Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Penentuan Harga Pelayanan Publik (Charging for Service)

No description
by

Firman Putro

on 6 October 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Penentuan Harga Pelayanan Publik (Charging for Service)

AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK
KEGUNAAN PEMBEBANAN DALAM PRAKTIK
Penentuan Harga Pelayanan Publik (Charging For Service)

Created By :
Abdullah Azzam (11530053)
Tri Sutrisno (11330012)
Firman Pratomo Putro (11530101)

Beberapa pelayanan public yang dapat dibebankan tarif pelayanan misalnya:

a. Penyediaan air bersih
b.Transportasi public
c. Jasa pos dan telekomunikasi
d. Energy dan listrik
e. Perumahan rakyat
f. Fasilitas rekreasi (pariwisata)
g. Pendidikan
h. Jalan tol
i. Irigasi
j. Jasa pemadam kebakaran
k. Pelayanan kesehatan
l. Pengolahan sampah/limbah

PELAYANAN PUBLIK YANG DAPAT DIJUAL

Pembebanan tarif pelayanan public kepada konsumen dapat dibenarkan karena beberapa alasan, yaitu: 

a. Adanya barang privat dan barang public
b. Efisiensi ekonomi
c. Prinsip keuntungan



Barang public adalah barang-barang kebutuhan masyarakat yang manfaat barang dan jasa tersebut dinikmati oleh seluruh masyarakat secara bersama-sama. Contoh barang public adalah pertahanan nasional, pengendalian penyakit, jasa polisi, dsb.

Barang privat adalah barang-barang kebutuhan masyarakat yang manfaat barang atau jasa tersebut hanya dinikmati secara individual oleh yang membelinya, sedangkan yang tidak mengkonsumsi tidak dapat menikmati barang /jasa tersebut. Contoh barang privat adalah makanan, listrik, telepon, dsb.
Dalam praktiknya, terdapat beberapa barang dan jasa yang merupakan campuran antara barang privat dan barang public. Karena, meskipun dikonsumsi secara individual seringkali masyarakat secara umum juga membutuhkan barang atau jasa tersebut. Contohnya adalah pendidikan, pelayanan kesehatan, transportasi public, dan air bersih.
Ketika setiap individu bebas menentukan berapa banyak barang/jasa yang mereka ingin konsumsi, mekanisme harga memiliki peran penting dalam mengalokasikan sumber daya melalui:
1. Pendistribusian permintaan: siapa yang mendapatkan manfaat
paling banyak maka ia akan membayar lebih banyak pula.
2. Pemberian insentif untuk menghindari pemborosan
3. Pemberian insentif pada supplier berkaitan dengan skala produksi
4. Penyediaan sumber daya pada supplier untuk mempertahankan
dan meningkatkan persediaan jasa (supply of service).

Efisiensi Ekonomi
Barang Privat & Barang Public

Akan tetapi, dalam kenyataannya pasar seringkali tidak sempurna. Dalam banyak hal pemerintah mungkin menjadi supplier namun tidak boleh memanfaatkan situasi ini untuk memaksimalkan keuntungan,
Prinsip Keuntungan
Ketika pelayanan tidak dinikmati oleh semua orang, pembebanan langsung kepada mereka yang menerima jasa tersebut dianggap “wajar” bila didasarkan prinsip bahwa yang tidak menikmati manfaat tidak perlu membayar. Jadi pembebanan hanya dikenakan kepada mereka yang diuntungkan dengan pelayanan tersebut.


Pembebanan tarif pelayanan pihak pada dasarnya juga menguntungkan pemerintah karena dapat digunakan sebagai salah satu sumber penerimaan pemerintah. Hanya saja pemerintah tidak boleh melakukan maksimisasi keuntungan, bahkan lebih baik menetapkan harga dibawah full cost, memberikan subsidi, atau memberikannya secara gratis.
Alasan-alasan Ditentukannya Pembebanan Langsung
Suatu jasa, baik merupakan barang public maupun barang privat, mungkin tidak dapat diberikan kepada setiap orang, sehingga tidak adil bila biayanya dibebankan kepada semua masyarakat melalui pajak, sementara mereka tidak menikmati jasa tersebut.

Suatu pelayanan mungkin membutuhkan sumber daya yang mahal atau langka sehingga konsumsi public harus didisiplinkan (hemat), misalnya pembebanan terhadap penggunaan air dan obat obatan medis.

Terdapat variasi dalam konsumsi individual yang lebih berhubungan dengan pilihan dari pada kebutuhan, misalnya pengguna fasilitas rekreasi.
Suatu jasa mungkin digunakan untuk operasi komersial yang menguntungkan dan untuk memenuhi kebutuhan domestic secara individual maupun industrial, misalnya air, listrik, jasa pos, dan telepon.

Pembebanan dapat digunakan untuk mengetahui arah dan skala permintaan public atau suatu jasa apabila jenis atau standar pelayanannya tidak dapat ditentukan secara tegas.

ARGUMEN TERHADAP PEMBEBANAN TARIF PELAYANAN

PRINSIP DAN PRAKTIK PEMBEBANAN
Sebagian barang dan jasa yang disediakan pemerintah lebih sesuai dibiayai dengan pembebanan tarif. Semakin dekat suatu pelayanan terkait dengan barang privat, semakin sesuai barang tersebut dikenai tarif. Namun batasan identifikasi barang privat dan public kadang sulit dan harus dilakukan dengan dasar per pelayanan. Kegagalan dalam menetapkan biaya pada situasi tertentu menyebabkan distorsi harga dan alokasi sumber daya yang keliru, sehingga mengurangi pilihan bagi konsumen.
 
Meskipun demikian, dalam praktiknya permasalahan administrasi dan pertimbangan sosial dan politik memiliki prioritas yang lebih besar dibandingkan pertimbangan efisiensi ekonomi. Namun perlu diwaspadai bahwa kesalahan dalam menetapkan tarif pelayanan public merupakan penyebab utama deficit anggaran dibanyak Negara berkembang (Devas,1989).

Praktik pembebanan pelayanan public berbeda-beda untuk setiap Negara, antara jasa yang disediakan oleh perusahaan milik Negara, dan antar pemerintah pusat dan daerah. Charging for service merupakan salah satu sumber penerimaan bagi pemerintahan daerah tertentu. Pemerintah memperoleh penerimaan dari beberapa sumber, antara lain:

1. Pajak
2. Pembebanan langsung kepada masyarakat (charging for service)
3. Laba BUMN/BUMD
4. Penjualan asset milik pemerintah
5. Utang
6. Pembiayaan deficit anggaran (mencetak uang)

Pada umumnya kita mengharapkan bahwa penyedia barang public seperti pertahanan, kesehatan public, dan jasa kepolisian seharusnya diberikan secara gratis, dalam arti dibiayai dari pajak. Sementra itu, penyediaan barang privat yaitu jasa untuk kepentingan individu seperti listrik, telpon, transportasi umum ditarik tarif sebesar harga pemulihan biaya totalnya (full cost recovery prices). Untuk barang campuran (mixed /merit good), seperti pendidikan menengah, penyembuhan kesehatan, sanitasi disediakan sebagian melalui pajak dan sebagian lagi dari tarif.
PENETAPAN HARGA PELAYANAN: Berapa Harga Yang Harus Dibebankan
Beban (charge), dihitung dari total biaya untuk menyediakan pelayanan tersebut (full cost recovery).
Masalah Dalam Menentukan Biaya Total
Tidak Tahu Secara Tepat Berapa Biaya Total
Sulit Mengukur Jumlah Yang Dikonsumsi

Tidak memperhitungkan kemampuan masyarakat untuk membayar

Biaya apa saja yang harus diperhitungkan: apakah hanya biaya operasi langsung (current operation cost), atu perlu juga diperhitungkan biaya modal (capital cost).
PERMASALAHAN MARGINAL COST PRICING
Beberapa permasalahan yang dimiliki pengguna marginal cost pricing
Apakah harga seharusnya didasarkan pada biaya marginal jangka pendek (short run MC) atau biaya marginal jangka panjang (long run marginal cost). Dalam kasus penyediaan air, akan timbul suatu titik ketika marginal consumer memerlukan pabrik baru.
Marginal cost pricing bukan berarti full cost recovery. Historic capital cost tidak mungkin dipulihkan, demikian juga full operating cost.
Eksternalitas konsumsi, seperti manfaat kesehatan umum dari air bersih untuk minum dan mandi dapat secara signifikan merubah “efisiensi harga” yang ditentukan oleh marginal cost.
Pertimbangan ekuitas mensyaratkan yang kaya membayar lebih, paling tidak untuk jasa seperti air, dimana terdapat beberapa macam bentuk diskriminasi harga, (seperti tarif progresif) yang mungkin digunakan.
Sulit untuk memperhitungkan secara tepat marginal cost untuk jasa tertentu, dalam praktik, kadang biaya rata-rata (average cost) digunakan sebagai pengganti walau hal ini menyimpang dari syarat ekonomis dan efisiensi
KOMPLEKSITAS STRATEGI HARGA
KOMPLEKSITAS STRATEGI HARGA
Two-part tarifs: banyak kepentingan public (seperti listrik) dipungut dengan two-part tarif, yaitu fixed charge untuk menutupi biaya overhead atau biaya infrastruktur dan variable charge yang didasarkan atas besarnya konsumsi.
Peak-load tarifs: pelayanan public dipungut berdasarkan tarif tertinggi. Permasalahannya adalah beban tertinggi, membutuhkan tambahan kapasitas yang disediakan, tarif tertinggi untuk periode puncak harus menggambarkan higher marginal cost (seperti telepon dan transportasi umum).
Diskriminasi harga. Hal ini adalah salah satu cara untuk mengakomodasikan pertimbangan keadilan (equity) melalui kebijakan penetapan harga.
Full cost recovery. Harga pelayanan didasarkan pada biaya penuh atau biaya total untuk menghasilkan pelayanan. Penetapan harga berdasarkan biaya penuh atas pelayanan public perlu mempertimbangkan keadilan (equity) dan kemampuan public untuk membayar.
Harga diatas marginal cost. Dalam beberapa kasus, sengaja ditetapkan harga diatas marginal cost, seperti tarif parkir mobil, adanya beberapa biaya perijinan atau licence fee.
TAKSIRAN BIAYA
Beberapa pertimbangan dalam menentukan taksiran biaya sebagai berikut :
Opportunity cost untuk staf, perlengkapan dll
Opportunity cost of capital
Accunting price untuk input ketika harga pasar tidak menunjukan value of society (opportunity cost)
Pooling, ketika biaya berbeda-beda antara setiap individu,
Cadangan inflasi.
Penentuan harga dengan teknik apapun yang digunakan pada dasarnya adalah mendasarkan pada usaha penaksiran biaya secara akurat.
TERIMA KASIH
Jika Ada Kesalahan, Kami Mohon Maaf.
Tanpa adanya suatu mekanisme harga, permintaan dan penawaran tidak mungkin menuju titik keseimbangan sehingga alokasi sumber daya tidak efisien, sperti: penyediaan air, obat-obatan, dan sebagainya.
Full transcript