Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Copy of Materi 4-Persyaratan Reliabilitas Instrumen Evaluasi

No description
by

Maurinchia Kaipatty

on 30 October 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Copy of Materi 4-Persyaratan Reliabilitas Instrumen Evaluasi

Reliabilitas dgn Tes-Retes
Persyaratan Reliabilitas Instrumen Evaluasi
Reliabilitas = konsistensi
Semakin reliabel suatu tes, semakin yakin suatu hasil tes mempunyai hasil yg sama dan bisa dipakai di suatu sekolah ketika dilakukan tes kembali.
Reliabilitas diekspresikan dlm bentuk koefisien yg besarnya -1>0>+1.
Reliabilitas sempurna nilai koefisiennya -1 atau +1.
Dalam kenyataannya tdk ada nilai koefisien reliabilitas sempurna.
Reliabilitas tinggi = sumber-sumber kesalahan telah dihilangkan sebanyak mungkin.

Perhitungan reliabilitas umumnya lebih mudah dari validasi. Karena dalam menentukan koefisien korelasi, peneliti tdk lagi memikirkan substansi dlm tes.
Tipe-tipe reliabilitas : tes-retes, ekivalen, & belah dua yg ditentukan melalui korelasi.
Reliabilitas Bentuk Ekivalensi
Reliabilitas dgn Belah Dua
Mengukur Homogenitas
Kesalahan Baku dlm Pengukuran
Faktor-Faktor yg Mempengaruhi Reliabilitas
Persyaratan Kegunaan
(Usability)

derajad yg menunjukkan konsistensi hasil sebuah tes dari waktu ke waktu.
Reliabilitas tes-retes ini penting, khususnya digunakan untuk menentukan prediktor misalnya tes kemampuan dan juga tepat ketika tidak ada bentuk alternatif tes lainnya.
Reliabilitas tes-retes dilakukan dgn cara sbb:
a. Selenggarakan tes pada suatu kelompok yg tepat sesuai dgn rencana.
b. Setelah selang waktu tertentu, misal 1 minggu atau 2 minggu, lakukan tes yg sama kembali dgn kelompok yg sama tsb.
c. Korelasikan hasil kedua tes tsb.
Kelemahan reliabilitas tes-retes terletak pada masalah interval waktu antara tes 1 dan tes 2.
Gay (1983: 118) memberikan referensi bahwa 1 hari terlalu pendek dan 1 bulan terlalu panjang sebagai interval waktu antar tes.
Selisih waktu pemberian yg baik antara tes 1 dan 2 adalah 1 minggu atau 2 minggu.
Tes evaluasi yg hendak diukur reliabilitasnya dibuat identik dengan tes acuan.
Setiap tampilannya, kecuali substansi itemnya, dpt berbeda.
Kedua tes tsb memiliki karakteristik yg sama.

Karakteristik yg dimaksud adalah mengukur variabel yg sama, jumlah item sama, struktur sama, tingkat kesulitan sama, dan cara penskoran yg sama.
Langkah-langkah pelaksanaan tes reliabilitas bentuk ekivalensi adalah:
a. Tentukan subjek sasaran yg hendak dites.
Kelemahannya : Membuat 2 tes yg secara esensial ekivalen adalah sulit.

Akibatnya selalu terjadi kesalahan pengukuran.
b. Lakukan tes yg dimaksud kpd subjek sasaran tsb.
c. Administrasi hasilnya secara baik.
d. Dlm waktu yg tdk terlalu lama lakukan pengetesan utk yg kedua kalinya pada kelompok tsb.
e. Korelasikan kedua hasil set skor.
Reliabilitas yg mengukur konsistensi internal.
Konsistensi Internal = salah satu tipe reliabilitas yg didasarkan pada konsistensi dlm setiap item tes evaluasi.
Reliabilitas belah dua pelaksanaanya hanya butuh waktu satu kali.

Reliabilitas belah dua tepat digunakan bila ketika tes evaluasi yg ada terlalu panjang.
Urutan Reliabilitas belah Dua:

a. Lakukan pengetesan item-item yg telah dibuat kepada subjek sasaran.

b. Bagi tes yg ada menjadi 2 atas dasar jumlah item (paling umum item dgn nomor ganjil dan genap pd kelompok tsb).

c. Hitung skor subjek pada kedua belah kelompok penerima item genap dan ganjil.

d. Korelasikan kedua skor tsb, menggunakan formula korelasi yg relevan dgn teknik pengukuran.
Dari analisis hasil belah dua di atas, hasil korelasinya muncul baru separuh.

Oleh karena itu, analisis di atas dapat disebut
reliabilitas / konsistensi internal.
Karena reliabilitas baru sebagian dari yg sebenarnya maka formula koreksi diperlukan utk meningkatkan tingkat konsistensi.

Formula koreksi yg digunakan adalah korelasi Spearman-Brown, sbb:
Contoh: hasil tes diketahui koefisien reliabilitas yg terdiri dari 60 item adalah 0,80. Harga ini menjadi dasar korelasi antara 30 item ganjil dan 30 item genap.

Jika formula Spearman-Brown digunakan maka berapa nilai r total tes setelah dikoreksi?
Cara mengukur konsistensi internal lain, tdk harus dgn membagi tes menjadi 2 bagian.

Prosedur ini menilai konsistensi antar item atau homogenitas item-item dlm satu tes evaluasi yg direncanakan.
Mengukur homogenitas pada dasarnya memperhitungkan 2 sumber kesalahan yg muncul pd tes.

1. Content/isi sampling dari tes yg dibelah.

2. Heterogenitas tingkah laku daerah (domain) yg disampel.
Semakin heterogen suatu domain pada umumnya diterjemahkan sbg semakin rendah konsistensi antar item suatu tes.
Semakin homogen suatu domain dlm tes evaluasi, semakin tinggi tingkat konsistensi antar item.
Indeks homogenitas ada 2 yg paling umum dipakai:
formula Kuder-Richardson 1 (K-R 20) dan K-R 21.

K-R 20 dipakai jika item tes menggunakan 2 pilihan jawaban saja, misalnya Benar-Salah

K-R 21 dipakai jika item tes menggunakan pilihan ganda (3 option, 4 option, dsb)
Formula K-R 20:
Formula K-R 21:
K = jumlah item dlm suatu tes
S2x = varian skor total tes
p = proporsi jawaban betul pada item tunggal
q = proporsi jawaban salah pada item yg sama

Hasil pq biasanya diperoleh dari setiap item dlm tes, kemudian hasilnya dijumlahkan utk mendapatkan nilai
rxx = reliabilitas utk keseluruhan tes
K = jumlah item dlm tes
S2x = varian semua tes
X = rerata skor
Kesalahan Baku dlm Pengukuran (Standard error of measurement) merupakan estimasi ttg bagaimana seorang peneliti evaluasi mengharapkan kesalahan dari tes yg telah dibuat.
Jika nilai kesalahan baku pengukuran suatu tes kecil = reliabilitas tes tsb tinggi
Jika nilai kesalahan baku pengukuran besar = reliabilitas tes rendah.
Kesalahan Baku Pengukuran memiliki rumus sbb:
Sm = Kesalahan baku pengukuran
SD = Simpang baku skor tes
r = koefisien konsistensi
Contoh: Dari 1 set tes setelah dihitung memiliki simpang baku (SD) = 8, koefisien reliabilitas belah dua = 0,84.

Maka berapa estimasi kesalahan ukur baku tes tsb?

Dan apa yg terjadi bila koefisien konsistensi tesnya rendah, misanya r = 0,64?
1. Panjang tes:
Semakin panjang suatu tes, semakin banyak jmlh item materi pembelajaran yg diukur.
Ini menunjukkan 2 kemungkinan:
a) tes semakin mendekati kebenaran
b) dlm mengikuti tes, semakin kecil siswa menebak

Berarti nilai koefisien reliabilitasnya semakin tinggi.
2. Penyebaran skor:
Semakin tinggi sebaran skor, semakin tinggi estimasi koefisien reliabilitas.
3. Kesulitan tes:
Tes normatif yg terlalu mudah atau terlalu sulit utk siswa, cenderung menghasilkan skor reliabilitas rendah.
4. Objektivitas:
Ketika prosedur tes evaluasi memiliki objektivitas tinggi, maka reliabilitas hasil tes tdk dipengaruhi oleh prosedur teknik penskoran.
Item tes skor objektif yg dihasilkan tdk dipengaruhi pertimbangan atau opini dari seorang evaluator
Kegunaan merupakan syarat instrumen evaluasi yg lebih berorientasi pada pertimbangan praktis.
Pertimbangan praktis itu diantaranya sbb:
Tes/instrumen yg hendak digunakan sebaiknya memiliki kemudahan administrasi yg didalamnnya mengandung unsur : mudah diatur, disimpan, dan digunakan sewaktu2 secara mudah.
waktu yg diperlukan utk proses administrasi sebaiknya singkat, cepat, dan tepat.
instrumen sebaiknya jg mudah diintepretasi oleh guru ahli maupun yg kurang mendapat latihan di bidang instrumen evaluasi.
Adanya beberapa macam jenis instrumen yg memiliki ekivalensi sama sehingga bisa digunakan sebagai pengganti/variasi instrumen.
Instrumen evaluasi sebaiknya memiliki karakteristik biaya murah, dan dpt dijangkau oleh guru/sekolah yg hendak menggunakannya.
Full transcript