Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

STEROL

No description
by

Prionggo Adi Saputro

on 17 May 2015

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of STEROL

Sterol merupakan bagian yang penting dari senyawa organik dan seringkali berfungsi sebagai nukleus. Salah satu jenis sterol, yakni kolesterol mempunyai peranan yang vital bagifungsi-fungsi selular dan menjadi substrat awal (bahasa Inggris: precursor ) bagi vitamin yang larut dalam lemak, dan hormon steroid.Senyawa sterol yang berasal dari tumbuh – tumbuhan disebut phytosterol. Dua senyawa phytosterol yang telah dapat diidentifikasikan adalah sitosterol dan stigmasterol.
Sterol, juga dikenal sebagai alkohol steroid, adalah kelas bahan kimia yang memainkan peran ganda yang penting dalam tubuh. Mereka memiliki bagian-bagian yang dapat larut dalam molekul seperti lemak dan bagian-bagian yang dapat larut dalam air. Sterol manusia yang paling banyak dikenal adalah kolesterol, yang berfungsi sebagai prekursor untuk hormon steroid dan vitamin yang larut dalam lemak. Beberapa orang mengambil sterol – seperti vitamin A, D, E dan K – sebagai suplemen.
BIOSINTESIS STEROL
Sterol dapat dijumpai sebagai sterol bebas, ester sterol (terasilasi), eter alkil steril (teralkilasi), sterol sulfat, dan steril glikosida yang kemudiannya dapat terasilasi menjadi glikosida sterol berasil. Biosintesis sterol hampir selalu ditemukan pada makhluk eukariota dan hampir tidak ditemukan pada makhluk prokariota. Lintasan biosintetik sterol dapat diamati pada proteobakterium.
Secara luas, beberapa sterol ini diklasifikasikan dan berada dalam persentasi yangrendah (1-2%) dari campuran sterol; klasifikasi melalui rantai makanan dapat diduga karena benyak spesies yang tidak mampu untuk mensintesis sterol secara de novo. Sterol lain, dengan batasan klasifikasi terhadap klas, genus, atau spesies tertentu, campuran sterol berada dalam persentasi yang sangat tinggi; untuk sterol ini, partisipasi invertebrata dalam biosintesis ataumodifikasi sterol diambil dari menu yang paling mungkin
Biosintesis kolestrol (sterol) dibagi dalam tiga tahap deretan reaksi pembentukan antara lain :
1. Pembentukan senyawa intermediate mevalonat

Diawali dengan reaksi pengabunggan 2 molekul asetil-SKoA, yang dikatalis oleh enzim tiolase, dan dihasilkan asetoasetil-SKoA. Selanjutnya, asetoasetil-SKoA bereaksi dengan 1 molekul asetil-SKoA lagi membentuk senyawa β-OH, β-CH3-SKoA (HMG-SKoA). Reaksi ini dikatalis oleh enzim HMG-SKoA sintesis. Akhirnya HMG-SKoA direduksi oleh NADPH + H+, yang dikatalis oleh enzim HMG-SKoA reduktase, dan terbentuklah mavelonat.

2.  Pembentukan kolestrol (sterol)

Perubahan mevalonat menjadi senyawa sterol pertama berupa lenosterol, berlangsung melelui pembentukan dua senyawa intermediate, berturut-turut berupa senyawa unit isoprenoid dan skualen. Kolestrol diturunkan dari lenosterol melalui pembentukan senyawa intermediate berupa senyawa 14-desmetillano-sterol, zimosterol, ∆7, ∆24 –kolestadienol, desmosterol dan pada akhirnya terbentuklah kolestrol.

STEROL
3.     Pembentukan kolestrol dari skualin

Pada tahap terakhir proses biosintesis kolestrol, skualin bereaksi dengan oksigen menghasilkan skualin-2,3-epoksida. Reaksi ini dikatalis oleh skualin monooksigenase. Selanjutnya skualin-2.3-epoksida mengalami proses suklisasi, yang dikatalis oleh enzim skualin epoksida lanosterol-siklase, menghasilkan lenosterol. [erubahan linosterol menjadi kolestrol berlangsung dengan pelepasan tiga gugus metal (dua atom karbon nomor empat dan satu dari atom karbon nomor 14), reduksi ikatan rangkap dari rantai samping kolestrol, dan perpindahan ikatan rangkap dari posisi-8,9 ke posisi-5,6 dalam cincin B. perubahan linosterol dapat berlangsung melalui salah satu dari dua jalur reaksi, yaitu melalui pembentukan desmoserol atau melalui 7-dehidroksikolestrol.


Karena sterol adalah prekursor untuk steroid, keduanya dapat dianggap memiliki hasil dan efek yang sama pada tubuh manusia. Ini termasuk dari molekul kolesterol dengan hormon seks dengan glukokortikoid terhadap obat anti inflamasi seperti deksametason. Juga steroid anabolik adalah dari kategori yang sama juga. Sterol berbeda dalam arti bahwa mereka diwajibkan untuk menjaga fluiditas sel dan sinyal sekunder, dengan steroid bukan bagian darinya.
Jadi kesamaan antara keduanya lebih besar daripada perbedaan-perbedaan, dan kita harus mempertimbangkan sterol sebagai komponen steroid sehingga memberikan kita dengan efek steroid yang biasanya kita lihat.


SEKIAN
TERIMA KASIH
Full transcript