Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

KIMIA UNSUR : PERIODE 4 UNSUR TRANSISI

No description
by

yusuf asal

on 26 October 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of KIMIA UNSUR : PERIODE 4 UNSUR TRANSISI

KIMIA UNSUR : PERIODE 4 UNSUR TRANSISI
1. Apa Itu Unsur Transisi Periode ke-4 ???
Unsur transisi adalah unsur yang dapat menggunakan elektron pada kulit pertama terluar dan kulit terluar untuk berikatan dengan unsur-unsur yang lain.
Unsur transisi periode ke-4 umumnya memiliki elektron valensi pada subkulit 3d yang belum terisi penuh (kecuali unsur Zn pada gol. IIB).

2. Keberadaannya di Alam (Sebagai Oksida atau Sulfida)
KELOMPOK 6
@ AMALIA INDRIANI
@ AULIYA FAJRIYATI
@ DEA NURRAHMA
@ INGGIT GENARSIH XII IPA 1
@ M. NABIL OCTORA
@ RISTO WIBOWO A.
@ YUSUF KURNIAWAN A.
Fe (Besi) = Fe2O3 (Hematit), Fe3O4 (Magnetit), FeCO3 (Siderit), FeS2 (Pvrit), dan FeS
Co (Cobalt) = CoAsS (Kobaltit), Co3S4 (Lemacite), dan CoAs2 (Smaltit)
Ni (Nikel) = NiAsS (Hersdofite), FeSNiS (Pentlandite), (CoNiFe)3S4 (Linesite), DAN NiS
Cu (Tembaga) = CuFeS2 (Kalkopirit), Cu2O (Cuprite), Cu2S (Kalkosit), dan Cu(OH)2CO3 (Malasit)
Zn (Seng) = ZnS (Sengblende), ZnCO3 (Sengspat), dan ZnO (Zinkelit)
Unsur Transisi Periode Ke-4 yang Terdapat di dalam Mineral atau Bijihnya
Sc (Skandium) = Jumlahnya sedikit dan terikat dalam mineral lain, misalnya kompleks posfat dan silikat.
Ti (Titanium) = TiO2 (Rutil I) dan FeTiO3 (Imenit)
V(Vanadium) = 3Pb3(VO4)2.PbCl2 (Vanadit) dan V2S53CuS (Paronit)
Cr (Kromium) = FeOCr2O3 (Kromit) dan PbCrO4.Cr2O3 (Krokoit)
Mn (Mangan) = MnO2 (Batu Kawi), MnO3 (Manganspat), Mn2O3 (Brownit), dan Mn3O4 (Hausmanit)
3. Sifat-sifat Unsur Transisi Periode ke-4
Sifat Logam
Hal ini disebabkan oleh harga ionisasi yang relatif rendah sehingga menyebabkan elektron mudah lepas dan unsur bermuatan positif. (positif = logam)
Mempunyai titik leleh tinggi
Hal ini disebabkan karena orbital subkulit d pada unsur transisi periode 4 banyak yang kosong sehingga membentuk ikatan kovalen.
Sifat Kemagnetan (bergantung pada jumlah elektron yang tidak berpasangan)
Ti bersifat paramagnet (dapat ditarik magnet)
Cr bersifat ferromagnet (ditarik sangat kuat oleh magnet)
Zn bersifat diamagnet (ditolak oleh magnet)


Punya Beberapa Biloks !!!
Setiap unsur transisi memiliki beberapa bilangan oksidasi, kecuali unsur golongan IIB dan IIIB. Misalnya vanadium, memiliki bilangan oksidasi dari +2 sampai dengan +5.

Dapat Membentuk Ion Kompleks Juga Loh !!!
4. Cara Ngebuatnya Nih !!!
Ti = Bahan kontruksi, biasanya untuk kerangka jam dan badan pesawat terbang; Pigmen putih kertas, kaca, keramik, dan kosmetik.
V = Per mobil dan kerangka alat mesin berkecepatan tinggi.
Cr = Digunakan dalam penyepuhan dan mencuci alat laboratorium.
Mn = Produksi baja; Penghilang warna hijau pada gelas akibat pengotor besi; Unsur penting untuk penggunaan vitamin B1

5. Fungsinya??? Banyak Kok!
Fe = Membuat baja, biasanya untuk cangkul, pisau, sabit, paku, dan mesin.
Co = Co2+ digunakan sebagai tinta rahasia dan sistem peramalan cuaca.
Ni = Pembuatan aloi, elektroda baterai, dan keramik
Cu = Bahan kabel listrik; Bahan uang logam; Bahan mesin tenaga uap; Untuk aloi
Zn = Bahan cat putih; Pelapis lampu TL; Layar monitor

THANK YOU FOR YOUR ATTENTION :D
Titanium (Ti)
Pengubahan TiO2 menjadi TiCl4.
Pereduksian TiCl4 dengan Mg.

TiO2 (s) + C(s) + 2Cl2(g) --> TiCl4(g) + CO2(g)
TiCl4(g) + 2Mg(s) --> Ti(s) + 2MgCl2(g)

MgCl2 dipindahkan dan dielektrolisis menjadi Mg dan Cl2. Ti didapatkan sebagai padatan yang disebut sepon.

Kromium (Cr)
Fe(CrO2)2 yang direduksi dapat dihasilkan campuran Fe dan Cr disebut Ferokrom.

Reaksinya sebagai berikut :
Fe(CrO2)2(s) +4C(s) -->Fe(s)+2Cr(s) + 4CO(g)

Mangan (Mn)
Pereduksian oksida mangan dengan Na, Mg, Al atau dengan proses elektrolisis.

Proses aluminotermi dari senyawa MnO2.

Nikel (Ni)
Pengeringan bertujuan untuk menurunkan kadar air bijih laterit
Kalsinasi dan Reduksi untuk menghilangkan kandungan air di dalam bijih, mereduksi sebagian nikel oksida menjadi nikel logam, dan sulfidasi.
Peleburan untuk melebur kalsin hasil reduksi sehingga terbentuk fasa lelehan matte dan terak
Pengkayaan untuk menaikkan kadar Ni di dalam matte.
Granulasi dan Pengemasan untuk mengubah bentuk matte dari logam cair menjadi butiran-butiran

Zinc (Zn)
Memanggang bijih seng untuk membentuk oksida
Reduksi oksidanya dengan arang atau karbon
Proses distilasi

Vanadium (V)
Dalam penggunaannya vanadium dibentuk sebagai logam campuran besi. Ferrovanadium dihasilkan dengan mereduksi V205 dengan pereduksi campuran silicon dan besi. SiO2 yang dihasilkan direaksikan dengan CaO membentuk kerak CaSiO3(l).
Ferrum (Fe)
Reaksi pembakaran
Proses reduksi
Gas CO mereduksi bijih.
Fe2O3 + 3CO-->2 Fe + 3 CO2
Fe3O4 + 4CO-->3 Fe + 4 CO2
Reaksi pembentukan kerak
CaCO3 --> CaO + CO2
CaO + SiO2 --> CaSiO3 (kerak)
Karena suhu yang tinggi baik besi maupun kerak mencair

Kobalt (Co)
Pemanggangan

Dengan penyaringan akan diperoleh CoCl3. Tambahan zat pencuci mengubah CoCl3 menjadi Co2O3. Selanjutnya CoCO3 direduksi dengan gas hidrogen

Tembaga (Cu)
Reaksi proses pengolahannya adalah :
1.      2 CuFeS2(s) + 4 O2 --> Cu2S(l) + 2 FeO (s) + 3 SO2 (g)
2.      FeO(s) + SiO2 (s) --> FeSiO3 (l)

Cu2S dan kerak FeSiO3 (l) dioksidasi dengan udara panas

Full transcript