Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

ETIKA PROFESI AKUNTANSI

No description
by

Menk Menk

on 27 March 2014

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of ETIKA PROFESI AKUNTANSI

ETIKA PROFESI AKUNTANSI
IFAC Code of Ethics
Kode Etik IAI
Kode Etik IAPI
Misi IFAC adalah melakukan harmonisasi standar di antara negara-negara anggota IFAC. Indonesia sendiri melalui organisasi profesi IAI telah mencanangkan tekadnya untuk mengadopsi standar teknis dan kode etik yang ditetapkan IFAC selambat-lambatnya tahun 2012.
Prinsip-prinsip Fundamental Etika IFAC
1.Integritas
2.Objektivitas
3.Kompetensi profesional dan kehati-hatian
4.Kerahasiaan
5.Perilaku Profesional
6.Independensi
Ancaman Terhadap Independensi
1. Kepentingan diri (self-interest)
2. Review diri (self-review)
3. Advokasi (advocacy)
4. Kekerabatan (familiarity)
5. Intimidasi (intimidation)

Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia terdiri dari tiga bagian:
(1) Prinsip Etika
(2) Aturan Etika, dan
(3) Interpretasi Aturan Etika.
Prinsip Etika memberikan kerangka dasar bagi Aturan Etika, yang mengatur pelaksanaan pemberian jasa profesional oleh anggota.
Prinsip etika akuntan atau kode etik akuntan itu meliputi delapan butir pernyataan (IAI, 1998, dalam Ludigdo, 2007).
Delapan Butir Pernyataan tersebut
1. Tanggung Jawab Profesi
2. Kepentingan Publik
3. Integritas
4. Obyektifitas
5. Kompetensi dan kehati-hatian profesional
6. Kerahasiaan
7. Perilaku profesional
8. Standar Teknis
Sehubungan dengan perkembangan yang terjadi dalam tatanan global dan tuntutan transparansi dan akuntabilitas yang lebih besar atas penyajian Laporan Keuangan, IAPI merasa adanya suatu kebutuhan untuk melakukan percepatan atas proses pengembangan dan pemutakhiran standar profesi yang ada melalui penyerapan Standar Profesi International. Sebagai langkah awal IAPI telah menetapkan dan menerbitkan Kode Etik Profesi Akuntan Publik, yang berlaku efektif tanggal 1 Januari 2010. Untuk Standar Profesional Akuntan Publik, Dewan Standar Profesi sedang dalam proses “adoption” terhadap International Standar on Auditing yang direncanakan akan selesai di tahun 2010, berlaku efektif 2011.
Kode Etik Profesi Akuntan Publik (sebelumnya disebut Aturan Etika Kompartemen Akuntan Publik) adalah aturan etika yang harus diterapkan oleh anggota Institut Akuntan Publik Indonesiaatau IAPI (sebelumnya Ikatan Akuntan Indonesia Kompartemen Akuntan Publik atau IAI-KAP) dan staf profesional (baik yang anggota IAPI maupun yang bukan anggota IAPI) yang bekerja pada satu Kantor Akuntan Publik (KAP).
Perbedaan Kode Etik dengan Kode Etik Akuntan Publik
Kode Etik IAMI
Merupakan Asosiasi Profesi Akuntan dibawah Ikatan Akuntan Indonesia yang didirikan pada Tanggal 01 April 2008 dengan Akta Notaris Ani Adriani Sukmayantini SH. Sampai saat ini Anggota IAMI lebih kurang lebih 200 orang para akuntan yang pekerjaannya sebagai eksekutif baik diperusahaan Negara, Pemerintah dan Swasta.
• Visi IAMI adalah menjadi asosiasi profesi terdepan dalam pengembangan pengetahuan dan praktek akuntansi manajemen dan keuangan serta bidang lainnya yang terkait, yang berorientasikan pada etika, tanggung jawab social dan lingkungan.
• Misi IAMI sebagai berikut :
a) Memelihara integritas, komitmen, dan kompetensi pada anggota dalam bidang akuntansi keuangan, akuntansi manajemen, corporate governance, manajemen keuangan dan manajemen keberlanjutan
b) Mengembangkan pengetahuan praktek manajemen keuangan, akuntansi keuangan, Akuntansi Manajemen, Manajemen keberlanjutan dan
c) Berpartisipasi aktif di dalam penegakan good governance dan bertanggung jawab Sosial dan lingkungan dalam perspektif nasional dan internasional.

Kegiatan IAMI untuk mencapai tujuan tersebut
a) Penyelenggarakan Ujian Sertifikat Profesi Akuntansi manajemen (CPMA)
b) Meningkatkan mutu dan kinerja pendidikan profesi berkelanjutan bagi anggota
c) Mendorong dan memelihara pelaksanaan standar profesi dan kode etik oleh anggota
d) Mengembangkan pengetahuan baru berkaitan dengan akuntansi

Kode Etik IAI KASP
Aturan etika merupakan penjabaran lebih lanjut dari prinsip-prinsip etika dan ditetapkan untuk masing-masing kompartemen. Untuk akuntan sektor publik, aturan etika ditetapkan oleh IAI Kompartemen Akuntan Sektor Publik (IAI-KASP). Sampai saat ini, aturan etika ini masih dalam bentuk exposure draft, yang penyusunannya mengacu pada Standard of Professional Practice on Ethics yang diterbitkan oleh the International Federation of Accountants (IFAC).
Aturan etika IAI-KASP memuat tujuh prinsip-prinsip dasar perilaku etis auditor dan empat panduan umum lainnya berkenaan dengan perilaku etis tersebut. Ketujuh prinsip dasar tersebut adalah: integritas, obyektivitas, kompetensi dan kehati-hatian, kerahasiaan, ketepatan bertindak, dan standar teknis dan profesional. Empat panduan umum mengatur hal-hal yang terkait dengan good governance, pertentangan kepentingan, fasilitas dan hadiah, serta penerapan aturan etika bagi anggota profesi yang bekerja di luar negeri.
Kode Etik Profesi dalam asosiasi akuntansi lainnya
Kode Etik Profesi Akuntan Publik
Kode Etik Profesi Akuntan Publik (Kode Etik) ini terdiri dari dua bagian, yaitu Bagian A dan Bagian B. Bagian A dari Kode Etik ini menetapkan prinsip dasar etika profesi dan memberikan kerangka konseptual untuk penerapan prinsip tersebut. Bagian B dari Kode Etik ini memberikan ilustrasi mengenai penerapan kerangka konseptual tersebut pada situasi tertentu. Kode Etik ini menetapkan prinsip dasar dan aturan etika profesi yang harus diterapkan oleh setiap individu dalam kantor akuntan publik (KAP) atau Jaringan KAP, baik yang merupakan anggota IAPI maupun yang bukan merupakan anggota IAPI, yang memberikan jasa profesional yang meliputi jasa assurance dan jasa selain assurance seperti yang tercantum dalam standar profesi dan kode etik profesi. Untuk tujuan Kode Etik ini, individu tersebut di atas selanjutnya disebut ”Praktisi”. Anggota IAPI yang tidak berada dalam KAP atau Jaringan KAP dan tidak memberikan jasa profesional seperti tersebut di atas tetap harus mematuhi dan menerapkan Bagian A dari Kode Etik ini. Suatu KAP atau Jaringan KAP tidak boleh menetapkan kode etik profesi dengan ketentuan yang lebih ringan daripada ketentuan yang diatur dalam Kode Etik ini.
Detail 2
Detail 3
Detail 4
SARBANES – OXLEY ACT (SOX)
Sox adalah sebuah landasan hukum yang disahkan pada 23 Januari 2002 oleh Kongres Amerika Serikat. Undang-undang ini dikenal sebagai Public Company Accounting Reform and Investor Protection Act of 2002 atau Undang-undang perlindungan investor dan pengaturan akuntansi perusahaan publik yang seringkali disebut Sox atau Sarbox. Sox lahir sebagai bentuk tindakan penanggulangan pemerintah AS terhadap sejumlah skandal yang menimbulkan krisis kepercayaan para investor.
Sox mengakibatkan dibentuknya PCAOB (Public Company Accounting Oversight Board) yang independen dan penuh waktu bekerja di bawah SEC (Security and Exchange Commission) mengawasi firma akuntan publik dan mengeluarkan standar yang berhubungan dengan akuntansi dan proses audit. PCAOB juga berperan sebagai penegak hukum terhadap corporate fraud dan memberikan perlindungan terhadap whistleblower (istilah yang diberikan kepada pegawai atau seseorang yang mengadukan penyimpangan).
Detail 3
PMK No. 17/2008 dan peraturan pemerintah Indonesia lainnya yang relevan
Detail 1
Detail 2
Detail 3
Detail 4
menk
@on_menk
DK 1907 AF
08113868248
@on_menk
SESI DISKUSI..............
Kode Etik Profesi Akuntan Publik yang baru saja diterbitkan oleh IAPI menyebutkan 5 prinsip-prinsip dasar etika profesi, yaitu:
1. Prinsip Integritas
2. Prinsip Objektivitas
3. Prinsip Kompetensi serta Sikap Kecermatan dan Kehati-hatian Profesional
4. Prinsip Kerahasiaan
5. Prinsip Perilaku Profesional


1. Jumlah Paragrafnya
2. Isi Draft
3. Kerangka Draft
4. Aturan Draft
5. Paragraf
Sebagai usaha dalam mengembalikan kepercayaan pihak investor dalam pasar modal, Sox mengatur kebijakan dalam perusahaan publik yang meliputi :
a) Pengembangan tatakelola perusahaan yang baik.
b) Pembaruan akuntansi.
c) Penyusunan tatacara penyingkapan informasi keuangan yang transparan.
d) Pengungkapan hasil kerja yang dicapai manajemen.
e) Penegakan kode etik pejabat di bidang keuangan.
f) Pembatasan kompensasi bagi pihak eksekutif.
g) Pemberlakuan komite audit independen.
h) Penegasan tanggungjawab para anggota dewan komisaris, direksi dan komite audit.

Komang Meitradi Setyawan

1306325005
Full transcript