Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

RENCANA ANGGARAN BIAYA

No description
by

muflihana indira

on 1 November 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of RENCANA ANGGARAN BIAYA

RENCANA ANGGARAN BIAYA
design by Dóri Sirály for Prezi
KELOMPOK

Fifit Ferina 21020112060022
Prima Ayu S. 21020112060043
Dini Iscahyani 21020112060064
Dua cara yang dapat dilakukan dalam penyusunan anggaran biaya
Tujuan dari pembuatan RAB :
 Untuk mengetahui harga bagian/item pekerjaan sebagai pedoman untuk mengeluarkan
biaya-biaya dalam masa pelaksanaan. Selain itu supaya bangunan yang akan didirikan
dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien.

Fungsi RAB:
 Sebagai pedoman pelaksanaan pekerjaan dan sebagai alat pengontrol pelaksanaan pekerjaan.
Goal
RAB ???
Pengertian Rencana Anggaran Biaya

 Rencana Anggaran Biaya (RAB) adalah :
 Perhitungan banyaknya biaya yang diperlukan untuk bahan dan upah, serta biaya biaya lain yang berhubungan dengan pelaksanaan bangunan atau proyek tertentu.
 Merencanakan sesuatu bangunan dalam bentuk dan faedah dala penggunaannya, beserta besar biaya yang diperlukan susunan - susunan pelaksanaan dalam bidang administrasi maupun pelaksanaan pekerjaan dalam bidang teknik.
 Anggaran biaya adalah :
Harga dari bangunan yang dihitung dengan teliti, cermat dan memenuhi syarat.
1. Anggaran Biaya Kasar (Taksiran), sebagai pedomannya digunakan harga satuannya tiap meter persegi luas lantai. Namun anggaran biaya kasar dapat juga sebagai
pedoman dalam penyusunan RAB yang dihitung secara teliti.

2. Anggaran Biaya Teliti, proyek yang dihitung dengan teliti dan cermat sesuai dengan ketentuan dan syarat-syarat penyusunan anggaran biaya.
UNSUR-UNSUR YANG TERLIBAT DALAM PEMBANGUNAN
1. Principal (Owner / Bouwheer)
Adalah pihak yang berada dalam posisi pemberi tugas, pihak inilah yang nantinya
memiliki / mengguanakan bangunan tersebut. Berbentuk perorangan, instansi, atau
organisasi
Syarat :
a) Memiliki tanah
b) Memiliki dana/modal
c) Memiliki surat keputusan otorisasi sebagai principal
Kewajiban :
a) Membayar ongkos bangunan
b) Honorium perencana
c) Honorium direksi
d) Harga bangunan ditambah keuntungan pemborong
e) Biaya pengurusan izin bangunan
f) Mengurus izin bangunan
g) Menunjukkan/menentukan perencana, direksi, dan pemborong
h) Menandatangani kontrak
i) Melakukan pengawasan dalam pelaksanaan
Hak :
a) Mendapatkan izin bangunan
b) Mendapatkan desain bangunan
c) Mendapatkan fisik bangunan
d) Mendapatkan bangunan pengawas
2. Perencana (Konsultan / Penasehat)
Adalah pihak yang berada pada posisi penerima tugas perencanaan dari principal, oleh karena itu pihak ini harus ahli dalam hal perencanaan bangunan. Biasanya dipimpin oleh arsitek atau insinyur.
Syarat :
a) Berbentuk perorangan atau badan hokum
b) Ahli bangunan sehingga bisa mewujudkan keinginan principal
Kewajiban :





a) Perencanaan berkewajiban untuk mewujudkan keinginan/ide principal kedalam bentuk perencanaan (desain) baik dari segi konstruktif, arsitektoris, ekonomis dan fungsional.
b) Perencanaan berkewajiban mengumpulkan data dan syarat-syarat yang ada kaitannya dengan tugas tersebut.
c) Perencanaan berkewajiban mendampingi principal dalam seleksi pemborong dan pengawas.
Hak :
Perencanaan berhak mendapatkan honorium sesuai dengan ketentuan /
perjanjian.

3. Pengawas ( Direksi )
Adalah suatu pihak yang bertanggung jawab mengawasi jalannya pembangunan yang
dilaksanakan oleh pemborong/pelaksana.
Syarat :
a) Berbentuk perseorangan atau badan hokum
b) Ahli dalam bidang masing-masing
c) Diangkat sekaligus merupakan orang kepercayaan principal
Kewajiban :
Konsultan pengawas berkewajiban mengawasi jalannya pekerjaan yang dilakukan pemborong, sesuai dengan ketentuan yang terdapat didalam bestek dan gambar bestek.
Hak :
Konsultan pengawas berhak mendapatkan honorium sesuai dengan ketentuan
dan perjanjian.
4. Kontraktor (Pemborong / Annemer)
Adalah pihak yang juga sebagai penerima tugas dari principal tapi dalam hal mewujudkan fisik bangunan lapangan. Dalam pelaksanaannya kontraktor memiliki bagian-perbagian pekerjaan yang di kerjakan sub kontraktor yang berbeda-beda tergantung kemampuan sub kontraktor.
Syarat :
a) Memiliki modal
b) Memiliki tenaga ahli
c) Memiliki peralatan
d) Bersifat perorangan/badan hukum
Kewajiban :
a) Mewujudkan fisik bangunan sesuai dengan bestek/gambar bestek dalam
selang waktu yang sudah ditetapkan.
b) Tunduk dari direksi sepanjang tidak bertentangan dengan pelaksanaan bestek.
c) Membuat laporan tentang perkembangan pekerjaan pada direksi.
d) Menjaga keselamatan dan kesehatan kerja.
Hak :
Pemborong berhak menerima kembali biaya bangunan ditambah dengan
keuntungan tepat pada waktunya sesuai dengan ketentuan/perjanjian.
5. Pelaksana (Sub Kontarktor / Uitveoder)
Adalah pihak yang berada dibawah Kontraktor atau pemborong sebagai penerima tugas dalam hal mewujudkan fisik bangunan di lapangan. Bisa berupa seorang ahli professional atau organisasi yang memiliki tugas dengan spesifikasi khusus / spesialis tertentu.
PERSIAPAN PELAKSANAAN PEKERJAAN
Apabila seorang arsitek mendapat pekerjaan untuk merencanakan suatu bangunan , ia
segera melakukan tindakan sebagai berikut:
1. Mengetahui tujuan bangunan itu
2. Melihat letak pekarangan (tempat) bangunan itu
3. Mengetahui syarat-syarat bangunan dari instansi pemerintah yang bersangkutan
4. Melihat keadaan tanah
5. Syarat-syarat arsitektur yang dikehendaki
6. Besar dan kelengkapan bangunan
7. Uang yang tersedia
8. Situasi terhadap kedaan sekitar
PERENCANAAN BESTEK DAN GAMBAR BESTEK
Bestek adalah uraian yang sejelas-jelasnya tentang pelaksanaan bangunan, yang terdiri dari :
1. Keterangan tentang bangunan
2. Keterangan tentang melaksanaan bagian bangunan tersebut
3. Keterangan mengenai tata usaha / Administrative
Tergantung besarnya proyek, bestek bisa menjadi sebuah buku yang tebal.

Gambar bestek adalah gambar / desain bangunan yang direncanakan untuk dibangun/diwujudkan. Terdiri dari gambar rencana bangunan dengan skala yang disesuaikan dengan luas dan bentuk bangunan:
1. Denah
2. Tampak muka dan samping,
3. Potongan melintang dan membujur
4. Rancana atap
5. Rencana pondasi
6. Gambar- gambar penjelas / detail
Gambar bestek akan digunakan dalam pembuatan IMB dan harus sesuai dengan bestek, karena jika tidak akan menimbulkan perselisihan antara direksi dengan pemborong.
Full transcript