Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Gangguan Kepribadian

No description
by

dila handa

on 2 October 2014

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Gangguan Kepribadian

Thank You!
Paranoid
Schizoid
Skizotipal
Gangguan Kepribadian
Gangguan kepribadian
(dalam DSM IV )


Kelompok aneh ( Paranoid, Skizoid, Skizotipal)

Kelompok B
Dramatik(Antisosial, ambang, histrionik, dan narsistik
Kelompok C
Pencemas (menghindar, dependen dan obsesif kompulsif)
Kelompok A
Kelompok Ekstrinsik
(Aneh)
Paranoid
Skizoid
Skizotipal

Gangguan kepribadian paranoid memiliki ciri – ciri sebagai berikut (DSM-IV-TR) :
Kecurigaan yang bersifat pervasif bahwa dirinya sedang di
Keraguan yang tidak berdasar terhadap kesetiaan teman atau pasangan
Enggan mempercayai orang lain karena adanya rasa kecurigaan dan keraguan
Memberi makna sendiri
Reaksi kemarahan terhadap apa yang dianggapnya sebagai serangan

Kriteria gangguan kepribadian Skizoid dalam DSM IV TR, sebagai berikut :

Kurang berminat atau menyukai hubungan dekat
secara ekslusif menyukai kesendirian
Kurangnya minat untuk berhubungan seks
Hanya sedikit mengalami kesenangan, bahkan jika ada
Kurang memiliki teman
Bersikap masa bodoh terhadap pujian, kritikan dari orang lain
Memiliki perasaan yang datar, ketidaklekatan emosional

Karakteristik skizotipal antara lain (DSM IV) :

Ideas of reference, adalah keyakinan bahwa berbagai kejadian memiliki makna yang khusus dan tidak biasa bagi oang bersangkutan.
Persepsi yang tidak biasa mengenai tubuhnya
Pola bicara yang aneh
Kecurigaan yang ekstrim
Perilaku atau penampilan yang aneh
Kurang memiliki teman yang akrab
Rasa tidak nyaman ekstrim

Kelompok Dramatik (Eratik)
1. Gangguan Kepribadian Ambang
2. Gangguan Kepribadian Histrionik
3. Gangguan Kepribadian Narsisistik
4. Gangguan Kepribadian Antisosial dan Psikopati
Gangguan Kepribadian Ambang
Gangguan Kepribadian Histrionik
Gangguan Kepribadian Narsisistik
Gangguan Kepribadian Antisosial dan Psikopati
Kelompok Pencemas atau Penakut
1. Gangguan kepribadian menghindar
2. Gangguan kepribadian dependen
3. Gangguan kepribadian Obsesi-Kompulsif
Gangguan Kepribadian Menghindar
Gangguan Kepribadian Dependen
Gangguan Kepribadian Obsesi-Kompulsif
Penderita gangguan ini merasa sangat takut akan adanya kritikan, penolakan atau tidak setujuan dari orang lain sehingga enggan untuk menjalin hubungan interpersonal, kecuali jika adanya keyakinan bahwa mereka akan diterima.
Gangguan kepribadian menghindar merupakan varian fobia sosial menyeluruh yang lebih kronis.
Prevalensinya sekitar 5%.

Kriteria Gangguan Kepribadian Menghindar DSM-IV-TR
Menghindari kontak interpersonal karena takut terhadap kritikan atau penolakan.
Keengganan untuk menjalin hubungan dengan orang lain kecuali dirinya pasti akan disukai.
Penuh kekhawatiran akan dikritik atau ditolak.
Merasa tidak adekuat
Merasa rendah diri.
Keengganan ekstrem untuk mencoba hal-hal baru karena takut dipermalukan.

Gangguan Kepribadian Dependen
Ciri utama dari gangguan ini adalah kurangnya rasa percaya diri dan perasaan otonom.
Penderita GKD sering kali merasa tidak nyaman jika sendirian karena mereka memiliki kebutuhan yang kuat untuk diurus oleh orang lain.
Secara umum kriteria diagnostik menggambarkan bahwa penderita GKD sebagai orang yang pasif.
Lebih banyak terjadi pada perempuan.
Prevalensi sekitar 1,5 %.
Kriteria Gangguan Kepribadian Dependen DSM-IV-TR
Sulit mengambil keputusan tanpa saran dan dukungan dari orang lain.
Membutuhkan orang lain untuk mengambil tanggung jawab atas sebagian besar aspek kehidupannya yang utama.
Sulit tidak menyetujui orang lain karena takut kehilangan dukungan mereka.
Sulit melakukan segala sesuatu sendiri karena kurangnya rasa percaya diri.
Melakukan hal-hal yang tidak menyenangkan sebagai suatu cara untuk mendapatkan persetujuan dan dukungan dari orang lain.
Merasa tidak berdaya bila sendirian karena kurangnya rasa percaya terhadap kemampuannya untuk menangani segala sesuatu tanpa intervensi dari orang lain.
Berupaya untuk sesegera mungkin menjalin hubungan baru bila hubungan yang dimilikinya saat ini berakhir.
Dipenuhi ketakutan bila harus mengurus diri sendiri
Terdapat ciri ciri utama dari gangguan ini adalah implusivitas dan ketidakstabilan dalam hubungan dengan orang lain dan mood (Sanislow, Grilo, &McGlashan, 2000)

DSM IV
Berupaya keras untuk mencegah agar tidak diabaikan, terlepas dari benar-benar diabaikan atau hanya dalam bayangannya
Ketidaksetabilan dan intensitas ekstrim dalam hubungan interpersonal, yaitu mengidealkan orang lain dalam satu waktu dan beberapa waktu kemudian menistakannya.
Rasa diri (sense of self) yang tidak setabil
Perilaku implusif, termasuk sangat boros dan perilaku seksual yang tidak pantas.
Perilaku bunuh diri (baik hanya berupa sinyal maupun sungguh-sungguh mencoba) dan mutilasi diri yang berulang.
Kelabilan emosional yang ekstrim.
Perasaan kosong yang kronis.
Sangat sulit menggendalikan kemarahan
Pikiran paranoid dan simptom-simptom disosiatif yang dipicu oleh stress.

Etiologi Gangguan Kepribadian Ambang
Faktor-faktor biologis
Teori objek hubungan
Teori diathesis-stress dari Linehan

Terapi
Psikoterapi
Terapi ini digunakan untuk mengendalikan impuls dan ledakan kemarahan dan untuk menurunkan kepekaan terhadap kritik dan penolakan

Farmakoterapi
Antisikotik, Antidepresan, Inhibitor monoamin oksidase (MAOI)
Ciri ciri individu yang mengalami gangguan kepribadian histrionik adalah
orang orang yang terlalu dramatis dan mencari perhatian, biasanya memiliki penampilan fisik yang mencolok, seperti pakaian yang tidak umum, rias wajah, atau warna rambut untuk menarik perhatian.

DSM IV

Kebutuhan besar untuk menjadi pusat perhatian
Perilaku tidak senonoh secara seksual yang tidak pantas
Perubahan ekspresi emosi secara cepat
Memanfaatkan penampilan fisik untuk menarik perhatian orang lain pada dirinya
Bicaranya sangat tidak tepat, penuh semangat mempertahankan pendapat yang kurang memiliki detail
Berlebihan, ekspresi emosional yang teatrikal
Sangat mudah disugesti
Menyalahartikan hubungan sebagai lebih intim dari yang sebenarnya.

Etiologi Gangguan Kepribadian Histrionik
Pada teori psikoanalisis mendominasi pendapat bahwa emosionalitas dan ketidaksenonohan perilaku secara seksual didorong oleh ketidaksenonohan yang dilakukan oleh orang tua, terutama ayah kepada anak perempuannya. Pasien yang biasanya mengalami gangguan ini dibesarkan dalam lingkungan keluarga dimana orang tua berbicara tentang seks sebagai sesuatu yang kotor, namun berperilaku seks adalah suatu yang menyenangkan dan diinginkan. Ekspresi emosi yang berlebihan pada individu yang mengalami gangguan ini dipandang sebagai gejala konflik tersembunyi dan kebutuhan untuk menjadi pusat perhatian dipandang sebagai cara untuk mempertahankan diri dari perasaan yang sebenarnya yaitu harga diri yang rendah (Apt & Hurlbert, 1994; Stone, 1993)

Pada teori psikoanalisis mendominasi pendapat bahwa emosionalitas dan ketidaksenonohan perilaku secara seksual didorong oleh ketidaksenonohan yang dilakukan oleh orang tua, terutama ayah kepada anak perempuannya. Pasien yang biasanya mengalami gangguan ini dibesarkan dalam lingkungan keluarga dimana orang tua berbicara tentang seks sebagai sesuatu yang kotor, namun berperilaku seks adalah suatu yang menyenangkan dan diinginkan.
Terapi
Psikoterapi
Penjelasan perasaan dalam (Inner Feeling)
Farmakoterapi
Antidepresan, Antiansietas, dan Antipsikotik
Ciri ciri gangguan ini adalah tidak pernah berhenti mencari perhatian, memiliki kepribadian narsisistik, sensitif terhadap kritik dan sangat takut pada kegagalan.

DSM IV
Pandangan yang dibesar besarkan mengenai pentingnya diri sendiri, arogansi
Terfokus pada keberhasilan, kecerdasan, kecantikan diri
Kebutuhan ekstrem untuk dipuja
Perasaan kuat bahwa mereka berhak mendapatkan segala seusatu
Kecenderungan memanfaatkan orang lain
Iri pada orang lain

Etiologi Gangguan Kepribadian Narsisitik
Kegagalan dalam mengembangkan harga diri terjadi bila orang tua tidak merespon anak anak mereka ketika anak anaknya menunjukan kompetensinya. Anak tidak dihargai berdasarkan makna dirinya sendiri, namun dihargai sebagai alat untuk membangun harga diri orang tua. hal ini lah yang menyebabkan terbentuknya kehidupan narsistik bila orang tua memenuhi kebutuhan mereka sendiri tanpa secara langsung menghargai anak anak mereka.
Terapi
Psikoterapi
Pendekatan psikoanalitik
Farmakoterapi
Lithium (Eskalith) dan Antidepresan
Karakteristik gangguan kepribadian antisosial
Dalam DSM-IV-TR mencakup dua komponen utama.
1. terdapat gangguan tingkah laku sebelum usia 15 tahun. Membolos, lari dari rumah, sering berbohong, mencuri, melakukan pembakaran, dan dengan sengaja merusak kepemilikan merupakan simptom - simptom utama gangguan tingkah laku.
2. Terus berlanjutnya pola perilaku anti sosial tersebut pada masa dewasa.
Dalam diagnostik DSM tak hanya mencakup pola perilaku anti sosial tertentu, namun juga pola pola yang berawal pada masa anak anak.

Karakteristik gangguan kepribadian antisosial
DSM IV

Berulangkali melanggar hukum
Menipu, berbohong
Implusivitas
Mudah tersinggung dan agresif
Tidak memedulikan keselamatan diri sendiri dan orang lain
Tidak bertanggung jawab seperti terlihat dalam riwayat pekerjaan yang tidak reliabel atau tidak memenuhi tanggung jawab keuangan
Kurang memiliki rasa penyesalan
Berusia minimal 18 tahun
Terdapat bukti menggenai gangguan tingkah laku sebelum berusia 15 tahun
Perilaku antisosial yang tidak terjadi secara eksklusif dalam episode skizofrenia atau mania

Salah satu karakteristik utama psikopati adalah kemiskinan emosi, baik positif maupun negatif. perasaan mereka yang tampak positif terhadap orang lain hanyalah sebuah kepura puraan. Psikopat memanipulasi orang lain demi mendapatkan keuntungan pribadi. Sering kali bertindak secara kejam terhadap orang lain dan memiliki kadar kecemasan yang rendah sehingga tidak mungkin dia belajar dari kesalahannya.

Karakteristik Psikopati
Penelitian dan Teori Mengenai Etiologi Gangguan Kepribadian Antisosial dan Psikopati
Dalam peran keluarga

Korelasi genetik Gangguan Kepribadian Antisosial

Emosi dan Psikopati

Terapi Psikopat
Karakteristik
Perfeksionis, memiliki fokus yag berlebihan pada detail, aturan, jadwal, dan lain-lain
Orientasi mereka terfokus pada pekerjaan, bukan kesenangan
Sulit mengambil keputusan karena takut salah
Memiliki hubungan interpersonal yang buruk karena sifat keras kepala mereka yang menutut orang lain melakukan sesuatu seperti mereka
Secara umum orang dengan Obsesive-compulsive biasanya serius, tidak fleksibel, rakus, dan kikir

Minimal terdapat empat dari ciri-ciri berikut ini :
Terfokus secara berlebihan pada aturan dan detail hingga poin utama suatu aktivitas terabaikan
Perfesionisme ekstrim hingga ke tingkat yang membuat berbagai proyek jarang terselesaikan
Pengabdian berlebihan pada pekerjaan hingga mengabaikan kesenangan dan persahabatan
Tidak fleksibel tentang moral
Sulit membuang benda-benda yang tidak berarti
Enggan mendelegasikan kecuali jika orang lain dapat memenuhi standarnya
Kikir
Rigid dan keras kepala

Terapi (avoidant / menghindar)
Psikoterapi

Farmakoterapi
atenolol (tenormin)

Psikoterapi
Farmakoterapi
Terapi
Seorang ahli klinis memberikan usulan tiga prinsip utama dalam menangani psikopat :
Terapis harus selalu waspada terhadap manipulatif yang mungkin dilakukan pasien,
Terapis harus berasumsi sampai terbukti apakah informasi direkayasa atau tidak, dan
Kerja sama harus terjalin, meskipun berjalan sangat lambat

Terapi Antisosial
Psikoterapi

Farmakoterapi
Etiologi Kelompok A
Faktor Genetik
Faktor temperamental
Faktor Psikoanalitik
Faktor Biologis

Psikoterapi

Farmakoterapi
antiansietas seperti diazepam (valium), obat antipsikotik pimozide, antipsikotik seperti thioridazine (mellaril) atau haloperidol (haldol) dalam dosis kecil dan periode singkat

Terapi
Psikoterapi

Farmakoterapi
antipsikotik dosis kecil, antidepresan dan psikostimulan

Terapi
Psikoterapi

Farmakoterapi
antidepresan, haloperidol, medikasi antipsikotik

Terapi
Terapi
Psikoterapi
-Asosiasi bebas dan terapi yang tidak mengarahkan.
-Terapi kelompok dan terapi perilaku

Farmakoterapi
- Clonazepam
- Clomipramine dan obat Serotonergik tertentu
Full transcript