengaran, dan perasaan.
3. Kata Konkret
 Kata-kata yang dapat digunakan untuk melukiskan dan menumbuhkan imajinasi dalam daya bayang pembaca.
4. Bahasa Figuratif (Majas)
 Yaitu bahasa berkias yang dapat menghidupkan/meningkatkan efek dan menimbulkan konotasi tertentu.
5. Versifikasi
 Menyangkut rima, ritme, dan metrum.
6. Tipografi (Tata Wajah)
 yaitu bentuk puisi seperti halaman yang tidak dipenuhi kata-kata, tepi kanan- kiri, pengaturan barisnya,
hingga baris puisi yang tidak selalu dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik.
Full transcript