Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

KERAJAAN-KERAJAAN HINDU-BUDDHA DAN ISLAM DI INDONESIA

No description
by

rahmi yulyanti

on 29 August 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of KERAJAAN-KERAJAAN HINDU-BUDDHA DAN ISLAM DI INDONESIA

KERAJAAN-KERAJAAN HINDU-BUDDHA DAN ISLAM DI INDONESIA
A. Perkembangan Hindu-buddha di Indonesia
1. Teori Masuknya Hindu-Buddha ke Indonesia
A.Teori Brahmana-J.C. Van Leur

J.C.Van Leur mengutarakan bahwa kaum Brahmana sangat berperan dalam penyebaran agama dan kebudayaan Hindu ke Indonesia.Mereka datang atas undangan para penguasa Indonesia.Kaum Brahmana diundang ke Indonesia untuk melakukan upacara khusus menjadikan seseorang menjadi pemeluk Hindu yang disebut vratyastoma.

B.Teori Ksatria- F.D.K Bosch

Menyatakan bahwa adanya raja-raja dari India yang datang menaklukan daerah-daerah tertentu di Indonesia telah mengakibatkan penghinduan penduduk setempat.Terhadap teori ksatria ini,van Leur mengajukan keberatan.Menurutnya,jika memang raja-raja India pernah menaklukan daerah di Indonesia,maka hal itu akan dicatat dalam sumber –sumber sejarah baik di India maupun Indonesia.Raja-raja India biasanya membangun sebuah tugu kemenangan yang disebut jayastamba.

C.Teori Waisya- N.J Krom

Golongan pedagang dari kasta waisya merupakan golongsn terbesar yang datang ke Indonesia.Mereka menetap di Indonesia dan kemudian memegang peran penting dalam proses penyebaran kebudayaan India.
D.Teori Sudra

Bahwa agama Hindu masuk ke Indonesia dibawa oleh kasta sudra.Mereka datang ke Indonesia dengan tujuan mengubah kehidupan karena di India mereka hanya hidup sebagai pekerja kasar dan budak
E.Teori Campuran

kaum Brahmana,ksaatria,para pedagang,maupun golongan sudra bersama-sama menyebarkan agama Hindu ke Indonesia sesuai dengan peran masing-masing.
B. Kerajaan-kerajaan di Indonesia
a.Kerajaan Kutai

Kerajaan kutai atau kerajaan kutai Martadipura
(Martadipura)merupakan kerajaan hindu yang berdiri sekitar abad ke-4 Masehi di Muara Kaman,Kalimantan Timur.kerajaan ini dibangun oleh Kudunga.Diduga ia belum menganut agama Hindu.

Peninggalan terpenting kerajaan kutai adalah 7 prasati yupa.dengan huruf Pallawa dan bahasa Sansekerta.Maharaja kudunga mempunyai seorang putra bernama Aswawarman yang disamakan denganAnsuman (dewa matahari).Aswawarman mempunyai 3 anak,yang terkenal adalah Mulawarman.
Mulawarman merupakan raja termasyur pada kerajaan Kutai.Ia pernah menyedekahkan 20.000 ekor lembu kepada para brahmana.waprakeswara yaitu tempat pemujaan terhadap Dewa syiwa.

b.Kerajaan Tarumanegara

Berdirinya kerajaan tarumanegara di Jawa Barat hampir bersamaan waktunya dengan Kerajaan kutai.Tarumanegara didirikan oleh Rajadirajaguru Jayasingawarman pada tahun 358,yang kemudian digantikan oleh putranya,Dharmayawarman (382-395).Dilihat dari asal-usulnya,kata tarum aberhubungan dengan kata tarum yang berarti nila atau biru.sampai sekarang nama taruma masih digunakan sebagai nama sungai,yaitu Citarum (ci=sungai).Maharaja Purnawarman adalah raja Tarumanegara yang ketiga (395-434 M).Ia membangun ibu kota kerajaan baru pada tahun 397 yang terletak lebih dekat pantai.Ibukota baru ini bernama Sundapura.

C.Kerajaan Sriwijaya

sumatra pada abad ke-7 sudah terdapat beberapa kerajaan,seperti To-lang-p’o-hwang (Tulang bawang di sumatra selatan),Molo-yeu (melayu di jambi),dan Shih-li-fo-shih atau sriwijaya.Dalam sejarah Indonesia klasik,kerajaan sriwijaya selalu disebut seut sebagai kerajaan yang megah dan jaya yang melambangkan kejayaan Indonesia di masa lalu.


1.Faktor-faktor Pendorong perkembangan Kerajaan Sriwijaya

a.Letaknya yang strategis di selat malaka yang merupakan jalur pelayaran dan perdagangan internasional
b.Kemajuan kegiatan perdagangan antara india dan cina yang melintasi selat malaka
c.Keruntuhan kerajaan funan di vietnam selatan akibat serangan kerajaan kamboja memberikan kesempatan bagi pekembangan sriwijaya sebagai negara maritim
2.Prasasti-prasasti Kerajaan Sriwijaya
a.Prasasti kedudukan bukit
Prasasti ini ditemukan di kedudukan bukit,dekat palembang,berangka tahun 605 saka (683 masehi)menceritakan perjalanan suci yang dilakukan oleh Dapunta Hyang dengan perahu.
b.Prasati talang tuo
Dekat palembang yang berangka tahun 684 masehi berisi berita tentang pembuatan taman riksetra atas perintah Dapunta Hyang ri Jayanaga untuk kemakmuran semua makhluk
c.Prasasti kota kapur
Prasasti yang berangka tahun 686 masehi ini ditemukan di kota kapur,pulau bangka.prasati ini menyebutkan adanya ekspedisi sriwijaya ke daerah lautan (pulau jawa) untuk memperluas kekuasaanya dengan menundukan kerajaan-kerajaan di sekitarnya,seperti melayu,tulangbawang,dan tarumanegara.

d.Prasasti telaga batu
Prasasti ini tidak berangka tahun.isinya mengenai kutukan-kutukan yang seram terhadap siapa saja yang melakukan kejahatan dan tidak taat kepada raja.
e.Prasasti karang berahi
Ditemukan di karang berahi ,jambi hulu.berangka tahun 686 masehi dengan isi permintaan kepada dewayang menjaga sriwijaya dan menghukum kejahatan terhadap sriwijaya
f.Prasasti ligor
Berangka tahun775 masehi ini ditemukan di tanah genting kra,ligor.

Menurut prasasti tugu pada tahun 417 Purnawarman memerintahkan penggalian sungai Gomati dan Candrabaga sepanjang 6112 tombak (sekitar 11 km).Ia berhasil membawa Tarumanegara menjadi kerajaan besar.prasasti lain yang menceritakan Kerajaan Tarumanegara ,yaitu Prasasti Ciaruteun,Prasasti kebon kopi,prasasti jambu (pasir koleangkak),prasasti cidanghiang(munjul),dan prasasti pasir awi (muara cianten).Dapat disimpulkan bahwa Purnawarman menganut agama Hindu Waisnawa (aliran pemuja dewa wisnu).masyarakatnya banyak menganut Hindu,Budha,dan animisme-dinamisme.

D.Kerajaan Mataram

Diketahui dari prasasti canggal yang berangka tahun 732 M,ditulis dalam huruf pallawa dan bahasa sansekerta.prasasti ini ditemukan di lereng gunung wukir dekat Muntilan.
Prasasti yang dikeluarkan oleh raja Balitung pada tahun 907 memuat daftar raja-raja Mataram,yaitu sebagai berikut:
1.Rakai mataram sang ratu sanjaya
2.Sri maharaja rakai panangkaran
3.Sri maharaja rakai panunggalan
4.Sri maharaja rakai warak
5.Sri maharaja rakai garung
6.Sri maharaja rakai pikatan
7.Sri maharaja rakai kayuwangi
8.Sri maharaja rakai watuhumalang
9.Sri maharaja watukura dyah balitung


Perpindahan pusat kerajaan Mataram dari Jawa tengah kejawa timur diperkirakan disebabkan oleh:
1.menghindari serangan sriwijaya
2.rakyatnya banyak yang pindah ke jatim untuk menghindari kerja paksa karena banyak pembangunan candi
3.bencana alam meletusnya gunung merapi

kerajaan kediri
akhir pemerintahan Airlangga, tahta diserahkan kepada Jayengrana dan Jayawarsa, kemudian kerajaan dibagi 2 dengan batas Gunung Kawi atas bantuan Empu Barada.
rasa pertama yang muncul ialah Sri Jasawarsa, selanjutnya berturu-turut raja-raja yang berkuasa di Kediri ialah Bameswara(1115-1130), Jayabaya(1130-1160), sarweswara(1160-1170), Arryeswara(1170-1180), Gandra(1181), Srengga(1190-1200), Kertajaya(1200-1222). tahun 1222 terjadi perang antara Ken Arok dengan bantuan Brahmana berhasil mengalahkan Kertajaya di Ganter.
Kerajaan Majapahit
Majapahit adalah sebuah kerajaan yang berpusat di Jawa Timur, Indonesia, yang pernah berdiri dari sekitar tahun 1293 hingga 1500 M. Kerajaan ini mencapai puncak kejayaannya menjadi kemaharajaan raya yang menguasai wilayah yang luas di Nusantara pada masa kekuasaan Hayam Wuruk, yang berkuasa dari tahun 1350 hingga 1389.
Kerajaan Majapahit adalah kerajaan Hindu-Buddha terakhir yang menguasai Nusantara dan dianggap sebagai salah satu dari negara terbesar dalam sejarah Indonesia.Menurut Negarakertagama, kekuasaannya terbentang di Jawa, Sumatra, Semenanjung Malaya, Kalimantan, hingga Indonesia timur, meskipun wilayah kekuasaannya masih diperdebatkan.
Runtuhnya Kerajaan Majapahit

Sesudah mencapai puncaknya pada abad ke-14, kekuasaan Majapahit berangsur-angsur melemah. Setelah wafatnya Hayam Wuruk pada tahun 1389, Majapahit memasuki masa kemunduran akibat konflik perebutan takhta. Pewaris Hayam Wuruk adalah putri mahkota Kusumawardhani, yang menikahi sepupunya sendiri, pangeran Wikramawardhana. Hayam Wuruk juga memiliki seorang putra dari selirnya Wirabhumi yang juga menuntut haknya atas takhta.Perang saudara yang disebut Perang Paregreg diperkirakan terjadi pada tahun 1405-1406, antara Wirabhumi melawan Wikramawardhana. Perang ini akhirnya dimenangi Wikramawardhana, semetara Wirabhumi ditangkap dan kemudian dipancung. Tampaknya perang saudara ini melemahkan kendali Majapahit atas daerah-daerah taklukannya di seberang.


B. Perkembangan Islam Di Indonesia

bukti masuk dan berkembangnya
a. Berita Cina dari Dinasti Tang – (674 M)

Memberitakan bahwa pada sekitar tahun 674 M, orang- orang Ta Shih (orang- orang islam dari Arab dan Persia) membatalkan niatnya menyerang Kerajaan Ho Ling (Kalingga) karena Ratu Sima yang berkuasa di kerajaan tersebut masih sangat kuat.

b. Berita Jepang – (749 M)

Menjelaskan di Kanton terdapat kapal- kapal Po-sse Ta Shih Kuo. Istilah Po-sse ditafsirkan sebagai orang Melayu, sedangkan Ta- Shih ditafsirkan sebagai orang Arab dan Persia. Bahkan banyak ahli menduga bahwa pada abad ke-7 dan 8 di Kanfu (Kanton) sudah ada perkampungan- perkampungan muslim.

c. Batu Nisan Fatimah binti Maimun di Leran (Gresik) – (1082)

Batu nisan ini berangka sezaman dengan masa Kerajaan Kediri. Peninggalan sejarah ini menjadi bukti bahwa Islam sudah masuk ke daerah Jawa Timur.


d. Berita Marcopolo dari Venesia, Italia – (1292 M)

Dalam perjalanan menuju Romawi pada tahun 1292 dan perjalanan pulang kembali ke Cina pada tahun 1297, ia singgah di Sumatera bagian utara. Ia menuliskan bahwa di wilayah itu sudah ada beberapa kerajaan Islam, seperti Lamuri, Barus, Perlis, Perlak, dan Samudera Pasai. Walaupun demikian, masih banyak pula wilayah yang belum menganut agama Islami
e. Makam Sultan Malik al Shaleh – (1297 M)

Batu nisan Sultan Malik al Shaleh (raja dari Kerajaan Samudra Pasai) terbuat dari batu pualam dari Gujarat. Berdasarkan peninggalan tersebut, banyak ahli yang menyimpulkan bahwa agama Islam di Indonesia berasal dari Gujarat dan dapat disimpulkan lagi bahwa untuk pertama kalinya muncul seorang raja beragama Islam dengan gelar “sultan”.

f. Kompleks Makam Tralaya di Trowulan, Mojokerto – (1369)

Kompleks makam Islam Tralaya di Trowulan terdiri atas makam- makam dengan nisan berangka tahun 1369 sampai dengan 1611. Hal ini membuktikan bahwa di ibu kota Majapahit Trowulan pada masa puncak kejayaan Majapahit, sudah ada masyarakat yang menganut Islam.


g. . Berita dai Ma-Huan – (1416 M)
Seorang penulis yang mengikuti pelayaran Laksamana Cheng-Ho pada tahun 1400-an. Ia menuliskan bahwa sudah ada saudagar- saudagar Islam yang bertempat tinggal di pantai utara Jawa (Gresik).

2. Saluran- Saluran Penyebaran Islam di Indonesia
a. Melalui Perdagangan.

Para pedagang Islam dari Arab, Persia, dan Gujarat singgah berbulan bulan di Malaka dan pelabuhan- pelabuhan di Indonesia menunggu angin muson yang berubah arah tiap enam bulan sekali untuk kembali ke negeri asalnya. Selama menunggu itu terjadilah proses interaksi dengan masyarakat setempat, para bangsawan, bahkan dengan para raja. Kesempatan ini mereka pergunakan pula untuk menyebarkan agama Islam.

 

b. Melalui Perkawinan.

Ada pula di antara para pedagang Arab, Persia, dan Gujarat yang kemudian menikah dengan wanita- wanita Indonesia. Melalui perkawinan tersebut terbentuklah ikatan kekerabatan besar beragama Islam yang merupakan awal terbentuknya masyarakat Islam.

c. Melalui Pendidikan.

Para ulama atau mubalig mendirikan pondok pesantren di beberapa tempat di Nusantara. Di sanalah para santri dari berbagai daerah mendapatkan pendidikan agama Islam secara mendalam. Setelah tamat, mereka berkewajiban menyebarkan ajaran Islam di daerah masing- masing sehingga mendorong munculnya pondok- pondok pesantren baru.

d. Melalui Seni Budaya.

Penyebaran agama Islam melalui sarana seni budaya disesuaikan dengan keadaan di Indonesia karena ketika itu kebudayaan Hindu-Buddha dan kepercayaan asli masih berakar kuat. Para penyebar agama Islam tidak mengubah seni budaya tersebut, bahkan mereka menggunakan seni budaya tersebut sebagai sarana menyebarkan Islam.
e. Melalui Ajaran Tasawuf

Tasawuf mengajarkan umat Islam agar selalu membersihkan jiwa dan mendekatkan diri dengan Tuhannya. Kaum sufi (penganut tasawuf) hidup sederhana dan sering kali memiliki keahlian yang bersifat magis, seperti menyembuhkan penyakit dan ilmu kebatinan.


3. GOLONGAN PEMBAWA DAN PENERIMA ISLAM

Asal Agama : Arab,Persia, dan Gujarat (India)
Golongan Pembawa : Pedagang, mubalig, kaum sufi, dan para wali.
Golongan Penerima : Golongan Raja, Bangsawan, Masyarakat daerah pesisir, para wali, dan masyarakat pedalaman melalui para wali.

Para Wali Songo (Wali Penyebar agama Islam) Di Pulau Jawa :

Sunan Ampel (Ampel, Jawa Timur)

Sunan Bonang (Tuban, Jawa Timur)

Sunan Giri (Giri, Jawa Timur)

Sunan Drajat (Drajat, Jawa Timur)

Sunan kalijaga (Demak, Jawa tengah)

Sunan Kudus (Kudus, Jawa Tengah)

Sunan Muria (Kudus, Jawa Tengah)

Sunan Gunung Jati (Cirebon, Jawa Barat)


Di Luar pulau Jawa :

Datuk Ri Bandang dan Datuk Sulaeman (Sulawesi)
Datuk Ri Bandang Dan Tuan Tunggang Ri Parangan (Kalimantan Timur)
Penghulu Demak (Banjar)

Penyebab Agama Islam Mudah Diterima :

Syarat masuk agama islam sangat mudah
Upacara peribadatan sangat sederhana
Islam tidak mengenal Kasta
Islam bersifat terbuka
Penyebaran Islam Disesuaikan dengan addat dan tradisi Masyarakat indonesia
Ajaran Islam berdampak Positif
Keruntuhan Kerajaan Hindu-Buddha (Sriwijaya dan Majapahit) Memberi kesempatan luas bagi kerajaan islam untuk berkembang

4. kesultanan islam di Indoneis
Kesultanan Samdera Pasai (1128 M)

Pendiri : Nazimuddin Kamil (Laksamana Mesir)

Kronologi : 1128 M , Mesir trjadi pergantian Dinasti dari Dinasti Fatimiyah ke Dinasti Mamaluk. Dinasti Mamaluk ini mengirimkan Syekh Ismail yang kemudian bersekutu dengan Marah Silu Dan merebut Samudera Pasai . Marah Silu kemudian diangkat menjadi Raja Samudera Pasai Dengan Gelar SULTAN MALIK ASH-SHALEH
Pusat Kerajaan : Kota Pasai , Pesisir Lhokseumawe , Aceh
Wilayah Kerajaan : Tamiang, Balek Bimba, Samerlangga, Telang, Perlak, Samudra, Rama Candi Rama Candi Takas, dan Pasai.\

Raja Raja Yang Memimpin



SULTAN MALIK ASH-SHALEH (1128 – 1297)

Merupakan Pendiri Sekaligus Raja Pertama , Menikah Dengan PUTRI GANGGANG dari Perlak. Wafat Tahun 1297 dan dimakamkan di kampung Samudra Mukim Blang Me

SULTAN MALIK AT-TAHIR / SULTAN MUHAMMAD (1297 – 1326)

SULTAN MALIK AT-TAHIR II / SULTAN AHMAD (1326 – 1350)

Pada Masanya , Samudra pasai kedatangan tamu dari utusan SULTAN DELHI yang bernama IBNU BATUTTAH pada tahun 1345 yang menuliskan Samudera pasai sbagai kot pelabuhan penting untuk persinggahan pedagang-pedagang dari Cina,India,Persia,Eropa Dll

SULTAN ZAINAL ABIDIN (1350 – 1353)

Penyebab Runtuh : Perebutan Kekuasaan


B. KERAJAAN MALAKA (1405 M)

Pendiri : Paramisora
Kronologi : Setelah berakhirnya perang saudara (Paregreg) Di Kerajaan Majapahit pada awal 15M . Seorang Pangeran majapahit Melarikan Diri dari Blambangan, Ke Tumasik, Dan berakhir di Semenanjung Malaka. Dibantu Oleh petani dan dan nelayan setempat, daerah tersebut menjadi tempat jalur perdagangan internasional yang strategis. Lalu kemudian Paramisora mendirikan kerajaan yg bernama Kerajaan Malaka .
Pusat Kerajaan : Semenanjung Malaka, Selat Malaka
Wilayah Kerajaan : Semenanjung Malaka


Raja – Raja Yang Berkuasa
Paramisora / Iskandar Syah (1405 – 1414 M)
Paramisora berganti agama menjadi islam dan menukar namanya menjadi Iskandar Syah dikarenakan kerajaan Malaka banyak dilalui pedagang – pedagang dari negara-negara Islam dan masayarakatnya dipengaruhi oleh kebudayaan Islam.
Tahun 1405 , Sultan Iskandar Syah meminta kekaisaran Cina untuk memberikan perlindungan kepada kerajaannya tersebut . Dikarenakan Strategisnya daerah kerajaan tersebut di jalur perdagangan .

Muhammad Iskandar Syah (1405 – 1424 M)
Menggantikan ayahnya Iskandar Syah den berhasil meperluas daerah kerajaan hingga seluruh Semenanjung Malaka . Lalu Menikahi Kesultanan Samudera Pasai . Namun ia dikudeta oleh saudaranya sendiri , Mudzafar Syah .


c. KESULTANAN ACEH (1511 M)

Pendiri : Sultan Ali Mughayat Syah
 
Kronologi : Mulanya Aceh dikuasai Kerajaan Pedu , sejak kerajaan Malakjatuh ke tangan Portugis , banyak pedagang yg beralih haluan untuk berdagang ke Malaka . Mereka lebih memilih Aceh sebagai Jalur dagang karena Bea Cukai yg tinggi di Malaka . Karena ramainya pedagang yang datang dari India dan Negara-negara Islam ke Aceh. Aceh perlahan-lahan mulai membebaskan diri dan merdeka .
 
Pusat Kerajaan : Aceh
 
Wilayah :Aceh, Daya, Pasai, Aru, Pahang, Kedah,
Indragiri,Perak,Pedir,Trengganu


Raja-Raja yang Berkuasa
 
SULTAN ALI MUGHAYAT SYAH / SULTAN IBRAHIM (1514 – 1528)
Dibawah kekuasaannya , kerajaan berhasil menaklukkan Daya dan Pasai serta sudah berani menyerang Portugis di Malaka Dan menyerang Kerajaan Aru .

SULTAN SALAHUDDIN (1528 – 1537)
Anak dari Sultan Ali Mughayat Syah ini tidak mampu memerintah dengan baik , kerajaan aceh mengalaim kemerosotan .

SULTAN ALAUDDIN RIAYAT SYAH (1537 – 1568)
Berhasil melakukan perbaikan dan perbuahan di kerajaan Aceh . Lalu pasca meninggalnya Beliau , Kerajaan Aceh kembali mengalami masa Suram Sampai Ketika Sultan Iskandar Muda Naik tahta


D. Kerajaan Demak (1513 M)
 

Pendiri : Raden Patah
 
Kronologi :
 
Faktor Berdirnya Kerajaan Demak antara lain
1.Jatuhnya Malaka ke tangan Portugis , sehingga pedagang mencari tempat dagang dan persinggahan baru , diantaranya Demak .
2. Raden Patah , Pendiri Kerajaan Demak . Mendapat dukungan dari para wali yg sangat dihormati waktu itu .
3. Banyak Adipati yg tidak puas dengan kerajaan Majapahit dan mendukung Raden Patah .
4. Raden Patah masih keturunan Sriwijaya dari Raja Brawijaya , yang menikah dengan Putri Campa yg beragama Islam .
5. Mundur dan runtuhnya kerajaan majapahit karena Perang Paregreg .
6. Pasukan Keraton sebagai lambang kerajaan majapahit diberikan kepada Raden Patah .
 
Pusat Kerajaan : Demak
 
Wilayah :Demak,Madiun,Gresik,Tuban,Singosari,Blambangan

 


Raja-Raja Yang Berkuasa
Raden Patah / Sultan Alam Akbar Al Fatah (1500 – 1518)
Prestasi Raden Patah diantaranya :
Membangun masjid Demak dengan arsitek Sunan Kalijaga .
Menjadikan para wali sebagai Penasihat den pendamping Kerajaan .
Dibawah Adipati Unus (Pangeran Sabrang Lor), Demak menyerang Portugis . Namun Gagak

Adipati Unus (1518 – 1521)
Putra Raden Patah omo dikenal sebagai Panglima yg gagah berani yg berani menghadapi Portugis , walaupun gagal dan Ia wafat di usia muda.


E. KESULTANAN BANTEN (1522 M)
 

Pendiri : Fatahillah / Feletehan
 
Kronologis : Setelah berhasil menduduki Banten, Fatahillah menyerahkan Banten pada putranya Pangeran Paserean . 1522 , Pangeran Paserean Wafat dan kekuasaan diserahkan kepada Putra Fatahillah lainnya , Hasanuddin. Fatahillah memilih memerintah di Cirebon.
 
Pusat Kerajaan : Banten
 
Wilayah : Banten , Priangan , Tegal , Lampung
 
Raja – Raja Yang Berkuasa

SULTAN HASANUDDIN (1522-1570)
Ia berhasil memperluas daerah Banten Hingga Lampung Dan Menikahi Putri Indrapura . Mertua Sultan Hasanuddin , Raja Indrapura pun menghadiahkan dia Sebidang tanaha Yg menghasilkan Lada kepadanya , Sehingga Bandar Banten Ramai Dikunjungi pedagang-pedagang dari Gujarat,Persia,Cina,Turki,Pegu(Burma Selatan) dan Keling
 
PANEMBAHAN YUSUF (1570-1580)
Ia berhasil menaklukkan Kerajaan Hindu Terakhir di Jawa Barat , Pakuan Pajajaran tahun 1579.
 
MAULANA MUHAMMAD (1580 – 1608)
Maulana Muhammad Menggantikan ayahnya Panembahan Yusuf pada umur 9 tahun . Dikarenakan masih muda, pemerintah sementara dipegang Seorang Mangkubumi . Dimasanya datang untuk pertamakalinya seorang Belanda ke Nusantara , CORNELIS DE HOUTMAN pada tahun 1596 . Maulana Muhammad Wafat pada suatu Serangan ke Palembang .

H. Kesultanan Mataram

Setelah runtuhnya Kesultanan Demak, Sultan Hadiwijaya mendirikan Kesultanan Pajang. Kiai Gede Pamanahan yang berjasa besar dalam membantu Hadiwijaya membunuh Arya Penangsang mendapat imbalan daerah Mataram. Dalam waktu singkat Mataram berkembang pesat. Pada tahun 1575 Kiai Gede meninggal dan pemerintahan diteruskan oleh Bagus Dananjaya.
Di Pajang, Sultan Hadiwijaya meninggal, putra Hadiwijaya (Pangeran Benowo) disingkirkan oleh Arya Pangiri dan dijadikan adipati di Jipang. Lalu Pangeran Benowo meminta bantuan Sutawijaya dari Mataram. Arya Pangiri menyerah. Pangeran Benowo tidak sanggup menghadapi Sutawijaya sehingga tahun 1586 pusat pemerintahan dipindahkan dari Pajang ke Mataram.
Sutawijaya naik tahta dengan gelar Panembahan Senapati ing Alaga Sayyidin Patanagama. Ponorogo, Madiun, Kediri, Pasuruan, Surabaya, dan Demak dikuasai Panembahan.Panembahan wafat tahun 1606, dan digantikan oleh anaknya Mas Jolang.


Pada masa Mas Jolang, banyak bupati melakukan pemberontakan. Sebelum pemberontakan dapat diatasi, Mas Jolang wafat di Krapyak tahun 1913. Ia digantikan oleh aden Mas Martapura. Namun Karna sakit-sakitan ia digantikan oleh Raden Mas Rangsang.

Raden Mas Rangsang naik tahta dan diberi gelar Sultan Agung.Dibawah kepemimpinannya Mataram mencapai puncak kejayaan. Sultan Agung bercita-cita untuk menyatukan pulau Jawa. Untuk menaklukan Cirebon, Sultan Agung menikahi Putri Cirebon. Pada tahun 1622, Sultan Agung menyerang Sukadana di Kalimantan yang menjadi sekutu Surabaya.Pada tahun 1624, serangan Mataram ditujukan ke Madura. Pamekasan, Sampang, dan Sumenep dapat ditaklukan.

Diantara Mataram dan Banten terdapat Batavia, markas VOC, sebagai penghalang. Oleh karna itu, pada tahun 1629 Sultan Agung mengirim pasukan untuk menyerang VOC di Batavia. Namun, serangan itu gagal.

Sultan Agung wafat pada tahun 1645. Ia digantikan putranya Amangkurat I.Amangkurat menjalin hubungan baik dengan Belanda. Sikap Amangkurat yang sewenang-wenang telah menimbulkan pemberontakan Trunojoyo dari Madura.



Amangkurat I digantikan anaknya Amangkurat II. Mataram semakin sempit. Ibu kota dipindahkan ke Katasura. Setelah Amngkurat II meninggal, kesultanan Mataram semakin suram karna perebutan tahta oleh bangsawan. Belanda melancarkan politil devide et impere nya yang terwujud dengan ditandatanganinya Perjanjian Giyanti pada 1755. Matyarampun dibagi 2:




1.Kesuhunan Surakarta yang dipimpin Susuhunan Paku Biwono III (1749-1788)

2.Kesultanan Yogyakarta dipimpin oleh Mangkubumi (1755-1792)

 

g.Kesultanan Gowa dan Tallo

Kerajaan Gowa daan Tallo menjadi kerajaan Islan karna dakwah daru datuk Ri Bandang dan Datu SUlaiman dari Minangkabau.Gowa-Tallo berkembang menjadi kesultanan yang maju karna letaknya yang strategis ditengan lalulintas pelayaran.

Sultan Alaudin memerintah makasar pada 1591-1639. Setelah ia wafat, ia digantikan oleh Sultan Muhammad Said (1639-1653). Pada mase pemerintahannya Makar maju pesar sebagai Bandar transit. Pengganti Muhammad Said ialah Sultan Hasanuddin.

Pada masanya, Makasar mencapai puncak kejayaan. Perdagangan melalui laut flores harus singgah di Makasar. Hal itu ditentang oleh Belanda karna Amban dan Batavia terhalang oleh Makasar.Keberanian Hasanudi melawan pasukan Belanda di Maluku membuat Belanda terdesak. Oleh keberanian itu, Hasanudin diberi gelar “Ayam Jantan dari timur”.



Pada tahun 1667 Hasanudin dikalahkan oleh Belanda dan haru mendatangani perjajian Bongaya yang isinya:

1.Kompeni Dagang Belanda memperoleh hak monopoli dagang di Makasar.

2.Belanda dapat mendirikan Benteng di Makasar.

3.Makasar haru melepas daerah jajahannya.

4. Aru Palaka diakui sebaai Raja Bone.

Sultan Hasanudin digantikan oleh Sultan Amir Hamzah. Ia tidak mampu mempertahankan Makasar dari rebutan Belanda.


h. Kesultanan Ternate dan Tidore

Pada mulanya Maluku berdiri beberapa kerajaan kecil yang bergabung kedalam kelompok Uli Lima dan Uli Siwa. Uli Lima dipimpin OLeh Ternate yang beranggotakan 5 saudara. Sedangkan kelompok Uli Siwa dipimpin oleh Tidore yang beranggpotakan 9 saudara. Kedua persekutuan terlibat peselisihan. Ternade bersekutu dengan Portugis, dan Tidore bersekutu dengan Spanyol.
Krajaan Ternate berubah menjdai kerajaan Islam pada abad ke-15.Di Tidore, agama Islam mulai masuk pada tahun 1471.
Setelah 10 tahun di Maluku, Portugis mendirikan Benteng Santo Paulo. Untuk melindungin Ternate. Akan teteapi Portugis memonopoli perdagangan Maluku. Rakyat Ternate membenci Protugis. Gubernur Protugis menangkap Sultan Hairun. Benteng Portugis diserbu dan Sultan Hairun dilepaskan. Dan diadakan perundingan. Keesokan harinya Sultan berkunjung ke Benteng Portugis dan dibunuh oleh kak tangan Protugis.
Kematian Sultan menyebabkan kemarahan rakyat Ternate. Portugispun diusir dari Ternate pada tahun 1578. Portugis menduduki Timor-timur.


Oleh karna rakyat Maluku membenci Portugis, kedatangan Belandapun diizinkan. Akan tetapi Monopoli Belanda lebih berat dari pada Portugs. Muncullah perlawanan rakyat Belanda dalam kurun waktu 1635-1743.Perlawanan itu dapat dipatahkan.
Di Tidore, Sultan Jamaluddin naik tahta dengan mewarisiUtang sebesar 50.000 ringgit.Belanda menangkap Sultan Jamaludin dan Kaicil Badrus Zaman. Pimpinan perlawanan rakyat Tidore kemudian digantikan oleh Kaicil Nuku. Sultan Nuku dapat mengadu domba Belanda dengan Inggris. Hingga Belanda dapat diusir dari Tidore.Tahun 1801, Sultamn Nuku menyerang Ternate. Sejak saat itu Ternate dan Tidore bersatu.

KELOMPOK 1
1. Aminullah Aulia Ikhsan
2. M. Ryan Maulana
3. Rahmi Yulyanti
4. Rezy Pysesa Amri
5 Salim Isfayama Amri
6. Yossy Olivia
Full transcript