Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Skripsi

No description
by

LISTIANTO PRADONO

on 17 October 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Skripsi

ANALISIS PROSES BISNIS
PT. TRISAKTI MUSTIKA GRAPHIKA
DENGAN METODE BALANCED SCORECARD

LISTIYANTO PRADONO
A12.2009.03682

Latar Belakang
RUMUSAN MASALAH
TUJUAN
Bagaimana melakukan analisis proses bisnis pada
PT. Trisakti mustika Graphika?
Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah diatas, maka laporan tugas akhir yang penulis buat bertujuan untuk:
1.menganalisis dan mengevaluasi proses bisnis PT. Trisakti Mustika Graphika
2.memberikan rekomendasi untuk mengoptimalkan proses bisnis yang sudah dijalankan sebelumnya.

1. Kemajuan teknologi saat ini
2. Proses Bisnis
3. Penggunanaan teknologi sesuai dengan kebutuhan perusahaan
PT. Trisakti Mustika Graphika merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak pada bidang percetakan, yang beralamat di JL. Prof. Dr. Hamka No.9 Ngaliyan Semarang.
Produk yang dihasilkan:
- Continuous form
- Smart Card
- Hologram Label
- Percetakan umum
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BATASAN MASALAH
Untuk menghindari penyimpangan dari judul dan tujuan serta keterbatasan pengetahuan penulis, maka penulis membuat ruang lingkup dan batasan masalah yaitu :
1. Analisis dilakukan pada dept HRD, Marketing, Pre-Press, PPIC, dan dept Produksi.
2. Metode yang digunakan yaitu Balanced ScoreCard.

Profil Perusahaan
Struktur Organisasi
Identifikasi Komponen Analisis dan Permasalahan Inti Didalamnya
a. Proses bisnis keseluruhan.
Permasalahan yang muncul:
- Rencana produksi yang tidak jelas
- Jadwal penggunaan mesin dan jadwal maintain yang tidak
teratur
- Kontrol antar bagian (gudang dan produksi) jarang dilakukan
- Head antar bagian tidak saling memberikan informasi atau
berkoordinasi


b. Marketing
Permasalahan yang muncul :
1. SDM
a) Marketing tidak bisa melakukan negosiasi dengan pelanggan,
mengenai spesifikasi, jadwal pengiriman, dll.
b) Marketing tidak bisa memunculkan forecast order.

2. Metode
a) Antar marketing tidak ada koordinasi.
b) Marketing tidk mengetahui jadwal/ production planning yang disusun
oleh PPIC.
c) Marketing tidak mengetahui keseluruhan tugas dan tanggung jawab/
porsi kerja.
d) Tidak ada feedback jika marketing tidak menjalankan/ meninggalkan
prosedur.
e) Head marketing tidak melakukan control atas pekerjaan bawahannya.

3. Lingkungan
a) Iklim kersama dan koordinasi yang kurang.

c. Produksi.

1. SDM
a) Kurang koordinasi pada tiap – tiap bagian.

2. Metode
a) Kurang dalam control dan pengawasan kegiatan produksi.

3. Lingkungan
a) Iklim kerja tidak mendukung untuk focus pada satu proyek produksi.


1. Metode
a) Planning PPIC tidak sesuai target.
b) PPIC belum melakukan pengukuran kapasitas
( sequal time, man-power, kapasitas mesin ).
c) PPIC lost control dalam pengadaan dan
penggunaan bahan baku.

d. PPIC
Balanced Scorecard
Hasil Kuesioner
1. Responden merupakan karyawan PT. Trisakti Mustika Graphika, 100% responden berusia produktif (24 – 45 tahun).
2. 78% responden menyatakan tidak setuju pada statement “Karyawan baru sudah mendapatkan bekal/ training pada masa percobaan”.
3. 82% responden menyatakan tidak setuju pada statement “Karyawan lama/tetap mendapatkan penyegaran training pada periode waktu tertentu”.
4. 94% responden menyatakan setuju “Karyawan akan meningkat kemampuannya bilamana periode training lebih banyak”.


Hasil Kuesioner (lanj.)
5. 76% responden menyatakan tidak setuju pada statement “Sistem penjadwalan produksi sudah berjalan dengan baik”
6. 52% responden menyatakan tidak setuju pada statement “Karyawan merasa terbebani dengan adanya monitoring/ tinjauan yang dilakukan selama ini”.
7. 81% responden menyatakan setuju pada statement “Sebagian besar pekerjaan karyawan memerlukan komputer sebagai alat bantu”.
8. 78% responden menyatakan tidak setuju pada statement “Karyawan mendapatkan pembekalan ilmu/ training secara berkala agar penerapan Sistem komputer dapat berjalan optimal”.
9. 79% responden menyatakan setuju pada statement “Pengetahuan IT dapat mempengaruhi kualitas pekerjaan karyawan”.
Inisiatif berdasarkan tabel BSC
Inisiatif penyelesaian masalah
1. Pembudayaan koordinasi antar divisi atau departemen yang lebih
terstruktur.
2. Menjalin hubungan dengan pelanggan memanfaatkan teknologi
informasi.
3. Pengukuran kapasitas proses produksi dilakukan lebih matang.
4. Karyawan diberikan training dalam jangka waktu yang berkelanjutan,
sebagai penyegaran skill sesuai bidangnya.

Relevansi antara hasil BSC dengan hasil kuesioner
1. Karyawan baru harus mendapatkan pengarahan dan training pada masa percobaan (3 bulan pertama) secara optimal, agar karyawan baru mengetahui apa saja yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya sebagai karyawan.
2. Karyawan lama harus mendapatkan training yang bertujuan untuk penyegaran informasi tentang bidang/ posisinya dalam perusahaan, sehingga karyawan dapat mengembangkan skill sesuai bidangnya masing – masing.
3. Training untuk karyawan harus memiliki frekuensi yang tepat, agar tidak terlalu sering atau terlalu lama.

Relevansi antara hasil BSC dengan hasil kuesioner
(lanj.)
4. Karyawan yang sebagian besar waktunya bekerja menggunakan komputer harus mendapatkan training mengenai Teknologi informatika dasar, supaya karyawan dapat mengoptimalkan computer sebagai alat bantu dalam bekerja. Selain itu, training juga bertujuan untuk membekali karyawan agar karyawan dapat memahami error yang terjadi dan dapat melakukan penanganan awal.
5. Pemanfaatan teknologi informasi yang relevan dengan PT. Trisakti Mustika Graphika adalah Production DSS, Sistem informasi order, dan CRM.

Simpulan dan Saran
Berdasarkan pembahasan dari bab I sampai bab IV, maka dapat diambil beberapa kesimpulan yaitu alur bisnis yang diterapkan oleh PT. Trisakti Mustika Graphika tidak berjalan dengan baik karena terganjal oleh faktor SDM, sehingga diperlukan usaha untuk mendidik SDM agar dapat menjalankan tugasnya dengan baik, usaha pengembangan SDM dapat berupa :
1. Pengarahan dan training pada masa percobaan (3 bulan pertama) secara optimal terhadap karyawan baru, agar karyawan baru mengetahui apa saja yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya sebagai karyawan.
2. Training berkala untuk karyawan senior yang bertujuan untuk penyegaran informasi tentang bidang/ posisinya dalam perusahaan, sehingga karyawan dapat mengembangkan skill sesuai bidangnya masing – masing. Dan Training untuk karyawan harus memiliki frekuensi yang tepat, agar tidak terlalu sering atau terlalu lama.

Simpulan dan Saran (lanj.)
3. Karyawan yang sebagian besar waktunya bekerja menggunakan komputer harus mendapatkan training mengenai Teknologi informatika dasar, supaya karyawan dapat mengoptimalkan computer sebagai alat bantu dalam bekerja. Selain itu, training juga bertujuan untuk membekali karyawan agar karyawan dapat memahami error yang terjadi dan dapat melakukan penanganan awal.
4. Pemanfaatan teknologi informasi yang relevan dengan PT. Trisakti Mustika Graphika adalah Production DSS, Sistem informasi order, dan CRM.

Simpulan
Simpulan dan Saran (lanj.)
Penulis menyadari bahwa hasil penelitian ini masih jauh dari kesempurnaan, namun penulis berharap hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam pemetaan alur bisnis PT. Trisakti Mustika Graphika, dengan harapan beberapa permasalahan yang timbul dalam proses bisnis dapat segera terindentifikasi agar tidak mengganggu proses yang lain. Dan semoga penelitian ini dapat dilanjutkan dengan menilik lebih jauh pada sisi strategi ekonomi yang belum sempat penulis telusuri karena keterbatasan waktu dan keterbatasan pengetahuan penulis.
Saran
Full transcript