Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

ISO/IEC 17043:2010 Persyaratan Umum Uji Profisiensi

No description
by

Reo Dewa Kembara

on 28 November 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of ISO/IEC 17043:2010 Persyaratan Umum Uji Profisiensi

ISO/IEC 17043:2010 Persyaratan Umum Uji Profisiensi
Sistematika ISO/IEC 17043:2010
5. Persyaratan Manajemen
5.1 Organisasi
5.2 Sistem Manajemen
5.3 Pengendalian Dokumen
5.4 Tinjauan Permintaan, Tender dan Kontrak
5.5 Mensubkontrakkan Layanan
5.6 Pembelian Jasa dan Perbekalan
5.7 Layanan kepada Pelanggan
5.8 Keluhan (Pengaduan)
5.9 Pengendalian Kegiatan yang Tidak Sesuai
5.10 Peningkatan
5.11 Tindakan Korektif (Tindakan perbaikan)
5.12 Tindakan Pencegahan
5.13 Pengendalian Rekaman
5.14 Audit Internal
5.15 Tinjauan Manajemen
Sistematika ISO/IEC 17043:2010
Daftar Isi
Kata Pengantar
Pendahuluan
1. Ruang Lingkup
2. Acuan Normatif
3. Istilah dan Definisi
4. Persyaratan Teknis
5. Persyaratan Manajemen
Lampiran A (informatif): Jenis skema uji profisiensi
Lampiran B (informatif): Metode statistik uji profisiensi
Lampiran C (informatif): Pemilihan dan Penggunaan uji profisiensi
Definisi
Uji Profisiensi adalah evaluasi kinerja peserta terhadap kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya melalui uji banding antar laboratorium

Uji Banding antar laboratorium adalah pengorganisasian, kinerja dan evaluasi pengukuran atau pengujian terhadap objek yang sama atau serupa oleh dua atau lebih laboratorium sesuai dengan
kondisi yang ditetapkan
Sistematika ISO/IEC 17043:2010
4. Persyaratan Teknis
4.1 Umum
4.2 Personel
4.3 Peralatan, Akomodasi dan Kondisi Lingkungan
4.4 Disain Skema Uji Profisiensi
4.5 Pemilihan Metode atau Prosedur
4.6 Pelaksanaan Skema Uji Profisiensi
4.7 Analisis Data dan Evaluasi Hasil Uji Profisiensi
4.8 Laporan
4.9 Komunikasi dengan Peserta
4.10 Kerahasiaan
Latar Belakang
5.2 Personnel
5.3 Lingkungan 5.9 Jaminan Mutu
5.4 Metode
5.5 Peralatan 5.10 Pelaporan
5.6 Ketertelusuran
5.7 Pengambilan Sampel
5.8 Penanganan Alat
4.1 Umum
Pengembangan dan pengoperasian skema UP harus
dilaksanakan oleh penyelenggara yang mempunyai
kompetensi dalam melaksanakan UBL dan akses pada
keahlian berkaitan khusus dengan item UP.

Penyelenggara UP, atau sub-kontraktornya, juga harus
mempunyai kompetensi dalam pengukuran atas
properti yang dievaluasi dalam UP.
4.2 Personel
Penyelenggara uji profisiensi harus:
Mempunyai personel di bidang manajerial & teknis yang memiliki
wewenang dan kompetensi teknis yang diperlukan untuk posisi
kunci, dan menjamin kualifikasi ini terpenuhi;

Mendefinisikan level kualifikasi dan pengalaman minimum;

Memberikan wewenang personel khusus untuk :
a) memilih bahan UP;
b) merencanakan skema UP;
c) mengambil contoh ;
d) mengoperasikan peralatan khusus;
e) melaksanakan pengukuran utk menentukan homogenitas, stabilitas
contoh UP serta nilai-acuan & ketidakpastian terkait;
f) mempersiapkan, menangani dan mendistribusikan contoh UP;
g) mengoperasikan pengolah data ;
h) melaksanakan analisis statistik;
i) mengevaluasi unjuk kerja peserta UP;
j) memberikan opini dan interpretasi; dan
k) mengesahkan penerbitan laporan UP
4.3 Peralatan Akomodasi dan Lingkungan
Penyelenggara UP harus mengidentifikasi kondisi lingkungan yang dapat
secara signifikan mempengaruhi kualitas contoh-uji serta hasil uji dan
kalibrasi, termasuk kondisi yang dipersyaratkan oleh spesifikasi dan
prosedur pengukuran yang relevan.

Penyelenggara UP harus mengendalikan dan memonitor kondisi-kondisi
tersebut, dan harus merekam hasilnya. Aktivitas UP yang relevan harus
dihentikan bilamana kondisi lingkungan membahayakan kualitas atau
pelaksanaan skema UP.

Harus ada penyekat yang efektif antara area kegiatan yang tidak
berkaitan. Langkah-langkah perlu diambil untuk mencegah terjadinya
kontaminasi silang.

Penyelenggara UP harus menjamin bahwa karakteristik unjuk kerja
metode laboratorium dan peralatan yang digunakan untuk
mengkonfirmasi kandungan, homogenitas dan stabilitas contoh-uji selalu
valid dan terpelihara .
4.4. Perancangan skema UP
Perencanaan ( Disain )
1. Penyelenggara UP harus mengidentifikasi dan merencanakan proses-proses
yang secara langsung mempengaruhi kualitas skema UP dan harus menjamin
bawha hal itu dilaksanakan sesuai prosedur yang ditetapkan sebelumnya.
2. Penyelenggara UP tidak boleh men-subkontrak-kan perencanaan skema UP (lihat
5.5.2).
3. Penyelenggara UP harus mendokumentasikan rencana tersebut sebelum
pelaksanaan skema UP, yang terdiri dari sasaran, maksud, desain dasar dari
skema UP, termasuk informasi-informasi yang diperlukan.
a) Nama dan alamat Penyelenggara UP

u) …..
4. Penyelenggara UP harus mempunyai akses kepada kepakaran dan
kepengalaman teknis yang diperlukan dan relevan dengan bidang
o pengujian,
o kalibrasi,
o sampling atau inspeksi, dan juga
o statistik.
5. Jika diperlukan hal ini dapat dipenuhi melalui pembentukan kelompok
penasihat, ahli, atau pengarah (apa pun namanya).
4.4. Perancangan skema UP
 Persiapan contoh-uji
1. Penyelenggara UP harus menetapkan dan mengimplementasikan
prosedur untuk menjamin bahwa contoh-uji dipersiapkan sesuai
dengan rencana di atas. (pada butir 4.4.1)
2. Penyelenggara UP harus menetapkan dan mengimplementasikan
prosedur untuk menjamin bahwa akuisisi, koleksi, persiapan,
penanganan, penyimpanan, dan jika diperlukan, pemusnahan semua
contoh-uji. Prosedur harus memastikan bahwa bahan-bahan yang
digunakan untuk membuat contoh-uji diperoleh sesuai dengan
aturan pihak penguasa yang sah, dan dengan proses pengadaan yang
etis.
3. contoh-uji harus cocok dengan matrik besaran ukur (measurand) dan
konsentrasi, sedekat mungkin dengan tipe barang yang diuji pada
pengujian, atau material yang di ukur kalibrasi rutin.
4. Pada skema UP yang memerlukan peserta untuk terlebih
menyiapkan atau memanipulasi, atau menyiapkan dan memanipulasi
contoh-uji dan mengirimkannya ke Penyelenggara UP, Penyelenggara
UP harus menerbitkan instruksi kerja untuk persiapan, pengepakan
dan transportasi contoh-uji.
4.4. Perancangan skema UP
Homogenitas dan Stabilitas
1. Kriteria untuk homogenitas dan stabilitas harus ditetapkan dan harus
berdasrkan pada efek bahwa ketidakhomogenan dan ketidakstabilan akan
mempengaruhi evaluasi unjuk kerja peserta UP.
2. Prosedur untuk asesmen homogenitas dan stabilitas harus
didokumentasikan dan dilaksanakan, jika mungkin, dalam kaitan dengan
desain statistik. Bila mungkin, peyedia UP menggunakan pemilihan statiktik
secara random dari nilai representatif contoh-uji dari sekumpulan material
uji dalam rangka mengases homogenitas material uji.
3. Asesmen homogenitas dan stabilitas harus dilakukan setelah sampel uji UP
dikemas dalam bentuk akhir dan sebelum didistribusi-kan kepada peserta,
kecuali bila studi kestabilan menunjukkan bahwa sampel tersebut harus
disimpan dalam bentuk curah.
4. Contoh UP harus dapat dibuktikan cukup stabil untuk memastikan tidak
akan mengalami perubahan yang signifikan selama pelaksanaan UP,
termasuk akibat kondisi penyimpanan dan pengiriman
(transpor/pengangkutan).
Jika tidak mungkin, stabilitas harus dikuantifikasi dan diperlakukan sebagai
komponen kontributor tambahan pada ketidakpastian dari nilai acuan,
dan/atau diperhitungkan dalam kriteria evaluasi.
Lanjutan
Homogenitas dan Stabilitas (lanjutan)
5. Jika contoh uji dari putaran sebelumnya disimpan untuk
digunakan lagi di masa depan, nila-nilai properti yang
ditentukan untuk skema UP harus dikonfirmasi oleh
Penyelenggara UP sebelum digunakan / didistribusikan lagi.
6. Dalam keadaan dimana uji homogenitas tidak bisa dilakukan,
Penyelenggara UP harus mendemonstrasikan bahwa prosedur
untuk mengumpulkan, membuat, mengemas dan
mendistribusikan contoh uji cukup sesuai untuk keperluan UP
tersebut.
. Pembahasan tentang homogenitas dan stabilitas diulas lebih
lanjut dalam ISO Guide 34, ISO Guide 35, dan ISO 13528
4.4. Perancangan skema UP
Desain Statistik
Horwits, Z-Score, Zeta-Score dll

Nilai Acuan
1. Penyelenggara UP harus mendokumentasikan prosedur untuk menetapkan
nilai acuan untuk obyek ukur atau karakteristik pada setiap skema UP.
Prosedur harus mencakup ketertelusuran metrologi dan ketidakpastian
pengukuran yang diperlukan untuk mendemonstrasikan bahwa skema UP
tepat untuk maksud itu.
2. Skema UP dalam bidang kalibrasi harus memberiksn nilai acuan dengan
ketertelusuran metrologi termasuk ketidakpastian pengukuran.
3. Skema UP dalam bidang selain kalibrasi, kebutuhan dan kemungkinan untuk
ketertelusuran metrologi dan ketidakpastian pengukuran atas nilai acuan
harus ditentukan dengan menyertakan persyaratan peserta atau pihak lain
yang memerlukan, atau oleh desain skema UP.
4. Jika menggunakan nilai konsensus sebagai nilai acuan, Penyelenggara UP
harus mendokumentasikan alasan pemilihan dan harus mengestimasi
ketidakpastian nilai acuan seperti dideskripsikan dalam rencana dan
disainskema UP.
5. Penyelenggara UP harus mempunyai kebijakan berkenaan dengan
penyingkapan nilai acuan. Kebijakan harus memastikan bahwa peserta UP
tidak memperoleh keuntungan dari penyingkapan sebelumnya.

4.5 Pemilihan Metode Atau Prosedur
Peserta UP secara normal diharapkan untuk menggunakan
metode uji, prosedur kalibrasi atau pengukuran yang
dikehendaki, yang mana harus konsisten dengan prosedur
rutin mereka. Penyelenggara UP hanya meng-instruksi-kan
mereka untuk menggunakan metode spesifik dalam kaitan
dengan desain skema UP.

Dalam hal peserta UP diijinkan untuk menggunakan
metode yang dikehendakinya, Penyelenggara UP harus:
a) Mempunyai kebijakan dan mengikuti prosedur berkenaan
dengan pembandingan hasil yang didapat dari metode uji atau
pemngukuran yang berbeda.
b) Memahami jenis metode uji atau pengukuran yang berbeda,
tetapi secara teknis adalah ekivalen, dan mengambil langkah
tambahan/tertentu untuk mengevaluasi hasil dari peserta
sehubungan dengan metode yang digunakan oleh peserta.
4.6 Pelaksanaan UP
4.6.1 Instruksi untuk peserta

4.6.2 Penanganan dan penyimpanan Contoh Uji

4.6.3 Pengemasan, pelabelan dan distribusi contoh-uji
4.7 Analisis Data dan Evaluasi Hasil UP
4.7.1 Analisis data dan rekaman

4.7.2 Evaluasi Unjuk Kerja
Oleh: Reo Dewa Kembara, S.Si
Full transcript