Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Communication, Language and Culture

No description
by

Munif Haddad

on 8 January 2016

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Communication, Language and Culture

Communication, Language & Culture Theory
Thank You for Your Attentions
Acomodation and Communication Theory
Sapir-Whorf Hypothesis
Low and High Cultural Taxonomy
Semiology and Semiotic Theory

by :

Arga Dhinendra
Vita Aditya
Muhammad Munif Al-Hadad

PR 2013

Sejarah
Theory
Sejarah
Sejarah
Tugas utama di dalam semiotika adalah mengamati atau mengobservasi fenomena-gejala yang ada di sekitar kita melalui berbagai “tanda” baik itu verbal maupun nonverbal.
Penalaran manusia senantiasa dilakukan melalui tanda. Artinya, manusia hanya dapat berfikir melalui suatu tanda. Dalam fikirannya, logika sama dengan semiotika dan semiotika dapat diterapkan pada segala macam tanda.
Pada perspektif semiologi atau semiotika, pada akhirnya komunikasi menjadi suatu ilmu untuk mengungkapkan pemaknaan dari tanda yang diciptakan oleh proses komunikasi itu sendiri.
Asumsi
Teori ini kurang memperhatikan struktur dan mengabaikan unsur intrinsik.
Memerlukan banyak dukungan ilmu bantu yang lain seperti linguistik, sosiologi, psikologi, dll.
Terlalu banyaknya tanda dan makna pada suatu tanda, sehingga menimbulkan penafsiran-penafsiran dan persepsi yang berbeda dalam suatu budaya.
Kritik
High
Edward T. Hall berhasil menemukan dan mengemukakan ada gaya komunikasi (styles of communication) yang dimiliki dan ditunjukkan bangsa-bangsa di dunia pada tahun 1997. Berdasarkan temuan Edward T. Hall, sebenarnya bangsa-bangsa telah memiliki gaya komunikasi (styles of communication) masing-masing yang sangat menakjubkan.
Sejarah
Acomodation
Communication
Teori Akomodasi Komunikasi berawal pada tahun 1973, Teori komunikasi yang dikemukakan oleh Howard Giles ini dibahas dengan memperhatikan keberagaman budaya.
Asumsi
&
Low
Context
Taxonomy
Semiology
&
Semiotica
Sapir
Whorf
Hypothesis
Kritik
Subject : Theory of Communication
Lecturer : Syamsuddin Aziz, PhD
Communication Extension 2013
3rd Semester
Monday, 18.30
Teori ini menjelaskan cara-cara dimana orang-orang atau antar individu yang saling berinteraksi dapat mempengaruhi satu sama lain selama proses interaksi.
Teori ini berfokus pada premis bahwa ketika komunikan berinteraksi, mereka menyesuaikan pembicaraan, pola, vokal dan perilaku mereka untuk mengakomodasi orang lain melalui proses konvergensi.
Bahasa dan perilaku memberikan informasi mengenai status sosial dan keanggotaan dalam sebuah kelompok.
Penyesuaian tingkat akomodasi komunikasi menentukan arah proses akomodasi yang didalamnya terdapat aturan dan rumor mengenai harmonisasi sosial.
Teori ini terlalu menggunakan pemikiran yang sangat rasional, sehingga mengabaikan masalah emosional.
Teori ini sangat umum, penjelasannya tidak spesifik terutama cara untuk mengadaptasi suatu budaya.
Asumsi
Kritik
a
Pertama kali konsep semiotik diperkenalkan oleh Ferdinand de Saussure (1857-1913). Dalam teori ini semiotik dibagi menjadi dua bagian (dikotom), yaitu penanda (signifier) dan pertanda (signified). Penenda diartikan sebagai bentuk/wujud fisik yang dapat dilihat. Sedangkan pertanda diartikan sebagai makna dari bentuk/wujud tersebut yang terungkap melalui konsep, fungsi atau nilai yang terkandung didalamnya.
Kemudian teori ini dikembangkan oleh Roland Barthes (1915-1980). Dalam teori yang dikemukakan oleh Barthes semiotika dibagi menjadi 2 tingkatan pertanda, yaitu tingkat denotasi dan konotasi. Denotasi adalah tingkatan pertanda yang menjelaskan hubungan anyara penanda dan pertanda pada ralitas yang menghasilkan makna sebenarnya. Sedangkan konotas adalah tingkat pertandaan yang menjelaskan hubungan penanda dan pertanda yang didalamnya terdapat makna yang tidak langsung atau tidak pasti.
Berbeda dari para ahli sebelumnya, Charles Sander Peirce (1839-1914) merupakan ahli semiotika modern yang mengemukakan teori segitiga makna (triangle meaning) yang terdiri dari tiga elemen utama, yaitu tanda (sign), object dan interpretant. Tanda adalah sesuatu bentuk/wujud yang dapat dilihat, yang menurut Peirce terdiri dari Simbol, Ikon dan Indeks. Objek sebagai acuan yang menjadi referensi. Dan interpretant (pengguna tanda) adalah konteks sosial.
Asumsi
Bahasa mempengaruhi Pola Pikir.

Pola Pikir membentuk suatu Budaya.

Bahasa, Pola Pikir dan Budaya
saling mempengaruhi.
Teori budaya komunikasi konteks tinggi dan konteks rendah menentukan gaya budaya komunikasi dengan menggunakan pendekatan melalui budaya yang ada disuatu kelompok masyarakat.
Teori HCC perupakan teori yang membahas mengenai gaya komunikasi antarbudaya. Gaya budaya komunikasi tersebut adalah Budaya Komunikasi Tingkat Tinggi dan Budaya Komunikasi Tingkat Tinggi.
Budaya komunikasi tingkat tinggi dan tingkat rendah sangat mungkin dipahami jika digunakan oleh masing-masing kelompok budaya itu sendiri.
Budaya komunikasi HCC mengutamakan relasi sosial dalam aktifitas komunikasi karena berorientasi pada hubungan sosial (social relations) dan hubungan personal (personal relations).
Nilai – nilai atau skor yang diberikan oleh Hofstede pada dimensi budayanya bisa saja sudah tidak berlaku lagi, karena riset ini dilakukan pada tahun 1967 – 1973 dan juga dalam teorinya, Hofstede menyamakan budaya dengan bangsa.
Teori High and low context culture ini kurang atau bahkan tidak menjelaskan bagaimana cara beradaptasi dengan lingkungan budaya yang baru, misalnya dari budaya high context beradaptasi dengan budaya low context.
Edward Sapir (1884 - 1939 adalah linguis Amerika yang sangat memahami konsep-konsep linguistik Eropa, sedangkan Benjamin Lee Whorf (1897 - 1941) adalah muridnya. Keduanya banyak mempelajari dan memahami bahasa-bahasa orang suku asli Amerika yaitu suku Indian. Hipotesis yang sangat fenomenal menurut sebagian ahli, teori ini menunjukkan suatu dunia simbolik yang khas dan dapat melukiskam pikiran, pengalaman batin dan kebutuhan yang dimiliki oleh individu.
Kritik
Deskripsi dalam Hipotesis Sapir - Whorf kurang begitu jelas baik contoh dalam penalaran dan penerapannya hanya sedikit.
Hipotesis ini tidak menjelaskan secara detil mengenai pikiran yang dapat mempengaruhi bahasa.
Full transcript