Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

PENGENDLIAN KEUANGAN

Mimarlıkta Yenilenebilir Enerji Kaynakları
by

Ikke Apriliasari

on 8 April 2016

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of PENGENDLIAN KEUANGAN

Fungsi Keuangan
PENGENDALIAN KEUANGAN
Definisi Pengendalian Keuangan
Pengendalian Terpadu
Faktor-faktor Kontekstual
Pertimbangan-pertimbangan Rancangan
POKOK BAHASAN PENGENDALIAN KEUANGAN
1. PENTINGNYA MANAJEMEN KEUANGAN
2. FUNGSI KEUANGAN
3. DEFINISI PENGENDALIAN KEUANGAN
4. PENGENDALIAN TERPADU
5. FAKTOR-FAKTOR KONTEKSTUAL
6. PERTIMBANGAN-PERTIMBANGAN RANCANGAN
7. PENGENDALIAN DALAM ERA PEMBERDAYAAN
8. KASUS DAN PEMBAHASAN

Pentingnya Manajemen Keuangan

Manajemen Keuangan adalah sebuah subjek yang sangat menarik saat kita mendekati abad ke-21. Manajemen keuangan merupakan salah satu manajemen fungsional dalam suatu perusahaan yang mempelajari tentang penggunaan dana, memperoleh dana dan pembagian hasil operasi perusahaan. pengertian ini mengalami berbagai perkembangan berawal dari pengertian yang hanya sekedar mengutamakan kegiatan mendapatkan / memperoleh dana saja hingga mencakup kegiatan mendapatkan, penggunaan dana hingga pengelolaan atas aset (aktiva).


Fungsi keuangan yang utama adalah dalam hal keputusan investasi, perhitungan biaya, dan dividen untuk suatu organisasi.
Tujuan manajer keuangan adalah membuat rencana guna memperoleh dan menggunakan dana, serta memaksimalkan nilai organisasi.
Kegiatan yang melibatkan manajer keuangan, yaitu:
1. Dalam perencanaan dan peramalan, manajer keuangan berinteraksi
dengan para eksekutif yang bertanggung jawab atas kegiatan-kegiatan
perencanaan strategis umum.
2. Manajer keuangan harus memusatkan perhatiannya pada keputusan
investasi dan perhitungan biaya, serta segala hal yang berkaitan
dengannya
3. Manajer keuangan harus bekerja sama dengan para manajer lainnya
agar perusahaan dapat beroperasi seefisien mungkin karena semua
keputusan bisnis memiliki dampak keuangan.
4. Manajer keuangan menghubungkan perusahaan dengan pasar uang dan
pasar modal yang merupakan sumber perolehan dana dan tempat surat
berharga perusahaan diperdagangkan.



A. Umpan Balik Mekanikal versus Respons Perilaku
Definisi pengendalian telah didasarkan pada konsep “kepercayaan” dan “kemungkinan”. Para manajer membutuhkan suatu keyakinan tentang cara dunia mereka bekerja dan dampak-dampak yang mereka harapkan dari suatu inisiatif yang dipilih. Bagaimanapun, para manajer memiliki peluang khusus untuk dapat memdeteksi hasil-hasil keperilakuan.
B. Perluasan Konsep-konsep Tradisional
Konsep-konsep pengendalian tradisional dalam akuntansi sering kali berarti bahwa hasil dari informasi akuntansi adalah langkah akhir dari peran akuntan. Dalam pendekatan perilaku, menghasilkan informasi bukanlah akhir dari keterlibatan akuntan, sehingga informasi dapat dipandang sebagai suatu intermediasi dari langkah akhir.

Terdapat empat proses administratif dan implementasi pengendalian, yaitu:
1. Perencanaan
2. Operasi
3. Umpan Balik
4. Interaksi Pengendalian

Faktor-faktor kontekstual kritis merupakan subjek untuk melakukan perbaikan secara keseluruhan. Faktor-faktor konstekstual tersebut antara lain:
1. Ukuran
2. Stabilitas Lingkungan
3. Motif Keuangan
4. Faktor-faktor Proses

1. Antisipasi terhadap Konsekuensi Logis
Antisipasi terhadap konsekuensi logis merupakan
komponen-komponen inti dalam mendesain pengendalian.
2. Relevansi dengan Teori Agensi
Teori agensi menyangkut persoalan “biaya” dimana suatu
pendelegasian dengan asumsi keputusan-keputusan tertentu
bersifat tidak jelas atau dipengaruhi secara bersama-sama
agar menjadi tidak nyata.
3. Pengelolaan Perubahan
Pengelolaan perubahan adalah sesuat yang penting
dalam menentukan rancangan-rancangan pengendalian.

Pengendalian Dalam Era Pemberdayaan
A. Sistem Pengendalian Diagnostik
B.   Sistem Kepercayaan
C.   Sistem Batasan
D.   Sistem Pengendalian Interaktif
E.   Penyeimbangan Pemberdayaan dan
Pengendalian

KASUS
Metrotvnews.com, Jakarta: Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan  potensi kerugian negara sebesar Rp 9,72 triliun dari 12.947 kasus. Kerugian tersebut ialah hasil ketidakpatuhan hingga inefisiensi.
Kepala BPK Hadi Poernomo mengungkapkan hal itu di Jakarta, Selasa (2/4). Dia menyampaikan temuan BPK atas audit kinerja, pemeriksaan dengan tujuan tertentu, dan pemeriksaan keuangan di pemerintah pusat, daerah, BUMN, BUMD,  perusahaan kontraktor kontrak kerja sama migas (KKKS), BLU, dan sebagainya di mana ditemukan.
Hadi mengatakan, sebanyak 3.990 kasus di antaranya merupakan ketidakpatuhan yang berpotensi merugikan negara sebesar Rp5,83 triliun. Sebanyak 4.815 kasus ialah kelemahan Sistem Pengendalian Internal (SPI), 1.901 kasus  penyimpangan administrasi, dan sebanyak 2.241 kasus berpotensi merugikan negara senilai Rp3,88 triliun.
“Selama proses pemeriksaan, entitas yang diperiksa telah menindaklanjuti temuan ketidakpatuhan yang mengakibatkan kerugian, potensi kerugian, dan kekurangan penerimaan dengan penyerahan aset dan/atau penyetoran uang ke kas negara/daerah/perusahaan senilai Rp124,13 miliar,” tutur Hadi.
 Sebagai gambaran, pada pemeriksaan semester I-2012, BPK menemukan 13.105 kasus dengan nilai Rp12,48 triliun dengan rincian kasus ketidakpatuhan sebanyak 3.976 kasus senilai Rp8,92 triliun dan 9.129 kasus dengan nilai Rp3,55 triliun kelemahan SPI, inefisiensi dan inefektivitas serta penyimpangan administratif.
  Pada periode pemeriksaan sebelumnya, penyetoran ke kas negara/daerah/perusahaan berjumlah Rp311,34 mliar. (Gayatri).


PEMBAHASAN
1. Identifikasi kasus.
Dari kasus di atas dapat diketahui bahwa banyak sekali entitas pemerintahan  baik itu pemerintah pusat maupun pemerintah daerah yang bekerja secara tidak efisien. Hal tersebut sangat merugikan negara karena sumber dana yaitu dana APBN yang digunakan tidak sebanding dengan kinerja yang dihasilkan oleh instansi  pemerintahan tersebut. Kinerja yang dihasilkan oleh instansi pemerintah yang tidak efisien tersebut akan berakibat pada tidak tercapainya tujuan yang telah ditetapkan. Hal itu juga berakibat terjadinya pemborosan anggaran karena tidak efisiennya kinerja instansi pemerintahan.

2. Permasalahan yang timbul dari kasus di atas.
Dari identifikasi kasus di atas maka dapat disimpulkan bahwa masalah yang muncul adalah penyimpangan yang dilakukan oleh instansi pemerintahan pada  pengelolaan anggaran dan juga penyalahgunaan anggaran serta penyimpangan administratif lainnya yang diakibatkan karena lemahnya sistem pengendalian intern  pada instansi pemerintahan tersebut. Hal tersebut merugikan negara serta tidak tercapainya tujuan yang telah direncanakan dan ditetapkan sebelumnya
.
.

Lanjutan pembahasan
4. Akibat yang ditimbulkan dari permasalahaan di atas.
Akibat yang ditimbulkan dari permasalahaan di atas seperti penyimpangan dan  pemborosan dalam pengelolaan penggunaan anggaran yang terjadi pada instansi  pemerintahan adalah tidak tercapainya tujuan yang telah direncanakan sebelumnya dan juga kerugian yang harus ditanggung oleh pemerintah karena hal tersebut akan  berakibat pada menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap kinerja instansi  pemerintah.

5. Saran dan rekomendasi yang dapat diberikan.
Saran yang diberikan agar masalah tersebut bisa terselesaikan adalah dengan memberikan pengarahan terhadap pegawai pemerintahan dan juga memberikan  pengetahuan agama yang mendalam sehingga pegawai akan mengurungkan niat apabila ingin melakukan penyimpangan dan penyalahgunaan anggaran pemeintah.

Yang kedua adalah pemerintah perlu untuk bersikap transparan dan akuntanbilitas kepada pemerintahan pusat hingga daerah karena dengan adanya transparansi dan akuntabilitas keuangan yang jelas maka visi, misi serta tujuan yang hendak dicapai akan bisa terwujud dengan baik sesuai dengan apa yang di inginkan. Dan yang terakhir adalah harus adanya evaluasi secara periodik dalam rangka untuk mempertanggung jawabkan dan melaporkan segala kegiatan yang telah dilakukan dalam pengelolaan anggaran pemerintah.


Lanjutan Pembahasan

3. Apakah yang seharusnya dilakukan agar kasus tersebut bisa dihindari.
Seharusnya instansi pemerintah baik itu pusat ataupun daerah meningkatkan sistem pengendalian intern. Karena dengan kuatnya sistem pengendalian intern maka hal-hal yang terjadi di atas bisa berkurang bahkan tidak terjadi lagi. Selain itu juga  perlu adanya kontrol dari pihak luar baik itu auditor maupun masyarakat kita untuk ikut serta dalam pengawasan kinerja dari instansi pemerintahan supaya tidak terjadi  penyimpangan, penyelewangan maupun penyalahgunaan dalam pengelolaan agar tujuan yang direncanakan dan dihasilkan tercapai. Kesadaran instansi pemerintahan dalam mengelola dan menggunakan anggaran juga penting karena anggaran tersebut berasal dari uang rakyat sehingga apabila terjadi penyimpangan dalam pengelolaan dan penggunaan maka akan merugikan masyarakat.
Full transcript