Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Perkembangan Islam di Sulawesi

No description
by

Eka Yunita Rahayu

on 21 November 2014

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Perkembangan Islam di Sulawesi

Sejarah Masuknya Islam di Sulawesi
Agama Islam
Pusat peradaban Islam di sulawesi adalah Kerajaan Gowa.
Kerajaan Gowa secara geografis terletak di dearah Kabupaten Gowa Propinsi Sulawesi Selatan saat ini. Kerajaan ini dikenal merupakan kerajaan maritim yang sempat “menguasai” Asia Tenggara. Pelaut-pelaut ulung dari kerajaan Gowa pun sangat kesohor, mereka menjelajah Samudera dengan Perahu Pinisi, mereka sampai ke Eropa, Afrika dan Australia dalam menjelajahi samudera.
Raja Pertama kerajaan Gowa adalah Seorang wanita/ratu yang bernama To Manurunga (orang yang datang dari kayangan). Dinasti To Manurunga ini kemudian menjadi raja  atau dikenal sebagai sombayya secara turun temurun

Hubungan dagang antar pulau di Indonesia menjadi salah satu media dakwah Islamiyah pada masa awal pertumbuhan dan perkembangan Islam. Pada abad ke-16 pelabuhan Gresik mempunyai arti sangat penting dalam perdagangan dan penyebaran agama Islam. Banyak pedagang dari luar Jawa, seperti dari Maluku (ternate, Hitu), Kalimantan, Sulawesi, dan lain-lain datang ke Gresik untuk berdagang dan belajar agama Islam di pesantren Sunan Giri. Setelah kembali ke daerahnya, mereka berusaha menyebarkan agama Islam disertai para santri yang sengaja dikirim secara khusus oleh Sunan Giri. Diantara mereka adalah para pedagang dari Makasar dan Bugis. Maka masuklah agama Islam ke Sulawesi yang diterima oleh para penduduk pantai tempat aktivitas perdagangan berlangsung.

Agama Islam masuk ke Sulawesi sejak abad ke-16, sejak masa kekuasaan Sombayya Ri Gowa I Mangngarrangi Daeng Mangrabia Karaeng Lakiung Sultan Alauddin Awalul Islam raja Gowa ke-14. tetapi baru mengalami perkembangan pesat pada abad ke-17 setelah raja-raja Gowa dan Tallo menyatakan diri masuk Islam. Islam dinyatakan resmi sebagai agama kerajaan Gowa pada tanggal 9 Jumadil Awal 1051 H / 20 September 1605 M. 

Raja Gowa Tallo
Raja yang pertama kali memeluk agama islam di Makasar ialah Raja Talo yang bernama I Malingkang Daeng Manyonri. Setelah masuk islam beliau berganti nama menjadi ‘Abdullah Awwal al-Islam.

Raja Gowa yang pertama masuk Islam ialah Daeng Manrabia yang berganti nama Sultan Alauddin Awwalul Islam.

Perkembangan Islam di Sulawesi
Eka Yunita Rahayu
Vannisa Nabila
Noura Alia
M. A. Halim Bagaskoro
Rizky Adi Wicaksana
Anwar Rosadi
XII IPA 1
Para muballigh yang banyak berjasa
Abd al-Qadir Khatib Tunggal,
Datuk Ri Bandang,
Datuk Patimang,
Datuk Ri Tiro, dan
Syekh Yusuf Tajul Khalwati Tuanta Samalaka

Dakwah Islamiyah ke Sulawesi berkembang terus sampai ke daerah kerajaan Bugis, Wajo, Sopeng, Sindenreng, dan lain-lain. Suku Bugis yang terkenal berani, jujur dan suka berterus terang, semula sulit menerima agama Islam. Namun berkat kesungguhan dan keuletan para mubaligh, secara berangsur-angsur mereka menjadi penganut Islam yang setia.

Pelaut-pelaut Bugis berlayar menjelajah seluruh Indonesia sampai ke Aceh. Di antara mereka adalah pembesar Bugis bernama Daeng mansur yang di Aceh lebih dikenal dengan panggilan Tengku di Bugis. Salah seorang puterinya bernama Puteri Sendi. Ia dikawinkan dengan Sultan Iskandar Muda, raja besar Aceh. Sejak itu hubungan antara Aceh – Bugis sangat erat, sehingga banyak pengaruh budaya Aceh di Bugis. Tampaknya hubungan perdagangan yang diperkuat dengan hubungan kekerabatan yang berdasarkan agama Islam itu telah memperkokoh hubungan persatuan antara penduduk di seluruh wilayah Indonesia.

Peninggalan sejarah islam di Sulawesi
 Batu Pelantikan Raja (Batu Pallantikang)
Batu petantikan raja (hatu pallantikang) terletak di sebelah tenggara kompleks makam Tamalate. Dahulu, setiap penguasa baru Gowa-Tallo di sumpah di atas batu ini 
Mesjid Katangka
Mesjid Katangka didirikan pada tahun 1605 M. Sejak berdirinya telah mengalami beberapa kali pemugaran.

Makam Syekh Yusuf
Kompleks makam ini terletak pada dataran rendah Lakiung di sebelah barat Mésjid Katangka. Di dalam kompleks ini terdapat 4 buah cungkup dan sejumlah makam biasa. Makam Syekh Yusuf terdapat di dalam cungkup terbesar, berbentuk bujur sangkar Pintu masuk terletak di sisi Selatan.
Benteng Tallo (Fort Rotterdam)
Benteng Tallo terletak di muara sungai Tallo. Benteng dibangun dengan menggunakan bahan batu bata, batu padas/batu pasir, dan batu kurang.

Masuknya Islam di Sulawesi tidak terlepas dari peran Sunan Giri di Gresik, hal ini karena Sunan Giri mendirikan pondok pesantren yang banyak muridnya dari luar jawa termasuk dari Sulawesi. Adapun masuknya Islam di Sulawesi ada 2 cara :

1.Tidak resmi : Interaksi pedagang setempat dengan pedagang muslim di luar Sulawesi

2.Resmi : Penerimaan Islam dilakukan oleh Raja Gowa dan Tallo, Sultan Alaudin yang telah masuk Islam tahun 1605.
Full transcript