Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Kontribusi Bangsa Indonesia dalam Perdamaian dunia

No description
by

Brenda Jory

on 25 January 2016

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Kontribusi Bangsa Indonesia dalam Perdamaian dunia

Kontribusi Bangsa Indonesia dalam Perdamaian dunia
Brenda Jory
Peran aktif Indonesia dalam ASEAN merupakan refleksi kepercayaan diri Indonesia akan kemampuannya sebagai refleksi kepercayaan diri Indonesia akan kemampuannya sebagai negara terbesar di kawasan Asia Tenggara
Memiliki modal yaitu luas wilayah dan jumlah penduduk, sumber daya alam, posisi geopolitik, dan tradisi budaya

Kontribusi Indonesia dalam perdamaian ASEAN
Upaya menciptakan stabilitas kawasan Asia Timur mau tidak mau akan menempatkan Indonesia sebagai pilar utamanya. keamanan Asia Timur dipengaruhi stabilitas di kawasan Asia Tenggara

Menurut Chiken Kakazu
Karena perpindahan penduduk LUZON & VISAYAS ke Mindanao yang dirancang dalam program kebijakan pemerintah

Penengah konflik pemerintah Philipina dan MNLF
Konflik Kamboja & Thailand
Doktrin SEANWFZ
Dalam KTT ASEAN ke-2 di Kuala Lumpur Malaysia mengajukan konsep ZOPFAN (Zone of peace, fee, and neutral) , yakni konsep yang berisi pernyataan memperjuangkan Asia Tenggara sebagai kawasan yang damai, bebas, dan netral.




Negara di Asia Tenggara yang tergabung dalam ASEAN menyadari pentingnya keamanan regional dan menyelesaikan konflik internal


Untuk dapat melaksanakan ZOPFAN maka salah satu instrumen yang penting adalah kesepakatan dalam TAC


Lahirnya SEANWFZ ( Southeast Asia Nuclear Weapon Zone) merupakan suatu kesepakatan diantara 10 negara ASEAN utk mengamankan wilayah asia tenggara dari penggunaan nukir yaitu dengan tidak mengembangkan, memproduksi, ataupun membeli nuklir


Doktrin Kuantan
Doktrin ini beranggapan bahwa tekanan Cina atas Vietnam akan lebih mendekatkan Vietnam dengan Uni Soviet
Doktrin ini ditentang Thailand karna ketika Vietnam dibiarkan saja menginvasi Kamboja dikhawatirkan Vietnam juga melakukan tindakan yang sama terhadap negara di Asia Tenggara, dan pandangan ini didukung sebagian besar negara di Asia Tenggara


Bangsa Moro merasa terpinggirkan yang diakibatkan munculnya sengketa lahan & pergeseran kekuasaan


Pemberontakan MILF ( Noro Islamic Liberation Front ) yang menerima tawaran ekonomi dari pemerintah Filipuna sedangkan Salamat Hashim dan pendukung tetap menginginkan kemerdekaan


Penyelesaian pemerintah RI :

Pemerintah Indonesia berkepentingan terhadap wilayah ASEAN di kawasan regional Asia Tenggara yang aman dan damai



Pemerintah Indonesia tidak mendukung gerakan gerakan separatis di negara negara tetangga Indonesia.


Perundingan itu menghasilkan FPA ( Final Peach Agreement ) = perjanjian damai.


Penyelesaian konflik di Kamboja
Kamboja merupakan negara Asia Tenggara yang semula benrbentuk Kerajaan dibawah kekuasaan Dinasti Khmer di Semenanjung indo-China


Norodom Sihanouk - 1953

Kudeta terhadap kekuasaan Norodom Sihanouk oleh Jendral Lon Nol. Lon Nol memerintah Kamboja selama 5 Tahun - 1970

Khmer merah pimpinan Pol Pot memumbang Lon Nol. Rakyat Kamboja menderita akibat kebijakan pol Pot.- 1975

Pemerintahan Pol Pot berhasil di gulingkanoleh pimpinan Heng Samrin. Kamboha dikendalikan tentara Vietnam yang dipimpin oleb Heng Samrin ( Presiden ) dan Hun Sen ( Perdana Mentri)- 1979

Tiga kelompok faksi yang masih bertahan di Kamboja yaitu Khmer Mera ( Khieu Samphan ) , Front kemerdekaan nasional, netral, kedamaian dan kerjasama ( Sihanouk ), dan Front Nasional kebebasan orang orang Khmer ( Son Sann ) - 1982

ketiga faksi membentuk Koalisi Pemerintahan di Kamboja (CGDK)-1982



PBB menggelar Konferensi Internasional untuk kamboja yaitu International Conference on Kampuchea (ICK) bertujuan untuk menemukan solusi penyelesaian politik yang komprehensif dalam forum multilateral.


Jakarta Informal Meeting (JIM I) diadakan 25-28 Juli 1988 di bogor

Jakarta Informal Meeting (JIM II) diadakan 19-21 Februari 1989


Hasil dari JIM diantaranya adalah penarikan seluruh pasukan vietnam dengan batas waktu 30 september 1989


Kesepakatan Paris mencangkup hal-hal :

-Final Act konferensi paris mengenai kamboja
-Persetujuan penyelesaian masalah politik berupa mandat UNTAC, masalah militer, pemilu, dll
-Kesepakatan tentang kedaulatan, kemerdekaan, integrasi wilayah, dan kebutuhan nasional kamboja


Prancis menyelenggarakan konferensi internasional mengenai kamboja pada tahun 1991. Kesepakatan Paris menjadi petanda berakhirnya konflik berkepanjangan di kamboja

VS
Terjadi karena sengketa perbatasan antara kedua negara konflik tersebut berakar dan ketidakjelasan letak kuil Prah Vihear yang didirikan oleh Raja Kamboja.

Pengakuan dari UNESCO pada 17 juli 2008 bahwa Prah Vihear yang terletak wilayah Kamboja termasuk dalam daftar kekayaan dunia memicu konflik perbatasan antar kedua negara

sempat terjadi perundingan untuk menyelesaikan sengketa ( Thailand-Kamboja General Border Commite) pada tanggal 21 juli 2008 , tetapi perundingan itu tidak berjalan mulus.
kontak senjata sering terjadi menyebabkan Kamboja membawa masalah ini ke Dewan keamanan PBB

konflik perbatasan Thailand Kamboja sempat memanas tahun 2009,2010,2011.


sehari setelah baku tembak Menlu RI Marty Natalegawa melakukan “shuttle diplomacy”


Konflik Laut Cina Selatan
Laut Cina Selatan sebagai wilayah territorial menciptakan kerentanan situasi keamanan di kawasan laut cina selatan.


ASEAN memiliki peran yg sangat penting dalam membantu menyelesaikan konflik laut cina selatan


Menlu RI mengadakan pertemuan dengan Menlu Filipina di Manila, dengan Menlu Viet Nam di Hanoi dan dengan Menlu Singapura


Pemerintah Kamboja sebagai Ketua ASEAN dalam tindak lanjut dari Shuttle Diplomacy dalam media briefing yang diselenggarakan di Peace Palace pada tanggal 18 Juli 2012 mengeluarkan Pernyataan bersama Menteri Luar Negeri ASEAN “ASEAN’s Six-Point Principles on the South China Sea

Full transcript