Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Pemanfaatan Limbah Biji Pepaya (Carica papaya L.) Sebagai Al

No description
by

Inayaah Hasny

on 17 November 2014

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Pemanfaatan Limbah Biji Pepaya (Carica papaya L.) Sebagai Al

Bagi sebagian orang, minum secangkir kopi merupakan salah satu keharusan dalam setiap aktivitas yang mereka lakukan. Berbagai alasan sering mewarnainya seperti untuk mengusir rasa kantuk serta menjadi penyemangat untuk memulai aktivitas padat yang akan mereka jalankan. Minum kopi dalam jumlah yang wajar memang tidak berdampak buruk bagi kesehatan. Namun, minum kopi secara berlebihan dapat membahayakan kesehatan tubuh
Dilihat dari banyaknya dampak kopi bagi kesehatan, maka peneliti mencoba membuat produk kopi biji papaya sebagai minuman alternative yang baik untuk kesehatan serta aman dikonsumsi. Bubuk dari biji papaya ini mampu menyerupai rasa dari kopi, namun bubuk kopi biji papaya ini lebih lembut dan lebih beraroma khas seperti kopi dan rasanya juga hampir sama dengan kopi. Disisi lain bubuk kopi biji pepaya ini juga sebagai kopi alternatif bagi penikmat kopi yang non cafein, dengan kadar karbohidrat yang tinggi terkandung dari biji pepaya mampu memberikan nilai positif sendiri bagi bubuk kopi biji pepaya ini.

Tujuh bahaya kopi bagi kesehatan antara lain: menyebabkan detak jantung lebih cepat dari biasanya, minuman kopi dapat meningkatkan asam lambung dalam jangka waktu yang lama yang mana dapat menimbulkan penyakit maag, dapat menimbulkan serangan jantung dan stroke. Ini dikarenakan, mengkonsumsi kopi secara berlebihan dapat meningkatkan kada trigliserida, kolesterol jahat pada tubuh serta darah akan lebih pekat. Hal inilah yang menimbulkan endapan lemak, penyempitan pada pembuluh darah yang mana dapat menimbulkan serangan jantung dan stroke.

Latar Belakang
Manfaat Penelitian
1. Bagi masyarakat, penelitian ini bermanfaat sebagai bahan referensi untuk mengonsumsi kopi biji pepaya yang aman dan ramah kesehatan.
2. Bagi sekolah, penelitian ini bermanfaat sebagai bahan referensi untuk proses pembelajaran life skill siswa.
3. Bagi penulis, penelitian ini menjadi rujukan untuk mengetahui segala hal yang berhubungan dengan pembuatan kopi biji pepaya yang ramah kesehatan

Biji Carica Papaya L.
Biji buah pepaya hanya dibuang begitu saja setelah pepaya diambil buahnya. Padahal, apabila biji pepaya diolah untuk diambil minyaknya akan sangat menguntungkan (Yuniwati dan Purwanti, 2008). Secara tradisional biji pepaya dapat dimanfaatkan sebagai obat cacing gelang, gangguan pencernaan, diare, penyakit kulit, kontrasepsi pria, bahan baku obat masuk angin dan sebagai sumber untuk mendapatkan minyak dengan kandungan asam-asam lemak tertentu (Warisno, 2003).
Carica Papaya L.
Tanaman pepaya merupakan herba menahun dan tingginya mencapai 8 m. Batang tak berkayu, bulat, berongga, bergetah dan terdapat bekas pangkal daun. Dapat hidup pada ketinggian tempat 1m-1.000m dari permukaan laut dan pada suhu udara 22°C-26°C (Santoso, 1991). Pada umumnya semua bagian dari tanaman baik akar, batang, daun, biji dan buah dapat dimanfaatkan (Warisno, 2003).
Metologi Penelitian
Jenis Penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Eksperimen dapat diartikan sebagai metode penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang terkendalikan. Sedangkan, penelitian kuantitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti populasi atau sampel tertentu (Sugiyono, 2007). Penelitian ini dilakukan di SMA Islam Diponegoro SKA mulai dari bulan Agustus sampai Oktober. Sampel yang digunakan adalah serbuk biji pepaya dan responden yang mencicipi serbuk biji pepaya.
Manfaat Biji Pepaya
1. Efektif membasmi bakteri E.Coli, Salmonella, dan infeksi Staph
2. Dapat melindungi ginjal dari racun
3. Dapat mengatasi cacingan (Cawadi, 2014)
4. Membasmi parasit usus
5. Membasmi racun hati
Pendahuluan
Pemanfaatan Limbah Biji Pepaya (Carica papaya L.) Sebagai Alternatif Bahan Kopi
oleh:
Alwiyah
Mufidah
Najibah Aljufri
XII IPA-SMA Islam Diponegoro Ska

Dipresentasikan untuk mengikuti lomba Diponegoro Creativity and Inovation 2014
Kandungan Biji Carica Papaya L.
Kandungan biji dalam buah pepaya kira-kira 14,3 % dari keseluruhan buah pepaya (Satriasa dan Pangkahila, 2010). Biji pepaya jangan sekali-kali termakan oleh orang yang sedang hamil muda karena dapat mengakibatkan keguguran. Orang yang keguguran akibat memakan biji pepaya ini biasanya sulit hamil kembali karena adanya pengeringan rahim akibat masuknya enzim proteolitik seperti papain, chymopapain A, chymopapain B, dan peptidase pepaya. Di samping mengandung enzim proteolitik, biji pepaya juga mengandung senyawa kimia yang lain seperti: lemak majemuk 25 %, lemak 26 %, protein 24,3 %, 17 % serat, karbohidrat 15,5 %, abu 8,8 %, dan air 8,2 % (Kloppenburg-Versteegh, 1915 dalam Amir 1992).
Metode Kerja
Bahan-bahan:
1. Biji Pepaya
2. Gula Pasir
3. Perisa
Alat:
1. Penggorengan
2. Ayak
3. Alat Penumbuk
4. Wadah kecil
5. Kompor
Cara Kerja
1. Bersih kan Biji Pepaya
2. Jemur dibawah sinar matahari selama 1-2 hari
3. Sangrai biji pepaya yang telah kering
4. Cuci dan kupas Jahe lalu keringkan
5. Blender sampai halus
Minyak biji pepaya yang berwarna kuning diketahui mengandung 71,60 % asam oleat, 15,13 % asam palmitat, 7,68 % asam linoleat, 3,60% asam stearat, dan asam-asam lemak lain dalam jumlah relatif sedikit atau terbatas. Selain mengandung asam-asam lemak, biji pepaya diketahui mengandung senyawa kimia lain seperti golongan fenol, alkaloid, dan saponin.
Kandungan kimia yang terdapat dalam biji pepaya adalah: 25% atau lebih lemak campuran, 26,2% lemak, 24,3% protein, 17% serat, 15,5% karbohidrat, 8,8% abu dan 8,2% air.
Full transcript